Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Kevin Bahagia


__ADS_3

Kevin pun dipindah kan ke dalam ruangan rawat inap setelah dokter mengatakan bahwa Kevin dinyatakan lewat dan aman dari koma.


Asti yang mendengar nya merasa bahagia, seakan semua terbayar dengan lunas.


mereka pun sekeluarga masuk ke dalam ruang inap, termaksud Asti.


mama Kevin mencium kening Kevin, dia sangat bersyukur ternyata anak nya masih diberi kesempatan untuk menjalankan hidup kembali.


"kev, giman sekarang apakah kamu sudah merasa membaik dari sebelumnya?"


tanya mama Kevin khawatir.


"ma,, tenang lah. ini semua hanya sakit dan luka biasa"


jawab Kevin becanda.


"gak lucu Kevin! kamu buat mama khawatir Vin!!"


kesal mama di ejek oleh Kevin.


"ma,, tenanglah. sekarang Kevin kan baik baik saja"


Kevin tersenyum.


"Vin, kata kan pada kakak kenapa kamu lama sekali sadar saat koma?"


tanya kak yuni


"emang selama apa kak?"


tanya Kevin kebingungan.


"selama apa?? tanya saja pada Asti!!"


ucap Yuni yang kesal.


Kevin pun menatap Asti, meminta jawaban dari Asti.


"selama,,, satu bulan"


jawab Asti pelan.


Kevin mendengar nya pun kaget.


"oo mungkin aku,, lagi pengen istirahat. wajarlah aku kurang istirahat"


"kamu??"


marah mama yang melihat Kevin bercanda lagi.


"menurut mu? kamu gak tau apa yang terjadi tadi?"


"emang apa kak?"


tanya Kevin penasaran.


Yuni pun mulai menceritakan semua nya pada Kevin, hingga selesai.


"Kevin minta maaf ya ma, pa, kak, bang telah membuat kalian sedih"


"seharusnya kamu minta maaf dan berterima kasih pada Asti"


ucap mama Kevin.


"kenapa ma?"


tanya Kevin penasaran, karena seharusnya Asti yang berterima kasih kepada nya.


mama Kevin pun mulai menceritakan semua nya, tentang Asti yang selalu jenguk tiap hari, nginap dan menjaga Kevin, murung, bercerita setiap hari pada Kevin sampai dia yang tak ingin alat alat Kevin dilepaskan.


semua di ceritakan secara detail oleh mama Kevin, membuat Asti malu karena pasalnya saat mama Kevin bercerita Kevin Mala menatap Asti genit.


heran banget deh,, ini cowok baru saja sembuh sudah langsung memasang mata genitnya saja


gumam Asti dalam hati.


"oo jadi begitu ya ma? Kevin kira Asti tidak akan pernah perhatian pada Kevin ma?"

__ADS_1


ucapan Kevin membuat mama Kevin tertawa.


"ya, enggak lah. Justru dia yang sangat memperhatikan mu sejak kamu koma kemarin"


"ma,, Kevin ingin bicara dengan Asti berdua"


pinta Kevin.


"baiklah. ayo yang lain kita tunggu di luar"


mama Kevin dan keluarga nya segera keluar dari ruangan.


Asti yang berdiri dan melihat semua nya keluar kali ini dia merasa kaku untuk mendekati Kevin.


"kemari lah"


tangan Kevin melambai lambai, Asti perlahan berjalan mendekati Kevin.


"itu benar? yang dibilang mama?"


"kenapa? kamu gak percaya dengan semua yang dibilang Tante?"


ucap Asti kesal membuang wajah nya.


"lihat aku kalau ngomong"


Asti pun kembali menatap Kevin.


"ya kalau gak percaya yaudah. itu hak kamu"


ucap Asti.


"aku percaya kok"


jawab Kevin senyum dan dibalas Asti dengan senyuman yang manis.


"kev,, kenapa kamu saat itu menyelamatkan aku"


"karena aku gak ingin orang yang aku sayangi terluka. aku yakin dan aku percaya sebelum kamu menyeberang kamu sudah lihat kanan kiri kan?"


"iya seperti yang aku bilang kemarin. saat ini kamu lagi di posisi tidak aman, ada seseorang yang ingin mencelakakan mu"


jelas Kevin, yang tiba tiba langsung teringat dengan orang suruhannya.


"tapi,, gak seharusnya kamu kayak gitu?"


"iya sih,, tapi semua sudah terjadi"


Kevin tersenyum di mengelus wajah Asti dengan lembut.


"kamu tau, saat kamu kecelakaan. aku kaget dan gak bisa mikir apapun. saat itu yang aku pikirkan adalah kamu, apalagi saat aku melihat darah mu yang berceceran di jalan"


tiba tiba Asti langsung teringat dengan kejadian saat itu, baju yang dilumuri dengan darah Kevin.


"lalu?"


tanya Kevin penasaran.


"apaan sih"


ucap Asti kesal karena Kevin mengageti nya.


"aku mau nanyak"


ucap Kevin.


"tanya apa?"


"bagaimana bisa kau percaya bahwa aku masih hidup? dan kenapa kamu tidak setuju dengan surat tersebut?"


tanya Kevin perlahan.


Asti pun malu saat ingin menjawabnya. namun menurut Asti Kevin harus tau tentang ini.


"kalau ditanya bagaimana bisa aku percaya bahwa kamu masih hidup. aku bisa percaya karena kamu adalah Kevin yang aku kenal kuat, tidak lemah, kamu adalah Kevin ku, ada banyak janji yang harus kamu tepati pada ku"


ucapan Asti membuat Kevin merasa senang.

__ADS_1


"ulang kata kata kamu.."


Kevin meminta Asti mengulangi kata tersebut, pertama Asti menolak namun Asti terus menerus dibujuk Kevin.


Asti pun berteriak keras


"kamu adalah Kevinku!!"


Kevin tertawa dan tersenyum bahagia ketika Asti mengatakan nya.


"Asti, apa berarti kau akan terima aku sebagai pacar benaran"


Kevin menatap mata Asti dalam.


"enggak"


ucap Asti memasang wajah cemberut. Kevin yang mendengar nya langsung memasang wajah yang kecewa.


Asti menahan tawa nya, kevin yang melihatnya penasaran.


"kenapa?"


"aku bercanda,, aku terima"


senyum Asti membuat Kevin langsung memeluk Asti dengan erat.


tak disangka akhirnya Asti bisa menerimanya.


"terima kasih,, karena sudah mau menerima ku. sudah mau membuka hati mu untuk ku"


ucap Kevin lembut.


Asti pun tersenyum.


"seharusnya aku yang berterima kasih pada mu, karena kamu aku mampu membuka hati ku lagi, karena kamu aku bisa percaya dengan manusia. karena kamu aku menjadi seperti seorang ratu yang sangat di jaga. terimakasih telah memilih ku untuk menjadi pacar mu, maaf kalau aku masih suka nyusahin kamu"


ucap Asti dengan lembut.


kali ini, Kevin mengecup kening Asti dengan lembut, membuat Asti kaget dan terbelalak namun tidak menolak kecupan kening tersebut.


pasalnya itu adalah pertama kali nya Asti di cium lembut oleh laki laki yang dia sukai.


setelah itu seketika pipi Asti memerah merona secara alami, menambah kecantikan Asti yang tiada tara bagi Kevin.


tak lama kemudian teman teman Kevin Dateng.


"yaelah,, lama banget sih ngobrol sama pacarnya. misi gantian nih!"


ucap Rafli kesal.


Asti pun menganggap ucapan Rafli itu serius ia segera keluar. namun tangan Asti di tarik oleh Kevin.


Asti menoleh ke belakang, Kevin seperti memberikan dia isyarat agar dia duduk di kursi samping ranjangnya.


"Asti,,, dia bercanda tetap lah di situ"


ucap Billy menyakinkan Asti.


"iya duduk lah, pacar mu loh yang minta"


ejek dini sambil tersenyum.


Asti merasa malu, dia pun kembali dan bergegas duduk di samping ranjang tidur Kevin.


"gimana kabar mu Vin?"


tanya Billy.


"Alhamdulillah sudah lebih membaik dari yang kemarin"


"Gilak! bukan membaik tapi sangat baik. kamu tidur sebulan tanpa mikir apapun masih bilang lumayan membaik"


sambar teman Kevin lainnya yang menolak ucapan Kevin.


membuat satu ruangan ini tertawa.


mereka pun saling mengobrol satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2