Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Menyebalkan


__ADS_3

siang hari, saat pulang kampus tiba seperti biasa Asti selalu di jemput dan di tunggu oleh Kevin.


namun, kali ini Asti tidak bisa pulang bersama Asti karena Asti belum selesai untuk praktek.


"vin, Luan aja dulu. aku gak bisa soalnya praktek ku belum selesai, selesai makan nanti aku lanjut praktek lagi. jadi kamu Luan ya?"


ucap Asti ketika dia sampai di depan Kevin.


"aku pulang Luan? kamu yakin?"


"iya yakin pulang lah Luan, kalau masalah aku tenang lah,, ada banyak teman kok buat nganter"


jawab Asti menyakin kan Kevin.


"emang kamu siap praktek jam berapa?"


tanya Kevin penasaran.


"aku kek nya pulang jam jam sore lah, paling abis abis solat ashar nanti"


"emang kenapa?"


tanya Asti heran.


"yaudah aku tunggu kamu deh, lagian aku juga ada latihan basket hari ini"


lalu Kevin pergi meninggalkan Asti.


Asti yang mendengar jawaban Kevin merasa kesal, padahal saat Kevin pulang duluan membuat Asti merasa senang. karena jujur Asti sangat bosen jika dia harus harusan bertemu Kevin tiap waktu.


dasar ya,, tuh laki laki emang nyebelin banget! meski banget nungguin!


gerutu Asti dalam hati mencaci maki Kevin yang menyebalkan.


••••


siang yang sangat cerah membuat mereka yang bermain basket tidak pantang semangat untuk berlatih basket.


mereka berlatih basket menjadi dua regu, mereka bermain dengan seru nya hingga dapat beberapa set.


setelah mereka merasa capek mereka pun beristirahat untuk minum, mereka duduk dan berkumpul.


"kev tumben lu,, ikut latihan?"


ucap Gerry salah satu kapten basket.


"iya tumben, aku kira kamu gak Dateng buat latihan"


"iya biasa guess,, dia sibuk dengan urusan kampus"


jawab Rafli tertawa.


"satu lagi,, sibuk sama itu"


timpa Billy, membuat Kevin terbelalak menatap Billy tajam.


"apaan sih kalian semua, udah ahh aku tuh gak latihan karena memang sibuk! biasalah!"


jawab Kevin kesal.


"iya iya yang sibuk sama dia"


kalian ini ucapan Billy melewati batas hingga Kevin rasa nya ingin sekali memberikan lem pada mulut Billy.


"eh ini jam berapa sih?"


tanya Kevin tiba tiba.


"kenapa emang nya? kau mau kemana?"


"aku,, aku harus pulang"

__ADS_1


ucap Kevin ragu.


"mau pulang apa mau ketemu dia?"


goda Billy.


"apaan sih bil!! serius aku nanya ini jam berapa!'


jawab Kevin kesal.


"ini jam empat kurang Vin"


tanpa ngomong lagi Kevin bergegas pergi meninggalkan mereka semua.


"vin mau kemana!!!"


teriak Billy.


"mau ganti baju"


jawab Kevin berteriak sedikit.


••••


"Asti!!!"


panggil Kevin dari parkiran yang sedang berdiri di depan mobil nya.


Asti yang merasa terpanggil menoleh ke arah sumber suara, dugaan Asti benar suara tersebut milik laki laki menyebalkan yang selalu memaksanya.


awalnya Asti pura pura tidak mendengar panggilan tersebut, dia berjalan lanjut bersama teman temannya. namun, tiba tiba tangan Asti di tarik dari teman temannya.


"Kevin apaan sih!!"


bentak Asti setelah mereka jauh dari teman teman Asti.


"ayo kita pulang!"


"apa apaan sih kev! kamu gak berhak kayak gini ya! kamu ingat kesepakatan kita bukan?"


ucap Asti bentak.


"diam! dan masuk lah. orang tua mu sudah menunggu mu dirumah"


Kevin pun segera masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan kampus.


pagi tiba, Asti dan Kevin sudah sampai di kampus.


"Asti jangan lupa, nanti setelah selesai kampus ada rapat membahas perayaan ulang tahun kampus"


ucap Kevin saat mereka jalan, namun Asti hanya diam dan tidak membalas ucapan tersebut.


Asti Mala sibuk dengan hp nya.


setalah waktu menunjukkan pukul dua belas siang, akhirnya bel kampus berbunyi.


Asti pun bergegas dan segera keluar dari kelas, sebelum ke ruangan rapat Asti harus ke ruangan dosen Adi karena dia tadi di panggil.


saat berjalan menuju ruangan tak sengaja Asti dan jenny berjalan bersampingan.


"eh jenny"


sapa Asti yang merasa kaget.


"eh Asti, mau kemana?"


"aku mau ke ruangan pak dosen Adi"


jawab Asti canggung, karena sudah lama tidak bertemu dengan jenny.


"oo sama dong, aku juga di panggil pak Adi"

__ADS_1


"oo dipanggil ngapain ya kira kira?"


ucap jenny penasaran.


"mungkin di panggil buat nilai kali, ya kan? biasanya dosen manggil juga gak jauh jauh dari nilai"


jawab Asti.


setelah selesai berurusan dengan dosen Adi, mereka pun berjalan keluar


"kamu gak rapat?"


ucap jenny.


"aku rapat kok, ini aku mau kesana"


"yaudah kita bareng aja yuk?"


mereka pun berjalan bareng menuju ruangan rapat.


••••••


sesampainya disana ternyata rapat sudah dimulai, ketika Kevin melihat Asti berjalan berdampingan dengan jenny, jujur Kevin merasa marah melihat mereka.


"wahh,, dari mana kak kok bisa telat?"


ucap Kevin sambil bertepuk tangan menatap Asti dan jenny tajam.


"lupa, sama rapat? atau gimana? atau bablas?"


pertanyaan Kevin terus Menerus menyudutkan Asti dan jenny.


Asti yang merasa terpojokkan sangat malu.


apa sih niat cowok ini!! CK,,,, dasar ingin mempermalukan aku apa!!!


gerutu Asti dalam hati.


"maaf, sebelum saya tau saya dan Asti telat namun ada alasan kami telat kok. tadi kami di panggil dosen Adi kalau sekiranya tidak percaya silahkan telpon dosen Adi"


ucap jenny membuat Kevin diam.


"baiklah, kali ini saya maaf kan. tapi lain kali kalau di suruh on time ya on time, yaudah silah kan duduk"


jenny dan Kevin pun duduk ke bangku yang telah di sediakan sebelum nya.


"as,,"


"hmm"


ucap Asti saat merasa di panggil oleh Kevin.


"aku, aku gak suka lihat kamu jalan bareng dengan teman laki laki mu"


ucap Kevin perlahan sambil fokus menyetir.


"kamu tuh kenapa? kamu gak ingat kesepakatan kita kemarin. kita emang pacaran tapi itu hanya sebuah formalitas saja enggak lebih"


jawab singkat Asti sambil memainkan HP-nya.


"iya aku tau aku paham, tapi rasa ini gak bisa di tahan kan as?"


"kev, itu urusan mu. kalau aku gak ada masalah dengan itu semua, yang penting kamu tidak mengusik kehidupan sehari-hari jadi tolong jangan buat dirimu menyebalkan di mata ku!"


tegas Asti kali ini.


Kevin pun diam dan tidak menjawab nya, karena menurut nya Asti pasti tidak memperdulikan rasa ini untuk nya. Kevin sadar memang ini salah dia, yang memaksa Asti terjebak dalam hidup Kevin namun apa daya rasa yang tidak bisa di tahan.


bahkan rasa ini semakin hari semakin tumbuh.


andai saja dulu aku tidak terlalu memaksa nya seperti ini, namun memberikan waktu yang tepat buat rasa ini,, mungkin tidak akan terjadi seperti ini, mungkin aku bisa dekat dengan Asti selayaknya orang pacaran.

__ADS_1


penyesalan Kevin dalam hati.


__ADS_2