
"bang, makasih ya bang David.. udah mau membantu Asti dan Kevin untuk menyelesaikan ke salah pahaman ini. Asti gak tau apa yang akan terjadi ke depannya jika Abang tidak membatalkan pernikahan ini, pasti masalahnya akan semakin kacau"
balas Asti yang memberikan ucapan terima kasih.
"sama sama. Abang ikut bahagia, karena keputusan yang kau ambil adalah keputusan yang tepat"
sahut David sembari mengelus elus kepala Asti, yang sudah ia anggap sebagai adiknya sejak saat itu.
"Asti minta maaf, karena melibatkan Abang dalam hal ini. Asti sama sekali gak tau jika akan berakhir seperti ini, sekali maaf. Asti tidak akan bisa membayar jasa Abang untuk yang ini. Asti berutang Budi dengan Abang"
David hanya tersenyum
"iya iya, aku memaafkan semuanya, dan kau tau sebagai balas budinya apa?"
"apa?"
tanya Asti penasaran.
David pun berbisik ditelinga Asti, membuat yang lain menjadi penasaran
"berikan aku segera keponakan yang banyak. agar mereka memanggilku Daddy"
Asti yang mendengar bisikan David pun melotot dengan sempurna.
"gimana bisa?"
tanya David yang menggoda Asti.
Asti yang ditanya hanya menatap David dengan tatapan tak percaya, dan menelan Saliva nya dengan perlahan. entah mengapa tiba tiba ia merasa tenggorokan nya merasa kering.
"yaudah, acara pernikahan nya kita akan tentukan nanti. yang penting restu dari kedua keluarga sudah di dapat"
ucap Billy mengakhiri semua.
"tidak!!"
tolak David dengan cepat.
"kenapa tidak?"
tanya Jaka saat mendengar tolakan dari David.
"acara pernikahan akan dijalankan hari ini juga, percuma aku membuat acara ini! aku tau pernikahan ku dan Asti dibatalkan. tapi bukan berarti pesta harus dibubarkan. kita ganti saja mempelai laki laki nya, gampang kan?"
jawab David yang membuat orang merasa bingung.
__ADS_1
"iya emang gampang. tapi kan harus ngurus surat nikah dulu, baru bisa nikah?"
sambar Reza yang tak mengerti dengan arah pemikiran David.
"kenapa harus mengurus nya lagi? aku sudah mengurusnya!"
pernyataan David membuat orang yang berada disana kaget bukan main. mereka menganggap David berbicara omong kosong.
"maksud mu?"
tanya Kevin.
"iya, saat kita bertemu bukan kah aku pernah meminta kartu pribadi mu, dan keluarga mu? dan kau ingat, beberapa hari yang lalu banyak sekali dokumen dokumen yang harus kau tanda tangani? aku meminta dan dokumen tanda tangan itu, sebenarnya hanya untuk mengurus surat pernikahan ini. aku yakin, Asti pasti akan memilih mu dari pada aku saat itu. dan ternyata benar!"
jawab David dengan santai.
sementara Kevin berusaha untuk mengingatnya, dan benar dengan apa yang dikatakan David. tapi ia tak percaya David akan melakukan sejauh ini untuk hubungan nya dengan Asti.
"jadi ini rencana yang kau maksud?"
David pun menganggukkan kepalanya dengan senyum yang manis, Kevin yang dapat anggukan pun segera menghampiri David dan memeluknya.
"makasih"
"jadi sekarang ini agar pernikahan adalah untuk kalian. anggap saja ini adalah hadiah dari ku. masalah yang kedua, apa mahar mu?"
tanya David melepaskan pelukannya.
"tenang saja, sebutkan saja mahar mu tadi maka itulah mahar ku"
jawab Kevin dengan senyum seringai.
•••••••••••
acara pernikahan pun kembali di mulai. MC selaku pembawa acara pun meminta maaf atas nama keluarga, Poto Poto prewedding Asti dan David pun segera di tukar dengan foto Asti dan Kevin, yang kebetulan foto itu sudah di siapkan oleh sekretaris Kevin karena David yang memintanya.
Asti pun juga sudah siap dengan make up nya yang sudah di make over lagi. sedangkan Kevin kini sudah siap dengan pakaian nya, yang bertukar baju oleh David.
kini keduanya pun sudah duduk samping sampingan dihadapan penghulu.
"apakah mempelai laki laki sudah siap?"
tanya pak penghulu sampai tiga kali.
"siap"
__ADS_1
jawab Kevin hingga tiga kali.
"pengantin perempuan, apakah sudah siap?"
tanya pak penghulu balik pada pengantin perempuan.
Asti pun menganggukkan kepalanya, kali ini dengan kepala tegak dan senyum diwajahnya.
"baik, ayo pak di mulai"
ucap pak penghulu.
""saya nikah kan dan saya kawin kan engkau saudara Kevin Wijaya Nugroho bin Derwin dengan anak saya yang bernama Asti Ayunda Sari binti Denny dengan mas kawinnya berupa mahar uang seratus empat puluh juta delapan ratus, emas tiga puluh mayam dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
ucap ayah Denny sembari berjabat tangan dengan Kevin.
Kevin pun menjawab dengan sekali nafasnya.
"saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar uang seratus empat puluh juta delapan ratus dollar, emas tiga puluh mayam, satu unit rumah dan rumah sakit atas nama Asti, satu mobil Mercedes, lima belas hektar tanah, surah Ar Rahman dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!!"
jumlah mahar yang disebutkan oleh Kevin membuat semua orang terkejut. ya, sebenarnya banyak lagi yang ingin Kevin jadikan mahar untuk Asti, namun Kevin sadar, setelah nikah pun miliknya akan menjadi milik Asti juga.
Asti yang berada di samping Kevin pun menatap nya dengan tatapan tak percaya
"sebenarnya, kau ini ingin menikahi ku atau ingin memperlihatkan kekayaan mu pada semua orang Kevin? itu mahar atau kekayaan!"
ngedumel Asti dalam hati.
"sah!!"
"sah!!"
jawab para tamu undangan dengan riuh.
setelah itu Kevin pun membacakan surah Ar Rahman dengan merdu. ia memang sudah lama menghafal surah Ar Rahman sejak Kevin tau keinginan Asti saat mereka berpacaran dulu. Asti ingin jika ia menikah nanti, salah satu maharnya adalah menjadikan ayat suci Al-Qur'an sebagai maharnya.
sejak itu lah Kevin terus menghafal dan mengulang ulangnya dengan tajwid yang benar dan lafadz yang fasih, membuat siapa saja yang mendengar nya pun ikut terbawa alunan suara Kevin yang merdu saat membacakan surah Ar Rahman.
Asti yang mendengar kan Kevin membacanya tanpa rasa ada rasa takut sama sekali pun meneteskan air matanya, karena ia tak menyangka bahwa Kevin akan mengingat hal tersebut padahal itu sudah cukup lama. kenangan mereka saat itu, kini terulang dipikiran Asti.
bagi sebagian para tamu pun mengabadikan Momen-momen tersebut, ada yang memasukkan Video tersebut ke akun media sosial mereka masing masing, ada juga yang cuma videoin mereka saja.
pembaca ayat suci Al-Qur'an pun berakhir, Kevin yang sudah selesai segera menghadap Asti yang baru saja sah menjadi istrinya. ia melihat Asti yang terus berusaha menghentikan laju air matanya, Kevin pun perlahan membantu Asti menghapus kan air mata itu. ia mengusap air mata itu dengan perlahan, Asti yang di sentuh pun tersenyum pada Kevin.
ia tak menyangka besar cinta Kevin kepada nya begitu besar. sampai segala hal yang kecil tentang nya, Kevin selalu ingat.
__ADS_1