Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Hari pertama Aktif Kuliah


__ADS_3

tak terasa libur panjang akan benar benar berakhir. ya, benar benar berakhir. hari ini adalah hari pertama masuk kuliah.


seperti biasa Asti berangkat sendiri dengan mobilnya, memarkirkan mobilnya dan keluar menuju kelasnya.


kalau nanya kenapa Kevin tidak jemput?


"biasalah Kevin kembali ke sikap awalnya. dimana dia harus fokus selama kuliah"


itulah jawaban Asti ketika di tanya oleh teman temannya yang tau tentang nya dan Kevin.


•••••


"as!! gimana liburan loh kemarin sama Kevin?"


tanya Julia sumber gosipan.


"apa nya gimana"


ucap Asti seperti orang yang tidak tau apa apa.


"ya gimana liburan nya loh sama Kevin? udah lah as, kami tau kemarin kan Kevin ngunggah di statusnya?"


sambar Sindi.


"ya gimana aku gak tau harus jawab apa!! namanya liburan ya pasti senang lah!!"


jawab Asti datar.


"yaelah as, iya tau senang? ceritain kek apa gitu?"


kesal Julia mendengar jawaban Asti.


"apa yang harus aku ceritain? kan kalian pasti sudah bisa bayangi kan gimana rasanya?"


jawab Asti masih ngeselin.


"serah ah!! gak seru!!"


ucap Julia mengakhiri nya.


"oy!! gimana kalau kita nanti nongkrong. dah lama nih gak nongki?"


ajak Sindi.


"boleh tuh, kangen nih nongkrong bareng? ayo lah!!"


sambar beni yang bersemangat.


"iya gue setuju nih dah lama banget kita gak nongkrong bareng, yok lah gas!!"


sahut yang lainnya.


"oke, tempat biasa kan kita nongkrong nya?"


tanya Julia.


"kayak enggak deh kita cari yang beda yuk! ada cafe baru nih kata nya sih di sana enak enak menu nya dan tempat nya sangat kekinian banget di tambah lagi sama harga yang Murmer"


jawab Sindi.


"oo cafe yang baru itu ya? yaudah yuk kesana temanku juga pada ngajak ke sana"


jawab beni sangat bersemangat.


"yaudah berarti kita nanti pergi ke sana ya habis pulang kampus. ini semua ikutkan?"


ucap Julia menyimpulkan.

__ADS_1


"ikutlah masak enggak!!"


jawab kaum laki laki.


sedangkan perempuan semua nya mengangguk. namun, hanya Asti yang tidak menjawab. bahkan, sejak membahasnya Asti tampak tidak bergairah seperti yang lain.


"as lho ikut kan?"


tanya Julia.


"Jul, seperti enggak dulu deh. gue.."


"iii gak seru ah!! tiap kali kita mau nongkrong bersama bareng bareng. lho selalu gak bisa, ada acara, mager!! kali ini wajib!!"


ucap Sindi tegas.


"gue gak bisa sin.."


"gue gak mau tau ini wajib gak ada alasan buat nolak"


sambar Sindi yang tidak ingin mendengar alasan Asti.


"yaudah terserah"


jawab Asti yang pasrah.


membuat Sindi memeluk erat Asti


"makasih"


ucap Sindi sambil tersenyum.


•••••••


tak lama kemudian bel berbunyi, tanda kelas akan di mulai.


"selamat pagi semua!!"


"selamat pagi pak"


sahut semua mahasiswa.


"baiklah, apa kabar semuanya?"


"sehat pak"


jawab semua mahasiswa lagi dengan kompak.


"baiklah karena hari ini adalah hari perdana kita masuk setelah libur yang cukup panjang kemarin. jadi hari ini saya tidak akan memberikan tugas, melainkan saya akan memberikan sedikit informasi tentang ke depannya. dan apa apa saja yang akan siapkan untuk ke depannya"


ucap pak Adi.


"gak terasa ya, kebersamaan kita sudah mulai dekat. hanya tinggal dua semester lagi, kayak nya baru aja kita kenalan kan?"


ucap pak Adi mengajak sekelas untuk bernostalgia.


"iya pak, dan gak terasa juga ya pak umur bapak sudah tua"


sahut Benu dengan keras, sehingga membuat satu kelas tertawa.


"iya ben, undangan nikah aja juga belum nyampek lagi nih Ben ditangan kita"


sahut Julia juga tak mau kalah.


semua orang yang di kelas semakin ramai, karena tawaan yang dibuat oleh beni dan Julia.


sedangkan pak Adi, bukannya marah dia Mala ikut tertawa melihat mahasiswa. ada sedikit rasa malu di dalam benak Adi selaku dosen, namun ini adalah takdirnya yang masih harus menunggu, karena true love datengnya gak secepat yang kita pikirkan.

__ADS_1


Adi pun memulai memasang wajah cool nya untuk menghentikan tawa mereka.


"Ben, Jul!! dengar ya bukan belum nyampai, pasti akan nyampai tapi di saat yang tepat dengan orang yang tepat"


"ya pak pak, kalau gitu kapan nyampai nya pak? gak sabar nih pengen lihat! lagian siapa sih pak orang tepat itu?"


sahut Sindi


"Asti sin!!"


jawab Jefri dengan kuat, dan kembali membuat sekelas ramai. Asti yang kesal hanya diam dan tak mau melihatnya.


sedangkan Sindi yang mendengarnya hanya diam dan membulatkan matanya. lalu menatap Asti perlahan.


"baik lah tenang lah. sin, dengar bukan hanya kamu saya yang penasaran dengan orang nya saya pun juga! itu semua rahasia sang pencipta sin. buat kamu Jef, apa alasan kamu bilang seperti itu?"


tanya pa Adi dengan tegas, karena ini membawa satu nama mahasiswa.


"ya pak, alasan nya sih simpel pak. dari awal masuk aja pak, bapak langsung memilih Asti untuk menjadi asisten dosen. dan sampai sekarang bertahan pak. jadi enggak menutup kemungkinan bukan pak?"


jawab Jefri merasa enteng.


"oo jadi itu? yaudah gini deh sekarang kita akan pemilihan asisten dosen baru! sebenarnya Asti dari semester tiga yang lalu dia sudah mengajukan diri, namun saya tahan karena saya masih bisa melihat Asti bertanggung jawab. tapi ternyata ada yang lebih ingin menjadi asisten saya. baiklah. mulai hari ini asisten akan di gantikan oleh Aqila"


perintah dosen Adi sembari menepuk meja tiga kali. pertanda tidak ada alasan untuk menolak.


Asti yang kaget pun merasa tak percaya, ada senang dan ada sedihnya. senang karena tugas nya sudah berakhir dan sedikit sedih karena ke salahan teman temannya harus Aqila yang menanggung.


sedangkan Aqila yang tak tau menau merasa kaget dan kesal. kesalahan yang dibuat teman kelas nya kini dia yang menanggung.


"ada yang mau protes!!"


"pak saya mau protes, saya tidak terima jika harus jadi asisten pak!! saya tidak sanggup untuk ngejalaninya. saya menolak nya pak"


Aqila bersuara.


"baik, tapi saya tidak terima protestan dari kamu Aqila"


Asti melihat wajah Aqila yang sangat kesal akhirnya pun Asti unjuk rasa


"pak saya protes!! saya tidak terima jika posisi saya diganti kan oleh Aqila. saya masih bisa menghandle semua nya, dan saya rasa saya masih mampu. jadi saya tidak terima jika saya di gantikan begitu saja!"


"apa alasan mu tidak terima bukankah permintaan mu saya kabul kan?"


perdebatan antara dosen Adi dan Asti pun di mulai.


"pak alasan saya pertama selama saya jadi asisten bapak, saya tidak pernah melakukan kesalahan. saya tepat waktu. alasan saya kedua, bapak menggantikan saya tanpa memberitahu kan saya terlebih dahulu. alasan ke tiga. bapak mengambil keputusan secara sepihak. oke pak, baik dulu saya pernah minta untuk di gantikan. tapi, waktu berjalan membuat kita terbiasa pak. kadang hal baru yang kita benci bisa menjadi hal yang kita cintai karena beriring dengan berjalannya waktu"


"lalu mau kamu gimana?"


tanya pak Adi


"mau saya, kembali kan posisinya pak. karena saya merasa mampu untuk menjalankan nya"


ucap Asti tegas.


semua teman sekelas Asti pun merasa bangga melihat keberanian Asti.


dan keputusan pun di ambil kembali.


"kalian dengar hanya demi melindungi kalian Asti rela berkorban menahan egoisnya! kenapa saya memilih dia? karena dia memiliki jiwa solidaritas yang tinggi. egoisnya bisa dia kendalikan ketiak memang keadaan dan situasi nya tidak mendukung nya untuk bersifat egois"


ucap pak Adi.


"tadi saya hanya menguji Asti, agar kalian melihat sifat Asti di belakang kalian yang selalu membela kalian jika saya marah pada hasil nilai kalian"


lanjut pak Adi.

__ADS_1


"baiklah, untuk ke depannya saya cuma mau ngasih tau bahwa kalian akan di persiapkan dengan pengerjaan skripsi dan laporan laporan jadi bersiap siap lah! dan ke depannya kalian akan terjun ikut membantu dan praktek langsung disana. itu saya waktu sudah habis saya pergi dulu"


ucap dosen Adi sembari melangkah keluar.


__ADS_2