Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
pengkhianatan 2


__ADS_3

Asti yang sibuk dengan jenny di kantin tampak jelas Kevin melihat dari kejauhan. ada rasa marah melihat jenny dan Asti bersama dalam hati Kevin, namun Kevin menahan rasa itu karena dia tahu bahwa saat ini Asti pasti lagi butuh dukungan dari teman teman dan orang sekitar nya.


Kevin tahu apa yang dilakukannya itu salah hal yang salah. namun ini semua Kevin lakukan semata mata hanya demi Asti, agar Asti sadar bahwa dalam hubungan tak boleh ada rahasiaan satu sama lain.


Kevin pun berjalan santai menahan amarahnya menuju ke kantin, kebetulan pagi ini Kevin merasa haus. dia pun berjalan berpapasan dengan meja Asti dan jenny.


seketika saat berpapasan Asti dan jenny terdiam melihat Kevin berjalan dengan santai.


jenny yang melihat Kevin berjalan rasanya ingin sekali memukul wajah nya, karena berani menyakiti orang yang dia sayang.


namun tangan jenny di genggam dengan erat oleh Asti, Asti tahu bahwa saat ini jenny merasa sangat geram karena cerita tersebut.


sedangkan Kevin yang hanya melirik melihat Asti dan jenny yang berpegangan tangan


"as,, apa kau tidak sadar kau berpegangan tangan dengan siapa? dan dihadapan siapa?"


lirih Kevin dalam hati.


Kevin pun membeli botol minuman dan pergi meninggalkan Asti dan jenny yang sebenarnya Kevin tidak ikhlas.


sementara itu jenny marah marah kepada Asti karena mencegah jenny untuk memukulnya.


"akhhh,,,, apaan sih as!! kenapa gak kamu biar kan aku memukul dia??"


bentak jenny merasa kesal.


"Jenn,, dia punya masalah kan sama aku? jadi kenapa kamu harus marah?"


jawab Asti pelan.


"ya jelas aku marah,, dia sudah menghancurkan harga diri laki laki!! seharusnya kamu biar kan saja tangan ini melambung ke muka nya!! biar dia tau rasa!!"


kali ini ucapan jenny membuat Asti tertawa dengan senang.


Asti baru sadar, bahwa selama ini jenny selalu ada buat Asti disaat Asti lagi sedih maupun senang.


bahkan setelah kejadian itu, jenny masih sama. masih menjadi orang dengan kepribadian yang Asti kenal. tak ada rasa canggung di antara nya dan jenny.


"as,, pulang nanti kita ke Mall yuk?"


ajak jenny.


"ngapain?"


tanya Asti heran.


"ngilangin suntuk! kita nonton atau belanja terserah deh,,, aku traktir"


jawab jenny dengan genit.


"yakin?"


tanya Asti memastikan.


"iya yakinlah,,, eh tapi kalau mau belanja jangan banyak banyak ya,, duit nya pas Pasan"

__ADS_1


balas jenny sambil cengengesan.


Asti pun yang mendengarnya langsung tertawa melihat ulah teman nya satu ini.


"oke baik lah"


ucap Asti diakhir kalimat.


bell berbunyi tanda jam pelajaran telah selesai dan saat nya pulang.


Asti pun berberes beres tas nya lalu keluar dari ruangan, saat keluar betapa kagetnya Asti melihat jenny sudah berdiri didepan pintu ruangan nya.


"astaga,, jenny!!"


kesal Asti, pasalnya jenny nongol tiba tiba didepan pintu membuat Asti kaget.


"yuk? sudah siap tuan putriku?"


ajak jenny.


"baiklah,, bodyguard ku"


jawab Asti, membuat mereka berdua tertawa dan meninggalkan kampus.


disepanjang jalan jenny selalu membuat Asti tertawa dengan ulahnya yang konyol konyol. jenny sengaja melakukan hal hal yang konyol karena jenny tau saat ini gimana kondisi hati Asti.


jenny bahkan paham betul bahwa kekonyolan yang ia buat masih belum bisa menyembuhkan setengah dari rasa sakit yang dirasakan Asti.


sesampainya di Mall


didalam Mall, Asti pun langsung memilih beberapa pakaian untuk ia beli dan beberapa barang lainnya.


jenny yang melihat Asti memilih begitu banyak barang merasa pening, takut uang yang dibawa kurang untuk membayarnya, dan itu tampak jelas di wajah jenny.


Asti yang melihatnya hanya tersenyum dia merasa puas berhasil ngerjain temannya yang satu ini.


tapi Asti pun juga merasa tak tega


"tenang lah Jen,, aku yang akan bayar barang barang ini,, kamu traktir saja aku makan dan nonton? masih cukupkan?"


ucap Asti menoleh kebelakang karena melihat jenny yang ketakutan.


"gak usah,, eh,, tapi gapapa deng. kalau makan sama nonton masih cukup kok"


balas jenny merasa lega mendengar ucapan dari Asti.


setelah selesai Asti pun membayar barang barang tersebut dan segera pergi ke restoran yang ada di Mall tersebut.


mereka pun duduk di bangku yang dekat dengan kaca, agar mereka bisa melihat pemandangan yang ada diluar sana. tak lama kemudian seorang pelayan Dateng dan menghidangkan menu makanan yang tersedia di restoran ini, lalu Asti dan jenny pun memilih makanan tersebut. setelah selesai pelayan itu pun pergi dan meninggalkan mereka berdua.


saat pelayan tersebut pergi Asti dan jenny lagi lagi kembali melihat Kevin. namun kali ini Kevin tidak sendiri, melainkan ditemani oleh seorang perempuan dan teman temannya salah satu nya ada Billy dan dini.


betapa sakitnya Asti saat melihat dini berada disitu dan bisa berbincang dengan akrab bersama perempuan tersebut.


kali ini Asti tidak dapat menahan dirinya lagi, pengkhianatan yang satu belum kelar, kini dini juga berkhianat dengannya.

__ADS_1


asti Dateng dengan tepukan tangan yang keras, membuat dini, Billy dan Kevin terkejut melihat Asti yang berdiri sambil bertepuk tangan.


"wah,, hebat!! hebat Din!! bisa ya akrab dengan wanita ini? padahal kamu tau gara gara dia aku seperti ini?"


ucap Asti kesal.


"kamu tau kan Din? dia siapa? gara gara dia teman mu ini seperti ini!!"


bentak Asti.


"tapi apa yang kamu lakukan Din? kamu akrab dengannya?"


tangisan Asti pecah kali ini.


Billy dan Kevin yang melihatnya merasa tidak tega, sedang kan dini hanya bisa terdiam.


"Din,, kamu sam Kevin sama aja ya?? sama sama pengkhianat!!! kami sama Kevin ga ada beda nya!! kamu tau kan masalah ku dengan Kevin belum selesai?"


ucap Asti menatap dini dengan penuh kecewa


"luka yang diberikan Kevin belum seberapa sakit nya Din?? tapi luka yang diberikan kamu jauh lebih sakit Din??"


"a,, aku aku tau itu hak kamu untuk berteman?? tapi bukankah kamu tau gimana rasa nya dikhianati? bukankah kamu membenci perempuan yang merebut pasangan orang?"


"aku kecewa sama Din,, mulai sekarang kita hanya teman biasa gak akan pernah lebih"


ucap Asti diakhir kalimat, sontak dini yang mendengarnya langsung bangun dan memegang tangan Asti.


"as,, gak gitu as,,"


ucap dini masih memegang tangan Asti, namun tangan Asti langsung menghempas tangan dini


"sudah cukup cukup cukup!! aku gak mau dengar alasan lagi,,, percuma Din,, aku mati rasa!!"


jawab Asti.


"Jen,, kita pergi,, tinggal kan mereka segerombolan pengkhianat ini!!"


ajak Asti menarik tangan jenny, memaksa jenny untuk segera keluar dari restoran tersebut.


sedangkan pesanan yang mereka pesan pun akhirnya hanya bisa dibawa pulang.


di tengah jalan, Asti meminta jenny untuk berhenti.


jenny pun berhenti tepat di atas jembatan, disana Asti keluar dan berteriak sekuat kuatnya.


ia meluapkan rasa kesal dan unek-unek nya yang ia pendam


"dasar,,, laki laki brengsekk Lo ya!! Kevin loh jahat!!!! gue benci Lo sedalam dalamnya!!!!! gua akan ingat kelakuan bejat Lo!!!!"


"Lo lagi,,, teman Bangs*** Din!!! brengsekk Lo ya!! gak punya ot**!! an****!!! gue gak akan pernah mau berteman sama Lo lagi!!!!"


setelah selesai dengan unek-unek Asti pun menangis terduduk lemas di tepi jalan.


sedangkan jenny yang mendengar semua ucapan Asti kaget, karena dia belum pernah melihat sisi lain dari seorang Asti. baru pertama kalinya dia melihat Asti berkata kasar seperti ini, depresi seperti ini.

__ADS_1


seolah senyum dan tawa yang selalu menghiasi Asti kini seketika hilang dan pergi menjauh dari Asti, dan Kini hanya ada air mata yang selalu berlinang di wajah Asti.


__ADS_2