Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Dini Ketakutan


__ADS_3

semua orang mulai tertidur dengan nyenyak akibat liburan yang lumayan menguras tenaga itu.


namun tidak dengan Asti, justru dia Mala duduk di pinggir kolam sambil menatap pantai di malam hari.


tampak indah dimata Asti, karena di ujung pantai tersebut terdapat bulan yang menerangi dan bintang yang memenuhi langit.


sebenarnya, Asti mencoba untuk memberanikan diri. ia penasaran dengan suara itu, ia ingin tau apakah itu benar ada atau hanya imajinasi nya saja?


Mela yang melihat Asti duduk di kolam pun, akhirnya keluar dan menghampiri Asti sendirian.


"kamu gak tidur as?"


ucapan Mela kali ini mampu membuat Asti terkejut bukan main.


"iii Mela! buat terkejut aja!! gimana kalau aku nanti kecebur di kolam? kan gak lucu Mel!!"


kesal Asti.


"ya ya sorry as, abisnya kamu malam malam gini kesini? kayak lagi galau aja"


ucap Mela meminta maaf kepada Asti.


"enak aja aku galau!! enggak akan pernah!!"


Asti menolak pernyataan Mela.


"ya mana tau? tadi kan sempat ada orang ketiga yang mau ngerusakin?"


ucapan Mela membuat Asti tertawa, bahkan Mela yang baru kenal dengan Lulu saja sudah dapat merasakan tanda tanda orang ketiga.


konon Asti yang kekasihnya?


"apaan sih Mel, gak boleh gitu?"


"gak boleh gak boleh juga kamu ketawa kan? menertawakan dia juga kan?"


kali ini Asti mengangguk, dia tidak tau kenapa perkataan Mela kali ini merasa lucu baginya.


"kamu lagi ngapain sih as disini? bukannya tidur!"


ucap Mela mengembalikan topik.


"aku, aku lagi gak bisa tidur. kamu ngapain kesini?"


tanya Asti balik.


"aku kesini karena melihatmu dari jendela tadi, makanya aku samperin kamu disini"


jawab Mela.


"oo yaudah, kan udah di samperin nih. gih tidur sana? besok gak bisa dibangunin ditinggal nanti loh?"


perintah Asti.


"males ah,, ternyata udara malam hari ini juga sangat sejuk ya"


ucap Mela sembari menarik nafas nya dan membiarkan udara malam menyentuhnya.


"Mel, kamu tau dari mana rentang suara itu?"


tanya Mela tiba tiba.

__ADS_1


Mela yang mendengarnya pun langsung menyapa Asti dalam dalam.


"aku dengar sendiri as, suara yang mengerikan itu. mampu membuat ku merinding, hii sekarang naikkan bulu ku"


jawab Mela merasa takut.


"tenang Mel, jangan takut. kau tau kenapa aku disini tidak tidur? karena aku disini ingin memastikan suara itu!"


ucap Asti pelan berbisik kepada Mela.


"emang apa yang terjadi dengan mu as?"


"aku tidak akan memberitahu kan kepada mu disini, tapi pasti aku akan kasih tau kamu jika kita sudah pulang nanti"


jawab Asti dengan nada pelan.


Mela pun semakin penasaran karena perkataan Asti.


tak lama kemudian terdengar suara jeritan, yang Asti kenal itu adalah suara dini. sontak semua bangun dari tidurnya dan Asti yang mendengar nya bersama Mela langsung pergi berlari mendekati dini yang terduduk lemas di depan teras villa.


"Din kenapa Din?"


tanya Asti yang sudah sampai lebih awal dari pada yang lain.


terlihat dini tampak begitu gemetaran, wajahnya sangat pucat, bahkan tatapannya kini menunjukkan rasa takut yang amat dalam.


Asti pun memeluk dini dengan erat, mencoba berusaha untuk menenangkan dini.


Billy yang melihat pacarnya seperti itu langsung mengambil ahli dini.


Billy Dateng langsung memeluk dini.


tanya Billy dengan wajah yang cemas.


semua terdiam karena tidak tau apa yang terjadi dengan dini.


"aku gak tau bil, tadi aku lagi duduk di kolam lalu mendengar suara dini berteriak keras dan melihat dini yang duduk lemas seperti sekarang"


ucap Asti jujur, yang juga sama mencemaskan dini.


Asti sudah bisa pastikan, bahwa ini pasti adalah kejadian yang sama yang Asti alami, begitu juga dengan Mela.


ini pasti kasus yang sama


pikir Mela begitu.


Asti pun menatap Mela seolah Asti memberikan kode kepada Mela bahwa ini kejadian yang sama.


"Din, kenapa?"


tanya Asti pelan setelah melihat dini tenang.


"ta ta tadi, a aku melihat darah di tempat as!! ya darah!! yang berserakan dimana mana"


jawab dini terbata bata.


"la lalu,, aku melihat sosok yang mengerikan di kaca as,, se akan akan dia ingin mencekik ku as.. suara itu sangat jelas as,, dia menyeret besi di lantai as"


lanjut dini yang menangis lagi.


saat Asti mengetahui nya, hal itu adalah hal yang dialami Asti saat pertama kali nginap di villa tersebut.

__ADS_1


Asti terdiam, seolah memberikan tatapan yang sama dengan dini. Mela yang melihat Asti berubah pun segera bertanya


"as kau juga apakah mengalami hal yang sama dengan dini?"


Asti masih terdiam tidak menjawab.


di dalam pikiran Asti saat ini adalah kejadian semalam bukanlah imajinasi nya semata melainkan itu benar adanya. ya itu benar.


dan yang terjadi dengan ponsel kemarin juga itu benar ada nya, tiba tiba Asti langsung mengatakan.


"aku mau pulang!! kita pergi aja dari sini yuk?"


ucapan Asti membuat yang lain merasa heran. Kevin pun mendekati Asti


"kenapa?"


tanya Kevin khawatir.


"villa ini gak bagus. dari awal aku dateng aku sudah cukup heran dengan villa ini. villa yang bagus dengan view yang cantik dan indah seperti ini masa tidak sedikit pun mereka tertarik untuk menginap di villa ini?"


ucap Asti sambil menangis.


"Vin kita pulang ya? sekarang!!"


pinta Asti kepada Kevin.


"kita pasti akan pulang as, tapi tidak sekarang karena ini sudah malam dan akan membahayakan kita"


jawab Kevin sembari menenangkan Asti.


"yaudah rencana kita ubah. kita akan check out nanti pagi siap subuh. oke? untuk sementara ini kita gabung jadi satu ya? yang cowok kita berjaga"


perintah Kevin.


semua pun mengikuti perintah Kevin. mereka semua tidur di sofa yang telah di sediakan oleh pihak villa.


Disana tampak dini yang masih ketakutan pun akhirnya dirangkul Billy, dan membuat dini tertidur dengan nyenyak.


pokoknya, malam itu yang punya pacar sangat melindungi pacarnya. semua pada merangkul pasangannya masing-masing.


tapi tidak dengan Asti, justru Asti berlari ke depan menuju kolam renang. membuat Kevin yang melihatnya pun mengejarnya.


"as kamu ngapain disini?"


tanya Kevin yang melihat Asti merendamkan kakinya.


"aku ingin menikmati malam terakhir ku melihat pantai disini"


jawab Asti.


"sebaik kamu tidur, besok pagi kita akan pulang. jangan sampai itu membahayakan kesehatan mu"


Kevin menarik tangan Asti. namun, justru Asti Mala menghentikan langkah Kevin.


"aku gapapa, aku sehat kok"


"as, sudah lah jangan buat masalah lagi! tadi kamu sudah buat masalah. dan sekarang,,"


Asti yang mendengar ucapan Kevin pun langsung menyambar nya merasa tidak terima.


"apa Vin? ulang!! kamu bilang aku yang mencari masalah!!

__ADS_1


__ADS_2