Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Jenny Menyatakan Perasaannya


__ADS_3

setelah melihat kejadian kemarin jenny harus segera menyatakan perasaan nya ke Asti. di benak nya, dia tak ingin ke hilangan Asti, dia ingin Asti tau perasaan nya agar suatu hari nanti dia tidak merasa menyesal jika memang Asti tidak bersama nya.


setidaknya jenny sudah menunjukkan rasa suka nya pada Asti. hitungan di terima atau tidaknya jenny belum memikirkan nya.


yang jenny tau pasti Asti merasakan hal yang sama dengannya.


untuk menyampaikan perasaan itu tidak gampang. terlihat gampang di mata namun sulit di lakukan.


butuh waktu lama jenny mempersiapkan kata kata agar bisa menyatakan perasaan nya tanpa gugup.


hampir sebulan lebih jenny mempersiapkan nya dengan baik dan rapi namun dia masih ragu untuk menyatakan nya. entah apa yang terjadi pada pada Jenny, semakin dekat hariha yang telah di tentukan semakin membuat jenny berdegup jantungan dibuatnya.


aku harus berani,,


aku gak terima jika Asti terus menerus dekat dengan Kevin. yang tak pantas buatnya


tekad jenny dalam hati.


saat duduk di kantin jenny melihat Asti sedang bersama temannya yang lain. jenny memberikan diri untuk memanggil Asti.


"Asti!!"


teriak jenny sambil melambaikan tangan ke Asti.


Asti yang melihatnya langsung menghampiri jenny dan berpisah dari teman teman Asti yang lainnya.


"ada apa Jen?"


duduk Asti di depan jenny.


"emm,,, nanti,, malam. aku,, mau ngajak kamu keluar. boleh gak?"


gugup jenny mengatakan nya.


"emang mau kemana?"


Asti menatap mata jenny.


"emm,, adalah,, kita makan aja. kan kita jarang makan ala dinner bersama"


jenny cengengesan.


Asti yang mendengarnya merasa jijik dan tertawa melihat sikap jenny yang tumben seperti itu.


"yaudah. jam berapa kamu jemput?"


tanya Asti sambil menikmati minumannya.


"aku jemput jam jam delapan kurang. oke?"


jenny senyum genit ke Asti.


"yaudah,, biasa aja kali tuh muka"


Asti kesal dan pergi meninggalkan jenny yang masih duduk.


jenny yang melihat Asti merasa senang. dia menatap Asti penuh dengan cinta hingga Asti menghilang dari tatapan nya.


malam hari tiba


malam yang sempurna, seakan dunia menyetujui jenny untuk menyatakan rasa suka nya kepada Asti.


tampak bintang bertebaran di atas langit membuat langit penuh dengan kelap kelip yang indah, ditambah bulan yang memancarkan sinar ditengah tengah bintang, semakin menambah keindahan langit malam.


"Asti kamu mau kemana?"


tanya Jaka yang heran melihat Asti memakai stely yang tak biasa malam ini.


Asti tak menjawab nya, bahkan dia sibuk dengan ponsel dan sesekali melihat jam.


jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit.


Asti cemas, takutnya jenny tidak jadi pergi bareng dengannya.


kenapa jenny belum Dateng ya,,


gumam Asti khawatir dalam hati.


tak lama kemudian ada suara mobil dari luar rumah Asti.


Asti pun segera keluar membuka pintunya, dia mengira itu mobil jenny, dan benar saja itu adalah jenny.


jenny turun dan menghampiri Asti.


"mana orang tua mu as?"

__ADS_1


tanya jenny sesampainya.


Asti pun segera memanggil kedua orang tua nya, tak lama kemudian Asti keluar bersama kedua orang tua nya.


"eh, nak jenny. kenapa? yuk masuk yuk"


ajak mama Asti.


"gak usah om Tante. makasih jenny cuma mau minta izin buat ngajak Asti keluar om Tante"


ucap jenny meminta izin.


"mau kemana malam malam begini Jen?"


tanya ayah introgasi.


"mau ngajak Asti makan diluar om. gak lama kok om bentaran doang"


jawab jenny merasa takut.


"yaudah. hati hati ya nak Jen. ingat! besok kuliah jadi jangan pulang terlambat"


"dan satu lagi om titip anak om ke kamu, kalau kenapa kenapa telpon om aja"


lalu Asti pun menyalami kedua orang tua nya begitu juga dengan Kevin.


"iya om pasti"


Kevin jalan meninggalkan mama dan ayah Asti disana.


saat di mobil seperti biasa, Asti menghidupkan musik. dia bernyanyi begitu juga dengan jenny.


"Jen"


panggil Asti melihat jenny.


jenny yang merasa terpanggil pun menoleh ke Asti.


"kita mau kemana? tumben kamu beda malam ini?"


tanya Asti yang baru menyadari penampilan jenny malam ini berbeda.


"kan sudah ku katakan, kita akan dinner"


"apaan sih Jenn. kan cuma dinner makan malam biasa kan? jadi ngapain pakai baju seperti itu?"


tawa Asti mendengar jawaban dari jenny.


sesampainya di sana.


Asti melihat restoran tersebut sangat indah. dari penampilan luarnya saja, terlihat ini adalah restoran yang mahal.


"Jen. sebaiknya kita pulang saja deh! ini mahal"


bisik Asti ke telinga jenny.


"udah,, tenang! ikuti saja aku"


jenny menarik tangan Asti dengan lembut.


lalu Asti melihat jenny sedang berbicara dengan salah satu pelayan yang ada di sini.


selesai berbicara pelayanan tersebut seperti menunjukkan arah kepada jenny, Asti hanay mengikuti jenny pergi.


sesampainya di sana pelayan tersebut meninggal mereka berdua. terlihat dengan jelas, ini adalah tempat terindah yang pernah Asti lihat.


dia melihat jelas tempat ini sungguh sangat nyaman dan sangat romantis.


tempat tersebut dihiasi bunga bunga berwarna merah dan putih bertaburan dimana mana, tersusun dengan rapi tampak indah di lihat.


ditambah dengan lilin yang indah dan pemandangan lampu kelap kelip yang sangat menambah nuansa ke romantis.


tak lama kemudian Asti melihat jenny sedikit menarik bangku dan mempersilahkan Asti untuk duduk di situ.


Asti pun dnegan senang hati duduk di bangku tersebut.


"wah,,, ini indah banget. tau dari mana tempat seindah ini?"


tanya Asti antusias.


jenny hanya tersenyum.


"kamu suka dengan tempat nya?"


Asti hanya mengangguk sambil tersenyum dengan manis.

__ADS_1


lalu tak lama kemudian pelayanan Dateng membawa kan makanan pesanan yang telah di pesan dan di siapkan oleh jenny.


setelah pelayanan pergi mereka berdua menikmati makanannya.


"wah,, makanannya juga gak kalah jauh enaknya dari tempat nya yang indah ini. biasanya kan ada restoran yang hanya memikirkan ke indahan nya saja dari pada cita rasa nya"


Asti memuji restoran ini.


"oh iya, kamu ngajak aku ke sini. ada apa?"


tanya Asti heran.


karena dia tau bahwa jenny bukanlah orang yang seperti ini.


jenny yang mendengarnya sedikit tersedak dan langsung meminum minuman yang telah dipesan.


"kamu gapapa?"


tanya Asti khawatir.


"iya aku gapapa. I am okey"


jawab jenny.


jenny pun mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkan nya perlahan, Jujur dia deg degan tak menentu tapi tujuannya kesini adalah ingin menyatakan perasaan nya, dia tidak boleh lupa itu.


jenny perlahan memegang kedua tangan Asti. Asti yang melihat aksi jenny merasa risih.


"kamu kenapa sih Jen?"


tapi jenny mala menatap mata Asti dalam dalam, membuat Asti tidak nyaman.


Asti semakin merasa ada yang salah dari nya.


"baiklah, kamu ingin tau kan alasan aku membawa mu kesini?"


Asti mengangguk menatap jenny serius.


"aku gak tau harus dari mana as, aku gak tau apakah kamu menerima atau tidak. jujur aku masih ragu tapi aku harus mengatakannya. aku gak mau jika aku nantinya akan menyesal"


Asti yang mendengar kata kata jenny, tampak masih bingung dan tidak paham. namun hatinya merasa tidak enak.


"yaudah katakan langsung saja"


"Asti, aku harap jika nanti aku mengatakannya kamu harus janji bahwa ini tidak akan mempengaruhi hubungan pertemanan kita. janji?"


Asti mengangguk.


"baiklah. jujur aku gak tau harus dari mana, yang jelas semenjak aku kenal kamu aku merasa senang bahkan aku merasa bahagia. intinya gini, aku suka sama kamu as? aku ingin kamu membalas rasa suka ku. tapi aku gak mau memaksakan dirimu"


Asti yang mendengarnya seperti terkena samber geledek.


mana mungkin jenny yang selama ini Asti anggap teman biasa bisa suka dengan nya.


"aku tau, kita hanya teman. tapi rasa ini Dateng dengan sendirinya. aku menyadari nya semenjak kamu dekat dengan laki laki kasar itu. tapi ingat! aku gak memaksamu untuk menerimanya, aku cuma ingin mengungkapkan apa yang aku rasa kan agar aku tidak menyesal nantinya jika kau tidak bersama ku. semua pilihan ada di tanganmu, aku mohon setelah ini jangan sampai hubungan pertemanan kita menjadi imbasnya"


jelas jenny.


"Jen, kau tau aku hanya menganggap mu sebagai teman gak lebih. kau tau, aku menjauhi pergaulan dengan laki laki karena aku gak ingin pacaran. tapi kenapa kau harus melihat rasa dalam pertemanan ini?"


tanya Asti perlahan menolak jenny.


"rasa ini gak bisa dihentikan as,, dia Dateng dengan sendirinya. aku gak salah kan as?"


"kamu gak salah, aku yang salah. aku sudah menutup hatiku buat para lelaki. tapi kenapa kau tidak bisa menahan rasa nya sampai diwaktu yang tepat nanti? kamu tau kan setiap aksi ada reaksi? aku gak tau dan gak bisa jamin Jen, apakah hubungan pertemanan kita akan terpengaruh atau tidak"


jawab Asti pasrah.


"jangan gitu dong as,, kamu tolak aku gapapa. anggap saja ini gak ada"


"aku janji tidak akan melibatkan kembali rasa itu dalam pertemanan kita nantinya. janji? lagian kamu juga sudah janji?"


bujuk jenny.


"baik lah, tapi aku minta maaf Jen. aku gak bisa menerima kamu, aku sudah berpegang teguh pada pendirian ku. jika aku melanggar nya berarti aku bukan orang yang dapat dipercaya.


dan ya, aku janji ini semua tidak akan berpengaruh pada pertemanan kita"


senyum Asti membuat jenny lega.


"as,, terima kasih. setidaknya sekarang aku sudah puas, sudah bisa menyampaikan isi hatiku. oh iya, jika suatu hari nanti kamu butuh sandaran atau tempat curhat aku siap jadi pendengar mu dan penopang mu"


senyum jenny menatap Asti.


Asti pun tersenyum dia menghapus air matanya.

__ADS_1


__ADS_2