
"as, kamu mandi lah disini! aku akan mandi di kamar tamu!"
Kevin pun pergi meninggalkan Asti sendirian di kamar nya dengan membawa baju dan alat alat yang di perlukan oleh Kevin.
Asti melihat langkah Kevin menuju keluar kamar sembari menutup pintu kamar. dengan segera Asti pun pergi ke kamar mandi milik Kevin dan mulai membersihkan diri.
saat Asti keluar dari kamar mandi, tiba tiba pintu kamar berbunyi
tuk,, tuk,, tuk,,
"siapa?"
"saya mbak, suruhan ibu"
jawab perempuan itu.
"ngapain?"
"kata ibu suruh dateng ke kamar ini untuk menghias mbak"
jawab perempuan itu masih berdiri di depan pintu.
Asti pun dengan segera membuka pintu tersebut dan menarik kuat perempuan itu untuk masuk dan menutup pintu itu lagi.
"sabar ya mbak! saya ganti baju dulu, saya baru selesai mandi"
ucap Asti sambil jalan dan membawa pakaian tersebut ke dalam kamar mandi.
tak lama kemudian beliau keluar.
"mbak mesti ya harus di hias segala?"
ucap Asti yang masih tidak percaya.
"iya mbak, ini perintah ibu"
"kayak nya gak usah deh mbak, saya gini aja deh. kan juga udah nampak cantik mbak"
ucap Asti sambil merapikan dirinya di depan meja rias milik Kevin.
"mbak, ini perintah ibu saya gak bisa nolak mbak"
sahut perempuan itu dengan lembut.
Asti yang paham dengan kondisi si mbak nya pun akhirnya mengalah.
"baiklah mbak, saya gak akan nyusahin mbak kok. silahkan hias saya"
jawab Asti dengan senyum.
tak butuh lama untuk memoles wajah Asti yang sebenarnya sudah cantik dari lahir, hanya butuh 15 menit saja untuk memoles wajah Asti.
"dah siap mbak"
ucap perempuan tersebut dengan rasa puas.
"wah, mbak cantik loh dengan make up yang seperti ini. gak perlu tebal tebal, gini aja udah cantik bukan main mbak"
puji perempuan tersebut.
"mbak, mbak itu menantu sini ya?"
tanya perempuan tersebut sembari merapikan alat alat nya. sedangkan Asti, masih sibuk dengan jilbabnya.
"hah! saya menantu? enggak kok mbak,, saya itu hanya pacar Kevin. ya kalau pacar kan belum tentu jadi istri kan mbak?"
jawab Asti sambil tersenyum tipis masih dengan jilbabnya.
"tapi kata ibu, mbak nya menantu di sini? lagian kalau mbak jadi menantu juga gak masalah loh mbak? mbaknya cocok jadi pasangan mas Kevin"
"apaan sih mbak, sttt!! jangan gitu ah, doakan aja ya mbak?"
__ADS_1
jawab Asti yang tidak ingin membicarakan tentang hal ini.
bukan gak mau sih? tapi lebih tepatnya malu jika harus membicarakan tentang hal hal seperti ini;v
•••••
"as, sudah siap?"
tanya Kevin di ambang pintu kamarnya.
Asti pun menoleh, seketika kedua mata mereka saling bertatap tatapan tanpa sengaja. kali ini Kevin menatap wajah Asti yang sangat terlihat cantik dan mampu membuat Kevin sedikit terpesona.
"kenapa Vin?"
tanya Asti yang sudah berada di dekat Kevin.
sontak Kevin pun kaget, ketika melihat Asti yang sudah berdiri di depannya.
"eh! gak papa, yaudah yuk"
Kevin menarik tangan Asti dengan lembut dan membawa turun Asti. lagi lagi semua mata tertuju pada kedua pasangan remaja ini, ya mereka sangat terlihat serasi sekali. bahkan beberapa dari mereka sangat terpesona melihat kecantikan Asti.
mereka turun dengan pelan, layaknya seperti pangeran dan tuan putri itu lah mereka. mereka pun segera menghampiri mama Kevin.
"astaga,, anak perempuan ku ternyata cantik banget?"
ucap mama Kevin kepada Asti dan memeluk Asti serta mencium kening Asti.
"Tante jangan gitu ah!! buat malu, entar Asti gak pede lagi?"
ucap Asti manja.
"kakak, kakak hari ini sangaaat cantik"
puji Keysa yang melihat Asti dengan bahagia.
"a,, makasih sayang"
••••••••
"wah, adik ipar ku cantik banget?"
goda kakak Kevin.
Asti yang mendengarnya merasa malu
"iri nih ye,, ibu bumil!!"
sahut Kevin, membalasnya.
tak lama kemudian masuk satu pasangan pengantin baru. ya siapa lagi kalau bukan Jaka dan Clara.
"assalamualaikum"
ucap Clara memberi salam, sembari menyalami mereka semua satu persatu begitu juga dengan Jaka.
"waalaikumsalam"
jawab semua nya secara bersamaan.
"loh, tumben ra lho pakai jilbab? biasanya jangan kan makai disuruh beli jilbab nya aja udah malas"
ucap Kevin yang terkejut melihat perubahan Clara.
"diem lho!! bukannya muji mala ngatain kayak gitu?"
jawab Clara kesal.
"iya nih Vin, jahat lho!! sahabat apaan?"
sahut Asti, membela Clara.
__ADS_1
"sumpah kakak cantik banget kalau pakai hijab kayak gini. suka deh kak Ra!! pertahankan ya kak? jangan di lepas lagi hijabnya? ini pahala lho bagi kakak!! aku tahu Abang maksa kakak kan buat pakai hijab? turuti aja kak karena surga istri ada di suami yang benar"
puji Asti sembari memegang Clara dengan senang hati.
"wah udah pintar ya? udah tau ya tentang surga istri? bisalah nih Vin?"
usil Clara sembari senyum licik dengan Kevin membuat Kevin pun tersenyum sungging.
semua pun kembali kepada aktivitas nya kembali. mereka melayani tamu, Jaka bergabung dengan beberapa bapak bapak yang berada di depan, sedangkan Clara duduk bersama Asti dan Kevin.
tak berapa lama, dateng lah Billy dan dini yang ke datengan nya telah di tunggu tunggu oleh Kevin.
"kak selamat ya, semoga calon dedek ini sehat?"
ucap Billy ketika bertemu dengan kakak Kevin.
"makasih, amin. doa in ya bil? buat calon dedeknya?"
sahut kakak Kevin dengan senang hati.
Billy pun tersenyum dan mengangkat jari jempolnya dengan sempurna. membuat Kaka Kevin tertawa.
Billy pun berjalan bersama dini menuju ke Kevin dan Asti yang terlihat dari sini.
"oy!!"
ucap Billy mengagetkan Kevin yang sibuk dengan handphone nya. Kevin yang sudah terbiasa hanya bersikap datar.
"gak seru ah!!"
ucap Billy kesal melihat wajah Kevin, lalu Billy membulatkan mata nya ketika melihat Clara yang sekarang.
"Ra? ini elu? gak lagi kesambet kan?"
tanya Billy memastikan.
"Gilak!!! ya ini gue lah Clara yang dulu lho kenal!! lupa?"
jawab Clara kesal.
"enggak gak lupa cuma masih aneh aja? lho pakai jilbab, kondisi mental masih baikkan?"
tanya Billy yang tak percaya.
"masih lah!! otak lho aja yang senget!!"
jawab Kevin cetus yang masih memainkan handphone nya.
Billy yang mendengarnya merasa kesal.
"eh iya gimana dengan liburan kalian?"
tanya Clara.
"makannya ikut biar tau dan rasain sendiri!!"
ucap Billy yang masih kesal.
"iii,, biasa nya kan juga aku ikut!! baru kali ini aja gak ikut!! aku kan udah punya suami mana boleh pergi tanpa izin suami!! lagian kalian juga gak ada yang bilang bilang kalau mau pergi!!"
jawab Clara tidak senang.
"iya Ra, sorry ini semua dadakan. tiba tiba aja teman teman ada ide untuk liburan, udah lah Ra, gausah didengar Billy. udah tau kan Billy itu gimana? emang nyeselin tuh anak!!"
sahut Kevin yang mematikan handphone nya lalu memperbaiki mood Clara.
sedangkan dini dan Asti yang melihatnya hanya diam, ketika tiga sahabat ini sudah menjadi satu.
jika sahabat sudah menjadi satu pasti mereka yang di ajak akan menjadi tersampingkan, bahkan tak jarang mereka di kacangi. ya, bukan hanya persahabatan mereka saja yang seperti itu, persahabatan Asti juga sama seperti itu.
jadi menurut Asti ini sudah menjadi hal biasa baginya.
__ADS_1