Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Kejutan Dari Asti


__ADS_3

"Asti kenapa tiba tiba kamu ajak kita ketemuan?"


ucap Reza ketika Asti sudah sampai dan hendak duduk.


"iya kenapa as?"


sambar Dewi.


Asti pun duduk dan menoleh ke arah Dewi, dia memasang wajah yang datar. membuat Dewi semakin penasaran.


setelah Asti duduk, tak lama kemudian ada seseorang laki laki yang ikut duduk di samping Asti.


semakin dibuat penasaran dengan Asti.


siapa laki laki itu?


kenapa Asti membawa laki laki yang asing? bahkan aku sendiri tidak kenal dengan nya?


ada apa dengan Asti? pacar baru nya lagi? mau ngenalin pacar baru nya*?


begitu kondisi hati mereka saat ini, begitu banyak pertanyaan yang ada dibenak mereka masing-masing.


"hey,,! kenapa pada bengong?"


ucap Asti sambil melambaikan tangan nya di depan mata mereka secara bergantian.


sontak membuat kaget mereka semua.


"eh,,, enggak. yaudah yuk kita pesan dulu"


jawab Vivi yang langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan.


pelayan pun Dateng dan membawa menu makanan dan minuman yang disediakan oleh cafe tersebut.


lalu mencatat semua makanan dan minuman yang mereka pesan


"baiklah silahkan di tunggu sebentar ya kak"


mereka pun semua tersenyum dengan kompak membuat pelayan ingin tertawa, lalu meninggalkan meja mereka.


tak berapa lama kemudian pesanan mereka pun Dateng.


tampak pelayan menyajikan pesanan mereka di meja makan mereka, selesai menyajikan makanan para pelayan pergi meninggalkan meja makan.


mereka pun langsung memakan makanan yang dipesan tadi dengan lahap dan santai.


selesai makan, mereka pun duduk bersantai santai sembari menunggu makanan dicerna dengan baik.


"as, jelaskan kenapa kamu mengajak kita ketemuan dengan dadakan seperti ini?"


tanya Reza menatap Asti sambil melirik ke arah laki laki yang duduk di samping Asti.


"baik lah, seperti nya kalian sangat penasaran. coba deh,, kalian tebak dulu siapa dia?"


jawab Asti.


"jangan main main tebakan lah as,, ini tidak benar!"


ucap Dewi kesal melihat respon Asti.


Asti tertawa dengan senang karena kali ini dia mampu membuat teman-teman nya kesal.


dia mampu membalas Dewi, Reza, Vivi saat pertama kali dia diberikan kejutan seperti ini.


apalagi Dewi, Asti sangat senang mampu membalas dendam dengan Dewi.


agar Dewi bisa merasakan apa yang Asti rasakan ketika dia terus menerus diberi kejutan seperti ini.

__ADS_1


"baiklah, aku akan kasih tau siapa dia,, aku puas dengan wajah kalian"


tawa Asti begitu juga dengan laki laki tersebut.


"kamu masih kenalkan sama mereka?"


tanya Asti menoleh ke arah laki laki tersebut.


"masih lah,, siapa yang gak kenal geng kamu"


ucap laki laki tersebut sambil menahan tawa.


"hah, lihat dia aja masih kenal! kenapa kalian tidak kenal dengannya? parah sumpah, parah,,,"


ucap Asti mengejek Dewi, Reza dan Vivi sambil tertawa.


"udah lah,,, puas! sekarang Asti?"


ucap Dewi melotot ke arah Asti, membuat Asti semakin senang melihat reaksi Dewi. kali ini seperti merasa menang dari mereka.


"baiklah,, baik"


Asti pun mulai menarik nafas dan mencoba menahan tawa nya.


"dia itu teman SD kita loh,, masa kalian gak tanda dengan nya?"


Reza, Dewi dan Vivi pun saling menoleh satu sama lain, mereka semakin bingung dibuat Asti.


"dia itu Hendrik,, ingat kan??"


seketika Reza langsung memukul keningnya dengan pelan, dia ingat dengan Hendrik teman dekatnya dulu.


"astaga,,, aku kira siapa!"


ucap Reza.


ucap Vivi.


"itu apa?"


"itu pacar baru mu,,"


jawab Dewi cetus.


"astaga,, gak mungkin lah,,"


jawab Asti merasa malu.


"emang dia udah pacar?"


tanya Hendrik kepada semua nya.


"lah,, kamu gak tau. udah lah!! dia mudah move on kali dari mu"


ucap Dewi cetus membuat Vivi dan Reza penasaran.


lalu Asti yang mendengarnya mencubit tangan Dewi pelan yang saat itu tangan Dewi terletak di atas meja mereka.


membuat Dewi kesakitan.


dan Hendrik yang mendengarnya terdiam dan merasa bersalah.


"emang apa yang terjadi?"


tanya Reza penasaran.


"gini loh,,,"

__ADS_1


ketika Dewi hendak menceritakan nya tiba tiba tangan Asti menutup mulut Dewi, hingga Dewi sulit untuk bernafas.


Reza dan Vivi pun semakin penasaran.


"nanti aja ya,, jangan disini dibahas. ada orangnya"


jawab Asti yang merasa malu bila dibahas didepan Hendrik.


•••••


baru ingin hendak tidur, tiba tiba dapat telpon dari grup yang isinya mereka berempat.


Asti yang melihatnya langsung bergegas bangun dari tidurnya, dan segera mengangkat telpon video call tersebut.


saat mengangkatnya Asti menjadikan selimutnya sebagai pengganti jilbabnya.


"ada apa"


ucap Asti dengan cetus, membuat yang lain terdiam.


"nagih janji yang tadi!"


ucap Vivi.


Asti pun merasa kesal mendengar ucapan Vivi.


"udah lah nanti aja,, kayak gak ada waktu lain saja"


"gak bisa, wajib sekarang!"


bantah Reza.


"udahlah as,, kasih tau saja,, mereka juga punya hak kan untuk mengetahui masa lalu mu,, mereka sahabat mu bukan teman mu, ingat itu!!"


ucap Dewi.


"iya iya baiklah,,"


Asti pun mulai menceritakan semua nya secara detail.


flashback on


semua berawal dari chatan antara Hendrik dan Asti.


mereka sudah cukup lama chatan, siang dan malam mereka selalu chatan.


sampai pada suatu ketika, Asti merasa baper sama Hendrik.


ia merasa chat dari Hendrik adalah prioritas bagi nya, setiap chat dari Hendrik selalu dibalas dengan respon yang cepat. namun, Hendrik Mala sebaliknya. awalnya Hendrik membalas nya dengan cepat namun lama kelamaan Hendrik membalas chat dari Asti sangat lambat.


Asti selalu ceritakan obrolan chatan nya dengan mama nya. hingga suatu hari mama nya berkata


"kau tau as,, dulu dia minta izin sama mama loh buat dekati kamu. tapi mama bilang kalau mau dekati kamu ya tunggu dia mapan dulu, sukses baru dekati kamu, terus dia balas iya ya buk,, tapi kalau aku dekati dia ibu gak ngelarang kan? ya enggak lah yang penting kamu sukses dulu, kalau gak sukses mau dikasih makan apa anak ibu?"


Asti yang semakin penasaran dibuat


"terus ma"


"terus dia tanya lagi sama mama, kalau misalnya Hendrik pacaran dulu sama orang lain ibu kasih gak? mama jawab ya kasih lah, dia juga harus menikmati masa muda nya"


Asti yang mendengar cerita dari mama nya semakin merasa kagum.


pasal nya di zaman sekarang mana ada laki laki yang berani meminta izin orang tua untuk mendekati anaknya. bahkan untuk zaman sekarang laki laki selalu jemput cewek nya di depan gang tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada kedua orang tua nya.


Asti salut dan kagum dengan Hendrik, dia berfikir bahwa ini adalah pilihan yang tepat.


Asti berfikir adalah satu poin keunggulan dari Hendrik yang membuatnya terkagum dan mulai menaruh harapan nya pada Hendrik.

__ADS_1


selain itu juga pemikiran Asti dan Hendrik tidak jauh berbeda, saat Asti meminta pendapat kepada Hendrik, Hendrik selalu memberikan solusi yang tepat bagi Asti.


__ADS_2