
setiba nya Asti dirumah, Asti pun segera menghapus air matanya dan mempoles wajah nya agar kedua orang tua nya tidak curiga dengannya.
Asti pun sedikit memberikan bedak tipis di pipi nya.
Asti pun masuk ke dalam rumah seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa apa dengannya. berusaha untuk menunjukkan wajah yang bahagia walau kini hati nya masih terluka.
"ma,, Asti masuk dulu ya ke kamar? Asti sudah ngantuk ma, capek"
ucap Asti lemas.
mama Asti pun mengangguk.
Asti segera berjalan menuju kamarnya.
sesampainya di dalam kamar, Asti membaringkan badannya dengan keras. dia menangis sejadi-jadinya, tangisan yang pecah ditemani oleh kasur dan bantal nya, berulang kali dia pukul kasur dengan kuat, mencaci maki dirinya sendiri, hingga bantal tersebut basa karena tangisan nya.
lain dengan Kevin yang merasa bersalah, dia tau itu pasti sangat menyakiti hati nya. namun, ini semua dia lakukan karena selama ini Asti tidak pernah menganggap hubungan yang terjalin ini dengan serius.
"gimana nih jel? aku takut Asti akan marah"
ucap Kevin khawatir.
"tenanglah,, justru ini adalah tujuan yang kita ingin kan bukan?"
ucap jelly.
"tapi,, kan gak gini juga! maksud aku, aku akan bilang di saat yang tepat"
ucap Kevin.
"udah lah tenang,, kan kamu mau kasih pelajaran sama dia! biar dia tau gimana rasa nya mencintai seseorang tapi dikhianati!!"
ucap jelly.
"akhhh,,"
jawab Kevin dengan kesal.
belum selesai memikirkan keadaan Asti, dini dan Billy pun memarahi Kevin bertubi tubi, tak hanya Kevin bahkan jelly pun ikut dimarahi.
"eh,, dasar PHO,,, perusak hubungan orang!! senang sekarang? puas hah!!!"
ucap dini emosi tak dapat ditahan dengan mendorong bahu jelly sekuat kuatnya, layaknya preman yang lagi malakin orang.
sedangkan jelly hanya terdiam, memasang wajah yang datar tanpa sedikit pun merasa bersalah.
"kamu tau kan!! Kevin. udah punya pacar? kenapa kamu masih mau sama dia!! senang jadi simpanan orang!!"
ucapan pedas dikeluarkan dini, kali ini rasa nya dini ingin menampar pipi jelly, namun ditahan oleh Billy jika tidak maka akan terjadi perang dunia ketiga.
"perempuan murahan sekali kamu!! upss,, salah!! bahkan kamu lebih menjijikkan dari sampah!!!"
__ADS_1
jelly yang tadi diam, namun sekarang dia kepancing emosi.
"maksud mbak nya apa ya? saya dari tadi diam ya mbak!! tapi bukan berarti saya diam saya bisa diinjak injak sama mbak nya!!"
"kenapa emang seperti itu kan kenyataan nya?"
jawab dini memancing emosi.
"seharusnya mbak tanya sama perempuan itu!!! mbak suruh perempuan itu intropeksi diri! kenapa pacarnya bisa mau dan dekat dengan saya!!"
jawab jelly dengan tegas.
"laki laki tidak akan berpaling jika wanita nya memperhatikan dia,, jika wanitanya menganggap dia dan hubungan nya serius!! ingat itu!!"
lanjut jelly.
dini hanya diam namun dia tidak mau kalah
"oke,, saya akui teman saya salah!! tapi bisa gak sih, kamu gak dekat dengan Kevin? kamu tau kan Kevin sudah punya Asti!! lantas kenapa kamu mau jadi simpanan?"
"mbak,,, dengar ya! saya jadi simpanan atau cadangan itu adalah pribadi saya! saya gak perduli orang mau berkata apa yang penting hidup saya aman!!"
jawab jelly.
belum selesai, kali ini Billy memarahi Kevin.
"Vin,, kamu gimana sih! kamu udah janji loh Vin sama dia? kalau kamu akan hilangkan sifat playboy mu itu!!"
"kamu tau kan? seberapa berjuang ya kamu untuk dapati dia? tapi kenapa,,, astaga!!"
lanjut Billy.
"sadar gak sih!! sebelum kamu ngelakuin ini akan merusak hubungan mu dengan Asti selamanya??"
Billy mulai bingung dengan Kevin, yang tak seperti ia kenal lagi.
"aku tau akan terjadi seperti ini"
jawab Kevin seadanya.
"terus kalau kamu tau kenapa kamu lakukan?"
tanya Billy.
"kamu tau kan kalau Clara tau ini, pasti,, pasti dia akan sangat marah dan bahkan akan membencimu!! satu kesalahan seperti ini bisa merusak semua hubungan yang kamu miliki Vin!!"
jelas Billy.
"aku tau!! aku tau bil!! aku juga ngelakuin ini karena terpaksa, aku juga gak mau sebenarnya ngelakuin ini! tapi.."
"tapi apa Vin?"
__ADS_1
tanya Billy saat Kevin menghentikan ucapan nya.
"tapi,, Asti tidak pernah menganggap hubungan ini serius. aku merasa bahwa Asti tidak menginginkan hubungan ini, dia tidak pernah mau menghargai aku sebagai pacarnya. lantas untuk apa aku ada?"
ucap Kevin yang mulai menangis.
kali ini Billy tau kenapa Kevin seperti ini. dia hanya membutuhkan perhatian dari Asti. dia hanya ingin Asti menghargai hubungan ini, menganggap dia sebagai pacarnya tanpa menyembunyikan sesuatu dari nya.
Billy pun memeluk Kevin sahabat nya itu, Billy merasa tidak tega melihat sahabatnya. baru kali ini dia melihat Kevin menangis karena perempuan, selama ini Kevin tidak pernah menangis di depan Billy apalagi karena masalah perempuan.
"yang,, kamu kok jadi belain dia!!"
ucap dini yang menghampiri mereka, melihat Kevin dan Billy berpelukan.
"gak gitu yang?"
jawab Billy melepaskan pelukannya.
"gak gitu apa!!"
"gak gitu,, sekarang aku paham kenapa Kevin melakukan hal seperti ini"
jawab billy.
"ya mau bagaimana pun alasannya, tetap saja Kevin salah yang!! dia seharusnya gak ngelakuin ini sama Asti!! dia seharusnya bisa bicarakan ini baik baik dengan Asti, tanpa kayak gini ginian yang!!"
jawab dini yang tidak terima melihat teman dekatnya di selingkuhi di hadapannya.
"kamu jangan selalu menyalahkan Kevin juga dong yang, kamu juga harus melihat sisi pandang Kevin?"
Billy mencoba menjelaskan kepada dini.
"gak!! aku gak akan melihat dari sisi nya!! kalau pun mereka ada masalah seharusnya mereka bisa saling terbuka satu sama lain, tapi kali ini tidak!! aku salah ternyata aku salah titipkan Asti ke kamu"
ucap dini.
"sudah cukup dan terima kasih atas rasa nya yang kamu berikan kepada Asti! aku mohon mulai sekarang jauhi Asti jangan pernah menunjukkan batang hidungmu sedikit pun di depannya. wajah mu Vin, hanya mengingatkan dia akan perilaku yang menyakitkan yang kamu berikan kepada nya!!"
lanjut dini.
"yang,, kamu kok gitu sih!! kamu gak boleh gitu?"
jawab Billy yang mendengar kata-kata dini yang cukup kasar.
"kenapa? aku hanya tidak terima jika sahabat ku di sakiti oleh orang yang aku percaya untuk menjaga nya! aku yakin kok jika Clara tau dia pasti akan melakukan hal yang sama kepada Kevin, bahkan lebih!!"
jelas dini.
"oo iya,, satu lagi buat kamu!! PHO semoga kamu bahagia ya sama hasil kamu yang ini!! emang benar ya, laki laki playboy tidak akan pernah bisa berubah dalam hidup. playboy ya playboy itu bawaan gak akan pernah bisa dihapus dalam hidup seorang playboy"
ucap dini dengan cetus, namun Kevin hanya diam.
__ADS_1
dia tahu saat ini perasaan dini juga seperti apa sebagai seorang teman yang tidak ingin melihat temannya tersakiti.