
disana ada Asti yang sibuk dengan urusan pernikahan nya di lain tempat ada Kevin yang terus berpikir gimana cara nya agar bisa menghindar dari tingkah Andara yang begitu menjijikan bagi Kevin.
"Vin, ayo lah kita pulang.. aku tau kau sudah selesai dengan urusan bisnis mu disini! Tante menyuruhku membawa mu pulang agar kita bisa mempersiapkan pernikahan kita"
ajak Andara yang duduk di dekat Kevin, sembari memainkan kancing baju Kevin.
Kevin hanya diam, tak menjawab atau merespon perbuatan Andara. karena ia tau jika Andara semakin di hindari maka pasti Andara akan semakin dekat, bahkan tak membiarkan Kevin untuk dapat celah keluar sedikit pun.
"Vin, kamu gak kangen apa sama Tante? kasihan Lo Tante Vin?"
rayu Andara dengan suara yang di manja manjakan namun terasa menjijikkan bagi Kevin.
"Vin!!! apasih yang Lo tunggu disini!! urusan bisnis mu juga selesai! masa lalu mu juga akan selesai? apa lagi alasan kau untuk tetap disini?!!"
murka Andara karena tak mendapatkan jawaban dari Kevin.
Kevin yang melihat kemurkaan Andara hanya diam tak ingin menjawab sama sekali.
"Lo nunggu apa Vin!! Lo berharap bahwa akan ada keajaiban dari Tuhan, dengan dibatalkan nya pernikahan Asti! iya?!!"
Kevin yang mendengar nama Asti keluar dari mulut Andara seketika merasa terkejut. karena mengetahui keadaan yang sedang terjadi.
"Lo..
"ya, gue tau. gue gak sengaja jumpa Asti di restoran"
sambar Andara dengan cepat sembari tersenyum licik.
"gue jumpa dia saat dia lagi bagi bagi kartu undangan pernikahan nya. setelah mengetahui bahwa dia akan menikah, gue merasa tak perlu khawatir dengan kamu. karena yang pasti dia akan menjadi milik orang lain. aku harap kamu tidak menjadi orang ketiga diantara hubungan mereka Vin"
ucap Andara lanjut.
"aku gak akan jadi orang ketiga di antara mereka, tapi bukan berarti aku akan menikah juga dengan mu!! aku katakan pada mu Andara, jika aku tidak mendapatkan Asti sebagai pendamping hidupku, maka aku akan lajang seumur hidupku. walaupun di dunia ini cuma tersisa satu cewek seperti mu!"
__ADS_1
jawab Kevin dengan tegas, sembari menghempas tangan Andara yang dari tadi memainkan kancing bajunya.
"satu lagi Andara, aku masih disini karena masih banyak urusan bisnis yang harus aku selesaikan. salah satunya menghadiri pernikahan Asti, karena suami Asti adalah rekan bisnis ku"
Andara yang merasa kesal dengan sikap dan perkataan Kevin, menekuk kan wajahnya. kali ini dia melimpahkan kebenciannya terhadap Asti.
"apa sih Vin yang kau lihat dari Asti!!! mana bagian yang istimewa darinya!! apa yang bisa dia tonjolkan untuk mu?!! jika aku dan dia dibandingkan, jelas semua orang pasti akan mengatakan bahwa aku yang lebih cantik!!"
Kevin yang tak bisa menahan amarahnya pun langsung menjawab pertanyaan Andara.
"apa yang aku lihat dari Asti? jelas yang aku lihat dari Asti, tidak pernah ada di dalam dirimu. Asti ku tidak memiliki bagian yang istimewa jika dibandingkan dengan mu, tapi hati nya jauh lebih istimewa jika dibandingkan dengan harga diri mu!! kau tau kenapa hatinya istimewa? itu karena akhlak nya yang baik, orangnya yang sederhana, dan kepribadian nya yang menepatkan agama nomor satu dalam setiap hal. akhlak dan tingkahnya, itu adalah kunci dia menjadi yang istimewa di mata ku"
"jika aku akan berubah seperti Asti, apakah kau akan mau bersama ku?"
tanya Andara.
Kevin pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"kenapa?"
jawab Kevin dengan santai, membuat Andara sedikit tersentuh dengan jawaban Kevin.
"Andara, dalam agama wanita itu harus menutup semua tubuhnya seperti yang dilakukan Asti, kecuali telapak tangan dan wajah. jika kau ingin mendapatkan cinta ku maka dapatkan dulu cinta Tuhanku"
"apa sebegitu buruk aku Dimata mu vin?"
tanya Andara yang kali ini sudah terisak-isak karena jawaban Kevin membuka semua pemikiran nya.
"kau tidak buruk Andara. bahkan kau sangat perfect, hanya satu yang kurang dari mu yaitu iman mu. aku harap sekarang kau sadar apa yang aku lihat dari Asti, kenapa aku sangat sangat mencintainya"
jawab Kevin lalu meninggalkan ruangan nya tersebut.
Kevin memutuskan sore ini untuk pergi ke taman umum yang ada di dekat kantor perusahaan nya. Kevin ingin menikmati angin sepoi-sepoi di taman, sembari melihat lihat alam dan langit.
__ADS_1
entah mengapa sore ini ia ingin sekali bersahabat dengan alam dan langit. Kevin pun duduk di salah satu bangku taman. saat ia sedang memandang langit, tiba tiba ia merasa bahwa ada benda yang menyentuh kakinya. ia pun melihat ke kakinya, ternyata benar ada bola di dekat kakinya.
saat ingin meraihnya, tiba tiba datang anak kecil yang berumur tiga tahun lebih menghampiri Kevin. Kevin yakin, bola ini adalah milik anak tersebut. melihat anak itu, Kevin merasa gemas. ingin sekali Kevin mengajaknya duduk bersama, namun ia sadar bahwa anak anak pasti akan takut dengan orang yang tak dikenal. Kevin pun menyerahkan bola tersebut sembari tersenyum.
"nak, udah ketemu bolanya?"
panggil seseorang dengan nada laki laki. Kevin menyakini ini adalah ayah dari anak tersebut.
"ayo ucapkan terima kasih pada oom nya"
"tidak perlu pak, mereka masih anak anak"
sambung Kevin sembari menolehkan wajahnya ke arah laki laki yang sekarang berdiri dihadapannya.
"Kevin!!"
untuk sesaat kedua mata itu saling beradu. tak percaya akan berjumpa lagi setelah sekian lama tak berkontakan.
"Bil, Billy!"
sahut Kevin tak percaya.
tanpa sadar Kevin langsung memeluk sahabat lamanya itu. ia merasa senang karena kembali dipertemukan dengan sahabat nya itu. namun, Billy yang marah karena tak terima ditinggalkan pergi begitu saja akhirnya menghempaskan pelukan tersebut.
Kevin yang tau alasan kemarahan sahabat nya itu pun mencoba untuk menjelaskan semuanya
"gue tau, Lo marah karena gue ngulang gitu aja. gue paham kemarahan Lo. tapi Lo tau kan gimana gue? jika gue pergi berarti ada masalah besar yang terjadi pada gue"
"iya, dan Lo gak nganggap gue sahabat Lo! sehingga Lo gak mau berbagi masalah itu dengan gue, dan memilih untuk pergi meninggalkan gue!!"
sambar Billy, yang merasa kecewa dengan sikap Kevin saat itu.
"bukan gitu, semua ini terlalu cepat terjadi. sehingga aku tidak punya waktu untuk menceritakan semuanya padamu. waktu acara pernikahan mu aku ingin mengatakannya padamu, tapi aku ingat bahwa itu adalah hari bahagia mu. sehingga aku tidak ingin menganggu kebahagiaan mu"
__ADS_1
balas Kevin yang saat itu ingin sekali mengatakannya di acara pesta pernikahan Billy dan dini.
mereka pun terlibat percakapan, sampai dini datang dan ikut nimbrung disana. Kevin menjelaskan semua yang terjadi pada nya.