Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Merindukan Asti


__ADS_3

di sisi lain Asti yang sempat bersedih mengingat kisah cintanya yang tak berujung, mengingat wajah sang kekasih yang sangat ia rindukan malam ini.


di belahan dunia lain, dengan keadaan yang sama, dengan satu bulan yang sama ia menatap bulan tersebut dengan tatapan sendu. menatap bintang yang bertaburan namun lama kelamaan menghilang karena tertutup oleh awan.


angin yang berhembus kencang masuk melalui jendela yang berada di kamarnya, sembari menikmati kopi hitam, seorang laki laki berdiri di depan jendela yang terbuka dengan lebar malam itu.


ia menikmati nya dengan kopi yang masih hangat yang baru saja ia buat. ketenangan jiwa dapat ia rasakan ketika angin menerpa nya.


ya, siapa lagi kalau bukan Kevin. yang kini berdiri dengan tegak di depan jendela dengan secangkir kopi hitam di tangannya.


Kevin begitu menikmati malam ini, sudah menjadi kebiasaan nya sebelum tidur ia pasti membuat secangkir kopi hitam lalu menatap malam dari jendela kamar nya dan menikmati angin malam yang hadir seperti sedang menyambutnya.


sengaja Kevin memang membuat kopi sendiri karena ia tak ingin merepotkan asisten rumah tangga yang bekerja disini.


"sedang apa kau Asti? apakah kau merindukan ku? atau kau sudah memutuskan hubungan ini dan memiliki keluarga kecil? maaf kan aku Asti, yang menghilang tanpa kabar dari mu, ini semua terlalu mendadak sampai sampai aku tidak bisa menjelaskannya padamu. ini semua terjadi sangat mendadak, maaf kan aku"


ucap Kevin dalam hati.


"ya Allah, sampaikan lah rasa rinduku kepada salah satu bidadari mu? bilang kepadanya bahwa aku merindukannya dan meminta maaf karena tidak mengabari nya?"


ucap Kevin lagi meminta kepada Tuhan semesta, agar menyampaikan rasa rindunya kepada sang kekasih hati, yang mungkin sekarang tak akan pernah ia bisa gapai lagi.


ya, setiap malam Kevin memang Kevin selalu mengirimkan doa buat Asti yang keberadaannya tak pernah Kevin ketahui lagi. tak itu saja terkadang Kevin juga bertanya dan berbicara sendiri dengan foto Asti yang ia pajang di beberapa sudut kamarnya, dan satu foto Asti dengan ukuran besar yang terbingkai indah tepat di atas kepala ranjang miliknya.


ya, walaupun ia tak pernah mengirimkan kabar atau surat kepada Asti, namun rasa cinta Kevin kepada Asti tidak akan pernah hilang dan sirna begitu saja. ia menghilang bukan berarti cintanya menghilang.


jangan tanyakan lagi bagaimana hari harinya Kevin menatap waktu yang terus saja berjalan, sudah pasti Kevin sangat tersiksa. tersiksa karena rasa rindu yang tak pernah hilang, mala semakin hari rasa rindu itu kian semakin bertambah.


padahal setiap sudut ruangan miliknya selalu ia isikan dengan foto Asti disana. namun, sebuah foto tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa rindu tersebut. ya, itulah yang dirasakan Kevin.


seperti pagi ini Kevin bangun, menjalan kan kewajiban nya sebagai seorang hamba. setiap ia malas untuk beribadah, pasti ia teringat dengan wajah Asti yang selalu mengingatkan dia untuk beribadah.


"pagi Asti. kau sudah sarapan? oh iya hari ini maaf aku tidak bisa menjemput mu, karena hari ini aku akan sibuk. jadi aku tidak bisa mengantar jemput mu"

__ADS_1


ucap Kevin menatap foto Asti yang besar terpajang di sana, yang disana Asti tersenyum dengan bahagia.


"aku mohon lah Asti, agar kau tidak marah. aku tahu selama ini aku memang tidak bisa menjemput mu, tapi kan aku kek gini juga demi kamu. jadi aku mohon ya jangan marah.. kau tau jika kau marah itu semakin membuat wajah mu sangat cantik. oh iya selamat bekerja ibu dokter!"


ucap Kevin lanjut yang seolah olah membujuk Asti agar tidak marah. lalu memberikan semangat kepada Asti karena sekarang Asti sudah menjadi seorang dokter, dan di akhiri dengan tawa renyahnya yang entah mengapa ia ingin tertawa melihat tingkahnya sendiri.


••••••••••


"pagi tuan"


ucap Joan ketika melihat Kevin yang turun dari tangga.


"pagi"


jawab Kevin dengan wajah dingin sembari terus melangkah melewati Joan, yang berprofesi sebagai asisten pribadi nya.


"pagi sayang"


ucap mama Kevin tersenyum yang telah menunggu kedatangan putra nya dari tadi.


jawab Kevin masih dengan wajah dingin.


"oh iya kev, hari ini mommy akan mengadakan acar di rumah"


ucap mama Kevin memberitahu kan anaknya.


"terus?"


tanya Kevin yang sibuk dengan sarapan yang telah di siapkan untuknya.


"terus, mommy ingin kamu pulang cepat. soalnya Tante Stella kan akan dateng? jadi gak enakkan jika kamu tidak menyambutnya?"


bujuk sang mama kepada putra nya Kevin.

__ADS_1


"lihat nanti ya mom, soalnya hari ini Kevin sangat sibuk dengan klien klien Kevin. hari ini banyak pertemuan dengan beberapa kolega penting, jadi Kevin tidak bisa memastikan bahwa Kevin akan segera pulang"


jawab Kevin menolak mama nya.


mama Kevin yang merasa tak percaya pun menatap Kevin dengan tatapan menyelidiki.


"mommy tidak percaya? tanya saja kepada Joan? dia tidak akan mungkin berbohong kepada mommy kan?"


ucap Kevin yang menyadari tatapan mommy yang seperti meragukan dirinya.


mama Kevin pun menatap Joan dengan tatapan penuh tanda tanya. dengan cepat Joan pun menjawab


"apa yang dikatakan tuan Kevin memang benar nyonya, tuan Kevin hari ini memiliki jadwal yang sangat padat. bahkan mungkin tuan Kevin bisa pulang kemalaman hari ini"


"baiklah Kevin, nanti mommy suruh saja Andara untuk dateng ke kantor mu. mengantarkan makan siang mu"


ucap sang mama tersenyum lebar menatap anaknya.


"gak perlu mom, itu gak perlu. Kevin bisa makan di kantin kok mom, lagian percuma juga jika mommy menyiapkan makan siang untukku, karena sudah pasti aku tidak akan memakannya. kan aku akan berjumpa dengan kolega besar dan beberapa rekan bisnis? jadi sudah pasti aku akan makan"


jawab Kevin yang menolak tawaran mama nya.


"tapi kan kasihan, Andara sendirian disini nanti. setidaknya jika dia dateng ke kantor mu dia tidak sendirian? kan ada kamu disana?"


bujuk mama Kevin yang tak mau kalah.


Kevin memang sudah sering menghadapi sikap mommy nya yang seperti ini. ia tau apa tujuan mommy nya, makannya kenapa ia bersih kekeh menolak setiap tawaran mommy nya.


"mom, Kevin pasti akan banyak membuang waktu Kevin diluar.. jadi gausah ya mom. kan Disni ada mbak Lala? dia pasti dengan sukarela menemani Andara? sudah lah mom, jangan seperti ini, Kevin sibuk mom? sudah otomatis Kevin pasti tidak akan memperdulikan dirinya"


ucap Kevin yang menolak dan mencoba memberikan pengertian kepada mommy nya itu.


"terserah lah!! kau ini memang selalu begitu. selalu menolak, jika bersama dengan Andara"

__ADS_1


jawab mama Kevin pasrah yang merasa kesal melihat tingkah anaknya yang tak pernah berubah.


__ADS_2