
Sesampainya asti di kampus
Asti kaget dengan kedatengan Kevin yang muncul tiba tiba di samping nya saat Asti sedang berjalan menuju kelasnya.
"Asti!!"
panggil Kevin.
"aduh,,, astaga,, kenapa?"
jawab Asti yang kesal melihat ulah Kevin.
"katanya Clara nanti malam dia mau Dateng ke rumah kamu ya, sama keluarga nya?"
tanya Kevin penasaran.
"iya,,"
jawab Asti masih kesal.
"ngapain?"
tanya Kevin masih penasaran.
"menurut kamu ngapain? kamu kan sahabatnya pasti tau lah, dari pada aku adik pacarnya"
jawab Asti kesal.
"lagian kamu Dateng Dateng, ngagetin aku cuma karena mau nanya itu doang? aku kira mau nanya kabar aku!! ternyata kabar dia"
lanjut Asti kesal, namun di akhir kalimat Asti sengaja memelankan suaranya agar Kevin tidak dengar.
"apa!! kamu bilang apa tadi yang terakhir?"
tanya Kevin yang masih dengar dengan suara Asti di akhir kalimat.
"apa? aku gak bilang apa apa!!"
bantah Asti yang tidak ingin Kevin tau.
"kamu cemburu ya? ciee sekarang udah mulai cemburu sama sahabat ku sendiri?"
ejek Kevin yang merasa menang.
"udah ah Vin,, males bye!!!"
Asti pun meninggalkan Kevin sendirian dan bergabung dengan teman teman kuliahnya.
saat bell berbunyi yang dipikirkan Asti hanya lah pulang. karena dia tau betapa repot nya pasti mama di rumah, untuk acara nanti malam.
"as,, nongkrong dulu yuk? ngebahas topik untuk tugas kita kali ini!"
ajak Hendra.
"enggak dulu deh guess,, aku harus cepat cepat pulang,, karena dirumah ada acara dadakan. sorry.."
jawab Asti menolak ajakan teman temannya dan Asti pergi meninggalkan kelas tanpa mendengar jawaban dari temannya.
karena tadi pagi papa bersama reysa adik Asti pergi pakai mobil, begitu juga dengan Jaka yang memakai mobil. kali ini Asti harus mengalah menggunakan sepeda motor.
saat Asti Hendak pergi meninggalkan parkiran, tak sengaja Asti berpapasan sama mobil Kevin.
Kevin yang melihat Asti tertawa, namun juga sedih.
"ciee,, ada yang turun pangkat nih cie,,"
ejek Kevin kali ini dengan sengaja.
Asti yang fokus mengendarai sepeda motor nya hanya melirik Kevin dengan tatapan yang kejam.
"emang dasar ya nih cowok,,, bukannya nyemangatin ceweknya Mala buat kesal aja!! sekali jumpa pengen ngajak gelut aja nih cowok!!! dasar cowok gak perhatian!!!
ucap Asti kesal dalam hati.
"yaudah lah ibu negara,, bapak Negera mau pergi dulu ya,, Luan.. byee"
ucap Kevin sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
membuat Asti kesal dan berhenti mendadak dan mulai memukul mukul sepeda motor nya sendiri.
"ihhh dasarr cowok gak ada pengertian amat sih!!! awas aja loh ya Vin!! liat aja!!"
ucap Asti sambil maki maki menatap mobil Kevin yang semakin jauh.
sesampainya dirumah, Asti pun segera membantu ibunya di dapur.
selesai lah sampai tepat jam lima lewat sore hari. semua makanan sudah selesai dibuat dan sudah di sajikan di meja makan.
setelah selesai Asti pun pergi membereskan diri, dia pergi dan memakai baju yang cantik karena ini adalah tamu spesial bagi keluarga mereka.
tak berapa lama Kevin pulang begitu juga dengan papa dan reysa, mereka pun bergegas bersiap untuk menyambut keluarga Clara.
sampai lah tiba malamnya
keluarga Clara dateng dan masuk ke dalam rumah, disambut dengan baik oleh ahli rumah.
Clara yang dateng langsung lengket dengan Jaka, lalu Asti.
setelah duduk tanpa aba aba Asti ke dapur dan membuatkan minuman untuk keluarga Clara.
Asti membawa perlahan dari dapur ke ruang tamu.
lalu ditaruhkannya perlahan di meja tamu.
"wah,, ini anak bapak ya? saya salut dengan anak bapak. rajin, cekatan, pintar lagi.. gak salah kalau Clara bisa suka dengan anak bapak"
puji papa Clara.
semua tertawa mendengarnya, namun Asti Mala tersenyum. dalam hati Asti sangat menolak pernyataan yang diberikan papa Clara.
"belum tau aja om,, kalau sifat Abang dirumah gimana!"
"iya pak,, Jaka juga beruntung dapat Clara,, secara Clara kan dari anak yang finansial nya jauh dari kami. bukan itu aja,, Clara juga anak yang sopan, jarang ada perempuan yang seperti Clara pak"
ucap papa Asti merendahkan diri.
"ah,, gak gitu lah pak.. walaupun finansial berbeda,, tapi kan ya namanya jodoh kita gak tau pak? jujur ya pak,, saya bukan orang yang melihat seseorang dari finansial nya tapi dari hatinya pak"
jawab papa Clara.
lanjut papa Clara membuat semua tertawa.
"yaudah yuk pak,, kita kayak nya harus makan dulu nih.. yuk yuk"
ajak papa Asti ke ruang meja makan.
sesampainya di meja makan, semua orang sibuk dengan nasi dan lauknya.
lalu tak lama kemudian, semua menyantap makanan tersebut dengan nikmat
"wah,, ini masakan siapa? kalau boleh tau?"
tanya mama Clara tiba tiba, membuat ahli rumah deg degan.
"kenapa buk?"
tanya mama Asti penasaran.
"enak banget!! masakan ibu ya?"
tanya mama Clara.
"oh,, iya buk,, tapi dibantu juga kok sama anak gadis saya"
jawab mama tersenyum.
"anak gadis ibu bisa masak?"
tanya mama Clara lagi.
"iya,, bisa buk sejak masih umur 13 tahun saya selalu ajar kan dia buat belajar masak"
jawab mama.
"wah,, hebat loh kamu,, emang perempuan itu wajib harus bisa masak. jangan kayak ibu Yan gak bisa masak!!"
__ADS_1
ucap mama Clara yang salut dengan Asti.
Asti yang merasa dipuji hanya tersenyum manis.
"kalau begini bisalah ya,, Clara di ajari masak nanti? soalnya bakalan kangen nih sama masakan yang enak kayak gini?"
goda mama Clara.
Clara yang merasa dibicarakan pun menjadi malu.
"ma,,,"
"bisa Tan bisa!!"
jawab Asti dengan tegas sambil tertawa, membuat Clara semakin malu.
selesai makan, mereka pun balik lagi ke ruang tamu.
di sana tampak kedua orang tua saling mengobrol ditemani Jaka. sedangkan Clara, bergabung bersama Asti dan reysa diruang tengah.
tak berapa lama kemudian, Asti membawa makanan cemilan untuk kedua orang tua di sana. tak lupa juga untuk Clara yang duduk bersama mereka diruang tengah.
"kak,, kakak udah siap secara mental untuk jadi seorang istri?"
tanya Asti tiba tiba.
"emang kenapa?"
tanya balik Clara.
"enggak,, gak kenapa Napa. maksud aku gini loh kak! kakak kan ada waktu nih untuk mikirin lagi. jangan sampai nanti menikah Mala berantakan, kalau berantakan kan yang tersakiti kalian berdua?"
jawab Asti perlahan lahan.
"terus?"
tanya Clara yang masih tidak konek.
"ya kan,, kakak kenal bang Jaka cuma secuil di luar. bang Jaka itu beda banget loh kak kalau di depan kakak sama di rumah. bedah banget!!"
jelas Asti.
"oo itu,, tenang aja kakak udah kenal abang mu sudah lama. bahkan kakak tau dia gimana? tenang ya,, kalau kakak gak yakin Kakak gak akan ajak orang tua kakak untuk minta ke jenjang selanjutnya bukan?"
jelas Clara menyakinkan Asti.
Asti yang mendengar nya hanya tersenyum.
"oh ya gimana hubunganmu sama si kevin?"
tanya Clara.
"oh,, baik. emang sih akhir akhir ini jarang banget kontak karena satu dan lain hal"
ucap Asti apa adanya.
"serius?"
tanya Clara kaget mendengar pernyataan Asti yang tidak kontakan dengan Kevin.
"iya,, soalnya kan dua semester lagi Kevin tamat kak? jadi dia mau serius biar cepat kelar katanya!"
jawab Asti males.
"wah,, tumben tuh anak rajin. emang sih dia rajin tapi dia gak pernah gini gini amat!! dulu pas dua mau kelulusan SMA juga dia gak gini amat sama aku? pasti ada niat terselubung tuh? cak tanya sama dia niat terselubungnya itu apa?"
perintah Clara ke Asti.
"ah,, enggak lah kak. tadi pagi aja pertama kalinya cakap udah ngajak berantam!! malas ah!!"
ucap Asti kesal mengingat kejadian tadi pagi.
"yaelah as,, kayak gak tau aja si Kevin gimana? awal kamu dekat dengan dia juga karena dia sering jailin kamu? buat kamu marah?"
tawa Clara.
Asti yang mendengar perkataan Clara hanya terdiam dan memikirkan semua yang dikatakan Clara adalah benar.
__ADS_1
setelah hampir larut malam pembicaraan pun selesai dan keluarga Asti pulang dengan wajah yang bahagia.
apalagi Jaka yang sangat bahagia.