Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
kabar bahagia


__ADS_3

tak terasa kini waktu wisuda sudah mulai mendekat. sekitar dua minggu lagi Kevin akan menyandang nama baru di bagian belakang nama Kevin. ya, sebuah gelar yang sudah lama Kevin inginkan. sebuah gelar yang akan menjadi tempat dimana ia bisa sedikit memberikan kebahagiaan dimata kedua orang tuanya.


ya, selama beberapa semester terakhir ini Kevin selalu disibukkan dengan skripsi nya dan revisinya. seperti yang dibayangkan, bahkan semester lalu Kevin sampai rela menjaga jarak dengan Asti hanya demi skripsi nya, ia bahkan rela meninggalkan kebiasaan kebiasaan lamanya.


namun selama satu semester ini, Kevin sangat overprotektif kepada Asti. bahkan ia selalu meminta Asti agar selalu memberinya kabar jika ia hendak pergi dimana dan dengan siapa. sebenarnya ini Kevin lakukan karena sekarang Kevin baru sadar, bahwa banyak laki laki yang mengincar kekasihnya itu termasuk Abang Lulu si Alex.


tak itu saja, bahkan Kevin sekarang sering mengantar bekal makan siang Asti. mengingat Asti yang suka makan di kantin rumah sakit. ia membawa bekal makan siang terkadang sesuai keinginan Asti, terkadang juga masakan mama nya.


pokoknya selama satu semester belakang ini jarak antara Kevin dan Asti seperti tidak ada lagi. bahkan seolah janji yang dibuat tidak berguna bagi keduanya.


hubungan nya semakin erat, mengalahkan kesyirikan orang yang hendak melihat hubungan mereka hancur.


"cie,, selamat ya kev!! akhirnya..."


goda Asti yang sudah masuk kedalam mobil hendak menutup pintu.


"diam lah!!"


jawab Kevin yang merasa malu.


ya, sebelum Kevin menjemput Asti untuk pulang seperti biasanya. Kevin sempat Videocallan sama Asti saat sidang terakhirnya selesai.


dengan senang kegirangan Kevin memberitahu kan kepada Asti bahwa ia akan wisuda. Asti yang mendengarnya sangat shock, bukan shock karena stres, tapi shock karena senang.


ia bisa ikut merasakan kebahagiaan Kevin yang terlihat jelas diwajahnya. berulang kali Kevin menceritakan gimana deg degan nya saat di tanya tanya oleh para dosen, itu rasanya seperti diruang interogasi yang si pelakunya di minta keterangan sampai ke akar akar.


tak itu saja Kevin juga menceritakan gimana rasanya saat mendengar ucapan dosen yang menyatakan dirinya lulus dan ikut wisuda. ia juga menceritakan gimana kesenangan nya saat membanggakan dirinya Lulus di depan teman temannya.


ya, itu adalah moment moment yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang sejarah hidup. tidak hanya bagi Kevin, namun bagi mereka semua yang merasakan bangku kuliahan.


"jadi apa rencana mu kali ini?"


tanya Asti memecahkan keheningan dimobil.


Kevin mengangkat kedua bahunya, karena saat ini dia tidak ingin memikirkan hal tersebut. dia masih ingin menikmati kebahagiaan ini yang hanya dateng seminimal minimalnya sekali seumur hidup.

__ADS_1


"kok kamu gak tau?"


tanya Asti yang mulai serius.


"ya, aku gak tau. karena saat ini aku masih ingin menikmati kebahagiaan ku yang ini. lagian juga untuk apa aku repot kesana kemari mencari pekerjaan jika ayahku sudah punya. bahkan, ada salah satu perusahaan nya yang kini sudah berpindah nama menjadi milikku"


jelas Kevin enteng, sembari fokus mengendarai mobil.


"kamu gak ingin mulai dari nol lagi?"


tanya Asti perlahan.


mendengar pertanyaan Asti Kevin hanya diam tidak berniat untuk menjawabnya. akhirnya Asti yang merasa teracuhkan pun hanya diam juga.


"oh ya, kapan magang mu akan selesai?"


tanya Kevin balik.


"seharusnya sudah selesai kira kira dari dua bulan yang lalu. tapi, karena beberapa data untuk bahan skripsi ku masih sedikit ada yang kurang jadi aku harus menyelesaikan nya. tapi udah selesai kok. jadi kemungkinan besar mungkin selama tiga hari lagi. aku kan juga harus menyelesaikan tanggung jawab ku dulu disana"


semenjak kejadian kemarin, Asti tidak pernah lagi berbohong. dia selalu jujur mengatakan semua hal kepada Kevin apapun itu. bahkan kini ia sangat mempercayai Kevin.


"oo,, baguslah. aku juga tidak mau kau terlalu lama lama dekat dengannya"


respon Kevin ketika mendengar jawaban dari kekasihnya.


"kenapa? kevin cemburu?"


tanya Asti polos, menggoda Kevin.


"aku tidak cemburu. hanya saja aku ingin menjaga orang yang akan menjadikan dirinya sebagai pasangan hidupku selama nya. aku tidak ingin orang itu tersentuh oleh laki laki yang tidak baik. apalagi dia memandangnya dengan mata yang jahat. aku tidak suka. hanya aku yang boleh mendekatinya dan memandangnya tidak boleh yang lain"


jawab Kevin tanpa menoleh kearah Asti.


Asti yang masih setia mendengarkan dan mencerna setiap perkataan kekasihnya

__ADS_1


"jadi kamu adalah laki laki yang baik gitu?"


Kevin menoleh kearah Asti, ia mengangguk pelan sambil berkata


"iya dan itu hanya untuk Asti ku, yang akan berubah menjadi istri ku"


Asti yang mendengar nya bukan merasa terharu atau senang, tapi ia merasa jijik dengan gombalan Kevin. ia yang tak bisa menahannya pun akhirnya tertawa lepas diikuti dnegan Kevin, yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama seperti Asti.


karena baru pertama kalinya baginya menggombal seorang wanita dengan menyebut kata 'istri'. kata yang mampu membuat dirinya ingin mual. namun, perkataan itu serius bagi seorang Kevin walaupun merasa mual.ucapan Kevin muncul dari hati, ada sedikit lega rasa nya mengatakan hal tersebut walaupun terlihat menjijikkan bagi wanita yang sering diberi harapan atau digantungkan.


kebahagiaan itu pun sebenarnya sedikit dirasakan oleh Asti. rasa bahagianya, bukan main. baru kali ini Asti pacaran, dan benar benar merasakan layaknya seorang ratu yang harus dijaga.


ia tau pacaran itu adalah hal yang salah, ia melanggar semua prinsipnya selama ini. tapi, ini juga bukan sepenuhnya salah dia yang tidak bisa mempertahankan prinsipnya.


mana ada seseorang yang tidak leleh jika di tampilkan bak layaknya seorang raja yang selalu siap siaga melindunginya, bak seorang prajurit yang selalu melindunginya, bak seorang dokter yang selalu menyembuhkan luka yang tak terlihat dimata dan bak seorang anak kecil yang selalu menggemaskan saat dia sedang bersedih di hadapannya.


itu lah yang di alami Asti, menurutnya sekarang asal pacaran itu tidak melebih batasan nya atau tidak merusak dirinya dalam pergaulan itu boleh boleh saja. yang penting adalah jaga diri.


ya, urusan dosa Asti tahu itu dosa. tapi ini adalah tentang hidup pribadi nya. dosa atau pahala biar lah Allah yang mengatur dan biarlah Asti yang menanggungnya. karena Asti yakin, selama tidak ada tujuan jahat dibalik pacaran mereka, maka pasti Allah maha tahu segalanya yang terbaik buat mereka.


"makasih ya kev, udah bandari aku belanja baju"


ucap Asti yang merasa senang.


"ya"


jawab Kevin singkat.


sebelum mereka pulang, Kevin membawa Asti makan malam diluar dan membawa Asti berbelanja semaunya namun Asti malah memilih satu baju yang sangat sederhana dan murah. Kevin sempat tak suka dengan pilihan Asti, karena itu terlalu murah.


tapi Asti terus memaksanya membuat Kevin luluh. ya semua di lakukan Kevin hari ini itung-itung syukuran atas kelulusannya.


ya sekali kali lah buat pacar bahagia ;v


dari Kevin.

__ADS_1


__ADS_2