
disisi lain, berbeda dengan pasangan yang baru saja menikah. mereka sangat bahagia karena pada akhirnya perjuangan yang meeka lakukan tidak sia sia.
orang yang dijaga selama ini adalah benar benar jodohnya, yah siapa lagi kalau bukan Jaka dan Clara.
setelah acara selesai mereka langsung pergi ke rumah yang akan mereka tempati.
sesampainya di sana
Jaka dan Clara pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Jaka membuka pintu rumah perlahan, mempersilahkan Clara masuk ke rumah dan memperkenalkan kamar utama yang telah dihias Jaka sebelum nya.
saat masuk ke kamar Jaka menyuruh Clara untuk bersih bersih, mengganti pakaian nya. sedangkan Jaka pergi ke ruang dapur karena perutnya merasa kelaparan.
setelah Clara selesai bersih bersih, Clara pun keluar dari kamar mencari suaminya itu.
tampak dari kejauhan Jaka sedang berkutak Katik di sana.
Clara pun menghampiri suaminya.
"masak apa Jak? harum banget sampai keluar"
ucap Clara yang berdiri di samping Jaka.
"eh kamu,, udah siap bersih bersihnya?"
tanya Jaka.
"udah,, kamu masak apa sih? kok gak manggil aku! seharusnya kamu panggil aku saja biar aku masakin!"
ucap Clara kesal.
"sorry sorry,, maaf ya Ra,, aku udah kelaparan banget. oh iya kamu mau aku masakin?"
Jaka mala menawarkan diri.
"Jaka,, seharusnya aku yang masakin kamu bukan kamu masakin aku"
rengek Clara.
"kenapa gitu?"
tanya Jaka.
"aku sekarang adalah istri mu, apa gunanya aku sebagai istri mu kalau begitu?"
jawab Clara
"oke,, gini,, aku pernah dengar gini bahwa tugas rumah tangga itu bukan sepenuhnya tugas seorang istri. tapi itu juga tugas seorang suami, karena suami bertanggung jawab atas diri istri nya. dan aku pernah dengar juga bahwa jika istri dari kecil dirawat dan dijaga oleh seorang bibi, maka suami harus wajib mempekerjakan
seorang bibi dirumahnya. dan aku hanya melakukan itu"
jelas Jaka.
Clara yang mendengarnya merasa terharu. ternyata tanpa disadari Jaka sudah menyiapkan masakan nya bahkan dia juga sudah selesai membuat makanan untuk Clara.
__ADS_1
"ini ayo kita makan di sana"
Jaka menunjuk kearah area kolam, disana terdapat dua kursi santai dan satu meja.
mereka pun segera pergi ke sana.
sesampainya disana mereka berdua sangat menikmati masakan tersebut. walaupun hanya masak mie instan dengan telur di orak arik tapi itu sangat nikmat jika di makan di malam hari yang dingin.
biasanya pengantin baru selalu menghabiskan malam nya dikamar, namun berbeda dengan Jaka dan Clara.
mereka menghabiskan malam pertama mereka dengan diskusi tentang ke depannya gimana.
karena menjalankan sebuah pernikahan bukanlah suatu hal yang gampang. dulu, kalau pacaran bisa putus dan bisa balikan lagi. tapi sekarang menikah, putus atau bercerai bukanlah hal yang bisa di permainkan.
tidak ada kata putus dalam pernikahan yang ada adalah kata bercerai, tidak ada kata kembali dalam pernikahan yang ada kata rujuk.
dalam rujuk pun, ada syarat syarat tertentu dalam Islam, agar rujuk yang di lakukan sah.
"Ra,, sekarang kita bukanlah seorang sepasang kekasih. tapi sekarang kita adalah sepasang suami istri"
ucap Jaka pelan di tengah angin malam yang semakin dingin.
Clara mendengar ucapan Jaka.
"kita sudah menikah, bukan hanya sekedar cinta yang kucari melainkan ridho ilahi. aku kepengen kamu perlahan-lahan menutup aurat mu! tapi aku tidak memaksa kamu untuk menutup aurat mu. aku tau itu sulit, tapi aku yakin kamu pasti bisa. aku ingin istri ku hanya menunjukkan auratnya kepadaku saja tidak kepada orang lain"
pinta Jaka dengan lembut.
tolak Clara.
"aku tidak memaksa mu Ra,, aku hanya ingin kamu menutup aurat. dan itu balik lagi ke kamu mau atau tidak. aku juga tau kamu wanita karir, dalam hal karir aku tidak akan melarang mu, kamu bisa puas berkarir sepuas mu! namun alangkah lebih baiknya karir diimbangi dengan akhirat kan Ra? jadi kamu bukan hanya sukses di dunia melainkan akhirat juga?"
jelas Jaka.
"Ra,, aku bertanggung jawab atas hidup mu,, baik dunia maupun akhirat. kamu bersalah, aku juga akan kena imbalan nya di akhirat bahkan imbalan yang aku dapatkan akan lebih jauh menyakitkan dari pada imbalan yang diberikan oleh mu"
jelas Jaka lagi, Clara pun merenungkan semua perkataan Jaka.
"baik lah Jak,, aku akan berusaha. mencoba untuk menutup aurat ku, memperbaiki iman dan akhlak ku. tapi kamu harus janji akan selalu bersama ku dan mengingatkan ku juga aku nanti jauh dari kebenaran?"
ucap Clara memantapkan diri.
Jaka pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
dia memeluk Clara di dada nya dengan erat.
"satu lagi"
ucap Jaka saat Clara dalam pelukannya.
"apa?"
jawab Clara menatap Jaka dalam.
__ADS_1
"jangan panggil aku dengan sebutan nama Jaka ya,, sebut aja Abi dan aku akan menyebutmu umi, kita akan hadapin semua masalah bersama sama, memperbaiki diri bersama sama"
senyum Jaka.
Clara yang mendengarnya pun tersenyum dengan manis.
"iya Jak,, eh salah iya Abi"
ucap Clara sambil tertawa.
"yaudah yuk kita masuk, ini sudah malam besok kita harus kerja bukan?"
ucap Jaka sembari menggenggam tangan Clara dan menarik Clara ke dalam kamar.
Clara yang menatap Jaka pun mengikuti Jaka berjalan di belakangnya.
dalam hati Clara, Clara sangat bahagia memiliki pasangan seperti Jaka. bahkan menurutnya Jaka di luar dari pemikiran nya. Jaka berbeda dari yang lain.
dia bersyukur kepada Tuhan telah menjadikan Jaka sebagai imam nya, untuk membawanya ke surga nanti.
begitulah kira kira malam pertama mereka, tidak berantam di ranjang melainkan bermusyawarah di tepian kolam, sembari menikmati angin malam yang dingin.
tidak hanya itu saja, Clara juga sangat beruntung memiliki suami yang tidak banyak mau nya.
Clara kira malam ini dia akan dibuat Jaka seperti ayam panggang, ternyata tidak.
Jaka malam menjadikan dia malam ini seperti putri ratu yang sangat dijaga oleh pangeran nya.
karena jujur jika Jaka menjadikan dia malam ini seperti ayam panggang, Clara belum siap.
keesokan harinya Jaka membangunkan Clara di pagi hari tepatnya jam 5 pagi.
karena Clara yang tidak terbiasa dibangunin di jam seperti itu, membuat Clara agak kesal.
"kenapa sih!!"
bentak Clara.
"hei,, tenang,, maaf mi mengganggu mu tidur, tapi ini sudah saatnya kita sholat, yuk sholat bareng. ambil wudhu"
ucap Jaka pelan membangunkan Clara perlahan.
Clara pun bangun perlahan, dan mulai menyesali sikapnya tadi.
selesai sholat, Clara pun mencium punggung tangan suaminya tersebut.
"maaf ya bi,, umi belum terbiasa untuk semua hal ini. maaf udah bentak sama Abi?"
ucap Clara.
Jaka pun tersenyum dan berkata
"iya Abi paham kok, umi hanya belum terbiasa saja dengan hal seperti ini. tapi yakinlah bahwa pasti lama lama juga akan terbiasa tanpa Abi bangunin lagi".
__ADS_1