
acar kampus akan segera di mulai, tinggal seminggu lagi.
Persiapan demi persiapan pun di lakukan.
tak terasa waktu berjalan cepat, Asti melamun mengingat dan kembali lagi ke masa lalu.
awal dia masuk kampus sampai dia menjadi wakil ketua BEM kampus sekarang, awal dia berjuang untuk lulus masuk kampus favorit, awal dimana dia dipermalukan di depan mahasiswa baru.
semua terasa aneh bagi nya, lucu jika di ingat ingat, betapa bodohnya dia dulu.
"eh, ngapain senyum senyum sendiri"
ucapan Billy membuat Asti keluar dari lamunan.
"apaan sih bil! ngagetin aja"
"ya abis nya kamu senyum senyum kayak orang Gilak"
jawab Billy tertawa.
"enggak, aku cuma lagi.."
"lagi apa? lagi mikirin dia"
tunjuk Billy ke arah Kevin.
"iii apaan sih"
"yaelah gapapa kali, namanya pacar sendiri. eh tapi jujur dia berubah tau semenjak ada kamu"
jawab billy.
"berubah kenapa?"
saat Billy ingin menjawab tiba tiba Kevin Dateng.
"bil, ngapain? banyak tugas tuh! Asti ayo ikut saya"
"kemana?"
"kita akan pergi buat keperluan acara, o iya Billy kamu ikut bawa mobil"
ucap Kevin memegang tangan Asti.
"ya, yaudah oke bos"
jawab Billy beranjak dari duduknya dan pergi ke parkiran, tak lama kemudian Kevin dan Asti pun pergi dan berjalan di belakang Billy.
•••••
"apa apa aja yang dibutuhkan Don?"
tanya Asti pada doni yang sibuk memeriksa kertas lembar.
"ini,,,"
mau di jawab oleh Doni, namun Asti segera merampas kertas tersebut dan membaca nya.
"oo ini, yaudah yuk aku tau tempat perlengkapan ini semua"
tak sadar Asti menarik tangan doni, membuat Kevin jengkel dan kesal.
"sabar Vin"
ucap Billy berbisik.
sesampainya disana, Asti dan Doni sibuk memilih barang bersama beberapa teman teman perempuan tersebut.
sedangkan Kevin dan Billy hanya mengikuti dan membuntuti mereka.
namun, sepanjang jalan Kevin memasang wajah yang cemberut.
rasanya Kevin ingin segera menarik Asti dan berjalan di samping nya.
selesai berbelanja keperluan acara, mereka pun membayarnya.
"kev, bawa! gak mungkin kan cewek cewek yang Bawak"
__ADS_1
perintah Asti.
tanpa aba aba Kevin membawa barang barang yang bisa dia bawa begitu juga dengan yang lain.
mereka melaju kembali ke kampus membelah jalanan, ditengah tengah jalan Asti meminta Kevin menghentikan mobil.
"kenapa?"
"aku mau makan, laper perut ku lagian juga sudah sakit"
"yaudah"
"kita makan di itu ya warung bakso itu"
pinta Asti.
"kamu yakin?"
"iya aku yakin"
mereka pun turun dan memesan bakso tersebut.
selesai memakannya Asti merasa sangat kenyang, rasa nya dia sudah lama tidak makan bakso.
mereka pun segara kembali ke kampus
••••
"woy lama banget!"
ucap Billy yang menunggu bersama doni di parkiran.
"sorry sorry tadi aku makan bentar, laper"
jawab Kevin.
Kevin pun segera membuka bagasinya dan mengangkat barang barang di bagasi nya.
setelah selesai semua mereka pun segera sibuk dengan tugas mereka masing masing.
saat sibuk dengan tugas masing-masing tiba tiba perut Asti merasa sakit.
"kenapa dia!"
teriak Kevin yang melihat Asti kesakitan memegang perutnya.
semua orang menggeleng.
Kevin pun segera mendekati Asti dan menggendong Asti membawa nya ke ruang UKS kampus.
saat di periksa ternyata Asti tidak makan nasi sejak pagi di tambah dengan makan siang yang pedas, jadi membuat perutnya sakit.
Kevin yang mendengarnya merasa bersalah
"kan sudah kubilang dari awal jangan makan terlalu pedas! kamu ngeyel di bilangin!!"
marah Kevin kepada Asti yang terbaring lemah di tempat tidur.
"maaf, namanya tadi aku lagi kepengen makan yang pedes pedes"
"sudah lah, lain kali jangan di ulang lagi. kalau kamu kenapa kenapa kan aku juga yang kena"
"ya sudah kamu istirahat lah, aku mau kembali bekerja"
Kevin pun pergi meninggalkan Asti sendiri.
jujur, Kevin sangat merasa bersalah tidak sepenuhnya ini kesalahan Asti.
flashback on
"asti, aku gak suka ya lihat kamu kayak tadi"
ucap Kevin pelan.
"kenapa? kamu gak ingat kesepakatan kita?"
jawab Asti sambil menikmati bakso nya.
__ADS_1
"ya, aku ingat. tapi aku hanya bilang saja"
"percuma kamu bilang, tetap aku gak perduli kan hubungan ini hanya sebagai formalitas saja tidak lebih. jadi lebih baik simpan saja ucapan itu, sayang kamu ngomong tapi aku gak akan pernah nurut!"
jawab Asti jelas masih dengan bakso nya, kali ini dia sendok kan kuah bakso tersebut dan memberinya saus lalu masuk ke dalam mulut.
Kevin yang melihat makan Asti merasa heran.
"as, kamu gak kepedasan apa? bolak balik loh kamu kasih saus dan cabai ke mangkuk mu?"
tanya Kevin sambil menelan air liurnya.
"enggak, Mala aku suka pedes"
astaga,, apa gak sakit tuh perut nya makan bakso yang pedes seperti itu. aku yang lihat nya aja udah gak sanggup.
ucap Kevin dalam hati.
"Asti, hentikan"
Kevin memegang tangan Asti yang hendak mengambil wadah cabe lagi.
"apaan sih kamu kev!"
bentak Asti yang tidak terima
"udah cukup, nanti perut kamu bisa sakit! kali ini dengerin aku!"
"aku udah biasa tenang saja"
Asti pun menghempaskan tangannya dan kembali mengambil wadah cabai tersebut.
Kevin yang melihat aksi Asti hanya menggeleng kan kepala nya.
ini cewek susah banget di atur!
gerutu Asti dalam hati.
Kevin sudah tidak bisa lagi membiarkan Asti yang bolak balik menuangkan saus ke sendoknya.
"hentikan as!"
kali ini Kevin merebut saus dari tangan Asti.
"kamu kenapa sih!"
"udah cukup, itu udah pedes nanti perut mu sakit. kalau sakit aku juga yang kena"
ucap Kevin pelan.
"kamu udah makan nasi?"
"belum"
jawab Asti kesal.
"kamu belum makan nasi, tapi masih aja makan pedes udah kali ini diam dan makan itu tanpa tambahan saus dan cabai!"
"kev, kamu gak bisa atur aku dong!"
"kali ini aku bisa ngatur kamu, susah banget sih di atur demi kesehatan diri sendiri!"
bentak Kevin membuat Asti diam dan kembali memakan bakso nya tanpa tambahan saus dan cabai.
flashback off
selesai kerja, akhirnya Kevin kembali ke UKS mengajak Asti pulang. Kevin menuntun Asti berjalan pelan pelan, membuka pintu mobil dan melaju meninggalkan parkiran kampus.
sesampainya di rumah Asti.
Kevin pun segera membuka pintu mobil dan menuntut kembali Asti berjalan.
"makasih ya kev"
Kevin tersenyum dan kembali berjalan, Kevin menuntun Asti sampai ke depan rumahnya.
"yaudah aku pulang dulu, kamu jangan lupa makan jangan sampai telat dan banyak istirahat. paham!"
__ADS_1
ucap Kevin penuh ke khawatir ketika sampai di depan rumah Asti.
Asti pun mengangguk dan pergi masuk ke dalam rumah sedangkan Kevin pergi masuk ke dalam mobil lalu melakukannya.