Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Berkunjung ke rumah Ibu mertua


__ADS_3

hari ini semua orang di rumah Asti bangun kesiangan, dikarena kan acara yang tadi malam membuat mereka cukup kelelahan, karena melayani tamu yang begitu banyak.


Asti bangun yang kesiangan pun kaget, dia segera bergegas bangun dan mengambil wudhu lalu sholat.


setelah selesai sholat Asti keluar, diluar kamar tidak ada aktivitas sama sekali bahkan mama yang biasanya bangun lebih awal kali ini tidak terlihat sama sekali.


Asti pun berinisiatif untuk membersihkan rumah lalu memasak makanan untuk sarapan pagi tambah siang.


Asti tidak hanya masak untuk dirinya namun untuk semua orang yang ada di rumah.


Asti tau pasti kedua orangtuanya saat ini sangat merasa kelelahan akibat tamu undangan yang banyak.


saat Asti masak tiba tiba hp Asti berbunyi, Asti pun segera bergegas mengambil hp nya dan mengangkat telponnya.


ternyata telpon tersebut berasal dari Jaka.


"assalamualaikum"


ucap Asti.


"waalaikumsalam, dek Abang sama kak Clara mau main ke rumah, sekalian mau ngambil barang barang penting yang ketinggalan"


jawab Jaka dari sebrang sana.


"oo yaudah bang, Dateng lah. hati hati dijalan ya Asti tunggu"


balas Asti.


tak lama kemudian pun jaringan terputus. karena ini adalah kali pertama nya Clara Dateng ke rumah sebagai menantu atau Kakak ipar Asti. Asti memutuskan untuk memasak makanan yang lumayan banyak, serta cemilan ringan.


Asti pun pergi ke kamar mama nya, membangun kan orang tua nya dan memberitahu bahwa Jaka dan Clara akan segera Dateng.


"ma,, pa,,, bangun! udah siang nih ma,,"


teriak Asti di depan pintu kamar kedua orang tuanya.


namun tidak ada jawaban dari sebrang kamar kedua orang tuanya, Asti pun mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya kali ini.


"ma,, pa,, bangun bang Jaka sebentar lagi akan Dateng sama kak Clara"


teriak Asti kuat.


saat ingin mengulang kalimat yang sama tiba tiba saja pintu terbuka, dan mama nongol dengan ekspresi yang sedikit mengejutkan Asti.


"astaga mama!!"


"kamu bilang apa tadi? Jaka mau Dateng ke rumah?"


tanya mama memastikan.


"iya bang Jaka mau Dateng ke rumah sama kak Clara,, tadi dia nelpon sekarang sedang dalam perjalanan"


jawab Asti dengan sebal.


mama pun segera bergegas ke dapur dan memarahi Asti sepanjang jalan.


"kamu kenapa gak bilang sih!! kenapa gak bangunin mama dari tadi!! kayak gini kan mama pusing!!"


Asti yang mendengar merasa kesal karena dia disalahkan


"gimana mau bilang, orang Abang juga baru telpon tadi pas Asti masak"


"mana adik mu udah bangun?"


tanya mama pada Asti.


"belum, baru Asti yang bangun dari tadi"


jawab singkat Asti.

__ADS_1


mama pun memanggil reysa di ambang pintu kamar dan mengetuk pintu nya kuat kuat


"reysa!!! bangun anak gadis bangun jam segini!! ayo bangun bantu mama di dapur!!"


reysa pun kaget dan bangun lalu membantu mama di dapur.


•••••


"assalamualaikum"


terdengar suara seseorang dari depan. ya pasti mama tanda dengan suara tersebut.


dia pun menyambut kedatangan Abang dan menantunya dengan hangat.


"waalaikumsalam, ayo masuk"


mama mempersilahkan kedua anaknya ini masuk.


"udah pada makan belum, yuk makan dulu yuk? pasti kalian lapar kan karena perjalanan yang lumayan cukup jauh"


ucap mama saat berjalan di samping menantunya Clara.


mereka pun pergi ke ruang meja makan.


"eh ada kakak ipar"


sapa Asti yang habis bersih bersih diri.


Clara tersenyum.


"dulu teman, sekarang menjadi kakak ipar"


goda Asti, membuat Jaka kesal.


"Asti,, sudahlah jangan ganggu abang mu dengan kakak ipar mu. kasian mereka!"


tegur mama yang melihat ulah Asti.


selesai menyantap Jaka ke kamar nya untuk mengambil beberapa barang atau berkas penting yang memang wajib di pindahkan ke rumah baru miliknya dan Clara.


sedangkan Clara berada di ruang tengah, menikmati cemilan yang telah di sediakan, sembari menonton tv bersama keluarga Jaka.


dalam hati Clara ada sedikit rasa canggung, karena mungkin dia belum terbiasa dengan hal ini. emang dulu dia sering Dateng ke rumah Jaka namun masih status pacar bukan istri, pasti lah ada rasa yang beda.


"Clara gimana tadi malam?"


tanya mama cetus.


Asti yang mendengarnya merasa bingung maksud pertanyaan mama nya.


Clara tersenyum tidak tahu harus menjawab apa


"gimana apa nya ma?"


"gimana sukses?"


tanya mama Jaka.


Asti masih bingung dengan semuanya, kenapa seperti nya mama ingin sekali mengetahui hal itu.


"gak ada yang sukses lah ma,, tadi malam pulang karena kecapean jadi kita memutuskan untuk beristirahat. karena besok mau kerja kan? tapi ternyata papa belum ngasih kita untuk kerja lagi"


jawab Clara seadanya.


sekarang Asti baru paham maksud dari mama nya.


Asti yang tidak ingin mendengar nya pun langsung segera pergi dari sana dan masuk dalam kamarnya.


saat dikamar, Asti tiba tiba teringat dengan perkataan Vita

__ADS_1


"jadi udah move on nih sama yang sana as?"


Kalimat itu terus mengisi pikiran Asti.


Asti pun frustasi karena kalimat tersebut masih terngiang dengan jelas.


tak lama kemudian Asti kembali lagi diingatkan akan kenangan kecil itu, kenangan yang sedikit namun penuh arti bagi Asti.


kenangan dimana hanya itu yang Asti punya, dan Asti dapatkan dari dia. rasa sakit lagi lagi kambuh, sakit yang tidak tau karena apa, yang tidak tau penyebabnya apa, yang tidak tau penyakitnya apa.


tapi rasa sakit yang sama kambuh lagi, membuat Asti perlahan mengeluarkan air mata nya.


begitu menusuk jika harus mengingat semua nya, tapi begitulah Asti dia lemah jika berada dalam kesunyian.


bahkan dia tapi jika ditemani oleh dua temannya yaitu kesunyian dan kegelapan.


tak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Asti. Asti pun segera membukakan pintunya dan menghapus air mata nya.


ternyata yang Dateng adalah Clara, Asti menyambut Clara dengan senyum yang manis.


namun Clara adalah orang sedikit peka dengan lingkungannya.


"kenapa?"


tanya Clara perlahan, namun berhasil kena sasaran.


Asti yang tau maksud Clara hanya diam dia bingung harus jawab apa.


Clara pun masuk tanpa izin dari Asti, dan menutup pintu kamar Asti.


"ceritakan pada ku? kau menganggap ku sebagai kakakmu bukan?"


Clara berusaha menyakinkan Asti.


Asti tersenyum


"iya aku menganggap mu sebagai kakakku sendiri, tapi aku gak papa aku fine, jadi kakak jangan khawatir ya"


saat menjawab pertanyaan Clara, Clara melihat ada getaran yang membuat Clara semakin curiga.


"kamu yakin"


"iya aku yakin"


gak lama Asti menjawab setitik air mata menetes membasahi pipi Asti.


Clara yang melihatnya langsung memeluk Asti dengan hangat, tak lama kemudian pecah lah tangisan Asti.


Clara tau bahwa Asti bukan lah orang yang kuat, sebenarnya Asti adalah orang yang rapuh. dia terlihat kuat hanya di depan orang orang yang di sayang.


dia tidak ingin orang yang dia sayang mengkhawatirkan keadaan nya.


"kamu kenapa?"


tanya Clara pelan.


"gapapa kak,, makasih Yo udah jadi Sandaran buat aku menangis. biasalah kak, pasti lah semua orang pernah merasakan titik dimana dia merasa capek, lelah, tidak dihargai. dan ya saat ini aku seperti itu"


jelas Asti


Clara tau Asti berbohong


"kamu gak lagi berantam kan sama Kevin?"


Asti tertawa saat Clara menuduh tangisannya disebabkan oleh Kevin.


"enggak kak,, enggak ada sumpah!! dia gak nyakitin aku sama sekali kok".


"kalau ada apa apa bilang sama aku ya, soalnya aku ingin melindungi orang kesayangan suami ku ini. aku ingin menjaga adikku ini"

__ADS_1


mendengar ucapan Clara membuat Asti beruntung bisa memiliki kakak ipar seperti nya. karena jujur, Asti belum pernah mendapat kan kasih sayang seorang kakak.


__ADS_2