
setelah kejadian kemarin, Asti dan Hendrik pun semakin hari semakin dekat.
hubungan Asti dan Kevin justru mala bertambah renggang. sejak kejadian di mobil, entah kenapa Asti merasa ingin jauh dan pergi untuk sesaat dari Kevin.
sudah ada seminggu lebih, Asti tidak ada kabar. Kevin sudah mencoba berulang kali untuk menghubungi Asti, tapi tak ada jawaban dari Asti.
Kevin semakin khawatir, takut Asti kenapa Napa. rasa takut mulai menghantuinya, Kevin takut Asti berpaling dari nya.
Kevin takut Asti akan pergi meninggalkannya.
berulang kali pikiran negatif terus menghampiri Kevin, hingga Kevin mencampakkan hp nya ke ranjang.
bagaimana ini, aku chat dia chat ku gak dibalas. telpon gak di angkat,,
kenapa dengan Asti? kenapa sikapnya berubah? apa salahku? aku harus bicara sama dia. besok aku harus bertemu dengan dia Giman pun cara nya.
gumam Kevin dalam hati.
pagi hari tiba, Kevin segera bergegas untuk pergi. kali ini dia berangkat memang agak pagi. agar bisa menjemput Asti.
Kevin pun segera bergegas, memakan sarapannya dengan cepat dan terburu buru lalu pergi ke bagasi dan menghidupkan mesin mobilnya.
dia pun siap berangkat memecah jalan.
Kevin memang sengaja tidak memberitahu kan Asti bahwa dia akan menjemput Asti pagi ini. Kevin sengaja, karena memang Kevin anggap ini adalah kejutan bagi Asti.
sesampainya di depan pintu gerbang rumah Asti.
Kevin turun dan masuk ke dalam rumah, Kevin mengetuk pintu rumah Asti.
tok,,tok,,,tok,,
suara ketukan di pagi hari terdengar, mama Asti yang mendengarnya langsung bergegas membuka pintu depan rumah.
namun mama Asti masih merasa heran, kenapa pagi pagi begini ada orang yang mengunjungi rumahnya.
karena hampir seminggu ini dia sudah terbiasa dengan keheningan di pagi hari.
saat membuka pintu ia melihat Kevin yang sedang berdiri. mama Asti pun menyambut Kevin dan mempersilahkan Kevin untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
"eh, nak Kevin. sabar ya Asti masih siap siap"
ucap mama Asti.
Kevin pun tersenyum dan mengangguk.
"kok Tante udah jarang ya lihat kamu gak jemput Asti? kata Asti kamu sibuk magang ya?"
tanya mama Asti.
"oo i iya Tante"
jawab Kevin gugup. dia takut kalau mama Asti tau bahwa hubungan mereka sedang tidak baik. jadi dia terpaksa berbohong.
"ma,, Asti,,,"
ucapan Asti terputus ketika melihat Kevin yang duduk di sofa ruang tamu.
"kamu pergi sama Kevin kan?"
tanya mama Asti.
Asti pun langsung mengangguk.
aduh kenapa Kevin mala Dateng sih jemput aku!!
__ADS_1
kesal Asti sambil berjalan ke luar memakai sepatu.
Kevin pun membuntuti Asti dari belakang, setelah selesai memakai sepatu Kevin dan Asti pun pergi meninggalkan rumah.
dari depan rumah hingga setengah perjalanan Asti diam tidak bicara sama sekali. Kevin bolak balik melihat Asti namun Asti seperti acu tak acu.
Kevin pun bertanya kepada Asti
"kamu kenapa?"
Asti menoleh ke arah Kevin.
"gapapa"
jawab Asti singkat.
"gak papa gimana? kalau gapapa kenapa pesan ku cuma kamu baca doang? kenapa aku telpon kamu, kamu gak angkat? padahal kamu online"
pertanyaan Kevin begitu banyak hingga Asti tidak ingin mendengar nya.
"Asti?"
panggil Kevin pelan.
Asti menoleh dengan malas dan menarik nafas dalam-dalam.
"kamu kenapa jemput aku?"
pertanyaan Asti membuat Kevin terkejut.
"kenapa kamu bertanya seperti itu? aku kan pacar kamu? lagian kan aku juga sudah terbiasa menjemput kamu bukan?"
ucap Kevin.
Asti terdiam.
lanjut Kevin.
Asti masih diam, akhirnya Kevin pun memutuskan untuk diam juga. karena dia takut ini akan bermasalah sama hubungan mereka.
"o iya. kev, aku nanti gak pulang bareng sama kamu. aku mau jumpaan sama sahabat ku"
"yaudah aku anterin aja"
"gak perlu"
jawab Asti singkat.
tiba tiba Kevin memberhentikan mobilnya, membuat Asti merasa heran kenapa Kevin berhenti mendadak seperti ini di tengah jalan.
"kenapa kita berhenti!"
ucap Asti.
Kevin pun tidak menghiraukan pertanyaan Asti. Kevin turun dari mobil dan duduk di depan mobil.
Asti yang melihat Kevin merasa kesal, dia pun memutuskan untuk keluar dari mobil.
"ayo nanti kita terlambat!"
perintah Asti.
Kevin masih diam.
"Kevin!! kamu denger gak sih aku bilang apa!"
__ADS_1
Kevin pun menoleh ke arah Asti dengan wajah yang datar seperti tidak dengar apa apa.
"kev,,, jangan gini lah,,"
Asti merengek.
"sekarang kamu tau kan rasa nya di cuekin itu gimana?"
tanya Kevin tiba tiba.
"kalau gak mau di cuekin jangan suka cuekin orang"
lanjut Kevin.
Asti hanya diam.
"sekarang jawab pertanyaan ku. kenapa kamu gak balas chatan ku? kenapa gak ngasih kabar selama seminggu?"
Asti pun menjawab.
"iya maaf, aku hanay butuh waktu untuk sendiri"
Kevin pun yang mendengar langsung memegang tangan Asti dengan lembut.
"kamu bosen sama hubungan ini?"
tanya Kevin menatap dalam mata Asti.
"enggak, aku gak bosen. tapi,, aku hanya butuh waktu untuk sendiri. saat ini aku lagi mencoba untuk bangkit,,,"
ucapan Asti mendapat kan pelukan dari Kevin dengan hangat. Asti pun membalas pelukan tersebut.
"yaudah,, tapi aku mohon tolong kabarin aku tentang kamu, walaupun hanya sekali sehari"
pinta Kevin lembut.
Asti pun tersenyum menatap Kevin. Asti sangat bersyukur bisa dipertemukan oleh orang sebaik Kevin, bahkan dia bersyukur sangat karena selain itu Kevin juga sangat mengerti dia.
sikapnya yang dewasa membuat Asti aman dan nyaman.
walaupun Asti sadar bahwa sikapnya masih kekanak-kanakan, namun Kevin bisa menerima Asti dengan terbuka.
"yaudah, aku sudah terlambat. tanggung jawab untuk antar kan aku ke kampus"
ucap Asti melepas pelukannya dan menatap Kevin.
Kevin yang mendengar nya tersenyum, dan mengelus elus kepala Asti dengan lembut.
••••
mereka pun sampai di kampus, kali ini Asti dan Kevin berjalan berdampingan.
Kevin menggenggam tangan Asti dengan erat, memberikan Asti keberanian saat melihat mahasiswa lain membicarakan tentang asti.
"tenang lah aku ada disini jangan terlalu takut"
ucap Kevin menatap Asti.
Kevin pun mengantarkan Asti sampai depan pintu ruangan kelasnya.
tak terasa pelajaran hari ini cepat berlalu, Asti pun langsung segera bergegas keluar ruangan. dia segera pergi ke depan pintu gerbang kampus.
tak lama kemudian tampak seorang laki laki menghampiri nya.
Asti pun pergi bersama nya menggunakan taxi online, yang memang sudah di pesan Asti dari tadi.
__ADS_1
agar nantinya saat pergi Asti tidak terlalu menunggu taxi nya datang.
mereka pun naik dan masuk ke dalam taxi tersebut, lalu taxi tersebut membawa mereka ke tempat tujuan mereka