Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pulang Liburan


__ADS_3

setelah perbincangan panjang kemarin, membuat Asti merasa lelah. tanpa sadar mereka tertidur di kolam renang.


"as, kev bangun jadi gak berangkat nya?"


ucap Billy membangunkan mereka berdua.


Asti yang masih ngantuk pun membuka mata nya perlahan. dilihatnya, dia tertidur di pelukan Kevin tanpa disadari.


membuat nya sedikit terkejut.


"Vin!!"


Kevin pun terbangun, karena mendengar jeritan Asti. sedangkan Billy yang mendengar nya merasa kaget.


"kenapa?"


"kau modus ya!!"


jawab Asti kesal.


"modus? modus kenapa?"


"kenapa kau memelukku!!"


jawab Asti dengan nada tinggi.


"oo itu, aku bukan modus. tadi malam aku melihat mu yang kedinginan jadi aku berusaha untuk menghangatkan mu. lagian juga kamu suka kan?"


jelas Kevin, sembari menjahili Asti.


Asti yang mendengar nya sedikit terkejut


"apa iya aku menikmatinya?"


tanya Asti dalam hati.


"ala as as ternyata kamu diam diam ngeri juga ya"


sambar Billy.


Asti semakin melotot dia tak tau harus apa. karena malam itu dia tertidur dengan nyenyak jadi dia tidak sadar akan hal itu.


"sudah lah!! kamu ngapain kesini!!"


Asti mengubah topik.


"oh iya lupa. gara gara kamu nih as. eh jadikan pulang pagi ini? semua sudah pada siap. tinggal kalian berdua saja yang belum siap siap"


"emang ini jam berapa sih?"


"ini jam setengah enam lewat Asti..."


jawab Billy kesal.


Asti pun segera pergi setelah mendengar jawaban Billy.


sesampainya di villa.

__ADS_1


"yuhu,, tadi malam ada yang nyenyak nib ye boboknya"


ejek dini yang sudah sembuh dari rasa takutnya.


"berisik loh!!"


jawab Asti singkat.


jawaban Asti membuat semua orang tertawa.


dia pun ke kamar untuk membersihkan dari dan bersiap siap untuk segera berangkat.


••••••


"ayo teman teman semua nya kumpul!"


komando Kevin.


"sebelum kita pulang, pasti kan semua perlengkapan atau barang barang penting tidak ketinggalan"


seketika semua pun memastikan semua, lalu balik ke tempat semula.


"baik. sebelum kita berangkat alangkah baik nya kita berdoa semoga kita selamat sampai rumah masing masing. doa di mulai"


semua pun berdoa berharap perlindungan Tuhan.


lalu mereka jalan keluar menuju villa tersebut.


mereka pergi memberitahukan resepsionis dan menyerahkan kunci villa mereka.


dan mereka pergi meninggalkan villa tersebut.


"as"


panggil Kevin saat di perjalanan.


"kenapa"


"kemarin kamu janji bahwa kamu akan ceritakan kejadian horor mu kepada ku saat pulang"


Kevin menagih janji.


"baiklah. sebenarnya itu aku dari awal masuk villa merasa ada yang janggal sih Vin. tapi aku coba menepisnya. karena, aku gak mau berprasangka buruk kan?"


jawab Asti memulai cerita.


"apa yang membuat mu janggal?"


"seperti yang kukatakan tadi malam, tempat yang cantik memiliki view yang bagus kenapa sunyi dengan pengunjung? lalu aku hanya melihat hanya ada tiga karyawan Vin. menurut kalian pelayan itu berwajah cantik namun menurut ku Mala sebaliknya Vin. aku gak tau kenapa aku bisa merasa seperti itu"


jawab Asti mulai serius.


"aku juga gak ngerti kenapa nomor villa semua di sana harus genap semua? itu janggal sih Vin. lalu aku tanpa sengaja melihat villa paling ujung. villa itu seperti tidak terawat, tapi mungkin villa itu sudah rusak makannya gak terawat"


"sampai malam tiba, saat teman teman masih pada ngumpul di kamar sebelah. aku kan gak ikut? terus ada orang yang mengetuk ngetuk jendela ku dengan paksa. aku kesal kan baru aku bentak, aku kira teman teman pada usil tapi gak ada jawaban. sampai aku keluar, tapi aku melihat semua masih di kamar tersebut"


lanjut Asti sembari tarik nafas.

__ADS_1


"lalu?"


"lalu aku coba berfikir positif kan, paling itu pelayan sini yang usil.aku masuk lagi ke kamar. tak lama kemudian dini masuk. dia tertidur, laku aku masih main hp kan karena merasa gak ngantuk. nah di situ terdengar lagi suara yang sama aku diam aja kan gak ku sahuti. saat aku mendengar suara orang melangkah sambil bawa barang besi gitu tapi diseret di lantai. aku mulai turunkan? semua ku lihat tidur. saat aku balik tiba tiba aku melihat hal yang sama di cermin. aku pun lari ke tempat tidur dan segera menutup kepalaku dengan selimut"


jawab Asti mulai merinding jika menceritakan hal tersebut.


"terus kamu masih denger suara itu?"


"iya aku masih mendengarkannya dengan jelas. bahkan suara itu seperti sedang mengelilingi tempat tidurku. ternyata malam itu bukan aku saja yang mendengar suar itu melainkan Mela juga. namun dia hanya mendengar suara tidak seperti aku"


jawab Asti lagi.


"kamu ingat yang aku panik keluar?"


"iya ingat kenapa?"


tanya Kevin penasaran.


"aku panik karena aku mendengar hal yang sama lagi bahkan kali ini jelas banget seperti dia berada dibelakang ku. dan yang kamu bilang aku kecapean itu. sebenarnya aku sudah mencoba menelpon kalian semua tetapi gak tau kenapa dini yang hanya dapat itu pun hanya satu kali?"


"yang itu pasti jaringannya"


ucap Kevin yang tidak percaya.


"enggak Vin, itu bukan jaringan nya bahkan aku juga setiap saat memastikan jaringan itu ada kok Vin?"


"lalu kamu tau Mela juga mendengar suara yang sama dari mana?"


tanya Kevin penasaran.


"aku tau saat hari itu, pada saat kalian semua main tiba tiba Mela dateng dan mengatakan hal yang sama dengan ku"


jawab Asti.


lalu tiba tiba ada panggilan dari teman Kevin.


"Vin berhenti cari toilet ya, biasa nih cewek"


teman Kevin berteriak.


Kevin pun memberikan kode dengan jari jempolnya.


tak jauh dari sana terdapat tempat pengisian bahan bakar. mereka pun segera ke sana. beberapa dari mereka pun ada yang sekalian mengisi bahan bakar mereka dan beberapa dari mereka ada yang memanfaat kan ini sebagai tempat membuang air atau membeli makanan, karena di tempat tersebut juga menyediakan supermarket kecil kecilan.


setelah tiga puluh menit mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


di perjalanan mereka berhenti lagi ditempat mereka berhenti kemarin. sebagian dari mereka merasa tidak puas dengan foto foto kemarin jadi mereka memutuskan untuk berhenti dan menikmati jajanan yang telah mereka beli kemarin.


kebersamaan saat itu sangat terasa sekali. bak bagaikan keluarga.


Asti sangat menikmati kebersamaan itu. ada rasa sedih yang menghinggap di hati Asti karena besok kebersamaan ini benar benar berakhir.


"as, boleh lah bagi nomor mu? mana tau kan kau putus dari Kevin ada aa yang akan menggantikan nya"


minta salah satu teman Kevin yang jomblo.


"enak aja!! gak ada. gak ada yang akan putus"

__ADS_1


jawab Kevin saat Asti hendak memberikan nya.


Kevin langsung menatap Asti kesal.


__ADS_2