
"hei, Asti apa kabar?"
tanya Sindi saat Asti hendak duduk di bangku nya.
"Alhamdulillah, baik. kabar kamu gimana sin?"
"kabarku sangat baik, bahkan lebih baik dari yang sebelumnya"
jawab Asti sembari tersenyum lebar.
ya, pagi ini entah mengapa membuat semua orang bersemangat. bahkan itu dapat di rasakan oleh nya dan beberapa temannya yang lain.
walaupun pikiran Asti saat ini sedang kalut, dengan tanggung jawab yang baru. namun, Asti berusaha menenangkan dirinya.
bel berbunyi
kring,,,, kring,,, kring,,,
suaranya sangat nyaring membuat gendang telinga rusak, tanda masuk.
hari ini adalah jadwal pak Yogo yang masuk. namun, semua mahasiswa terheran, ketika pak Adi lah yang masuk.
"pagi anak anak!"
ucap pak Adi dengan semangat.
"pagi pak"
jawab semua dengan gembira.
"baiklah, disini saya akan menggantikan jam nya pak Yogo. dikarenakan ada hal yang penting yang ingin saya sampaikan"
ucap pak Adi memulai pembicaraan
semua mahasiswa yang berada di dalam kelas pun merasa heran.
"iya ya sepenting apa ya?"
"apa yang ingin di sampaikan pak Adi?"
"wah ini pasti penting sekali, sampai sampai pak Adi ngambil jam pak Yogo loh?"
begitulah kira kira reaksi mahasiswa ketika mendengar ucapan pak Adi.
"as, apakah kamu tau apa yang ingin disampaikan oleh pak Adi?"
tanya Sindi yang duduk di belakang Asti dengan pelan.
"aku tidak tau, bahkan aku sendiri pun heran. karena pak Adi tidak ada menyampaikan nya kepada ku sebelumnya"
jawab Asti singkat sedikit berbisik ke Sindi.
Sindi pun mengangguk dan memberi kode kepada teman temannya, bahwa Asti juga tidak mengetahui apapun tentang hal ini.
"pak sampai kan apa yang penting pak?"
tanya Asti tutup point, karena melihat pak Adi yang masih sibuk dengan berkas berkas di mejanya.
"oh iya, saya lupa. baiklah... jadi seperti yang saya bilang di awal pertemuan kita kemarin, kalian sebentar lagi akan ikut terjun langsung ke dalamnya. untuk mempraktekkan ilmu yang telah kalian dapat selama kuliah ini. jadi so.. simpel, kalian akan magang. saya sudah tentukan siapa siapa saya yang akan magang di rumah sakit apa, dan siapa kelompok nya!"
jelas pak Adi.
semua yang mendengar penjelasan pak Adi sangat antusias, apalagi kaum wanita. wah, mereka sangat kegirangan Asti pun ikut kegirangan.
namun, sebagian kaum laki laki merasa sangat tidak suka dengan hal hal yang beginian. ikut terjuan turun langsung.
__ADS_1
pak Adi pun membacakan nama nama orang yang akan magang di rumah sakit. setelah selesai membacakannya semua.
"baik, apakah ada yang ingin di tanyakan?"
"pak untuk apa magang ini?"
tanya Julia polos.
"baiklah, Julian saya akan jelaskan. magang ini kalian gunakan untuk tugas skripsi kalian. kalian tau bukan bahwa di skripsi terdapat yang namanya Bab penelitian. nah, ini adalah is dari bab penelitian itu. paham?"
semua mengangguk paham.
"baiklah semoga sukses ya, untuk penelitian kalian"
pak Adi pun meninggalkan kelas setelah selesai berbicara.
•••••••
siang ini Asti tidak ingin pulang terlalu cepat, dia memutuskan untuk memulainya hari ini. ya, walaupun itu sulit tapi ini adalah tanggung jawabnya. dia pun sengaja duduk di kantin dengan memesan beberapa makanan siang.
terlihat dari kejauhan laki laki yang bertubuh sixpack, tinggi dan terlihat sangat sombong itu sedang memesan beberapa makanan.
Asti bingung harus memulainya dari mana. dia pun menatap laki laki itu, saat hendak mencari bangku terlihat laki laki itu tidak menemukan bangku kosong, semua meja telah di isi.
ya, hanya satu bangku yang kosong yaitu bangku yang berada di samping Asti.
laki laki itu pun mendekat, dia tidak tau bahwa yang di bangku itu adalah perempuan yang berhasil membuatnya kesal.
"kak, boleh kah saya duduk disini?"
izin laki laki itu, sembari tersenyum.
karena sedari tadi perempuan itu hanya menunduk, mungkin karena sedang menikmati makanannya.
perempuan itu pun mengangguk.
"elo!!"
Asti tersenyum tipis.
"biasa saja. gak usah kaget! gue bukan hantu yang akan memakan mu Yhanko"
jawab Asti sembari menikmati minumannya.
Yhanko merasa kesal dengan asti bahkan itu terlihat dari raut wajahnya.
"tau dari siapa kau tau namaku Yhanko?"
tanya Yhanko penasaran.
"aku adalah mahasiswi terkenal disini, bahkan semua orang sangat mengenaliku sekalipun aku gak kenal dnegan mereka. jadi beruntung lah kau, jika aku mengenalmu"
ucap Asti berlagak sombong, padahal dalam dirinya Asti merasalucu dengan ucapannya.
dan lagi lagi itu berhasil membuat Yhanko kesal.
"oh iya, kau kenal dengan ku bukan?"
tanya Asti, masih ingin memainkan permainan nya.
"enggak!!"
jawab Yhanko kesal sambil menghabiskan pesanan nya.
tiba tiba Asti berdiri dan mulai memainkan permainan nya lagi.
__ADS_1
"teman teman apa kalian tidak mengenal aku?"
jerit Asti di kantin.
seketika semua orang langsung menatap Asti
"jawab lah, kalian kenal aku?"
teriak Asti lagi.
semua mengangguk, Asti pun menunjuk salah satu di antara mereka.
"maaf kamu, coba sebutkan namaku siapa? dan kenapa kau bisa mengenalku?"
"namamu Asti kan? aku mengenalmu karena beberapa dosen sangat memuji mu dan juga kau yang barusan putus dari Kevin"
jawab orang tersebut.
awalnya Asti bangga namun di akhir kalimat ia sedih karena terdengar suara tawa Yhanko yang sangat senang.
"oo,, jadi ini toh yang baru putus cinta, makannya agak Gilak dikit!!"
ejek Yhanko.
"diam lah!!! yang jelas aku ingin kau tahu bahwa semua orang kenal aku? karena prestasi ku"
jawab Asti dengan wajah datar.
Yhanko tertawa
"tidak tidak, alasan mereka itu kenal kamu karena baru saja jadi sad girls"
"terserah!!"
jawab Asti ingin mengakhiri percakapan mereka.
"dasar sad girls!! payah!!"
Asti terdiam, merasa sangat kesal dengan apa terjadi. sedikit membuatnya malu bukan main. ya, mungkin kesalnya di akibatkan dari tingkahnya yang terlalu kepedean. apalagi, saat orang orang mengira bahwa hubungan dia dan Kevin itu sudah hancur. rasanya ingin sekali Asti memberontak dan mencekiknya. namun, Asti sadar, ini semua terjadi karena keputusan mereka. sebab seperti pepatah tidak akan ada asap jika tidak ada ada api.
melihat Asti yang diam tidak seperti tadi, Yhanko yang melihatnya pun merasa bersalah. ia merasa, bahwa ejekan nya kaki ini membuat Asti tersinggung. Yhanko pun menjadi merasa tidak enak dengan Asti.
"hei, sad girls! eh maksudku as Asti!! sudahlah aku minta maaf ini keterlaluan ya?"
ucap Yhanko mengakhirinya lamunannya.
"enggak, gapapa. aku gak merasa ini melebihi kok tenang saja"
jawab Asti tersenyum yang baru bangun dari lamunannya.
Yhanko yang mendengarnya pun merasa senang karena melihat Asti tersenyum. Yhanko sedikit tersentuh ketika melihat senyuman Asti.
"ternyata dia cantik, ketika tersenyum seperti ini"
batin Yhanko.
"oh iya, bagaimana kalau kita berteman dan mengakhiri kegaduhan ini?"
Yhanko menyodorkan tangannya tanda pertemanan.
Asti pun membalasnya tanda menerima pertemanan.
"baiklah"
"inilah yang ku ingin kan Yhanko! walaupun itu sedikit mempermalukan diriku"
__ADS_1
ucap Asti merasa puas dengan hasilnya.