Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pesan singkat membuat hati berbunga


__ADS_3

setelah merasakan hal yang sangat melelahkan, Asti pun bergegas untuk mandi karena merasa badannya lengket semua. selesai mandi, Asti berencana untuk tidak keluar dari kamar. karena Asti merasa mengantuk dan ingin menghabiskan waktu sendiri di dalam kamar.


Asti pun segera duduk di ranjang tidur miliknya, di samping ranjang tidur, terdapat meja nakas di dalam laci nakas itu terdapat beberapa jajanan yang sengaja Asti beli dan Asti taruh di kamar.


sebenarnya, jajan Asti tidak hanya ada di dalam nakas saja. masih banyak sih jajan Asti. tapi terkadang begitu, karena kamar itu milik nya jadi Asti suka menaruhnya di berbagai sudut tempat atau setiap laci.


entah, sejak kapan dia melakukan hal itu. tapi menurutnya, hal itu adalah hal yang paling di sukai oleh Asti, dari pada mengoleksi aksesoris atau skincare yang tidak jelas.


Asti pun menghidupkan tv nya, dia memilih menonton film yang bergenre horor. ya, Asti suka dengan hal hal yang berbau horor. hanya saja orang jarang mengetahui hal tersebut.


ia suka horor itu keturunan dari papanya, kesukaan papa nya yang suka horor di warisi oleh Asti. jadi bukan hal yang biasa bagi Asti, jika dia tidak takut dengan hal hal yang di luar nalar. contohnya saja, kejadian kemarin yang di villa. rasa takutnya menjadi ketika temannya dini ikut di ganggu oleh penunggu villa tersebut.


sebelum menonton film horor, Asti pun mematikan lampunya, dan kembali ke ranjang tidur nya sembari mengemil jajanan yang telah ia simpan.


saat film horor berlangsung, tiba tiba Asti di ganggu oleh bunyi notifikasi dari handphone nya. ia pun melihat nofit tersebut. ternyata chat masuk banyak dari grup sahabatnya.


Astibaca apa yang sedang mereka bahas. ternyata mereka sedang membahas untuk piknik. Asti yang merasa capek pun langsung mematikan handphone nya tanpa membalasnya sama sekali.


"kenapa akhir akhir ini banyak sekali orang yang mau pergi berlibur? apa mereka tidak memiliki kesibukan?"


ucap Asti kesal dalam hati.


Asti kembali fokus pada film horornya, saat film horor tersebut semakin memuncak keseruannya, tiba tiba telpon Asti berbunyi, Asti pun segera mengambil handphone nya, dengan kesal. ternyata panggilan vidcall dari sahabatnya.


Asti tak berniat mengangkatnya, hingga entah beberapa kali suara panggilan itu membuat Asti merasa berisik.


tak berapa lama kemudian panggilan vidcall sudah tidak berbunyi, akan tetapi di ganti dengan notif yang masuk. Asti segera melihatnya, ternyata itu chat dari Kevin.


Asti pun segera membalasnya.


"ada apa?"


ketik Asti.


"as bulan depan Jaka dan Clara hendak honeymoon"


balas Kevin cepat.


Asti pun mengerutkan keningnya


"lalu?"


"lalu Clara ingin mengajak aku dan kamu untuk ikut, serta Billy dan dini"


Asti kaget, tak mengerti jalan pemikiran Clara dan Jaka.


"seperti nya aku tidak bisa Vin. soalnya aku akan fokus pada skripsi ku, aku akan banyak melakukan penelitian di semester ini"


"lagian juga gak enakkan, mengganggu mereka yang sedang honeymoon?"


ketik Asti lagi.

__ADS_1


"iya sih aku juga berfikir hal yang sama, baiklah. aku akan menolak ajakan Clara. oh iya semangat ya buat penelitian skripsi nya?"


balas Kevin.


entah mengapa di akhir kalimat Kevin, mampu membuat Asti senang bukan main. rasa nya bahagia sekali, hati seperti sedang dihujani oleh bunga bunga yang bermekaran.


Asti pun segera membalasnya, dia mengirim stiker emot tersenyum dengan manis kepada Kevin.


lalu lanjut dengan mengetik


"iya, kamu juga harus semangat ya? satu semester lagi akan berakhir"


Kevin yang mendapatkan semangat dari ujung sebrang sana, merasakan hal yang sama. bahkan kini keinginan untuk memiliki Asti semakin besar. dia yang tadi nya putus asa dan tidak bersemangat untuk skripsi nya, kini kembali bersemangat seperti ada energi baru yang membuatnya kembali bangkit lagi.


tak terasa dari balas chatan Kevin, ternyata Asti melewat kan ending dari film horor tersebut. dia sedikit merasa kecewa, namun rasa kecewa nya kalah saat dia kembali lagi membaca ucapan semangat dari Kevin.


kini dia pun berahli menonton film film komedi dan romantis. entah mengapa sejak Kevin memberikan semangat tersebut, Asti merasa ingin tertawa dan ingin menonton film yang romantis.


lagi dan lagi Asti di ganggu oleh panggilan vidcall dari sahabatnya, dengan sangat amat berat setengah hati Asti pun mengangkatnya.


"ada apa?"


tanya Asti tanpa memberikan salam terlebih dahulu.


"assalamualaikum"


ucap Vivi dan Dewi bersamaan, membuat Asti tertawa dia merasa malu.


"waalaikumsalam"


"ada apa?"


"gitu dong cantik, kenapa kamu gak bales sih vidcall kami? padahal kau tau nya?"


tebak Dewi


"iya sorry, habisnya aku lagi nonton film jadi terlalu fokus"


jawab Asti sedikit berbohong.


"as, gimana lho ikut kan? Minggu depan nya?"


tanya Dewi


"iya as, disana juga ada Hendrik dan Reza yang akan ikut. ayok lah"


sambar Vivi membujuk Asti.


"emm,, kayak nya gak bisa deh"


jawab Asti yang langsung di sambar oleh Vivi.

__ADS_1


"kenapa? kamu udah mulai males ya sama kami? beberapa hari terakhir ini kamu juga jarang membalas chat dari kami?"


"bukan gitu"


"lantas apa?"


sambar Dewi.


"ih dengerin dulu!! aku gak berniat seperti itu. tapi memang gak bisa? aku kan kuliah? semester ini aku akan banyak menghabiskan waktu ku untuk penelitian, atau magang"


Asti menarik nafas dan melanjutkan nya lagi.


"ya kalian enak kan kalian hanya kursus, jadi tidak ada penelitian penelitian seperti ku"


Dewi dan Vivi pun terdiam.


"baiklah jika begitu. mungkin di lain kesempatan kita akan pergi liburan bersama"


ucap Dewi merasa kecewa namun mengerti dengan Asti sahabat nya.


"yaudah gaes, kita tidur yuk? ini sudah malam, bye,,"


tiba tiba Vivi pergi meninggalkan vidcall.


lalu di susul dengan Dewi.


••••••


pagi hari tiba, matahari mulai masuk menyinari ruangan yang gelap. sinarnya mulai menembus jendela yang di tutupi dengan gorden yang tipis berwarna putih.


Asti pun bangun. hari ini dia akan sedikit telat masuk kampus, bukan karena kesiangan melainkan hari ini dia akan masuk kampus siang. jadi pagi ini Asti berencana untuk membantu ibu nya di dapur.


Asti bangkit dan keluar kamar dengan badan yang sudah segar, karena sebelumnya Asti bangun dan mandi lalu sholat.


terlihat dari depan pintu Asti, mamanya sedang sibuk menyiapkan makanan sarapan pagi. dan terlihat juga mamanya sudah berpakaian rapi seperti biasanya, karena dia harus berangkat kerja.


"loh, Asti!! sejak kapan disini nak?"


tanya mama kaget yang melihat Asti sudah berada di sampingnya.


"barusan kok ma"


Asti mengambil gelas dan menuangkan minum di gelas tersebut, lalu meminumnya.


"kamu gak kuliah as?"


"kuliah ma, tapi hari ini masuk siang"


jawab Asti sembari membawa makanan tersebut ke meja makan.


"yaudah, nanti sebelum berangkat pastikan semua pintu rumah dan jendela sudah terkunci rapi. jangan lupa taruh kunci di tempat biasa"

__ADS_1


pesan mama pada Asti sembari pergi menuju ruang meja makan.


Asti mengangguk paham.


__ADS_2