Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Perdebatan Kevin dan asti


__ADS_3

perdebatan di antara mereka pun tak terelakkan lagi.


"Vin, aku bersikap seperti itu karena kamu!!"


"kenapa karena aku?"


tanya Kevin yang tidak terima.


"kamu tanya kenapa? masih gak sadar sama apa yang kamu lakukan sepannjang perjalanan tadi?"


jawab Asti penuh penekanan.


Kevin terdiam.


"oke aku jawab!! kamu sadar gak sih ngacangi aku sepanjang perjalanan tadi? kamu sadar gak sih aku berulang kali minta izin denganmu? sadar gak sih aku bertanya dengan mu? gak sadar Vin?"


bentak Asti yang kesal.


Kevin masih diam.


"kamu gak sadar kan karena sikap mu itu mampu membuat seorang wanita terluka? terserah Vin kau menganggap ku drama queen atau tidak terserah. tapi nyata nya begitu Vin"


lanjut Asti kali ini dengan nada yang lembut.


"lalu kenapa kamu tidak menegur ku jika itu menyakiti mu?"


"jelas aku tidak akan menegur mu Vin. mana mungkin aku mempermalukan diri ku dan pasangan ku di depan orang banyak? mana mungkin aku menegur mu di depan orang nya langsung? akan berfikir apa orang tersebut jika aku menegur mu?"


jawab Asti sembari tersenyum tipis, karena mendengar pertanyaan yang bodoh.


"ya, seharusnya kamu tegur aja aku! kenapa harus memikirkan tentang orang lain as?"


"Vin gimana bisa aku gak memikirkan perasaan orang lain. sementara aku, sering berinteraksi dengan orang lain. sementara aku, mungkin akan membutuhkannya suatu hari nanti? lebih baik di pendam kan dari pada di ungkapkan namun menyayat hati orang lain?"


kali ini air mata sudah membasahi pipinya.


"apa kata orang Vin? jika aku menegur mu didepan mereka? pasti mereka akan mengatakan, oh ternyata Asti posesif ya, ternyata Asti cemburu tingkat dewa ya, kenapa laki laki ganteng seperti Kevin mau sama perempuan yang seposesif Asti?. nama ku yang akan jelek Vin"


kali ini Kevin pun segera merangkul Asti, dia menarukan kepalanya di bahu Kevin dan berusaha menenangkan Asti.


"yaudah, aku minta maaf ya? aku gak tau jika tanpa sengaja aku telah membuat mu sakit hati, iya ini salah ku. lain kali aku mau kamu jujur kepada seperti ini! dan aku janji lain kali aku gak akan pernah melakukan hal yang sama lagi dengan mu"


ucap Kevin meminta maaf kepada Asti.

__ADS_1


"ya kalau kamu melakukan nya lagi berarti kamu itu bodoh!! masih banyak kesalahan yang belum kamu perbuat, kenapa harus memilih kesalahan yang sama?"


jawab Asti yang merasa kesal.


namun, rasa kesal yang di keluarkan Asti. justru s membuat Kevin sangat bahagia, setelah sekian lama dia tidak pernah lagi melihat wajah gemes dari pacarnya ini.


"kamu itu, sedih aja masih bisa ngelucu!! gimana kalau bahagianya?"


ucapan Kevin mampu membuat senyum yang manis milik Asti keluar dengan ikhlas tanpa di paksa.


"Vin!"


"apa?"


jangan Kevin menoleh ke Asti.


"aku mau kamu blok nomor dia!!"


"ternyata pacar aku yang terlihat cuek juga pencemburu?"


usil Kevin.


"terserah ah!!"


jawab Asti yang mulai kesal.


awalnya Asti menolak untuk berhadapan dengan Kevin, namun akhirnya tenaga dia kalah dengan Kevin dan membuatnya menghadap Kevin.


tanpa sadar kedua mata mereka saling tatap tatapan, semakin lama Kevin menatap Asti, semakin jelas Kevin melihat masa depannya dengan Asti.


Asti pun yang sadar seketika langsung berpura-pura batuk, membuat Kevin terbangun dari tatapan nya.


"sini dengerin aku! aku gak akan mungkin ngblok nomor dia as? dia adalah teman ku. tapi aku akan janji pada mu bahwa jika dia tidak ada keperluan denganku maka aku tidak akan mengechatnya ataupun memebalas chat nya"


lagi dan lagi kedua mata mereka saling bertatapan, namun hanya selang beberapa detik.


"terserah, itu hak kamu! lagian aku juga bukan siapa siapa kamu kan? kenapa aku harus ngelarang kamu?"


ucap Asti santai.


Kevin yang mendengar nya merasa sangat marah.


"kenapa kamu mengatakan itu? kamu akan jadi milik Kevin selamanya! hanya ada satu yang bisa memisahkan kita berdua! hanya maut!!"

__ADS_1


"Vin kita gak ada yang tau kan nasib kita kedepannya gimana?"


tanya Asti, yang tidak ingin berekspetasi tinggi.


"as, kalau dulu aku memaksa mu untuk pacaran. kali ini aku tanya pada mu, apakah kau benar benar menyukai ku sebagai lawan jenis mu? apakah kau mencintai ku?"


pertanyaan Kevin mampu membuat Asti terdiam ke Kikukan, karena tak mengerti harus menjawab apa.


"Vin,,


"as, pertanyaan itu sederhana bukan? maka jawab lah"


sambar Kevin yang memotong pembicaraan Asti.


"apakah aku harus mengatakan nya lagi kepada mu Vin? sementara kau sidah tau gimana perasaan ku sekarang?"


tanya Asti balik.


"perlu as, karena di dalam dirimu masih ada ketidak percayaan mu kepada ku. walaupun itu sedikit"


jawab Kevin serius.


"Vin, aku adalah remaja yang berbeda dengan remaja pada umumnya. bukan aku tidak ingin terbuka, dulu aku pernah welcome sama orang namun aku sering sekali mendapatkan kekecewaan pengkhianatan dari orang tersebut. sampai pada akhirnya, aku menutup diri"


ucap Asti sembari memilih kata kata yang tepat.


"lalu, tiba tiba dateng kamu dalam hidupku. kau memperkenalkan sisi lain dari dunia ini, aku yang sudah terkungkung lama bagaimana bisa mempercayai mu begitu cepat? aku ingin seperti remaja lainnya Vin, ingin sangat ingin!! namun entah kenapa rasa kecewa itu Dateng memperingatkan ku"


lanjut Asti.


"aku masih terperangkap Vin, disini"


Asti menunjukkan dada nya, perlahan air mata menetes lagi.


"aku minta maaf Vin, aku tidak pernah bisa terbuka dengan mu, aku minta maaf. aku sadar bahwa ini salah ku, tapi kepercayaan juga tidak bisa dipaksa kan Vin? sama seperti cinta? dia tumbuh dnegan sendiri nya. ini semua terjadi akibat masa lalu ku Vin. aku minta maaf"


ucap Asti di akhir kalimat, sembari menghapus air matanya perlahan.


"as, yakin dan percaya lah padaku. aku akan selalu ada untuk mu as? aku tidak akan pernah mengkhianati mu sekali pun? bahkan melihat tangisan kesedihan mu ini saja sudah membuat geram. itu artinya aku tidak bisa menjaga mu, kamu masih tersakiti. gak ada yang perlu minta maaf dalam hal ini. ini juga bukan salah mu, bukankah Tuhan yang telah menciptakan jalan hidup kita?"


ucap Kevin menyakinkan Asti, bahwa dunia akan baik saat Asti berada di sampingnya.


Kevin pun menghapus air mata yang berhasil membasahi pipi Asti dan mengecup kening Asti dengan lembut. mencoba menyakinkan Asti bahwa dia tidak akan pernah menyakiti Asti sekalipun itu.

__ADS_1


sembari mengatakan


"as, aku tidak akan memaksa mu untuk mempercayai ku. akan ku tunggu sampai kamu siap mempercayai sebagai orang spesial di hatimu".


__ADS_2