
"ayo mari kita mulai, karena waktu yang baik telah tiba"
ucap pak penghulu dengan mic ditangannya.
membuat David semakin merasa kan ketegangan yang bukan main. sedangkan Asti yang mendengar nya, entah mengapa hatinya tiba tiba merasa tak siap dengan pernikahan ini. dan tanpa sengaja air mata jatuh membasahi pipinya.
mama Asti yang sedang memakaikan selendang putih di kepala putrinya pun melihat kesedihan anak nya itu.
"sayang, kamu gak papa?"
tanya mama Asti yang khawatir.
Asti pun segera menganggukkan kepalanya. ia meminta tisu kepada mama nya, dengan cepat mama nya pun mengambilkan tisu untuk putri nya.
beberapa para tamu yang melihatnya merasa iba dengan Asti, mereka berfikir Asti sedih karena ia harus meninggalkan kedua orang tuanya karena setelah ini bakti Asti bukan lagi pada orang tuanya melainkan pada suaminya.
namun tidak dari sisi David, yang melihat Asti meneteskan air mata nya. David tau kurang lebih apa yang dirasakan oleh Asti.
"mempelai laki laki sudah siap?"
tanya pak penghulu.
"sudah pak"
jawab David dengan sigap.
"mempelai perempuan apakah sudah siap?"
tanya pak penghulu pada Asti.
Asti yang terus menerus berusaha menghentikan air matanya dengan menunduk pun menjawab dengan anggukan kepalanya.
"saya nikah kan dan saya kawin kan engkau saudara David Syahputra bin Abdul dengan anak saya yang bernama Asti Ayunda Sari binti Denny dengan mas kawinnya berupa mahar uang seratus empat puluh juta delapan ratus, emas tiga puluh mayam dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
ucap ayah Asti dengan tegas.
"saya terima.."
jawaban David terhenti kala melihat isakan tangisan Asti yang kian tak bisa dihentikan.
"kenapa berhenti?"
tanya pak penghulu pada mempelai laki laki.
David yang ditanya tak menjawabnya, ia masih fokus pada Asti yang terlihat air mata tidak bahagia terus menghiasi wajahnya.
"mari kita ulang!"
perintah pak penghulu.
"saya nikah kan dan saya kawin kan engkau saudara David Syahputra bin Abdul dengan anak saya yang bernama Asti Ayunda Sari binti Denny dengan mas kawinnya berupa mahar uang seratus empat puluh juta delapan ratus, emas tiga puluh mayam dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
__ADS_1
ucap ayah Asti dengan tegas untuk yang kedua kalinya.
"saya terima.."
sudah ketiga kali nya David tak menjawab ijab Qabul nya. lebih parah saat ijab Qabul ketiga David sama sekali tidak mencoba untuk menjawabnya.
membuat keluarga merasa tegang bukan main begitu juga dengan para tamu yang ikut Dag Dig Dug dibuat mempelai laki laki.
"ada apa ini?"
tanya Jaka menghampiri David, yang tampak terlihat menahan amarahnya.
David terus saja melihat Asti, menyakinkan keputusan nya sendiri bahwa ini adalah yang tepat untuk dirinya dan Asti.
"pernikahan ini dibatalkan!"
jawab David dengan tegas dengan mic di tangannya.
jawaban David membuat semua keluarga merasa marah dan kecewa, terutama pihak keluarga mempelai perempuan yang merasa dipermainkan. Asti yang sejak tadi menundukkan kepalanya kini menatap David, yang tak percaya akan membatalkan pernikahan ini.
Jaka yang berada disamping David tak bisa menahan rasa kesalnya ia pun menarik kera baju David dan ingin memukulnya. namun dengan cepat Billy yang melihatnya itu pun segera menahan Jaka yang marah seperti orang kesetanan dibantu dengan Clara.
acara pun menjadi riuh karena kegaduhan yang hampir terjadi.
"tenang Jaka, tenang!! disini banyak tamu! yang ada itu akan mempermalukan dirimu dan keluarga!"
ucap Billy yang berusaha menenangkan Jaka.
"apa maksud mu?"
tanya Asti yang kecewa dengan David.
"apa ini semua David!!! apa yang kau lakukan!! kenapa kau memutuskan sepihak?!!"
tanya Asti lagi yang meminta penjelasan.
David hanya diam.
"jawab, bajingan!!! jawab!!!"
teriak Jaka saat adiknya tak mendapatkan jawaban dari David.
"aku akan jawab"
ucap David meneteskan air mata.
David pun meraih tangan kanan Asti, sontak membuat Asti kaget, ia berpikir apa yang akan David lakukan dengan tangannya. ada dua cincin disana, membuat para tamu kebingungan begitu juga dengan keluarga David dan Asti.
"ini alasan ku"
David pun mencopot cincin yang pernah David berikan pada Asti.
__ADS_1
"milik siapa ini Asti?"
tanya David saat ada satu cincin dijari manisnya itu.
Asti yang ditanya pun terdiam ia tak berani menjawabnya, Asti lupa untuk melepaskan cincin itu dan membuangnya.
"ini, ini cincin.."
jawab Asti yang gugup.
"cincin dari kekasih mu Kevin kan?"
sambung David yang menahan rasa sakitnya.
"aku tau ini dari Kevin. kau tidak bisa mencari alasan lagi padaku, di acara pernikahan kita saja kau masih bisa menyematkan cincin itu di jari manis mu? lalu, mau ditaruh dimana cincin hubungan kita nanti?"
tanya David lanjut.
"vid, perkara cincin!! aku cuma lupa melepasnya!! aku.."
"kau terbiasa Asti, melingkarkan cincin itu di jari manis mu. bukan lupa! kau terbiasa sampai sampai keberadaan cincin itu pun kau tak menyadari nya"
sambung david lagi.
para tamu yang melihat drama ini pun kini memiliki pendapat yang berbeda beda, ada yang menyalahkan Asti karena kecerobohan nya, ada juga yang menyalahkan David karena kecemburuan nya.
tapi bukan ini sebenarnya alasan David untuk membatalkan pernikahan nya. ada hal lain yang tak dapat orang lihat dari Asti. ia hanya pembuka jalan agar David memiliki peluang untuk membatalkan pernikahan ini.
"vid, kau bilang kan. kau akan terima aku apa ada nya? kenapa sekarang kau mengungkit masa lalu ku?"
tanya Asti yang kini menangis tanpa henti.
"hanya karena ini, aku bisa buka kok. liat aku buka.."
Asti pun berusaha membukanya, namun cincin itu tak kunjung lepas dari jemarinya membuat Asti semakin kesal.
"aku...
"bahkan cincin itu tak mau lepas dari mu"
ucap David yang tega melihat Asti yang seperti orang frustasi.
Dewi, Vivi dan Reza yang melihat Asti yang tak bisa mengendalikan dirinya pun menghampiri nya.
"apa maksud mu vid? bukan kah kau akan menjaganya? kenapa kau lakukan ini jika sejak awal kau tau cincin itu dikasih oleh kekasih Asti dulu!"
tanya Reza yang berusaha menahan amarahnya dan melindungi keluarga sahabat nya.
"jika dari awal kau tak punya niat untuk menikahinya, maka bilang!!! jangan mengambil tindakan seperti ini? memutuskan sebelah pihak! bukankah kau sudah tau masa lalunya? lalu kenapa kau tambah luka lagi pada sahabat ku ini?!!!"
tanya Reza lagi yang tak terima sahabat nya dipermainkan.
__ADS_1