Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pertemuan Sahabat


__ADS_3

Setelah sebulan lebih akhirnya, ini saat nya mereka bersama.


wah, itu sungguh menyenangkan.


sahabat adalah teman yang bisa dan selalu ada dalam suka duka kita. mereka akan mendukung kamu dalam hal baik, dan akan memperingati kamu dalam hal buruk lalu akan memarahi mu saat kamu berjalan di jalan yang salah.


tidak itu saja sahabat bahkan akan sedih ketika sahabatnya mengalami keterpurukan.


sahabat sejati adalah teman yang tidak akan pernah membiarkan mu sendiri, teman yang tidak akan pernah membuatmu kesepian, dan teman dimana kamu, tidak akan ditusuk dari belakang. itu lah sahabat sejati.


ya syukurnya, dalam hidup ini Asti dapat merasa kan, persahabatannya yang luar biasa. bahkan dia bangga memiliki sahabat seperti Dewi.


dulu Asti pernah mendengar perkataan orang orang tentang Sahabat bahwa seseorang teman bisa di kata kan sahabat apabila bisa saling bertahan satu sama lain selamanya. sahabat dihitung dari berapa lama mereka berteman.


namun sekarang Asti paham, bahwa sahabat tidak dihitung juga dari berapa lama mereka bertahan dalam menjalin pertemanan tapi juga dilihat seberapa kuat mereka bisa saling memahami dan selalu ada disaat suka maupun duka.


waktu tidak menentu kan ke eratan persahabatan, tapi dalam persahabatan saling memahami itu adalah kunci utamanya.


Asti dan Dewi adalah salah satu orang yang beruntung mereka bersahabat tidak ditentukan waktu tapi mereka bersahabat karena mereka saling memahami.


Asti tidak sabar ingin berjumpa dengan Dewi, karena Dewi sudah janji kepadanya kali ini.


tidak hanya Asti, saja bahkan Dewi yang disana pun tidak sabar untuk berjumpa dengan Asti.


mereka berdua pun saling tidak sabar ingin bertemu, walaupun terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh.


Asti dan Dewi sudah membayangkan jika mereka berjumpa nanti. pasti akan banyak keseruan yang mereka lakukan, pasti akan banyak kenangan yang mereka buat.


pasti Asti akan melakukan hal yang memalukan nantinya.


wah, seru sekali ya khayalan mereka, coba deh kalian bayang kan. pasti seru!!.


"Asti aku tidak sabar menunggu besok".


pesan dari Dewi.


Asti pun membalasnya dengan senyum senyum sendiri


"iya, aku juga Dewi. aku mengkhayal tentang keseruan yang akan kita buat kali ini"


Dewi balas


"iya aku kangen,, dengan mu tik"


balas Asti.


"aku juga, bahkan aku lebih kangen dari kamu"


Dewi pun membalasnya dengan mengirimkan emoji terharu.


membuat Asti ikut merasa kan nya.


"oh iya wik, Lo pulang besok kan?"


tanya Asti.


"iya tik, paling besoknya aku sampai"


balas Dewi.


"oo oke aku tunggu ke datengan mu, nanti kalau udah sampai jangan lupa! chat aku"


balas Asti

__ADS_1


"iya,, soalnya macem biasa aku berangkat dari rumah itu sore kan"


balas Dewi.


"iya iya aku tahu"


balas Asti.


begitulah mereka berdua yang sangat antusias untuk bertemu. bahkan mereka sudah membuat jadwal untuk bisa bermain bersama sama.


Asti tau perjalanan itu membutuhkan waktu satu malam, Asti paham itu. makannya menurut Asti itu sudah biasa.


sedikit cerita tentang mereka berdua


flashback on


mereka berdua dulu sangat dekat bahkan mereka kemana kemana berdua, apa apa berdua.


setiap Asti mempunyai masalah Asti selalu bicara dengan Dewi. begitu juga dengan Dewi yang selalu bicara dengan Asti.


dalam keluarga pun mereka juga dekat. pokoknya mereka seperti malam dan pagi yang tidak akan pernah bisa dipisahkan.


mereka dekat dari SD.


memang dalam berteman mereka juga sering berantam tapi itu yang membuat mereka menjadi dewasa bersama.


"buk Asti mana buk!" tanya Dewi pada mama Asti.


"Asti nyuci piring tuh wik" jawab mama.


"Asti!!! cepat dah ditunggu tuh!" teriak Dewi.


"sabar,, aku lagi nyuci piring" jawab Asti santai.


setelah hampir satu jam Dewi nunggu Asti.


"sabar sabar wi,," jawab Asti sambil cengengesan.


setelah membantu mereka pun bermain.


mereka bermain lempar selop dan banyak permainan.


seperti itu lah permainan tiap siang yang dimainkan.


mereka berdua dikenal dengan anak perempuan yang tomboi. bahkan tomboi nya ngelebihin anak laki-laki.


semua anak laki-laki hampir tunduk dengan mereka berdua.


pokoknya mereka berdua itu satu pemikiran.


entah kenapa dari sekian banyak teman Asti merasa sangat cocok dengan Dewi.


dan sampai saat ini pun masih.


flashback off.


begitulah sedikit kisah mereka. entah apa yang membuat Asti begitu nyaman menjadi sahabat Asti.


satu hari berlalu. waktunya Asti dan Dewi berjumpa.


mereka berdua merasa deg degan.


flashback on

__ADS_1


Asti yang dari tadi menunggu pesan Dewi tidak ada pesan satu pun. membuat Asti sedikit kesal dengan Dewi.


gila ya,,, kemana aja nih si Dewi kenapa gak ada kabar. apa dia gak kangen denganku..


kesal Asti dibuat.


flashback off


saat malam tiba.


tiba tiba ada suara ketukan pintu, Asti pun membukanya dengan sedikit kesal. karena ini sudah malam, saat dibuka pintu...


betapa kaget dan bahagia nya Asti melihat sahabatnya yang mengetuk pintu.


"dewiiiii" teriak Asti.


membuat seisi rumah keluar ke depan pintu.


"astaga,,,,, aku senang banget" ucap Asti yang tidak menyangka. Asti pun langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat, karena Asti sungguh sangat kangen dengan sahabatnya itu.


sampai Dewi sedikit tidak bisa nafas baru Asti melepaskannya.


"kamu kok gak ngabarin aku sih wik?" tanya Asti sedikit kesal dicampur dengan kebahagiaan.


"iya sengaja,,, biar kejutan!! berhasil gak??" jawab Dewi dengan riang.


"sedikit berhasil" jawab Asti santai dan mereka pun tertawa kembali.


"lah Dewi,, kapan kemari?"


tanya mama.


"oo ibu, tadi pagi sih nyampai rumah. berangkat dari sana semalam sore" jelas Dewi.


Dewi pun menyalami mama dan ayah Asti.


karena memang dulu Dewi juga merupakan salah satu murid mama dan ayah Asti.


"keluarga juga ikut wik?" tanya ayah.


"enggak, pak soalnya masih kerjakan,, yang libur kan cuma Dewi pak" jawab Dewi.


"yaudah yuk wik, masuk jangan diluar banyak nyamuk" ucap Asti.


mereka pun masuk dan karena memang orang tua Asti tau tentang Dewi. jadi kayak biasa aja sikap Dewi ke kedua orang tua Asti.


"udah makan wik?"


tanya mama.


"belum sih buk, emang ibu masak apa buk?"


tanya Asti.


"wah,, kebetulan kan kau Dateng. rezeki mu emang ini wik, bapak masak mie kuah. ini bapak yang buat, yok wik ambil dan cicipi masakan bapak!" jawab ayah Asti dengan sedikit sombong dan bangga.


Asti dan Dewi pun mengambil nya dan membawanya ke depan tv.


"gimana wik rasanya?" tanya ayah.


"enak nih pak! pedes dan rasnya pas. bisakah nih pak jadi koki dirumah" canda Dewi.


membuat ibu menggelengkan kepala.

__ADS_1


setelah selesai mereka pun mengobrol di kamar. tak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh, Dewi harus segera pulang karena dia takut saudaranya akan memarahinya.


Dewi pun berpamitan dengan kedua orang tua Asti dan pergi meninggalkan rumah Asti.


__ADS_2