Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Lulu


__ADS_3

sudah hampir sebulan lebih Asti magang disini. bahkan dia sudah sangat terbiasa dengan lingkungan yang ada dirumah sakit dan juga dengan tugasnya.


hari ini adalah hari Sabtu. tepat dimana semua orang akan pergi bermalam dengan kekasihnya atau hiburan agar tidak stress.


ya, malam Minggu kali ini membuat Asti tidak bisa pulang cepat. karena tadi sore tepat nya jam lima tadi, ada kecelakaan besar yang terjadi. bus bertabrakan dengan mobil barang yang cukup besar, lalu ditambah dengan mobil mobil kecil yang tak sengaja di senggol mobil angkutan, membuat kecelakaan besar terjadi.


banyak yang menjadi korban dalam kecelakaan ini. mobil yang kecelakaan saja di TKP ada lima mobil. termaksud dengan bus dan angkutan barang besar tersebut.


ya penangan sudah dilakukan oleh semua dokter, berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan korban yang terluka parah.


kebetulan pembimbing Asti merupakan dokter andalan rumah sakit, jadi mau tidak mau Asti harus ikut dokter pembimbing nya untuk menangani pasiennya.


waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. membuat Asti kelelahan, yang baru saja selesai untuk ikut membantu menangani korban.


Asti pun duduk di depan ruangan tersebut mencoba merilekskan tubuh nya. di saat ingin memejamkan matanya, tiba tiba dia seperti mendengar teriakan seseorang. Asti pun membukanya.


tampak dari lorong sebelah kanan terlihat wajah yang tidak asing baginya, namun Asti lupa dengan wajah tersebut. di sebelah kiri Asti melihat Alex disana.


mereka pun berpelukan, tepat di depan pintu kamar pasien korban tersebut.


"aku kangen"


lirih perempuan tersebut.


"iya aku juga sama, eh tapi kamu kok kesini kenapa tidak jumpai saja aku dirumah?"


"apa kamu selalu ada dirumah? kamu kan selalu saja pulang ke apartemen. aku mana tau apartemen mu"


jawab perempuan itu kesal.


"iya maaf, adik ku tersayang. tapi kenapa kamu cepat sekali libur lu?"


"iya, aku sengaja menyiapkan skripsi ku lebih awal, agar aku bisa libur duluan. habisnya aku kangen banget dengan kakak"


jawab Lulu dengan manja.


tanpa disadari mereka Asti terus menatap mereka.


"Lulu?"


"aku seperti tidak asing dengan nama itu? tapi siapa dia? wajah nya pun bahkan aku tidak asing?"


tanya Asti dalam hati sembari mencoba untuk mengingatnya.


tak lama kemudian Asti seperti mengenal suara laki laki yang Dateng bersamanya.


"apa kabar kak?"


sapa laki laki itu.


"baik, kamu habis dari mana sama adikku?"


"oh biasalah kak, tadi niatnya mau ngajak Keysa jalan jalan. jadi dia bilang, mampir dulu ke rumah sakit untuk melihat kakak"


jawab laki laki itu.


Asti pun menatap laki laki itu, ternyata ikut Kevin. membuat Asti kaget bukan main. tanpa sadar, Kevin juga menatap Asti, dan kini dia juga merasakan hal yang sama dengan Asti.


"Asti!!"


Asti pun segera bergegas bangkit, rencana hendak pergi namun di tahan oleh suara Alex.

__ADS_1


"Asti kamu kenal dengan dia?"


Asti terdiam, tak menjawab. dia berbalik badan mendekati Alex.


Asti menganggukkan kepalanya perlahan.


"wah, dari mana kalian kenal?"


tanya Alex antusias, merasa senang.


beda dengan Lulu yang sudah mulai menunjukkan wajah tidak sukanya terhadap Asti.


"kita teman satu kampus pak"


jawab Asti.


"apa apaan kamu bilang teman, kita gak teman tapi pacar!! apa kamu malu mengakuinya?"


jawab Kevin dalam hati yang tidak senang dengan jawaban Asti.


"ngapain Kevin pergi sama dia? kan sudah aku bilang aku tidak suka dengan wanita ini. ya Tuhan kenapa dunia ini sempit sekali? kenapa aku harus bekerja dengan kakaknya..."


keluh Asti dalam hati.


"oh iya kenali dia adik saya Lulu"


ucap Alex memperkenalkan Asti dengan Lulu.


saat hendak berjabat tangan Asti malah bersikap acuh, diam membuang kan wajah nya ke arah lain.


"saya sudah mengenalnya pak"


jawab Asti spontan.


"dari mana kamu mengenal dia?"


"em,, mak, maksud saya saya pernah jumpa dengan beliau. tapi lupa dimana"


dengan sangat terpaksa Asti pun membalas jabatan tangan dari Lulu. sembari tersenyum palsu.


"baiklah, saya harap kalian bisa berteman dengan baik"


ucap Alex.


"yaudah pak, saya permisi ya pak untuk pulang. ini sudah malam, saya sangat lelah. tidak ada waktu bagi saya untuk disini berlama lama"


Asti pun meninggalkan mereka menuju lemarinya, mengambil tas dan pergi begitu saja tanpa menyapa atau tersenyum pada Kevin padahal dia berpapasan dengan Kevin saat pulang.


seperti biasa Asti menunggu taxi. namun, tiba tiba mobil yang Asti kenal pun berhenti tepat di depannya.


"naik nona, supir anda sudah siap"


ucap seorang laki laki dari dalam mobil.


Asti pun melihatnya, karena kaca jendela yang diturunkan.


"astaga,, kamu Yhanko. baiklah dengan senang hati"


jawab Asti yang masuk ke dalam mobil.


mobil tersebut pergi dengan kecepatan sedang, ternyata dari kejauhan Kevin melihat Asti yang menaiki mobil tersebut.

__ADS_1


"Vin ayo berangkat tunggu apa?"


tanya Lulu, menyadarkan Kevin dari lamunan.


"iya kak, Keysa juga sudah tidak sabar ingin main"


mobil pun pergi meninggalkan rumah sakit.


••••••••••••••


"as, Lo gak laper?"


tanya Yhanko, sembari fokus pada jalanan.


"laper sih, soalnya tadi habis nangani korban kecelakaan besar"


jawab Asti jujur sembari memegangi perutnya, yang mulai menghisap.


"baiklah, kita makan dimana?"


"terserah"


"kamu yakin? kamu aja deh yang milih. kalau aku pasti akan memilih ke restoran kemarin, atau ke tempat nasi goreng kemarin. karena yang aku tau cuma itu"


jawab Yhanko jujur.


Asti pun menatap Yhanko kesal


"apa dia cuma tau tempat yang enak itu saja! dasar orang terlalu kaya!!"


ucap Asti dalam hati.


"baiklah aku akan mengajakmu ke tempat yang enak lagi. yang murah meriah muntah seperti kemarin.kalau kita kesana lagi, pasti bapak itu sudah tutup. karena jika malam Minggu seperti ini dia sangat cepat laris"


Yhanko pun segera fokus pada jalanan dan menuruti perintah Asti sebagai pemandunya.


"kau mau mengajakku makan apalagi kali ini as?"


tanya Yhanko.


tak berapa lama pesanan mereka pun Dateng.


"ini apa?"


"ini ketoprak. tempat ku pecal. disini terkenal dengan ketoprak dan pecalnya yang sangat luar biasa enaknya"


jawab Asti sembari memakannya.


kali ini tanpa ragu Yhanko pun memakan nya.


"benar juga kata Asti, ini enak banget. bahkan rasanya kalah dengan yang ada di restoran. Asti memang sangat tau ya makanan yang enak dan yang tidak enak"


ucap Yhanko dalam hati sembari tersenyum menatap Asti yang lagi makan.


"kau benar as, ini enak banget? dari mana kau mengetahui hal hal makanan yang enak kayak gini?"


Asti tertaa sesaat.


"maaf. ini mungkin akan sedikit memalukan bagiku. tapi itulah aku. aku tau, dari teman temanku. aku suka mereview gitu, ditambah lagi aku yang suka makan"


Yhanko pun tersenyum

__ADS_1


"ternyata dia suka makan. tapi kenapa badannya tidak gemuk gemuk seperti Felli"


batin Yhanko merasa heran.


__ADS_2