Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 174


__ADS_3

"Asti, besok aku ingin membawa mu pergi setelah kita selesai fitting baju"


ucap David saat mereka diberi waktu mengobrol berdua.


"pergi kemana?"


tanya Asti penasaran.


"pergi bertemu dengan rekan bisnis ku. seperti janji ku sebelumnya pada mu"


jawab David yang membantu Asti untuk mengingat janjinya itu.


Asti pun langsung teringat dengan janji itu


"oh, iya Asti baru ingat"


"Asti, boleh aku tanya sesuatu?"


"boleh, silahkan"


jawab Asti dengan ceria.


"kenapa kau tiba tiba menerima ku? maksud ku menerima lamaran ku?"


tanya David dengan tatapan yang tajam.


seketika senyum Asti hilang dari wajah nya, Asti pun menjawab dengan ragu ragu.


"emang Abang gak suka ya sama Asti?"


tanya balik Asti.


"gak ada yang gak suka dengan perempuan seperti kamu Asti. kamu pekerja keras, cantik, pandai, baik hati, kamu sudah melengkapi perempuan yang sesungguhnya. tapi aku perlu alasan kenapa kau menerima ku dengan begitu cepat? padahal kita hanya sekali bertemu"


jawab David dan menanyakan kembali pertanyaan nya yang belum mendapatkan jawaban dari Asti.


"alasan aku menerima Abang, karena seperti Abang. saat melihat foto ku pertama kali, Abang langsung tertarik dengan ku. begitu juga aku, yang langsung tertarik melihat Abang secara langsung. ya, mungkin sikap ku waktu itu sungguh tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan ku, tapi itu lah aku yang malu untuk menunjukkannya"


jawab Asti yang merutuki jawaban nya karena fakta nya bukan itu.


"oo,, Abang kira kau menerima ku karena terpaksa karena abang mu Jaka"


balas David sembari tertawa kecil.


"as, Abang mau kasih kamu cincin ini sebagai bentuk bahwa kau sekarang sudah menjadi milik Abang"


ucap David lagi sembari mengeluarkan cincin yang dihiasi batu permata.


"Abang pakai kan ya?"


David meminta izin untuk memasangkan cincin tersebut.


"bang, Asti bisa kok sendiri pakeinnya. belum muhrim"


jawab Asti langsung yang menolaknya dengan lembut.


"oh iya, kau benar"

__ADS_1


balas David dengan sedikit menunjukkan nada suara yang kecewa.


Asti pun memakaikan cincin tersebut di jari tengahnya.


•••••••••••••••••


setelah acara lamaran itu selesai. Asti segera masuk kamar ia mengunci kamarnya. saat sampai di kamar, ia melihat begitu banyak hadiah yang diberikan oleh David.


Asti menangis tepat di depan pintunya, ia menangis melihat semua hadiah hadiah tersebut. menangis bukan karena rasa senang, tapi karena rasa bersalah karena telah melibatkan David di dalamnya.


"maaf kan aku bang David! aku minta maaf, karena memberikan rasa palsu ini pada mu. aku memang perempuan yang jahat bang David, aku jahat!! karena melibatkan mu dalam hal ini!!"


ucap Asti dalam hati merutuki keputusan nya yang menyakiti banyak orang, jika ini sempat terbongkar.


"tapi, aku akan berusaha bang untuk mencintai mu. aku akan berusaha untuk menjadi pasangan hidup mu yang baik. akan ku usahakan itu"


ucap Asti lagi dalam hati.


•••••••••••••••••


keesokan hari nya, pagi ini seperti biasa mereka berkumpul di meja makan. hanya saja kali ini suasana pagi berbeda, lebih heboh dari biasanya.


"ciee kakak, yang bentar lagi akan menikah.. hanya beda beberapa hari saja sama pernikahan ku. lagian kenapa gak dari awal aja kakak terima, kan kita bisa nikah masal jadinya? hemat biaya"


ejek Reysa yang senang mengganggu Asti


sedangkan Asti hanya diam sembari menikmati sarapan paginya.


"iya nih dek, kayak nya bentar lagi akan ada yang pensiun nih dari profesinya? kan suaminya pengusaha terkenal? bahkan melebihi abang mu Jaka!"


sahut kak Clara yang ikut mengusik Asti.


sahut lagi bang Jaka yang tak tau dengan ucapannya. apakah dia membela Asti atau sebenarnya ingin menggoda Asti juga.


"sudah sudah jangan ganggu Asti, dia lagi makan!!"


sambar mama Asti yang tak terima melihat anak perempuan nya itu terus digoda.


"ma, nanti Asti akan pergi bersama bang David untuk ngurus semua keperluan acara nanti. jadi kemungkinan besar Asti akan pulang telat"


ucap Asti di sela sela waktu makan, saat meja makan sudah sunyi.


"yaudah, yang penting kamu pulang kesini. sampai nikah nanti kamu akan tinggal disini, oke?"


Asti pun menganggukkan kepalanya.


••••••••••••


"bang kita ngapain berhenti sini?"


tanya Asti yang melihat pemandangan samping.


"sebelum fitting baju aku mau ngambil surat undangan pernikahan kita. tadi malam aku sudah menelepon temanku yang kebetulan dia memiliki usaha jasa undangan. jadi aku memintanya untuk membuat kan ku undangan pernikahan ku"


jawab David yang kini keluar dari mobil meninggalkan Asti yang masih duduk manis di dalam mobil.


tak lama kemudian David keluar membawa paketan undangan.

__ADS_1


setelah itu mereka pun pergi ke butik untuk fitting baju pernikahan mereka. sampai disana, Asti benar benar dibuat bingung harus menggunakan konsep pernikahan seperti apa. karena selama ini ia tak pernah memikirkan hal ini.


"konsep apa ya bang? pendapat Abang gimana?"


Asti meminta pendapat David.


"kalau aku jujur aku suka dengan konsep yang sedikit ke barat baratan. menurutku konsep itu terlihat sangat mewah dan elegan"


jawab David.


"gimana kalau memakai kedua konsep kak. konsep pagi pakai konsep adat, malamnya pakai konsep party?"


saran salah satu pelayan.


"itu juga bagus as. memakai dua konsep. terlihat keren"


sahut David yang setuju dengan saran pelayan tersebut.


"baiklah"


"yaudah mbak, mari mbak. kita pilih baju nya"


ajak pelayan tersebut.


hampir dua jam Asti mengurus nya, selesai mengurus David pun segera pergi menuju tempat ia janjian dengan teman bisnisnya itu.


••••••••••


"assalamualaikum pak Kevin, maaf anda menunggu agak lama"


sapa David saat melihat sosok orang tersebut.


"waalaikumsalam, gapapa saya mengerti"


jawab Kevin dengan senyum tipis sembari menatap Asti yang berdiri di samping David.


Asti yang melihat Kevin pun terdiam mematung di samping David. tak percaya dengan apa yang ia lihat kali ini, pertemuan keduanya setelah dua hari yang lalu. Asti menelan Saliva nya perlahan. kali ini takdir menemukan mereka berdua lagi.


"ayo duduk, aku sudah memesan kan makanan untuk kalian berdua"


ajak Kevin mempersilahkan duduk.


"oh iya, siapa wanita yang bersama mu ini?"


tanya Kevin langsung.


David pun tersenyum lalu menjawab


"dia, perkenalkan dia adalah calon istri ku. ini aku mengundang mu untuk hadir di acara pesta pernikahan ku nanti. aku bawa dia kesini karena calon istri ku ini juga memiliki bisnis. dia ingin bekerjasama dengan anda"


saat mendengar jawaba David, Kevin seperti mati untuk sesaat. ya, mati karena ia tak menyangka akan menyaksikan hal ini.


"hai, Kevin"


sapa Kevin kepada Asti.


Asti hanya membalas dengan senyuman tipis

__ADS_1


"Asti"


untuk kedua kalinya mereka harus berpura-pura tidak saling mengenal.


__ADS_2