Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Seminar


__ADS_3

lagi lagi di malam yang gelap dan sepi Asti menjadikan nya sebagai temannya. ucapan para sahabatnya sungguh sangat membuat Asti kepikiran.


ia tau bahwa saat ini dirinya salah, karena berharap dengan orang yang tak mungkin akan kembali. tapi ia tidak bisa membuka hatinya untuk lembaran baru dalam hidupnya. membuka hatinya untuk laki laki lain. ada rasa trauma terbesar dalam hati Asti.


trauma karena kisah cintanya yang tak mulus, trauma untuk mengenal cinta, trauma untuk menaruh hati kepada laki laki lain.


••••••••


waktu berjalan sudah seminggu sejak pertemuan tersebut. Asti tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, sedangkan di rumah keluarga Asti sudah mulai mempersiapkan pesta pernikahan adiknya yaitu Reysa yang akan di adakan dua Minggu lagi.


"besok apa jadwal ku?"


tanya Asti saat sedang berjalan bersama dengan asisten nya tersebut.


ya Apri yang selalu diberi pertanyaan yang sama oleh majikannya itu sedikit merasa kesal. karena tadi malam Apri sudah memberitahu kan nya.


"hari ini tidak ada jadwal yang begitu penting. hanya saja kau harus mempersiapkan hadiah untuk acara pernikahan Reysa. besok, baru kau punya jadwal penting"


jawab Apri.


"jadwal penting? apa?"


tanya Asti yang lupa.


Apri pun mendengus kesal lalu menjawabnya


"kau ini lupa atau pura pura lupa sih! besok pagi kau harus mengisi acara seminar di universitas favorit"


"oh, iya maaf aku baru ingat"


balas Asti dengan tawa cengengesan menunjukkan gigi putihnya yang tertata rapi.


"o, iya Apri. untuk masalah kado adikku, aku serahkan sama kamu saja ya? soalnya aku bingung harus kasih kado apa untuk adikku?"


perintah Asti saat mengingat bahwa pesta pernikahan adiknya itu dua Minggu lagi.


"Asti, aku gak bisa"


tolak Apri dengan sopan.


"kenapa?"


"as, ini adalah pesta adik mu sendiri. kau kakaknya? kau tau hadiah apa yang tepat untuknya. mungkin jika hadiah ini untuk orang lain aku akan terima perintah mu itu, tapi.. kali ini tidak. kau kakaknya, aku yakin apapun yang kau berikan pada Reysa pasti dia akan sangat senang karena bagi seorang adik, hadiah dari kakaknya itu adalah kado terindah yang pernah ia dapat walaupun itu bernilai kecil atau pun besar sekali pun"


jawab Apri yang memberi pemahaman kepada Asti.


"tapi aku tidak punya waktu untuk mencari hadiah Reysa Apri?"


protes Asti.


"as, kalau masalah waktu tenang saja. aku akan urus itu semua. masa kau gak punya waktu untuk mencari hadiah adik mu sendiri?"

__ADS_1


jawab Apri lagi yang berusaha menenangkan pikiran Asti.


"baiklah. atur saja mana baiknya"


jawab Asti yang segera masuk ruangan, sedangkan Apri berdiri mematung di depan pintu ruangan tersebut sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan ruangan Asti.


••••••••••••••••


hari ini adalah hari dimana pengalaman baru Asti akan dimulai. dimana ia akan mengisi acara seminar, memotivasi anak anak muda millenial zaman sekarang.


ada rasa deg degan yang begitu besar di dalam diri Asti. jantung Asti semakin berdegup tak beraturan, saat mobil pribadinya memasuki kawasan kampus favorit tersebut.


ya, kampus dimana dulu menjadi saksi perjuangannya. kampus dimana dulu menjadi saksi cinta manisnya dengan Kevin, kampus dimana dulu ia terkenal.


ada rasa rindu dalam diri Asti saat melihat sekeliling kampus tersebut. sudah empat tahun sejak wisuda nya Asti jarang mengunjungi kampusnya, namun kampus tersebut masih sama. hanya saja ada beberapa fasilitas universitas yang ditambah dan di renovasi.


Asti jadi teringat dimana dulu ia nongkrong dengan temannya di taman, dimana dulu ia menjadi wakil ketua BEM, dimana dulu ia selalu berkontribusi meningkatkan kualitas universitas, dimana dulu ia selalu menjadi mahasiswi favorit para dosen. semua kenangan di kampus kini berputar layaknya sebuah video.


"baju ku sudah rapi belum?"


tanya Asti sebelum memasuki gedung seminar.


Apri pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu memberikan jempol pada Asti.


"aku gak pede"


ucap Asti yang merasa deg degan.


"aku yakin kamu pasti bisa, ayo!"


acara seminar tersebut dihadiri oleh para generasi muda millenial dan beberapa tamu terhormat untuk mengisi acara seminar tersebut.


Asti pun tersenyum sebelum


nya kepada para tamu terhormat tersebut sebelum akhirnya ia duduk di bangku yang telah disediakan oleh pihak panitia acara.


acara berlangsung dengan khidmat, semua pengisi acara maju satu persatu saat namanya di panggil di atas panggung memberikan motivasi kepada generasi muda.


kini saat nya Asti yang mendapat giliran. semua bertepuk tangan dengan riuh saat Asti menaiki panggung. Asti pun tersenyum lebar sembari menahan rasa degup yang kian menjadi jadi.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


ucap Asti dengan keras memberikan salam dengan semangat.


dan dibalas juga dengan semangat oleh para anak millenial yang sangat antusias.


"baik lah,, sebelum nya saya mohon maaf jika dalam memotivasi kalian saya tidak berhasil, karena ini jujur, saya juga sudah konfirmasi dengan panitia bahwa ini adalah pengalaman pertama saya memberikan motivasi kepada generasi muda zaman sekarang. untuk itu saya minta maaf jika nanti nya ada kekurangan"


ucap Asti yang mohon maaf karena takut ia akan melakukan kesalahan.


Asti pun memulai memberikan motivasi kepada generasi muda yang hadir di acara seminar tersebut. ada setengah jam Asti memberikan ucapan yang momotivasi mereka, tak jarang juga Asti membagikan pengalaman nya.

__ADS_1


"baiklah, ada waktu setengah jam lebih nih. nah, saya minta izin kepada panitia. saya ingin waktu setengah jam lebih ini saya gunakan untuk sesi tanya jawab. nah, untuk itu saya butuh panitia membantu saya. saya akan memberi kesempatan kepada tiga orang untuk bertanya kepada saya"


ucap Asti meminta izin melakukan sesi tanya jawab.


setelah berembuk dan bermain game untuk mendapatkan tiga orang yang beruntung tersebut pun, akhirnya terpilihlah dua laki laki dan satu perempuan. Asti meminta kepada ketiga orang tersebut untuk naik ke atas panggung.


"ayo, sebelum kalian bertanya kalian perkenalkan diri dulu, asal sekolah atau universitas mana, lalu sampaikan pertanyaan kalian"


ucap Asti sebelum memulainya.


mereka bertiga pun mengangguk paham dengan ucapan Asti.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. perkenalkan nama saya Julia saya mahasiswa dari universitas favorit jurusan kedokteran. saya ingin bertanya kepada dokter Asti, apa yang memotivasi dokter Asti untuk menjadi orang sukses di usia yang muda? bisa bagi resep nya gak dok?"


tanya perempuan tersebut sembari memperkenalkan diri nya.


Asti pun tersenyum lalu menjawab


"baik, itu adalah pertanyaan yang bagus. apa yang memotivasi saya untuk sukses di usia yang masih bisa dibilang muda? yang membuat saya termotivasi untuk sukses di dunia muda adalah rasa lelah orang tua saya, saya ingin rasa lelah yang dirasakan orang tua saya itu berbuah manis untuk mereka. yang kedua, orang orang yang menyepelekan saya. jadi gini, saya adalah tipe orang yang jika di sepelekan maka saya akan buktikan bahwa saya bisa berdiri sendiri"


"untuk resep nya, kenapa saya bisa mencapai kesuksesan saya? itu karena saya menjadikan omongan orang sebagai pacuan saya, diiringi dengan doa dan kerja keras. saya akui bahwa itu sulit, tidak mudah seperti yang kita bayangkan. tapi saya yakin saya kuat dan bisa"


lanjut lagi Asti memberikan jawaban.


"perkenalkan nama saya Josua, saya dari SMA permata. saya ingin bertanya dok, bagaimana dokter mengatasi rasa putus asa? terkadang kan putus asa itu sering terlintas, apalagi bagi mereka yang lagi berusaha untuk berubah"


tanya seorang laki laki dengan kemeja kotak-kotak.


"cara saya untuk mengatasi rasa putus asa, itu gampang. saya ambil wudhu lalu sholat, setelah itu saya berdoa dan mencurahkan rasa dan pikiran saya kepada Allah. karena saya yakin, bahwa rasa itu dateng karena izin Allah dan akan pergi karena izin Allah juga"


jawab Asti yang singkat.


"perkenalkan nama saya Agung, saya dari universitas favorit. disini saya ingin bertanya kepada dokter, tapi saya minta maaf jika ini keluar dari konsep dok"


ucap laki laki yang memakai kaos oblong memperkenalkan dirinya.


ucapan laki laki itu membuat Asti mengangkat alisnya sebelah sembari mengangguk kan kepalanya.


"dokter Asti sangat terkenal dengan prestasi, penghargaan, kekayaan di usia mudanya. saya sampai follow akun medsos dokter, karena saya sebagai laki laki sangat terinspirasi sekali dengan dokter. tapi saya mau bertanya tentang hal pribadi dok. bagaimana dengan kisah cinta dokter? kenapa saya tidak pernah mendengar kisah cinta dokter?"


tanya agung yang sedikit ragu.


seketika Asti terdiam, degup jantung yang normal kini berhenti sesaat. lagi lagi kisah cintanya di pertanyakan.


Asti pun menarik nafasnya sebelum ia menjawabnya


"baiklah, ini memang hal pribadi bagi saya. saya akan menjawabnya, semata mata karena sesi tanya jawab ini adalah permintaan saya. jika masalah soal cinta, saya hanya bisa mengatakan cinta saya tidak semulus karir saya, terkadang tuhan memberikan takdir yang mulus dalam hal karir tapi dalam cinta tidak. wajah yang cantik, tapi akhlak yang rendah. seperti itu lah kisah cinta saya"


"saya cuma ingin menyampaikan kepada kalian semua, terkhusus bagi kaum perempuan. saya bangga pada kalian yang memutuskan untuk jomblo, saya bangga. saya harap kalian pertahankan itu, saya yakin kalian yang jomblo adalah orang orang yang sudah di klaim oleh jodoh kalian, agar kalian tidak merasakan rasa sakit hati. saya yakin, bahwa di balik jomblo kalian adalah doa jodoh kalian yang kuat untuk menjaga kalian. jangan pernah kecewakan doa jodoh kalian. itu saja"


jawab Asti yang merasa sedih, karena ia teringat dengan prinsip nya yang dulu ia buat, namun di langgar olehnya.

__ADS_1


dan yang lebih menyedihkannya lagi adalah langgaran yang ia lakukan justru tidak berbuah manis.


Apri yang merasa tidak nyaman melihat wajah Asti yang sendu pun, menyuruh panitia untuk menyelesaikan sesi tanya jawab tersebut. dengan segera panitia pun melakukan perintah Apri.


__ADS_2