Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Happy graduation Kevin


__ADS_3

hari yang cerah, cahaya matahari yang indah menyinari bumi dan seisinya.


"Vin, udah vin!! entar kamu telat loh buat Dateng ke wisuda mu sendiri?"


teriak mama Kevin dari bawah.


"iya ma sabar"


jawab Kevin yang menuruni tangga.


"wah, anak papa hari ini sangat ganteng sekali ya?"


gombal papa Kevin.


"iya nih pa, adikku sebentar lagi akan resmi nih menjadi sarjana. yang sebentar lagi juga akan duduk di singgah sana nya"


sahut Zain menimpalinya.


"sudah sudah, jangan membuat adik ke sayangan ku ini malu. mas dan papa jangan merusak mood tampan adikku pagi ini"


sambar kakak Kevin yang melihat Kevin malu.


"yaudah yuk, kita pergi takut telat nih. mama gak mau kelewatan sedikit pun moment nya"


ucap mama yang membawa semua orang keluar dari rumah seperti mengusir seekor bebek yang masuk ke dalam rumah.


•••••••••••


sesampainya disana.


dari kejauhan bisa Kevin lihat bahwa asti dan keluarga sedang menunggu kedatangan nya disana. Kevin tersenyum kala Keuda mata mereka menyatu sama lain.


Asti yang disana, sangat bisa merasa kebahagiaan Kevin yang terpancar dari aura senyumannya.


"selamat ya"


ucap Asti singkat ketika Kevin sudah berada tepat di hadapan nya.


Kevin mengangguk, sembari tersenyum manis.


"ye, kayak nya sebentar lagi ada yang akan menunaikan janjinya nih!"


ejek Billy saat melihat kedua nya sedang di landa kasmaran.


"yaelah. Lo kayak enggak aja. Lo juga sebentar lagi akan menunaikan janji Lo kan?"


jawab Kevin yang tak ingin terlalu terpojokkan.


Billy hanya menggaruk tengkuk belakang nya yang tidak merasa gatel.


"selamat ya sayang. semoga kamu bisa mecapai kesuksesan dan membuat orang-orang di sekitar mu bangga terhadap diri mu"


ucap mama Asti tulus.

__ADS_1


"iya Tante aamiinn. makasih Tan"


balas Kevin.


"iya, selamat ya nak Kevin. semoga di tanganmu perusahaan ayahmu semakin maju dan berkembang pesat. karena ada kamu dan Zain. saya yakin jika kalian bersatu pasti akan membuat perusahaan ayah kalian semakin maju"


"ah bapak bisa saja. tidak seperti itu lah"


sangka pak Kevin dengan senang.


ya, orang tua yang mana yang tidak senang ketika anak nya perlahan sudah mulai mencapai kesuksesan nya.


"yaudah yuk, acara sudah mau dimulai. kita masuk dulu yuk"


ajak Asti.


"ahh, enggak as enggak. kita harus foto dulu. jika kita masuk nanti yang ada kita keluar muka sudah pada lusuh semua. jadi foto dulu"


tolak Clara.


semua pun setuju dan mereka berfoto foto disana hingga puas.


lalu mereka masuk ke dalam gedung aula yang telah di dekor dengan rapi dan indah.


"as, bentar lagi giliran Kuta nih yang akan merasakan hal seperti ini. kau siap?"


tanya dini saat acara sudah di mulai.


jawab Asti menikmati setiap tata acara yang berlanjut.


setelah selesai acara, sekitar pukul tiga sore, semua pun berbondong-bondong keluar gedung. semua berfoto foto termasuk keempat keluarga yang sangat bahagia ini.


yaitu ada keluarga Kevin, Asti, dini dan Billy.


ya, mereka berfoto kembali karena alasannya mereka ingin foto dengan toga di atas kepala mereka yang wisuda.


setelah melewati beberapa sesi foto kini, giliran sesi foto Kevin dan Asti. setelah sebelumnya sesi foto berenam, yaitu dirinya dan Kevin, Clara dan Jaka, terakhir Billy dan dini.


sebelum memulai foto, Asti memberikan buket dengan sedikit malu malu kepada Kevin dan satu boneka beruang kecil yang memakai toga di kepalanya.


ya, buket yang berisi uang lima puluh ribu disana terhias cantik dan rapi, walaupun tidak banyak. ditambah dengan beberapa bunga dan jajanan snack lalu dengan minuman kopi sasetan. ya pokoknya buket yang sederhana dari orang yang sederhana.


semua keluarga bersiul siul melihat Asti memberikan buket tersebut. mereka pun berfoto bersama dengan gaya foto pasangan remaja yang khas.


saat foto sudah selesai Asti yang hendak mendekati dini, memberhentikan langkahnya kalah namanya di panggil oleh Kevin.


"Asti"


Asti berhenti dan menoleh ke belakang.


lalu tak lama kemudian Kevin menghampiri Asti yang berjarak sekitar dua meter dengannya. ia mendekat, saat tiba di hadapannya ia merogoh kantong celananya.


semua keluarga yang melihatnya merasa bingung, apa yang dilakukan Kevin. tak lama kemudian Kevin langsung berlutut, Asti yang melihatnya semakin merasa terkejut.

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan Kevin?"


tanya Asti merasa cemas.


Kevin diam tidak menjawab pertanyaan Asti, lalu ia mengeluarkan sebuah tempat cincin yang di dalam nya terdapat cincin yang sangat indah disana.


Asti terkejut melihat aksi Kevin kali ini. nyawanya seakan hilang untuk sesaat, sedangkan keluarga yang melihatnya tak jauh mengejutkan. pasalnya Kevin tidak bilang apa apa tentang kejadian ini.


"Vin, ap apa mak maksud...


tanya Asti yang terbata bata lalu di potong dengan segera oleh Kevin.


"as, sudah ku katakan bukan. bahwa aku serius dengan hubungan ini. di ulang tahun mu yang beberapa tahun yang lalu, aku juga melakukan hal yang sama dengan ini. aku melakukannya agar saat itu kau tau bahwa cinta ku tulus tanpa pamrih. kali ini aku melakukan hal yang sama karena aku memang serius dengan hubungan ini. aku akan tunggu kamu as, sampai kamu tamat kuliah. aku juga tidak ingin terlalu memaksakan diri agar cepat cepat memiliki mu. aku tidak ingin egois, karena ini bukan tentang ku saja tapi tentang mu juga. mungkin aku akan melanggar janji ku yang satu ini, setelah tamat aku akan menikahi mu. tapi tidak masalah, janji itu sebenarnya tidak ku langgar hanya saja aku perlambat. aku ingin saat aku menjalaninya dengan suka cita pasanganku pun merasakan hal yang sama"


jelas Kevin panjang.


Asti yang mendengarnya terharu, bahkan sebuah tetesan kebahagiaan keluar dari mata yang indah milik Asti.


ya, rencananya Asti lah yang ingin membuat kejutan di hari spesial milik kekasihnya tersebut, namun rencana nya gagal. karena justru dia lah yang diberi kejutan yang di luar ekspektasi semua orang.


cinta yang tulus dapat Asti lihat dari mata Kevin, perlahan Kevin menyematkan cincin tersebut di jari sebelah cincin pertama kalinya yang ia berikan kepada Asti.


ya, sejak hari itu Asti tidak membuka cincin pemberian Kevin, bahkan saat mandi sekali pun.


"Vin, kok jadi aku yang terharu sih!! aku kan niat awalnya ingin membuat mu terharu.."


rengek Asti.


membuat belak tawa orang yang mendengarnya.


"kamu itu, orang lagi romantis juga mala buat tawa. gak bisa diajak romantis"


jawab Kevin, yang menghapus air mata Asti perlahan yang hendak menetes.


"ya lagian,, kamu.."


balas Asti masih protes.


"iya, iya aku tau. aku juga terharu kok sama buket dan bunga ini"


sahut Kevin, sembari melirik ke arah boneka dan buketnya yang kini berada ditangannya.


Asti perlahan tersenyum mendengar ucapan Kevin yang merasa terharu


"tapi hanya sedikit"


sambung Kevin lagi, membuat Asti terbelalak marah.


"aku bercanda, udah atuh jangan marah mulu. ini hari spesial ku"


ucap Kevin merayu Asti.


perlahan senyuman pun tampil di wajah Asti sekarang.

__ADS_1


__ADS_2