
"Asti kemarin aku lihat kamu jalan sama laki laki"
ucap Kevin saat ditengah perjalanan hendak mau pergi ke kampus.
"terus, kenapa?"
ucap Asti santai yang masih sibuk dengan hp ditangan nya.
"gapapa, aku,,"
"aku apa? kamu cemburu?"
tanya Asti memotong omongan Kevin dan menoleh ke arah Kevin menatap Kevin yang masih fokus ke menatap jalanan.
"enggak,, aku gak cemburu,,"
jawab Kevin yang memang merasa biasa saja. karena kali ini Kevin menyikapi masalah tersebut dengan pikiran dewasa. Kevin berpikir bahwa laki laki tersebut adalah teman Asti dari kecil sama seperti sahabat Asti. dia yakin dan percaya penuh kepada Asti, bahwa Asti tidak akan pernah mengkhianati rasa cinta dan sayang Kevin.
"as?"
panggil Kevin dengan nada lembut, membuat Asti menoleh ke arah Kevin.
"kenapa lagi?"
tanya Asti.
"aku,, aku kepengen kamu ceritakan semua masa lalu kamu kepada ku"
pinta Kevin.
"kenapa harus aku ceritakan?"
tanya Astri.
karena tak biasa nya Kevin meminta hal hal aneh seperti ini menurut Asti.
"ya gak papa,, aku cuma kepengen tau aja masa lalu kamu. agar aku bisa tau siapa siapa saja teman mu? mantan mu mungkin? sahabat mu?"
Kevin pun menoleh ke arah Asti sesaat.
"kalau aku ga mau cerita gimana?"
tanya Asti lagi.
"kenapa?"
"ya,, karena menurutku itu adalah hal yang privasi bagiku. itu adalah masa lalu ku yang menurutku tidak patut untuk di cerita kan"
jelas Asti.
"tapi kan aku pacar kamu? aku juga punya hak kan untuk mengetahui masa lalu kamu?"
"masih pacar kan? belum calon imam ku kan?"
kali ini Asti membungkam Kevin.
sedangkan Kevin yang mendengarnya hanya diam, namun dalam hati nya dia merasa marah dan kesal mendengar ucapan Asti.
yang menurut Kevin kata kata itu sangat mengenakan dia.
"yaudah,,, kalau kamu gak mau ceritakan gak masalah kok. aku paham sekarang kamu gimana menyikapi hubungan ini. aku sudah paham"
ucapan Kevin membuat hati Asti merasa sedih. dia tau seharusnya dia tidak mengatakan hal itu kepada Kevin, namun Asti merasa kesal jika ditanya tentang masa lalu dia.
yang menurut nya, masa lalu adalah hal yang tidak penting untuk di bicara kan. karena bagi Asti masa depan adalah masa depan, dia tidak ingin lagi melihat masa lalunya.
cukup masa lalu nya menjadikan itu sebagai bahan pelajaran agar dia bisa menata masa depan dia dengan lebih baik lagi dari pada sebelumnya.
__ADS_1
"gak gitu Vin, maksud ku?"
rengek Asti.
"udah sampai,, kamu turun lah! aku mau segera berangkat ke tempat magang ku"
ucap Kevin membukakan pintu mobil yang berada di samping Asti.
sebelum turun Asti pun menatap wajah Kevin yang datar, dia tau bahwa Kevin saat ini masih menahan amarahnya dan kesalnya dia kepada dirinya.
Asti pun membuka kan sabuk pengaman nya, namun saat membukanya, sabuk pengaman tersebut sulit terbuka. biasa nya tidak, tapi karena kali ini Asti cepat cepat akhirnya sabuk pengaman itu sulit untuk dibuka.
Kevin yang melihatnya pun, tanpa aba aba dan panjang lebar langsung menolong Asti membukakan sabuk pengaman nya. sontak Asti yang melihatnya kaget, ada rasa sedikit kagum dengan Kevin. walaupun kondisi hati dia tidak baik karena ucapannya, tapi Kevin masih saja tetap perhatian kepada nya.
setelah beberapa menit.
"sudah terbuka"
ucap Kevin singkat.
Asti pun segera turun, lalu berdiri di samping mobil.
"makasih"
senyum Asti.
"nanti jemput aku kan?"
tanya Asti.
"seperti nya,,, aku gak bisa soalnya aku pulang dari magang akan langsung ke rumah. karena malam nya aku ada janji sama teman buat main futsal"
ucap Kevin.
"yah,, jadi kamu gak jemput? yaudah lah gapapa, tapi hati hati ya,,"
Kevin pun langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan Asti.
jam menunjukkan pukul 12.30 siang, matahari semakin memancarkan sinar yang tidak baik buat kesehatan kulit dan tubuh manusia.
bel kampus berbunyi tanda pulang.
kali ini Asti keluar bersama dengan teman teman Asti, hingga menuju pintu depan gerbang kampus.
"as,,, tumben kamu gak dijemput pacar? biasanya di jemput?"
sindir Sindi.
"iya,, bener tuh sin,,"
sambar Aqila.
"lagi berantem ya?"
tanya Julia ikutan.
"iii,,, apaan sih gaes,, gak suka deh? aku lagi baik baik aja kok sama dia. tapi ya begitu dia kan mulai aktif magang jadi sibuk"
jawab Asti dengan kesal.
"oo gak lagi berantem kan?"
"enggak!"
jawab Asti lagi dengan kesal melihat Julia yang merasa puas.
"iya iya,, yaudah sekarang kamu mau pulang bareng siapa?"
__ADS_1
tanya Sindi.
"oo aku pulang gampang lah,, aku bisa kok pesan atau tunggu taxi"
jawab Asti.
"kamu yakin mau nunggu?"
tanya Aqila.
"iya yakin lah qi, masa gak yakin? aku aja bisa nunggu kabar dia yang gak jelas,, masa nunggu taxi aja gak bisa?"
kali ini semua tertawa mendengar ucapan gombalan Asti yang menurut mereka gombalan itu sangat recehan dan norak.
"Asti Asti ada ada saja kamu ya,, masih sempat loh ngegombal kayak gini"
ucap Sindi sambil tertawa.
"yaudah kita kita Luan ya as,, kamu gak papa kan?"
"iya aku gak papa Luan lah kalian"
jawab Asti tersenyum pada Aqila.
"baiklah,,, bye,,"
Asti dan teman temannya pun berpisah saat di parkiran.
Asti menunggu di halte bus sudah hampir setengah jam namun taxi tidak ada yang lewat.
Asti pun segera bertindak pergi menuju pangkalan ojek kereta di simpang sana.
saat Asti berjalan, tiba tiba ada mobil yang berhenti.
Asti seperti tanda dengan mobil tersebut, ternyata itu adalah Jaka.
terlihat Clara berjalan menghampiri Asti.
"yuk,, as?"
ajak Clara tiba tiba sesampainya ia dihadapan Asti.
"yuk kemana? kakak sama abang kan mau kerja? masa aku nunggu kalian kerja?"
tanya Asti merasa bingung.
"sudah ikut saja,, nanti aku jelasin di mobil"
Asti dan Clara pun berjalan mendekati mobil.
sesampainya di dalam mobil
"kak katakan kalian akan ajak aku kemana?"
tanya Asti.
"ajak kamu pulang lah!! masa kamu ikut kamu ngedate, kan gak mungkin?"
sambar Jaka.
"iii,, orang nanyak juga. lagian kan aku nanya sama kak Clara kenapa Abang yang sewot!"
kesal Asti.
"tadi itu aku tiba tiba di telpon oleh Kevin. katanya dia minta tolong suruh jemput kamu di kampus, karena dia tidak bisa jemput kamu. jadi yaudah deh, lagian kan kami juga mau ngedate, jadi sekalian lewat kampus yaudah kami jemput kamu"
jelas Clara.
__ADS_1
Asti yang mendengar penjelasan dari Clara merasa sangat mengagumi Kevin. sekasar apapun Asti kepada nya namun Kevin selalu membalas nya dengan ketulusan dan rasa sayang nya.
kali ini Asti merasa bahwa memang Kevin adalah sosok laki laki yang harus dia jaga, dia tak ingin Kevin pergi dari nya.