Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Gue mau ngajak dini serius!!


__ADS_3

"Vin, gimana sama ajakan Clara lho terima?"


tanya Billy saat mereka berdua makan di kantin.


"enggak lah, mana mungkin aku ikut ketika mereka honeymoon? takut nanti merusak honeymoon mereka"


jawab Kevin santai masih fokus pada layar laptopnya.


"yah!! gue kira lho bakalan ikut? ternyata tidak?"


"emang kenapa?"


tanya Kevin yang masih fokus pada layar laptopnya.


"aku berencana sama dini untuk ikut. tapi karena kalian tidak ikut maka aku akan batalkan saja"


jawab Billy sedikit kecewa.


Kevin yang melihatnya tertawa


"eh, lagian mereka mau honeymoon? lho bedua mau ngapain kalau ikut?"


Kevin kembali menertawakan sahabat nya Billy.


"Vin gue mau ngajak dini serius"


ucap Billy tiba-tiba.


Kevin yang tadi nya asik berkutak katik dengan laptopnya tiba tiba terdiam. mendengar ucapan sahabat nya itu.


"lho yakin? jangan main main ah,, sama yang kayak ginian?"


ucap Kevin yang masih menganggap Billy bercanda.


"gue serius!! gue mau mengajak dini ke jenjang yang lebih serius lagi"


ucap Billy


"maksud?"


"ke jenjang pertunangan. setelah itu saat aku tamat aku akan menikahinya"


jawab Billy yakin.


seketika Kevin merasa temannya ini yang bersikap seperti sedikit kekanak-kanakan, kini dia mulai melihat Billy yang berbeda sedikit dari yang sebelumnya.


tidak di sangka temannya memikirkan hal itu, karena setau Kevin, Billy merupakan orang yang tidak mudah mempercayai cinta begitu saja. apalagi setelah ia pernah di khianati oleh mantannya, yang br****k itu.


"baiklah, itu merupakan hal yang bagus. tapi ingat!! setelah menjadikannya sebagai tunangan mu bukan berarti kau boleh menyentuhnya!! halal kan dulu dia baru kau bisa menyentuh nya!!"


Kevin memberikan Billy wejangan dengan sedikit usil.


"Gilak lho Vin!!"


kesal Billy dan memukul kepala Kevin pelan sembari tertawa melihat ulah Kevin.


"gue udah mau halalin dini! lho kapan?"

__ADS_1


pertanyaan Billy tepat sasaran, seketika Kevin terdiam tak mampu menjawabnya.


"oy!! gue tanya!! lho kapan?"


"doa kan saja ya bil?"


ucap Kevin dengan pelan sembari tersenyum tipis.


"yaelah kenapa gitu sih jawaban nya? lho harus yakin lah Vin?"


Billy mencoba menghibur temannya.


"gue yakin? tapi bukan yakin pada pilihan gua melainkan yakin pada takdir yang tuhan berikan"


Kevin tersenyum dan kembali ke laptop nya.


sedangkan Billy terdiam, dia tak mampu berkata-kata apapun. dia paham betul hati sahabat nya kali ini.


"eh, Luh udah siap sama skripsi Luh?"


tanya Kevin pada temannya Billy.


"belum, tapi gue mau sans aja.. ngapain buru buru kek kesetanan"


Kevin yang merasa tersindir pun akhirnya kesal, mendengar jawaban dari temannya.


"biar saja aku seperti kesetanan, aku kesetanan karena ada hal yang harus aku segera capai!"


balas Kevin tak mau kalah.


••••••


saat Kevin hendak pulang, tiba tiba Rafli Dateng menghampiri nya. dia berdiri di samping temannya Kevin dan menaruhkan tangan dia ke bahu Kevin sambil tersenyum senang seperti orang sedang jatuh cinta.


"kenapa loh?"


tanya Kevin menatapnya, lalu kembali lagi pada barangnya.


"gapapa, hari ini gue mau ngajak Luh?"


"mau ngajak kemana?"


tanya Kevin menatap mata Rafli dengan tajam.


"mau ngajak futsal. seminggu lagi akan ada pertandingan futsal.. lho tau kan kita udah lama gak main futsal. ayo lah come on !!"


ajak Rafli.


"ahh enggak deh, gue,,"


"bill!! gimana nih dia gak mau!!"


teriak Rafli pada Billy yang berada di belakang.


Billy pun berlari dekat menuju meja sahabat nya itu.


"skuy!! udah lama nih kita gak main! sekali ini aja. habis itu terserah loh"

__ADS_1


bujuk Billy.


"ayo!! pertandingan ini lumayan cuy buat jajan kita"


bujuk Billy lagi.


Kevin sebenarnya malas, tapi ia tak bisa menolak keinginan sahabatnya ini.


"baiklah ayo!!"


Kevin berdiri dan bergegas keluar dari ruangannya. saat hendak keluar ruangan terlihat Asti yang baru juga keluar ruangan da'i pak Adi. dia pun menatap kekasihnya itu dengan dalam, ada rasa kangen yang terlintas, ya kangen. walaupun liburan kemarin mereka menghabiskan waktu bersama, namun tetap saja yang namanya pacaran pasti akan kangen setiap detiknya.


Asti yang hendak balik ke ruangan karena ada beberapa jajanan dia yang tertinggal pun, akhirnya mereka berpapasan. Asti tak sadar dia sedang berpapasan dengan Kevin. pasalnya dia sibuk mengancing tas nya, karena dia mengambil kunci mobil di dalamnya.


sedangkan Rafli yang tidak mengetahui kebenaran nya melihatnya merasa iba, karena Asti sama sekali tidak menegur atau melihat Kevin.


"Vin loh yang sabar ya"


ucap Rafli saat dilihat Asti sudah cukup jauh dari mereka.


"sabar?"


Billy kaget.


"iya sabar, kan dia mantan Kevin kan? seharusnya dia sebagai mantan itu gak usah bersikap seperti itu lah bil, pada Kevin. seharusnya dia biasa aja, ini enggak sombong!!"


Billy yang mendengar nya langsung tertawa merasa konyol dengan pemikiran Rafli, sedangkan Kevin merasa marah. namun, kata kata Rafli ingin sekali membuatnya tertawa.


"Gilak loh!! termakan gosip dari mana? sejak kapan loh jadi raja gosip, biasanya loh cari dulu tuh kebenaran nya gimana?"


tanya Billy masih dengan tawa renyahnya.


"emang benerkan mereka putus?"


dengan bertanya seperti itu ditambah lagi dengan wajah polos nya membuat Billy tak henti hentinya tertawa, sedangkan Kevin semakin kesal.


"siapa yang putus? gue gak pernah putus sama Asti!! itu kebenaran nya!! dan sampai kapan pun aku gak akan pernah biarkan Asti lepas dari ku!"


jawab Kevin.


"jadi..


"jadi berita yang lho makan itu hoax raf"


sambung Billy.


"terus kenapa..


"Kevin memang sengaja meminta Asti untuk menjaga jarak sejak semester lalu. karena Kevin ingin fokus, katanya sama skripsinya.. biar cepat tuntas dan tamat dengan waktu yang pas. tidak kurang atau pun lebih!"


jelas Billy sembari memegang bahu Rafli.


ya, kali ini Rafli menjadi korban dari berita yang tidak benar. yang beredar sejak semester lalu. biasa nya Rafli adalah orang yang anti akan hoax. namun, kenapa kali ini dia percaya dengan berita hoax tersebut? karena melihat interaksi antara Kevin dan Asti yang semakin menjauh membuatnya percaya.


walaupun sejak liburan kemarin Kevin mengunggah foto dirinya dengan Asti di akun media sosial nya. namun, Rafli mengira bahwa ini adalah kenangannya. mau bagaimana Rafli tau sedikit tentang Kevin. dia tidak begitu tertarik dengan perempuan walaupun banyak perempuan yang sangat tertarik dengan temannya Kevin.


dan satu satu nya perempuan yang bisa membuat Kevin tertarik adalah Asti. pasti akan sangat sulit melupakannya. begitulah kira kira pemikiran Rafli yang menyimpulkan sendiri tanpa mencari kebenaran nya.

__ADS_1


tak terasa mereka sampai parkiran. Kevin dan dua orang sahabat nya pun naik dan segera pergi meninggalkan kampus.


__ADS_2