
"pagi ma!!"
sapa Clara. yang melihat ibu mertua nya itu sedang menyirami bunga di halaman rumah nya.
"Clara!!"
mama pun menghampiri menantu kesayangan nya itu untuk, meninggalkan pekerjaan nya dan memeluk Clara dengan oenuh kasih sayang.
"kalian sudah pulang sayang?"
tanya mama gembira.
Clara mengangguk, tersenyum lebar.
"ayo! kalian masuk dan sarapan lah kebetulan mama hari ini lagi masak banyak!!"
ajak mama antusias.
mereka pun masuk ke dalam rumah, setelah itu Jaka dan Clara pergi ke kamar Jaka, untuk membersihkan diri.
sekitar setengah jam lebih mereka telah selesai. terlihat mama menunggu ke datengan mereka berdua di meja makan.
Clara dan Jaka pun duduk setelah sampai meja makan.
Clara mengambil nasi dan lauk pauk untuk suaminya dulu, baru dirinya. mama menatap anak dan menantunya dengan sangat gembira.
"bagaimana bulan madu kalian? apakah ada kabar baik untuk mama?"
tanya mama tutup point.
Clara yang makan pun, saat mendengar nya langsung tersedak. segera suaminya Jaka menuangkan air minum dan memberikannya kepada Clara.
"mama... jangan gitu lah. lagi makan loh ma? nanti saja ya bahas nya?"
jawab Jaka yang tidak suka mendengar pertanyaan mamanya, karena ia takut Clara akan tersinggung dengan pertanyaan mamanya.
"baiklah"
mama pun pergi meninggalkan mereka berdua di meja makan. mama pergi melanjutkan aktivitas nya tadi yang belum selesai.
tak berapa lama mama masuk, disana terlihat anak dan menantunya itu sedang berada di ruang tv, sedang menontonnya.
mama menghampiri lagi mereka.
"Jaka kalian sudah siap makan kan?"
tanya mama tiba tiba.
membuat Jaka sedikit kaget.
Jaka menganggukkan kepalanya tanpa menjawab mamanya dnegan kata kata.
"baiklah, gimana apakah ada kabar bahagia?"
tanya mama antusias.
Jaka dan Clara menatap mama dengan tatapan yang sedikit kesal, membuat mama jadi salah tingkah.
"ya, kan mama cuma kepengen cepat cepat nimang cucu. kan gak ada yang salah kan?"
"ma, mama gak salah. tapi kami memang belum bisa memberikan jawaban nya, Jaka harap mama paham ya? kalau mama mau, mama doa kan aja supaya Clara cepat isi"
jawab Jaka lembut, sembari memeluk ibu yang telah melahirkan dan merawatnya.
ibu mengangguk paham.
__ADS_1
Clara pun mencari topik lain, agar suasana tidak terasa canggung.
"ma? kemana Asti? ara kangen dengan Asti ma?"
"oo Asti. kalau Asti sekarang lagi sibuk sama magangnya, dia juga jarang dirumah. ya gini kerjaan nya, bangun pagi beresi rumah berangkat magang. nanti pulang malam, tergantung kerjaan dia sih. kadang juga pulang nya sore kalau Pasien nya gak banyak. katanya dokter yang membimbing dia disana itu adalah salah satu dokter yang sibuk. dokter yang penting di rumah sakit itu"
jawab mama jelas.
"oo, eh gak terasa ya ma. Asti sudah akan tamat? dua semester lagi bukan?"
tanya Jaka yang menyadari adiknya itu.
"iya, gak terasa Jak! sebentar lagi dia akan sibuk dengan pekerjaan nya dan pasti dia akan ninggalin kita, karena dibawa suaminya"
jawab mama sedih mengingat anak anaknya sudah tumbuh dewasa.
"iii mama,, sudah lah! kan ada Jaka dan Clara ma? lagian kan adek Reysa masih ada?"
ucap Jaka menenangkan hati ibunya.
"iya Jaka. mama paham. tapi kan Reysa juga akan pergi, itu gak akan terasa Jaka! dan tinggallah kami berdua disini"
jawab mama sembari menepuk nepuk pipi Jaka.
"aduh mama..
•••••••••••••••••••••••
tok,, tok,, tok,,,
suara pintu.
Jaka pun segera bergegas membuka pintu tersebut, karena mama nya sedang lagi mandi.
"papa"
"lah, kamu Jak? kapan nyampai? kok gak kabari papa?"
mereka masuk ke dalam rumah.
"tadi pagi pa. Jaka gak kabari karena Jaka kira semuanya di rumah. papa habis dari mana?"
tanya Jaka.
"diam lah kak, aku lelah nih. minggir"
sahut Reysa yang berjalan lunglai, seperti kecapean.
"kau kenapa Reysa?"
tanya Jaka bingung.
"tanya saja sama papa"
Reysa pun segera bergegas menuju kamarnya.
Jaka pun langsung menatap papanya penuh tanda tanya.
"adik mu yang satu itu, lemah. seperti kau tidak tau saja. papa tadi membawanya pergi berenang, karena hari ini libur kan? papa sekalian mengajarinya berenang. papa jebak dia untuk berenang di ke dalam tiga meter. mungkin dia kelelahan"
jawab papa santai.
Jaka yang mendengarnya, tertawa puas melihat adiknya diikuti dengan papanya.
"jadi gimana?"
__ADS_1
tanya papa sembari berjalan menuju ruang tv.
"gimana apa nya pa?"
tanya Jaka tak paham.
"gimana sama ajaran papa, apakah itu bermanfaat bagi mu?"
jelas papa sembari menggoda anaknya.
Jaka yang tau maksud papanya pun, tersipu malu. pasalnya ia tak tau harus jawab apa, karena jika masalah hal hal seperti ini, papa nya pasti lebih berpengalaman darinya.
"ah,, papa. sudah lah sebaiknya papa bersih bersih gih?"
Jaka mengalihkan topik.
papa pun pergi meninggalkan Jaka yang sendirian di ruang tv.
••••••••••
"ma? Asti kok belum pulang? ini udah jam berapa loh?"
tanya Jaka khawatir selaku abangnya.
"tenang lah Jak! kamu tidak perlu khawatir. diakan Samson betina rumah ini? jadi jangan terlalu khawatir. ini sudha biasa kok, semenjak dia magang. kadang juga dia pulang setelah kami semua sudah tidur. sebaik nya kamu makan, makanan itu?"
jelas mama menenangkan anaknya Jaka.
ya selama ini Asti memang tidak pernah pulang terlalu malam, itulah yang Jaka ketahui ketika ia masih tinggal dengan orang tuanya.
"sudah lah sayang, di makan. Asti baik baik aja kok"
ucap Clara selaku istri nya menenangkan pikiran suaminya.
Jaka pun memakannya dengan setengah hati.
"ma, Jaka dan Clara akan menginap dirumah mama ya? besok pagi Jaka dan Clara akan pulang"
tanya Jaka meminta izin.
mama pun mengangguk.
"tentu saja Jaka, lagian juga mama dan papa tidak akan mengizinkan kalian pulang malam ini. takut nanti terjadi sesuatu dengan kalian."
"bang jak? dimana oleh oleh untuk ku? apakah kalian tidak membawa oleh oleh untuk adikmu yang imut ini?"
tanya Reysa kepada Jaka.
mama dan papa yang mendengarnya merasa geli.
"iii G R!! imut? yang ada amit amit.."
jawab Jaka membuat mama dan papa begitu juga dengan Clara tertawa.
ya, walaupun Jaka sudah menikah tapi sikap Jaka tidak berubah kepada adik adiknya. yang selalu membuat adik adiknya itu kesal terhadapnya.
"kak.."
rengek Reysa kepada Clara.
Clara pun paham harus apa, dia mencubit Jaka hingga kesakitan. membuat Reysa tertawa puas.
"ada sayang, untuk adik yang imut ini pasti ada! nanti kita ke kamar ya?"
jawab Clara dengan lembut.
__ADS_1
Reysa pun mengangguk.
ya begitulah suasana malam ini tampak seperti keluarga yang hangat dan penuh dengan keharmonisan.