Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Persiapan Wisuda


__ADS_3

sudah hampir lima bulan lebih Asti kuliah di universitas favorit nya. banyak perjalanan dan proses yang Asti lalui.


mulai dari tugas tugas kuliah yang menumpuk dan tugas praktek.


masih awal awal kuliah Asti banyak mendapat kan tugas membuat Asti sangat lelah.


sebenarnya, mungkin. Asti belum terbiasa, dia melakukan nya agar bisa mendapatkan nilai IPK yang bagus dan memuaskan bagi dirinya dan orang tua.


bersamaan dengan itu, ternyata abangnya Asti yaitu Jaka sudah mau mendapatkan sarjananya.


saat ini Jaka menghadapi sidang akhir, jujur Jaka sangat deg degan. karena ini merupakan babak penentuan baginya, apakah dia lulus dan mendapatkan gelar nya atau mala dia harus mengulang kembali.


selesai sidang, betapa senangnya Jaka saat dia dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar nya. yang dulu nama dia adalah Jaka Pratama Syahputra kini ada tambahan di belakang namanya yaitu menjadi Jaka Pratama Syahputra S.M


kebetulan Jaka mengambil sarjana manajemen. sengaja Jaka mengambilnya, karena Jaka suka dnegan hal hal yang berbau bisnis atau perdagangan.


••••


"ma,, yah,, Jaka lulus ma!!"


teriak Jaka kuat kuat, membuat seluruh rumah keluar dan mengucapkan selamat pada Jaka.


"Alhamdulillah,,, kamu beneran lulus Jak!"


mama tidak percaya.


"iya ma,,"


Jaka memeluk mama sambil tertawa gembira. tak terasa air mata menetes membasahi pipi mama.


"Alhamdulillah,, kamu hebat Jak. gak sia sia selama ini"


bangga ayah kepada Jaka, sambil menepuk-nepuk bahu Jaka dan memeluk Jaka.


"bang selamat ya, ke sukses mu sudah di depan mata"


Asti mengucapkan selamat pada abangnya Jaka.


Jaka pun mencium kening Asti dengan lembut.


"sekarang tinggal aku, yang harus mengejar nya. doain aku ya bang"


senyum Jaka melihat adiknya.


"pasti"


jawab jaka memberikan semangat buat adik nya Asti.


"Abang, reysa ikut senang. selamat abangku yang ganteng. yeah,,"


reysa memeluk Jaka dengan erat, Jaka pun membalasnya dengan hangat.


"bang jika nanti Abang kerja, tolong jangan pernah abaikan adik adik mu ini ya bang? walaupun kamu sesibuk apapun itu"


ucap Asti yang tiba tiba takut Jaka akan mengabaikan mereka berdua.


"iya Abang janji, sesibuk apapun sekaya apapun Abang. abang gak akan pernah mengabaikan adik adik Abang ini. justru Abang akan biayai kalian jika kalian ingin sesuatu bilanglah, maka Abang akan wujud kan. karena uang Abang akan menjadi uang kalian untuk selamanya"


jawab Jaka dengan senyuman sembari mengacak ngacak rambut adik adiknya, membuat mereka kesal.


"yaudah yaudah... ini kan moment yang snagat berharga. jarang terjadi, ada baiknya kita selfie dulu"


Asti pun segera mengeluarkan hpnya dan memegang camera nya.

__ADS_1


banyak gaya dan foto yang mereka buat, membuat mereka sangat senang.


"baiklah, kalau begitu kita akan mempersiapkan wisuda Jaka"


ide mama.


"emm,, pasti lah ma"


jawab Asti tertawa senang.


"oke, kita akan belanja hari ini. awal yang baru untuk Jaka, maka baju yang baru harus kita pakai"


ajak ayah dengan antusias.


"ayo"


reysa berlari keluar karena dia sudah tidak sabar.


"Asti, ayo siap siap kita akan pergi"


perintah mama.


•••


saat diperjalanan.


"ma warna baju apa yang akan kita pakai?"


tanya reysa.


"emm,, entah lah. kita lihat aja nanti disana"


jawab mama mengelus rambut reysa.


saat sampai di Mall.


kalau tadi mereka masih kecil, mungkin banyak dijual. tapi kini mereka sudah besar, agak susah nyariknya. ada baju yang cantik namun tidak ada ukuran reysa, ada baju yang lengkap ukuran nya namun beda warna.


akhirnya mereka memutuskan ke salah satu toko baju. dan ternyata disitu ada baju yang warnanya sama lengkap dengan ukuran nya.


mereka pun segera membayar baju mereka. kini tinggal baju kedua laki laki tersebut, tak susah untuk mencari baju kemeja laki laki yang sama.


dalam beberapa menit saja sudah dapat.


baju yang mereka pilih kali ini adalah baju berwarna coklat yang nampak elegan dan indah.


baju gamis nya, berbrokat namun beda model.


lalu untuk baju laki laki nya hanya baju batik panjang, agar nampak berwibawa.


setelah selesai pilih pilih baju, mereka merasa lelah.


"ma,, beli es krim"


pinta reysa.


mama pun mengeluarkan uangnya dan memberikan nya pada Asti.


lalu Asti dan reysa pergi membeli es krim.


"ayo kita makan, baru pulang"


ajak ayah.

__ADS_1


mereka semua pun pergi meninggalkan reysa dan Asti yang masih membeli es krim.


setelah selesai Asti beli, Asti dan reysa kembali ketempat mereka berkumpul tadi.


namun saat sampai Asti tidak melihat mama dan ayah nya di situ.


reysa pun merasa takut, karena reysa takut Asti mencoba menenangkan reysa.


padahal, Asti sendiri juga takut.


tak lama kemudian Asti dapat pesan dari Jaka.


"as, kami nunggu di chicken Kentucky tempat langganan kita biasa"


Asti pun segera mengajak reysa dan pergi menuju ke chicken Kentucky tanpa menjelaskan apapun pada reysa.


reysa yang mengikuti nya hanya diam dan tetap berjalan.


sesampainya di sana, Asti langsung mencari mama dan ayah. ternyata Asti menemukan nya, ia pun langsung mendekati nya.


"astaga,, mama. kenapa gak nunggu sih!"


"maaf sayang, ayahmu sudah laper. jadi duluan deh"


jawab mama melihat Asti sungguh sangat marah.


"yaudah sekarang duduk dan makanlah"


mama Asti menarik tangan Asti untuk duduk dan diikuti dengan reysa.


reysa duduk lalu langsung memakannya, sedangkan Asti masih melihat lihat ayamnya.


"Asti! makanlah mama tau kamu gak bisa ada tulangnya. itu semua sudah daging"


Asti pun langsung memakannya dengan lahap.


namun, Asti melihat abangnya Jaka sibuk dengan hp nya. dia seperti sedang menunggu balasan dari seseorang.


"bang, kamu kenapa?"


tanya Asti melihat sikap abangnya, lalu Jaka yang merasa terpanggil menoleh ke Asti.


"oo enggak. ini loh Abang lagi coba telpon kak Clara"


"astaga Abang,, aku kira apa. tenang saja kak Clara gak kenapa Napa kok bang"


ejek Asti sambil tertawa.


Jaka yang melihat Asti merasa kesal.


karena Asti, Jaka di ketawain sama mama dan ayah.


"lagian kan bang kamu sama kami, masak masih mikirin kak Clara. cie,, cie,,,"


ejek reysa lagi.


Jaka pun hanya cengengesan.


"bukan gitu Rey,, Abang cuma mau ngabarin sama kak Clara kalau Abang sudah lulus. dan seminggu lagi acara wisuda nya. wajar dong? dia harus tau.


lagian kan Kakak Clara juga sama dengan Abang. seharusnya dia juga sudah lulus sama kayak Abang"


jelas Jaka pelan.

__ADS_1


"iya iya yang perhatian, tapi tetap aja intinya Abang khawatir sama kak Clara"


sindir Asti.


__ADS_2