
setelah tadi makan siang diluar bersama Alex, Asti pun segera bergegas melakukan tugas nya kembali.
"bagaimana dengan makan siangnya?"
goda Sinta, yang berada dibelakang Asti.
Asti tidak menggubris nya.
"as!! apakah kau...
"sudah lah Sin, lebih baik kita fokus melakukan tugas kita dulu. baru kau boleh menggoda ku! ayo cepat"
Asti mempercepat langkahnya.
ya begitulah Asti yang memang selalu suka memotong pembicaraan orang sebelum orang selesai berbicara, sejak beberapa hari kebelakang ini.
bukan karena tidak sopan, tapi karena yang menjadi buah bibir pembicaraan hanya dia dan Alex di rumah sakit ini.
••••••••••••••••
malam sudah hampir tiba, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Asti pun segera bergegas pulang setelah selesai dengan tugasnya.
"mau kemana as? kenapa cepat sekali pulangnya? apakah kau akan pergi janjian dengan pak Alex?"
teriak resepsionis menggoda Asti.
"diam!!! dan jaga tuh mulut!!!"
teriak Asti yang melambaikan tangan, tanpa menoleh sama sekali.
ya, sore ini Asti sedang menunggu kedatangan mobil seseorang. karena semalam mereka sudah pergi untuk janjian berjumpa di cafe dengan teman teman Asti, ya siapa lagi kalau bukan Yhanko.
*flashback on
"Yhanko aku sudah bilang pada sahabat ku tadi. jadi mereka minta jumpaan besok. jika kau serius. agar bisa saling kenal dan akrab*"
ketik Asti dan mengirimkan nya kepada Yhanko.
"baiklah, besok kapan?"
balas Yhanko.
"malam nanti. pokoknya habis pulang magang ku. jadi aku gak pulang lagi. jemput aku saja di depan rumah sakit seperti biasa"
balas Asti.
"oke, siap komandan"
flashback off
"bagaimana magang mu as?"
sapa Yhanko melihat Asti yang masuk ke dalam mobil.
"baik. ayo lah cepat. mereka sudah menungguku disana"
Yhanko pun segera bergegas pergi meninggalkan halaman depan rumah sakit.
sesampainya di sana Asti langsung mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang ia kenal.
"oh itu dia, ayo kesana"
tunjuk Asti ke ujung sudut yang terlihat empat orang disana.
"hai"
sapa Asti.
Dewi dan Vivi pun langsung menghambur kan pelukan kepada Asti.
"gue kangen banget sama Lo, sombong Lo, sementang udah magang!!"
kesal Dewi.
Asti merengut kan bibir
"aa,, bukan gitu. aku sibuk untuk urusan skripsi ku. oh iya za. kenali ini Yhanko yang aku ceritakan ke kamu"
Asti menatap Reza dan Yhanko bergantian, mereka berjabat tangan.
"Yhanko"
__ADS_1
ucap Yhanko memperkenalkan diri.
"Reza"
ucap Reza memperkenalkan diri juga.
lalu Adji pun segera menjabat tangan dan Yhanko pun segera meraihnya.
"aku Adji, senang bisa ketemu dengan mu"
"oh iya ko, yang ini Dewi dan Vivi. mereka semua adalah sahabat sahabat terbaikku. jadi, kau jangan macam macam jika berani pada mereka maka kau juga sudah berani pada ku"
ucap Asti yang sudah duduk dan memeluk Vivi yang berada disampingnya.
"oh iya, kau mau...
"sudah ku pesan as, tenang saja dan tunggu lah"
sambar Reza yang mengerti Asti ingin bicara apa.
Asti pun tersenyum kepada Reza.
ya, baru kali ini Yhanko melihat Asti tersenyum begitu manisnya kepada laki laki. ya mungkin itu karena sahabatnya. tapi senyuman manis itu jarang di perlihatkan Asti kepada orang orang yang berada disampingnya.
"beruntung sekali aku bisa melihat senyuman itu"
batin Yhanko.
pesanan pun dateng. namun setelah dibagi rata, Asti kedapatan minuman lemon tea. membuat Asti terdiam sesaat.
"eh ini tempat ku?"
tanya Asti menatap minumannya.
semua menatap Asti.
"iya"
jawab Reza.
"kenapa as?"
tanya Dewi.
protes Asti.
"lah, bukankah yang terakhir kita nongkrong itu kau memesan teh manis? bahkan itu lebih parah lagi"
jawab Vivi, membuat kagak tawa disana.
sekarang Asti memasang wajah kesal melihat sahabatnya menertawakan nya.
"sudah lah, as. syukuri aja.. yang pentingkan sudah di pesan. lagian siapa juga yang akan meminum minuman itu jika kamu memesannya lagi?"
ucap adji.
"Reza,,,
rengek Asti kali ini menatap Reza.
Reza pun menatap sahabatnya ini dengan malas.
"kok tega sih...
belum selesai lagi dengan dramanya, Reza segera langsung menukar kan minumannya.
membuat Asti tersenyum lebar.
"makasih"
Reza tersenyum.
kebetulan minuman Reza adalah favorit minuman Asti.
"ko, jangan kaget ya jika melihat Asti seperti ini kepada Reza. karena memang dari dulu mereka selalu dekat. bagaikan api dan asap yang tak akan pernah bisa dipisahkan. bahkan dulu orang orang sempat berpikir bahwa Asti memiliki hubungan spesial dengan Reza. karena dulu Reza memperlakukan Asti layaknya seorang tuan putri. sangat menjaga nya"
ucap Dewi memberitahu, Yhanko yang menatap keakraban Asti dan Reza.
Yhanko pun mengangguk paham.
"memang sedekat itu ya asti dan sahabat sahabat nya. bahkan aku belum pernah dapat persahabatan seperti mereka. ya, persahabatan yang tulus dan kuat"
__ADS_1
ucap Yhanko dalam hati, mengagumi persahabatan mereka.
dan Yhanko merasa beruntung karena Asti memperkenalkan sahabat sahabat nya kepadanya.
"as, Lo gak kabari Kevin. kalau Lo sama kami? entar dia nyariin lagi?"
Reza kembali mengingatkan Asti.
Asti menepuk jidatnya dengan pelan.
"aku lupa"
Asti pun segera membuka tas dan meraih ponselnya lalu mengechatnya
"kamu gak usah jemput aku ya Vin. aku lagi ngumpul sama Reza dan teman teman lainnya"
sedangkan Kevin yang membacanya merasa sebal. karena sudah hampir dua jam dia menunggu di depan. namun ternyata Asti sudah tidak disana.
Kevin pun tidak membalasnya dan hanya membacanya. mengendarai mobil nya dnegan kemarahan yang teramat kepada Asti.
••••••••••
"sudah kau kabari dia?"
tanya Reza lagi.
Asti menggelengkan kepala.
pesanan makanan mereka pun Dateng setelah tadi berbincang bincang tentang agama. karena Yhanko memang seperti serius ingin memperdalam imannya.
dan lagi lagi, makanan pesanan itu mampu membuat Asti kesal lagi.
"kenapa gak dimakan as, enak Lo?"
tanya Dewi kali ini.
karena dia memperhatikan Asti yang tidak menyentuh makanannya sama sekali.
"kalian ini. lagi dan lagi membuat ku kesal"
jawab Asti menghembuskan nafas kasar.
"kenapa?"
tanya Vivi yang menarukan sendoknya di piring makanannya.
"apa yang kalian pesan untuk ku?"
tanya Asti balik.
"kebab kan? bukannya...
Asti langsung menyambar ucapan Vivi
"ide siapa lagi memesan kebab ini? kalian kan sudah tau ini malam. mana mungkin aku kenyang hanya dnegan makan kebab"
Asti kesal, dan tak bersemangat untuk marah kali ini.
"ya kami mana tau as, kan kami memesan yang kau pernah pesan saja"
jawab Dewi sembari mengelus elus kepala Asti yang terjatuh di meja.
"sudah lah. ini tempat ku ambil lah"
Reza lagi lagi dengan suka rela memberikan makanan nya kepada Asti.
Asti menatap Reza.
"tidak!!! aku akan pesan saja lagi"
"kita mau pulang sebentar lagi. aku gak mau lama lama disini. nanti kau telat lagi masuk besok"
sambar Reza lagi yang melihat Asti sedang ingin melambaikan tangan kepada pelayan, namun tidak jadi.
"sudah makan"
"ini mana kenyang Reza"
keluh Asti.
dengan suka rela pun semua ingin membagikan rata pada Asti, namun tangan Asti segera menepisnya.
__ADS_1
"tidak perlu. kalian kira aku tong sampah. sudah lah punya Reza saja yang akan aku makan. dan ditambah dengan kebab. mungkin itu akan sedikit membuat perutku sedikit kenyang"
Asti pun melahap makanannya dengan kesal dan yang melihatnya disana termaksud Yhanko hanya tertawa. karena fakta baru yang ia dapatkan tentang Asti.