
Malam hari pun tiba, bulan menunjuk kan sinar nya dengan pancaran yang indah. langit seperti terasa mendukung mereka
dan udara malam yang begitu sejuk.
"Astii!!!, cepat sayang. entar kita terlambat Asti"
panggil mama dengan suara kuat.
"iya mama,, sabar"
balas Asti dari dalam kamar.
sebenar nya Asti tidak ingin ikut untuk makan bersama, kalau ditanya alasan nya. karena memang Asti tidak tahu harus menggunakan baju apa untuk acara makan malam itu.
satu jam Asti gonta ganti baju, namun tak ada satu pun yang menurut Asti cocok untuk di pakai dalam acara tersebut.
Asti menyerah, hingga baju terakhir yang Asti pakai itu yang dipilihnya, untuk di pakai dalam acara makan malam itu.
Asti pun keluar dengan penampilan baju sederhana dan make up yang sederhana pula.
"ma?"
tanya Asti meminta pendapat mama.
"sayang, kamu kok pakai baju itu! ganti"
mama pun menarik tangan Asti, masuk ke dalam kamar Asti.
Asti hanya mengikuti apa yang dipilih mama nya.
kali ini Asti, memakai baju gamis berwarna dusty pink dengan sedikit bunga bunga di bagian pinggang nya.
memperlihat kan Asti yang anggun, cantik, manis dan sopan.
lalu jilbab pashmina berwarna sama dengan style hijab menutup dada, menambah aura kecantikan Asti.
dan make up yang tipis dengan lipstik berwarna bibir menambah elegan Asti.
"nah,, gini kan cakep"
ucap mama.
lalu mama keluar bersama Asti. terlihat ayah disana yang memang sangat mengagumi kecantikan anak perempuannya.
"sayang,,, kamu sangat cantik. tetap lah berpenampilan seperti ini"
senyum ayah memuji kecantikan Asti.
Asti pun hanya tersenyum malu pada ayah dan mama.
sebenarnya Asti, tidak begitu percaya diri dengan gaya nya yang seperti itu. justru gaya yang seperti ini membuat Asti sedikit risih.
"yaudah kita pergi, Asti jangan lupa periksa pintu dapur apakah sudah dikunci atau belum" perintah mama.
"iya ma"
jawab Asti.
Asti pun menuju ke dapur memeriksa semua pintu dan jendela.
semua terlihat aman, lalu Asti keluar dari rumah dan mengunci rumah tak lupa mengunci gerbang juga.
Asti pun masuk, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang dan meninggalkan rumah.
dijalan Asti, tiba tiba teringat dengan abangnya Jaka.
"yah, kemana Abang Jaka?"
tanya Asti.
"Abang kamu sudah pergi duluan"
jawab mama, karena ayah fokus pada jalan.
"oo gitu"
jawab Asti.
Asti pun memainkan handphone nya, melihat layar beranda Sosmed nya.
tak terasa mereka sampai di kediaman rumah anak murid ayah.
__ADS_1
terlihat rumahnya begitu besar, seperti istana yang ada di dongeng dongeng, taman yang begitu indah, halaman yang bersih.
membuat Asti sedikit terkesan dengan rumah ini.
wah gimana sama dalam rumahnya ya? pasti akan lebih indah dari ini.
gumam Asti dalam hati.
terlihat dari ke jauhkan ada beberapa orang yang telah berdiri di depan rumah, seperti ingin menyambut ke datengan mereka.
mobil pun berhenti.
mereka pun keluar dari dalam mobil.
"hai pak?"
sapa seorang laki-laki yang masih terlihat mudah.
"hai,," ayah pun membalas nya dengan senyuman manis.
lalu dilanjutkan menyalami seorang laki laki yang tua, lalu ibu yang sedikit terlihat tua, dan perempuan yang sedikit lebih tua dari Asti.
semua saling salaman, begitu juga dengan Asti.
"ayo,, masuk masuk pak" ajak laki laki tua itu dengan sopan.
"ya ya pak"
jawab ayah dengan senyuman juga.
mereka semua pun masuk ke dalam rumah. saat masuk Asti memperhatikan setiap detail ruangan tersebut.
Asti sangat terkejut dengan arsitek nya yang begitu bagus. karena Asti sedikit tahu dengan seni, Asti sangat suka dengan seni.
tak terasa mereka sudah sampai di ruang makan.
betapa kagetnya keluarga Denny melihat Jaka ada di situ.
Jaka pun yang melihat keluarga nya ada disini, merasa kaget.
"lah Jaka! kamu disini?"
"lah,, ayah ngapain disini?"
tanya Jaka kebingungan.
"paman, Tante, juga di undang disini?"
tanya Clara.
"lah Clara!!" membuat mama Asti kaget.
"iya Tante" jawab Clara.
keluarga derwin yang melihat pemandangan ini menjadi bingung.
"tunggu tunggu,,, Clara juga kenal sama keluarga pak Denny?"
tanya Zain.
"ya kenal lah kak, mereka ini adalah keluarga pacar ku kak" jawab Clara dengan senang.
"oo jadi Jaka anak pak Denny?"
tanya Zain.
"iya kak"
jawab Jaka.
"wah bagus lah kalau begitu,,"
ucap pak derwin sambil tertawa.
"yaudah duduk duduk, biar kita mulai makannya. dah laper nih"
canda pak derwin, membuat tawa satu ruangan.
Asti pun duduk, namun dia heran. apa sangkut pautnya Clara sama keluarga ini.
"Asti, kamu kenapa?" tanya Clara pelan.
__ADS_1
yang kebetulan Asti duduk di samping Clara.
"kak, kata kan kepadaku. kenapa Kaka bisa kenal dengan keluarga ini? apa mereka keluarga kakak dari kerabat jauh?'
tanya Asti penasaran.
"enggak,, Kakak gak kerabat jauh mereka, tapi.." kakak tersenyum sambil melirik ke arah Kevin.
Asti pun mengikuti lirikan kakak nya.
saat Asti melihatnya, Asti kaget.
sekarang Asti paham, kenapa Clara bisa kenal dengan keluarga ini.
saat Asti melihat Kevin tak sengaja Kevin melihat Asti.
baru kali ini Kevin melihat Asti begitu sangat anggun, bahkan sangat cantik dan sopan.
seketika Kevin terpanah oleh pesona Asti
wah baru kali ini aku melihat gadis murahan ini secantik ini, bahkan dia terlihat lebih anggun dan elegan dengan pakaian yang sederhananya.
ihh apaan sih aku. kenapa memujinya,,
tapi...
dia memang cantik dengan pakaiannya yang seperti itu.
gumam Kevin dalam hati.
Asti yang merasa di lihat oleh Kevin pun, tak sadar berkata.
"Vin!!! hentikan tatapan mu itu!"
membuat orang yang berada di meja makan, terdiam melihat aksi Asti.
Clara pun menyadari Asti.
"Asti, kamu bilang apa" bisik Clara.
Asti pun kaget dengan ucapannya barusan, ternyata ucapannya terdengar oleh semua orang yang berada di meja makan.
"aku..." jawab Asti gugup.
"kamu gapapa kan?" tanya Clara memastikan.
tak lama seluruh orang yang berada di meja makan pun tertawa, melihat tingkah Asti. bahkan Kevin pun tertawa.
Gilak ya,, tuh cewek,,
gumam Kevin dalam hati sambil menahan tawa. karena rasa nya dia ingin tertawa kuat.
mama Yani yang melihat Asti sangat bahagia, karena itu berarti anaknya Kevin saat ini sedang tertarik dengan perempuan anggun itu.
wah,, semoga saja perempuan itu mampu membuat Kevin berubah.
gumam mama Yani dalam hati.
"nak, bagaimana bisa kamu kenal Kevin?"
tanya mama Yani penasaran.
"emm,, "
Asti pun bingung menjawab pertanyaan satu itu yang sebenarnya mudah untuk di jawab.
pasalnya Asti hanya mengingat awal jumpa mereka yang tidak enak untuk di cerita kan. namun Clara pun langsung menjawabnya melihat Asti yang tidak bisa menjawabnya.
dalam pikiran Clara mungkin Asti saat ini sedang malu.
"gini Tante, kemarin itu kami aku, Kevin, sama Billy pernah main bareng sama Asti, dan pacarnya Billy yaitu dini. jadi yaudah kita kenalan" jawab Clara dengan lembut.
"oo berarti kalian sebelum jumpa kemarin sudah saling kenal Clara?"
tanya mama Asti.
"iya Tante, benar" jawab Clara.
"oo ayah ingat ma, ini kan yang kemarin nganterin Asti itu ma" ucap papa.
dan mama pun mengingatnya lalu mereka tertawa.
__ADS_1