Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Melindungi Asti


__ADS_3

Acara kampus berakhir dengan lancar dan sukses. tahun ini acara kampus bertema kan pahlawan, jadi seluruh masyarakat kampus wajib memakai kostum layak nya pejuang pahlawan.


keesokan hari nya, Asti meminta izin sama Kevin untuk tidak pulang bareng selesai kampus nanti, di karena kan memang Asti ada janji.


"emang kamu mau bertemu sama siapa? sampai harus ditepati segala"


tanya Kevin penasaran sambil memakan makanan yang dipesan.


"iya aku ada janji sama teman teman ku, jadi aku gak bisa gak pergi"


"yaudah kenapa harus sendiri, aku akan ikut ngantar kamu"


"enggak! gak bisa! ini perkumpulan sahabat ku jadi itu termasuk privasi ku"


tolak Asti dengan tegas.


"yaudah tapi kalau ada apa apa kamu telpon aku ya?"


Asti mengangguk dan meninggalkan Kevin yang sedang makan di kantin.


••••


"sorry ya telat, soalnya tadi ada urusan sama dosen kelas"


Asti pun duduk di samping bangku laki laki.


"iya gapapa, aku paham dengan perkuliahan mu"


ucap Dewi tersenyum.


"kamu udah pesan makanan belum?"


tanya Vivi.


"belum nih"


"yaudah sabar"


Vivi pun memanggil pelayan cafe tersebut.


"mas saya pesen jus alpukat sama dimsum udang"


ucap Asti setelah selesai melihat lihat menu cafe tersebut.


setelah selesai tak lama kemudian pesanan Asti Dateng.


"makasih"


ucap Asti pelan.


pelayan pun meninggalkan mereka.


"as, masih kenal gak sama yang samping?"


tanah Dewi.


"siapa?"


saat melihat ke arah samping ternyata di samping Asti seorang laki laki yang tidak Asti sadari.


"hayoo tebak itu siapa??"


goda Vivi.


" aku kayak gak asing deh sama wajah nya, tapi siapa ya??"


"ya Allah Asti,, gak ingat dia siapa?"


" Dewi, plis deh jangan kek gini. emang dia siapa?"


tanya Asti yang menyerah, namun sebenernya Asti masih mencoba mengingat-ingat wajah laki laki tersebut.

__ADS_1


"jangan dulu,,, klu nya dia dulu orang yang sangat kamu suka dan laki laki yang selalu ada buat mu"


ucap Vivi mencegah Dewi berbicara.


"tunggu,,,, ini Reza gak sih. eh iya Reza!!"


ucap Asti yang sudah mengingat wajah Reza, kali ini hati nya sangat senang.


Reza yang melihat reaksi Asti hanya tersenyum lucu, pasalnya sifat Asti dari dulu sampai sekarang masih sama, masih Asti yang Reza kenal.


Asti pun refleks memeluk Reza sahabat nya, yang sangat dia rindukan.


ia memeluk Reza begitu lama, hingga tak terasa air mata menetes dan membasahi pipi nya.


lalu perlahan Asti menghapus air mata nya dan perlahan dia melepaskan pelukannya pada Reza.


"iii kenapa sih kalian selalu kasih aku kejutan kayak gini"


rengek Asti.


"nangis Asti"


ledek Dewi.


"enggak.! terharu"


Asti tersenyum menatap penuh bahagia ke wajah Dewi.


mereka pun berbincang-bincang dengan senang, melepaskan rindu satu sama lain.


di sisi lain, ada dua pasang mata yang memata matain mereka dari kejauhan.


dua pasang mata tersebut berada di sisi yang berbeda.


sepasang mata berada di dekat pintu masuk cafe dan sepasang mata lainnya berada di depan beberapa meja Asti.


keduanya terus menerus memantau Asti, setelah selesai Asti pun beranjak dari meja nya dan keluar bersama teman temannya, namun teman teman Asti tidak bisa mengantar Asti karena mereka ada kesibukan masing-masing.


"astaga,,, kenapa gak ada sih taxi online di jam segini. Mala baterai hp udah mau habis lagi!!"


ucap Asti kesal.


Asti pun memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke persimpangan, biasanya di persimpangan ada ojek.


dia pun berjalan pelan pelan, saat hendak menyeberang tiba tiba sebuah mobil berwarna hitam mengebut di jalanan yang hendak Asti sebrangin.


mengebut dengan kecepatan yang cepat, namun Kevin yang membututi Asti segera menarik tangan Asti ke pelukan nya, hingga mereka berdua jatuh dengan posisi Asti di atas pelukan Kevin.


Asti dan Kevin pun saling tatap tatapan, tak berapa lama Asti pun segera bangun melepaskan pelukan Kevin.


"apaan sih loh modus yak!!"


bentak Asti sambil membersihkan celananya.


"iii ngapain aku modus,, udah dibantuin pula Mala marah marah. lain kali tengok kanan kiri jangan asal nyelonong aja, lihat kan tadi hampir tertabrak!!"


bentak Kevin yang kesal.


"iya iya maaf,, makasih udah bantu saya"


"yaudah ayo naik, udah malam!"


Kevin pun menarik tangan Asti masuk mobil.


saat di perjalanan Asti melamunin hal yang terjadi tadi.


saat melamun, Asti berfikir kenapa tiba tiba Kevin bisa ada disana?


Asti pun menanyakan nya pada Kevin.


"kamu kenapa ada disana saat aku hampir tertabrak tadi?"

__ADS_1


"emm,, aku,,"


"kenapa gugup?"


tanya Asti yang melihat Kevin gugup.


"kamu ngikuti aku ya dari tadi?"


"iya, iya aku jawab aku memang ngikutin kamu dari tadi! tapi kan itu semua aku lakukan karena aku takut kamu kenapa Napa"


jawab Kevin sedikit membentak.


"kamu tuh,,, iiiii seharusnya kamu gak boleh kayak gitu! kamu secara tidak langsung sudah melanggar kesepakatan kita"


ucap Asti kesal.


"ya maaf,, lagian kalau aku gak disana pasti kamu akan tertabrak mobil tadi kan!"


"oo iya laki laki itu siapa?"


tanya Kevin.


"kenapa?"


"iya aku lihat kamu seperti nya sangat menyenangi nya. kayak dia pacar kamu saja"


jawab Kevin perlahan.


"ini kamu jeles ya??"


"enggak aku gak jeles tapi aku cuma mau tau aja. soalnya kamu sama dia itu ngelebihin kamu sama jenny"


ucap Kevin jujur.


"ya elah bilang aja cemburu!"


"iya aku cemburu"


jawab Kevin membuat Asti sontak kaget, mata nya menatap wajah Kevin dalam dalam.


"kenapa?"


tanya Kevin yang melihat Asti menatapnya seperti itu.


"eh gapapa. untuk yang tadi itu adalah sahabat cowok laki laki ku dia namanya Reza, dan maklum sih kalau kamu bilang aku sama dia udah kayak orang pacaran? bukan kamu saja yang bilang tapi banyak kok dulu yang bilang gitu"


jelas Asti.


"aku gak percaya? kalau gak jumpa Sam orangnya langsung?"


"yaudah nanti kapan-kapan aku ajak kamu buat kenalan sama dia, dan bertanya sesuka mu sama dia biar kamu percaya"


jawab Asti merasa malas berdebat dengan Kevin.


tak terasa Kevin dan Asti sudah sampai di depan pagar rumah Asti, terlihat papa Asti menunggu Asti di depan teras.


"kamu gak turun?"


tanya Asti.


"enggak ini sudah larut malam, aku harus segera pulang. oo iya aku titip salam aja ya sama papa mu"


ucap Kevin.


Asti pun turun dari mobil dan masuk ke pagar, sedangkan mobil Kevin melaju meninggalkan rumah Asti.


di perjalanan Kevin menelpon seseorang.


"halo"


"aku ingin kalian cari informasi tentang orang yang ingin mencelakakan Asti. aku akan kirim ciri ciri mobilnya dan plat nomor BK nya!

__ADS_1


Kevin pun mematikan teleponnya


__ADS_2