
ya hari pertama masuk kuliah, tidak ada tugas apapun dari para dosen. bahkan hari pertama masuk kuliah setelah libur panjang ini banyak jamkos, karena para dosen masih ada yang libur atau sibuk.
di hari pertama Aktif kuliah kembali pun, para dosen hanya memberikan beberapa nasehat untuk mahasiswa di kelasnya.
tak lama kemudian pun bel pulang berbunyi
kring,, kring,,, kring,,
bel berbunyi tanda pulang. setelah dosen keluar melangkahkan kaki nya di ambang pintu kelas, semua satu kelas pun bersorak-sorak bahagia.
bel yang ditunggu tunggu mereka kini sudah terwujudkan, Asti yang melihat mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing pun, segera mencari kesempatan untuk pergi duluan agar dia tidak ikut nongkrong.
namun, Aqila yang menyadarinya
"ehh,, Asti!! Asti!!"
seketika semua orang pun langsung menatap Asti yang berjalan keluar dengan mengendap endap, seperti seorang pencuri yang takut ke tahuan.
saat nama Asti di panggil pun, Asti tak bisa melanjutkan langkahnya. dia berdiri dan menatap mata teman temannya dengan rasa takut, seolah olah mereka ingin menerkam Asti saat itu juga.
dia pun cengengesan saat menatap wajah teman temannya satu persatu. ia berusaha menghancurkan keheningan, namun tak berhasil dia pecah kan.
"ngapain kayak tadi?"
tanya Julia membuka suara.
Asti masih cengengesan bingung harus jawab apa.
"a a aku tadi, ma mau ke ke kamar mandi. iya ke kamar mandi"
ucap Asti yang terbata bata.
"ala, udah ketahuan aja masih cari alasan!!"
sambar Aqila.
Asti terdiam, pasalnya yang di katakan Aqila benar.
"yaudah, dari pada kita seperti ini. mending kita langsung pergi saja! percuma buang buang waktu"
ajak Sindi berjalan keluar, di sambar dengan yang lainnya.
"as, ayo!!"
Sindi menggenggam tangan Asti, dia tau pasti Asti akan berusaha lagi kabur agar tidak ikut nongkrong.
Asti pun berjalan di samping Sindi, kali ini dia tidak bisa berkutik.
••••••
"eh pesan mau apa?"
ucap Sindi kepada teman temannya karena sejak tadi pelayan tersebut menunggu.
"as, loh pesan apa?"
"mbak saya pesan jus alpukat satu, dan spaghetti satu"
pelayan tersebut pun segera mencatat pesanan Asti. lalu, satu persatu dari mereka pun mulai memesannya kepada pelayan tersebut.
"mbak, mas nya di tunggu ya pesanannya"
pelayan tersebut pergi meninggalkan rombongan mereka ketika pelayan itu selesai mengatakan nya. sedangkan mereka semua hanya tersenyum ketika pelayan itu mengucapkannya.
"as? lho sama Kevin sebenarnya udah putus apa belum sih?"
tanya Jefri penasaran.
__ADS_1
karena pasalnya, akun sosial milik Kevin mengunggah foto dirinya dengan Asti saat berliburan.
"iya as"
sambung yang lain.
Asti yang di tanya enggan menjawab karena Asti merasa mereka tidak perlu tau. namun, Sindi dan Julia yang mengetahui hal tersebut pun langsung membocorkannya.
Sindi merasa tidak masalah jika di beritahu, kan Sindi memberitahu nya di depan Asti.
"Asti belum putus sama Kevin"
jawab si di antusias.
"belum putus gimana? bukannya sebelum libur panjang kemarin mereka di gosip kan sudah putus?"
"iya, hanya gosip. itu hoax, yang sebenarnya mah gak putus"
sambar Julia
"lalu kenapa mereka bersikap seperti putus gitu?"
"Asti bilang sama gue, dia gak putus. tapi, Kevin minta sama Asti untuk menjauhi dia sampai wisuda nanti. dia mau fokus kuliah"
mendengar bahwa Asti sedang di jadikan bahan gosip, Asti pun langsung bangkit dari tempat duduknya. semua terkejut melihat Asti bangkit mendadak.
"kenapa as?"
"aku mau pulang. malas ah!! kalau aku di jadikan bahan gosip!! kayak gak ada yang lain aja buat di bicarakan!!"
Asti hendak cabut, namun tangan beni menahannya.
"yaelah, Asti. maaf kan mereka ingin tau tentang apa yang sebenarnya terjadi? sudah lah duduk jangan marah? dan kalian!!"
beni pun menatap teman temannya satu persatu.
lanjut beni marah.
Asti pun kembali duduk.
tak lama kemudian pesanan Dateng, mereka semua menikmati hidangan yang disajikan.
"wah benar ya!! selain tempat yang kekinian banget, makanan disini juga enak enak, rasa nya sangat lezat"
puji Aqila dengan sangat antusias.
"sudah makan, awas tersedak nanti"
sahut salah satu teman Asti, yang memperingati Aqila.
"oh iya, aku mau buat rencana nih teman teman. kan semenjak kita masuk kampus kan kita gak pernah gitu pergi pergi. gimana kalau kita pergi besok dihari Minggu?"
ide Jefri serius.
semua setuju dengan Jefri.
"gimana as? semua setuju, kamu gimana? soalnya kan kamu agak susah di ajak gabung"
"kalau aku sih ngikut aja, aku gak mungkin tolak kan? ketika semua satu kelas setuju?"
jawab Asti santai.
Asti pun memasukkan satu sendokan spaghetti ke dalam mulutnya, dan mengunyahnya.
"tapi kita akan pergi kemana?"
tanya Asti kembali.
__ADS_1
"nah, itu permasalahan nya. tujuan kita ingin kemana?"
tanya Jefri balik.
"usul!"
ucap Julia.
Julia pun mulai bicara
"kalau aku sih kepengen nya kita ke pantai? cuaca seperti ini kan sangat bagus untuk pergi ke pantai"
"aku gak setuju, mending kita pergi ke wahana permainan, jadi itu bisa menghilangkan stres kita kita. apalagi kita akan mulai sibuk seperti yang di katakan pak Adi"
tolak Sindi memberi saran baru.
"ketua menurut mu gimana?"
tanya Jefri meminta keputusan Asti.
Asti terdiam sesaat, sebenarnya baik ke pantai atau pergi ke wahana itu sama sama bagus. bisa menghilangkan stres, namun Asti merasa kurang setuju
"as?"
panggil Aqila yang melihat Asti termenung.
Asti pun bangun dari menungannya.
"kalau pendapat aku, sebenarnya aku fikir dua dua itu merupakan tempat yang bagus. tapi menurutku? aku ingin kita pergi liburan tapi kita juga mendapat kan ilmu? jadi liburan yang kita datengin tidak sia sia"
"ah lho ma gitu, liburan liburan Asti? cari ilmu ya cari ilmu? sudah pasti beda?"
Sindi kesal.
"kenapa liburan adalah liburan, cari ilmu adalah cari ilmu? sementara dua dua nya bisa kita dapat kenapa tidak jadikan liburan adalah cari ilmu, atau cari ilmu sebagai liburan?"
ucap Asti membuka pemikiran teman temannya.
"oke kalau liburan adalah teman mencari ilmu atau sebaliknya. kamu punya tempat rekomen untuk itu?"
tanya Jefri.
Asti terdiam sejenak.
"aku punya tempat itu, ini akan sangat bermanfaat bagi kita apalagi kita dokter"
"apa?"
"kita ketempat rehabilitasi nar***a, disana kita akan mendapatkan pelajaran. mendapatkan ilmu. dan aku berencana agar kita membantu mereka pihak rehabilitasi nar***a, memberikan sedikit donasi. entah itu berupa uang atau barang apapun itu"
jawab Asti antusias.
"wah ide yang bagus tuh? aku setuju sih dnegan pendapat ketua bijak ini!"
ucap beni mengapresiasi ide Asti.
"baiklah kalau begitu, kita akan pergi ke sana? tapi kira kira berapa donasi yang akan kita berikan?"
tanya Jefri lagi
"donasinya aku gak ingin menetapkan. seikhlas hati aja. tapi karena ini donasi dari kelas kita, maka aku harap kalian bisa sedikit melebihi dari yang kalian ikhlas ngasih"
jawab Asti sambil cengir.
"baiklah, karena ini ide mu as, tanggung jawab uang nya kamu yang akan megang ya?"
Asti pun mengangguk dengan senang hati.
__ADS_1
mereka pun masih lanjut menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan.