
Tiba saatnya, acara pernikahan Jaka dan Clara. Jaka yang terlihat tampan menggunakan jas berwarna putih dengan peci putih terlihat begitu berwibawa.
sedangkan Clara yang terlihat sangat anggun dengan baju kebaya warna putih make up yang natural membuat Clara begitu sangat cantik, dan elegan.
"pa,, Jaka deg degan nih?"
ucap Jaka pada papanya, dengan ekspresi tegang.
"wajar,, itu hal yang biasa. yang penting kamu siap kan mental aja untuk acara ijab Kabul nya. papa dulu juga gitu kok,, dibawa rileks aja Jak"
jawab papa memberikan nasehat, agar Jaka tidak terlihat tegang.
Jaka pun mulai mengatur nafasnya, dia menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.
•••••
"kak,, hari ini kakak cantik banget, sumpah gak bohong!!"
ucap Asti menggoda Clara di ruang rias.
Clara yang mendengarnya pun tersenyum malu
"kamu bisa aja as,, suka banget buat aku malu"
"iii,, kok malu sih!! emang bener hari ini kakak cantik banget!! aku aja yang perempuan iri lihat kakak hari ini cantik"
ucap Asti canda membuat satu ruangan tertawa.
"kak gimana rasanya sudah mau dekat pernikahan?"
tanya Asti penasaran.
"rasanya deg degan parah as,,, campur aduk! ada rasa senengnya, sedihnya, pokoknya campur aduk lah"
jawab Clara jujur.
"kak,, aku titipkan abangku sama kakak ya,, jaga dia baik baik. walaupun dia nyebelin tapi dia tetap abangku kak.. dia cinta kedua ku setelah papaku.. kalau salah marahi aja dia kak,, kalau nyebelin cubit aja dia kak.. titip ya kak?"
ucap Asti tiba tiba membuat Clara kaget. tak terasa air mata menetes di pipi Asti, Asti yang menyadari nya pun segera menghapus air mata tersebut.
Clara tau yang Asti sampai kan adalah isi hati seorang adik yang sangat menyayangi abangnya. Clara paham betul gimana saat ini hati Asti, dulu Asti adalah prioritas utama bagi Jaka. tapi setelah menikah, prioritas utama bagi Jaka bukanlah Asti lagi melainkan Clara.
"as,, tenang aja. kamu percaya kan sama aku? aku pasti akan rawat dan jaga kakak mu dengan baik"
ucap Clara sambil tersenyum.
Asti pun memeluk Clara dengan erat, berharap perkataan Clara bisa di pegang.
tak terasa waktu yang baik untuk ijab kabul akan di mulai.
Asti membawa clara keluar dari ruang make up dan turun ke bawah untuk memulai acara ijab kabul.
saat turun, semua mata tertuju pada Clara, gadis yang cantik, anak tunggal, dan sangat beruntung mendapatkan calon suami seperti Jaka.
begitulah kira-kira pemikiran tamu terhadap Clara.
__ADS_1
Clara berjalan dengan anggun, Kevin yang melihatnya sangat bahagia.
"cinta mu terbalas ra,, kamu pantas mendapatkan dia,, aku bahagia melihatmu seperti ini sangat bahagia"
ucap Kevin dalam hati, sembari memberikan sip kepada Clara dari jauh.
Clara yang melihatnya langsung tersenyum bahagia kepada Kevin.
Jaka, tak henti henti menatap Clara yang begitu cantik, dia tidak salah memilih Clara sebagai istrinya.
Jaka pun mempersilahkan Clara untuk duduk di samping nya.
acara sakral pun di mulai.
setelah acara sakral selesai, tampak suasana terlihat sangat haru. ada kesedihan di mata kedua ibu, yang sangat jelas terlihat. entah itu sedih karena bahagia atau sedih karena harus berpisah namun itu terlihat jelas dimata mereka.
namun ada kebahagiaan di mata kedua mempelai, terlihat sangat bahagia. Asti pun dan seluruh tamu undangan ikut merasakan kebahagiaan yang mereka pancar kan.
satu per satu tamu undangan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. dan disambut dengan hangat oleh kedua mempelai.
sekarang giliran Kevin dan Billy yang mengucapkan selamat, dibelakang Billy ada dini dan Asti.
"selamat ya perempuan manja, hari ini status manja hilang. hari ini ganti menjadi perempuan kuat, harus kuat!!"
ucap Kevin kepada Clara.
Kevin yang sangat terharu, meneteskan air mata di hadapan Clara. membuat Clara ikut merasakan apa yang Kevin rasakan.
Clara pun memeluk Kevin dan Billy dengan erat.
cukup lama mereka berpelukan.
ucap Kevin kepada Billy.
"iya Vin,, sekarang Clara udah ada yang punya. tugas kita sudah selesai!! kita udah jaga Clara dari kecil sekarang giliran suaminya yang akan ngejaga"
jawab Billy.
"apaan sih Vin,, bil,, tugas kalian belum selesai!! aku masih butuh kalian!! siapa yang akan ingatkan aku jika aku salah nanti!! siapa yang marahi aku ketika aku bodoh nanti!!"
ucap Clara menolak pernyataan mereka.
"Clara ada suamimu yang akan mengingatkan mu jika kamu salah, dan akan memarahi mu jika kamu bodoh!! bro,, aku titip sahabat manja ku ini ya sama kamu? Didik dia jadi lebih baik!! bila perlu marahi aja dia!!"
ucap Kevin kepada Jaka.
"tenang aja,, aman.."
jawab Jaka santai.
"satu dari kita udah sold out bro,, setelah ini siapa yang akan sold out duluan?"
ucap Billy.
"iya nih,, siapa ya kepo jadi nya? Kevin udah serius juga sama Asti? Billy juga udah serius sama dini? kira kira siapa ya?"
__ADS_1
ucap Clara senang, merasa menang dari mereka.
"kayaknya sih bakalan kita ya sayang?"
ucap Billy kepada dini.
dini yang mendengarnya hanya tersenyum karena malu. sedangkan Kevin, hanya menatap Asti, namun Asti acuh tak acuh.
"yaudah yuk kita foto dulu!!"
ajak Clara.
mereka berenam pun berfoto bersama, setelah berfoto tiba saatnya, Asti yang mengucapkan selamat kepada abangnya Jaka.
belum mengucapkan selamat, Asti sudah meneteskan air mata. rasa nya mulut Asti tidak bisa berbicara.
Jaka yang tau gimana hati adiknya langsung memeluk Asti dengan erat.
"it's ok.. kamu jangan nangis,, Abang tau gimana kamu saat ini. dengerin Abang!! kamu akan jadi prioritas Abang!! datanglah ketika kamu membutuhkan Abang? jangan sungkan paham!!"
ucap Jaka masih memeluk Asti.
perlahan Asti pun menghapus air matanya, dan mulai tersenyum dengan Jaka.
"bang,,, aku cuma mau ngucapin selamat,, Abang tenang aja, kalau aku gampang lah! sekarang yang harus kamu prioritas kan adalah kak Clara bukan aku!! aku cuma mau bilang jangan buat kak Clara marah! jangan jail lah!! cukup aku aja yang kamu jailin!! paham!!"
ucap Asti sambil tertawa.
Asti pun turun dan meninggalkan abangnya, dia mencari tempat yang sepi, untuk dia menangis. karena setelah ini dia pasti akan kangen saat saat dia diganggu abangnya, dijailin abangnya. pasti dia akan kangen itu.
karena setelah menikah abangnya akan pergi tinggal dirumahnya sendiri yang lumayan jauh dari rumah orang tua Asti.
Kevin yang melihat Asti turun dengan mata yang sembab mengikuti Asti dari belakang.
di tempat yang lumayan sepi Kevin melihat Asti menangis, Kevin pun dateng mendekati Asti.
tanpa aba-aba Asti langsung memeluk Kevin dengan erat, dia menangis sejadi jadinya.
Kevin tau gimana rasa nya ditinggalkan sama orang yang kita sayang.
Kevin tau Asti sangat menyayangi abangnya, begitu juga dengan abangnya.
"hey,, gapapa. udah ah jangan nangis ini bukan perpisahan selamanya,, jadi udah gak boleh nangis. ada aku, yang akan menjadi tameng mu"
ucap Kevin menatap dalam Asti.
Asti pun segera menghapus air matanya dan tersenyum manis.
"gitu kan cantik"
gombal Kevin membuat Asti tersenyum malu.
"yaudah aku tinggal dulu ya,, make up ku luntur"
ucap Asti yang ingin segera pergi namun ditahan Kevin.
__ADS_1
"enggak ah,, kata siapa make up mu luntur? ga ada yang luntur kok! yuk ikut aku!!"
Kevin pun mengajak Asti bergabung dengan teman-teman kuliahnya Kevin, disana Asti bisa kembali tersenyum bahkan tertawa dengan senang.