
tak terasa sudah seminggu lebih mereka berjalan bersama. kembali seperti dulu. yang selalu diantar jemput oleh Kevin. bahkan lebih dari itu, karena sekarang setiap Asti hendak kemana atau pergi dengan siapa dia harus melapor dulu ke Kevin dan meminta izin ke Kevin.
ya, mereka pacaran masih dalam batasan yang normal. namun tetap saja pacaran itu di larang dalam agama. walaupun mereka jarang berhubungan kulit, tapi tetap saja zina nya ada yang tuh zina hati dan mata.
selama seminggu juga Alex sudah membuat rencana demi rencana untuk membuat mereka berpisah. namun, setiap rencana yang ia lakukan sama sekali tidak ada hasil yang memuaskan.
"akkkkhhhhhh!!!"
kesal Alex sembari mengobrak ngabrikkan meja kerjanya, membuat barang barang yang di meja berjatuhan di lantai.
"apa yang harus aku lakukan sekarang!!! agar Asti menjadi milikku!!!!"
tanya Alex pada dirinya sendiri yang masih dengan amarahnya.
Alex pun berfikir, dengan hal hal yang jahat nya. hanya dia lah yang tahu apa yang ia pikirkan.
"tapi,,, jika aku melakukan itu, bagaimana cara ku untuk mengajaknya?"
tanya Alex pada diri sendiri.
ya, selama seminggu ini, asti sangat menjaga jarak nya kepada pak Alex. bahkan, itu dapat terlihat jelas oleh para perawat lainnya. yang selama ini menggoda Asti dan pak Alex.
tidak itu saja, bahkan Asti pun pernah menolak untuk diajak makan atau sekedar ngobrol di taman. perubahan sikap Asti mampu membuat Alex frustasi.
jika Alex terus berusaha memikirkan gimana caranya agar bisa membuat hubungan Asti dan Kevin hancur, lalu menjadikan Asti miliknya selamanya. beda lagi dengan dua orang yang berada di dalam mobil yang diiringi dengan musik kesukaan mereka.
ya hari ini, dia akan pergi bersama Kevin menuju rumah Billy. malam ini Billy akan melakukan pertunangan nya dengan dini teman Asti.
"jodoh gak ada yang tau ya"
ucap Asti memecahkan keheningan.
Kevin menoleh ke arah Asti.
"gak ku sangka bahwa dini teman ku akan menikahi sahabat mu Vin! bahkan aku gak pernah menyangka bahwa dini bisa bertahan dengan Billy hingga sekarang"
"memang kenapa dengan dini? apakah..
belum sempat Kevin habis bicara Asti mala sudah memotongnya
"Vin, kau tau dulu itu dini selalu gonta ganti pasangan! bahkan aku saja sampai pening jika dia sudah bercerita tentang setiap pacarnya. karena saat bercerita dia selalu membahas pacar yang berbeda. dan kau tau dulu itu paling lama dini bertahan menjalin hubungan hanya dua atau tiga bulan"
"oh ya?"
tanya Kevin kaget, menoleh ke arah Asti. lalu kembali fokus pada jalanan luar.
"iya, aku saja pening menemaninya tiap malam Minggu untuk berjumpa dengan pacar nya. selalu saja beda laki lakinya. tapi, sekarang aku gak nyangka bahwa dini bisa serius juga dengan satu orang bahkan dia sampai akan menikah dengannya"
tawa Asti ketika mengingat masa masa itu.
"dia belum menikah tapi masih tunangan"
protes Kevin.
"iya sama aja. setelah tunangan dia akan menikah kan dengan Billy?"
jawab Asti yang tak ingin mengalah.
Kevin menggelengkan kepalanya melihat Asti yang keras kepala
"terserah kamu"
__ADS_1
mendengar ucapan Kevin, membuat Asti tertawa karena sebenarnya ia tahu jika ia salah namun Asti memiliki gengsi yang tidak mau disalahkan.
••••••••••••••••••
"masuk pak Eko!!!!"
teriak semua orang ketika sudah memasuki acara sakralnya.
yaitu memasangkan cincin di jari manis kedua mempelai nya.
semua orang sangat senang dan bahagia melihat acara resepsi sakralnya di jalankan dengan sukses tanpa hambatan.
setalah acara sakral, dilanjutkan acara dansa bersama pasangannya. Asti yang memang tidak bisa hanya diam mematung di dekat tumpukan makanan dan cemilan yang telah di sediakan di meja.
sedangkan Kevin, yang masih sibuk dengan teman temannya. ya, acara sakral dini dan Billy memang lah hanya di datengi oleh teman teman dekat Billy saja. namun walaupun begitu tetap saja ramai, karena Billy memiliki banyak teman dekat.
setelah selesai, Kevin pun menghampiri Asti yang termenung disana.
"kau tidak ingin berdansa?"
tanya Kevin, membuat Asti sedikit terkejut.
"sejak kapan kau disini?"
tanya Asti balik.
"sejak tadi"
jawab Kevin kesal.
"apakah kau tidak ingin berdansa?"
tanya kembali Kevin.
"aku tidak pandai berdansa"
"aku akan mengajarimu"
ajak Kevin meraih tangan Asti.
"enggak kev, gak boleh bukan muhrim!!"
tolak Asti, dan melepaskan tangannya perlahan.
"baiklah, kalau begitu aku akan tetap di samping mu. menemani mu disini melihat pemandangan sekitar"
jawab Kevin sembari tersenyum kepada Asti.
kali ini mata mereka saling tatap satu sama lain dengan lekatnya.
"Asti!!"
jerit dini, menghampiri Asti.
Asti dan Kevin kaget mendengar teriakan dini.
"eh dini"
mereka pun saling berpelukan satu sama lain dengan erat dan kesenangan yang luar biasa. sedangkan Billy dan Kevin hanya menatap meeka berdua.
"yeay!! selamat nih ye!! udah tunangan.. bentar lagi udah sah nih jadi suami istri!! kan sudah kubilang dari awal, pasti kau yang akan membuka lapak untuk nikah duluan di antara teman teman kita"
__ADS_1
goda Asti sembari tertawa melihat ekspresi wajah dini yang merah merona.
"Asti?? setelah ini pasti kau yang akan menyusul...
"Kevin!! kapan kau akan ajak teman ku ini serius!!! ayo cepat nikahi dia, sebelum dia diambil orang!"
ucap dini yang menoleh ke arah Kevin.
Asti mencubit perut dini, membuat dini meringis kesakitan.
"akan ada saat nya, aku lagi mempersiapkan nya Din!! tenang saja"
jawab Kevin, membuat Asti tersipu malu di sana.
dini yang puas pun menertawakan temannya yang sekarang merasa malu yang bukan main.
"hei, kalian kumpul disini tidak mengajak ku kah?"
tanya Clara yang tiba tiba dateng dengan wajah yang kesal.
"bukan gitu Ra? Lo kan punya suami sekarang, jadi..
"tapi aku tetap sahabat kalian ingat itu!!!"
jawab Clara yang memotong ucapan Kevin.
"iya iya, sini biar ku peluk"
jawab Billy bergurau.
"enak aja lo bil!! gue udah bersuami!! mana boleh kayak gitu lagi!!"
jawab Clara makin kesal.
dini dan Asti begitu juga dengan kedua laki laki itu pun tertawa melihat ekspresi wajah Clara yang kesal.
"sudah sudah! jangan mengganggu kakak ipar ku ya? enak saja kalian mengganggu nya. dia hanya bisa di peluk untuk ku dan abang ku"
ucap Asti menengahi nya.
Clara pun menghampiri Asti dan memeluk Asti dan juga dini dengan erat.
"selamat ya Din.. kalau nanti Billy macam macam, atau dia nyakitin kamu. bilang sama aku, akan ku patahkan miliknya dan kuberi pada bebek yang sedang kelaparan"
ucap Clara menatap sinis Billy.
"mana mungkin dia akan mengadu pada mu? sedangkan milik ku saja sangat berharga baginya. jika tidak ada milikku maka apa gunanya miliknya"
jawab Billy tak mau kalah.
Asti yang mulai berfikiran negatif, langsung menggeleng kan kepalanya dan menutup telinganya.
"kalian bicara apa sih!! aku masih polos nih, gak mau telingaku ini ternodai dengan ucapan ucapan kalian!!"
ucap Asti yang masih menutup telinganya.
semua tertawa melihat tingkah Asti.
"kau akan tau nanti as. Vin, ingat kasih tau dia nanti setelah halal"
jawab Billy menggoda.
__ADS_1
Kevin hanya menggelengkan kepalanya.