Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Kartu AS


__ADS_3

babak baru dalam kisah cinta mereka akan dimulai lagi. jangan banyak yang protes ya, ini adalah bagian dari kisah cinta mereka. ini memang harus di lalui, karena mereka yakin bahwa cinta sejati akan dateng di saat dan di waktu yang tepat. untuk mencapai saat itu butuh waktu dan proses yang lama.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Asti, itu tuh ada dini dan Billy di ruang tamu, katanya mereka mau bertemu dengan mu"


ucap mama Asti memberitahu kehadiran Billy dan dini yang kini posisi Asti sedang berada di kamar, mengerjakan revisi skripsi nya.


Asti mengangguk dan keluar dari kamar berjalan menuju ruang tamu dengan membawa dua cangkir teh hangat di nampan.


"ada apa nih kok tumben dateng kemari?"


tanya Asti menarukan gelas berisi teh di meja di hadapan mereka berdua.


"Asti kok repot repot sih"


ucap Billy yang segan.


"gak papa bil, kalian kan juga dateng ke rumah jarang jarang. kalau gak ada perlunya pasti gak mau dateng. lagian ini cuma teh manis aja kok, diminum"


balas Asti sembari duduk di kursi Tunggal.


"ada apa kalian dateng kemari?"


tanya Asti lagi.


"kami kemari hanya ingin memberikan ini as"


jawab dini yang baru selesai menegukkan minumannya dan memberikan paperbag dengan bacaan Billy dan Dini disana, terukir dengan indah.


"apa ini?"


tanya Asti yang bingung melihat paperbag tersebut.


"buka aja dulu"


jawab Dini singkat.


Asti pun segera meraihnya dan melihat isinya. ternyata itu adalah sebuah baju gaun yang sangat indah. ia menatap dini dan Billy secara bergantian.


"iya, di pakai ya, pas acara pernikahan ku nanti. yang abu abu di pakai di pagi hari dan yang gold dipakai di malam hari"


jelas dini.


"kalian.."


"iya as, pernikahan ku akan dilaksanakan kira kira lima hari lagi lah"


jawab dini sombong.


"oo,, jadi sekarang sombong gitu. sementang nikah duluan dari pada teman teman yang lain terus sombong gitu. oke. oke gue cukup tau. awas aja.."


"apa?"


tanya dini yang senang melihat Asti kesal.


"sudah lah Din, aku lagi malas berdebat dengan mu. yaudah aku pasti akan pakai ini. oh iya Din, udah siap?"

__ADS_1


tanya Asti yang membuat dini kebingungan begitu juga dengan Billy.


"siap apa as?"


Tanya balik dini.


"siap di unboxsing Din"


bisik Asti pelan namun masih terdengar jelas oleh Billy. Billy yang mendengarnya cukup terkejut dengan jawaban Asti, pasalnya ia baru tahu seberapa liarnya pikiran Asti.


sedangkan dini yang mendengar nya terkejut bukan main dan refleks mencubit Asti.


"aawww sakit Din"


meringis kesakitan.


"gak salah ku kan. kau dulu yang mengajarkan ku tentang hal hal kek gitu, jadi aku hanya mengingatkan saja"


ucap Asti polos sembari memanyunkan bibir nya karena cubitan yang cukup membuat nyeri.


"oo,, jadi Asti yang polos ini diajari itu oleh dini ku?"


tanya Billy.


membuat Asti menutup mulutnya, kaget. ya jujur, Asti mengabaikan Billy saat itu yang masih jelas jelas disana.


"baiklah, apa sebaiknya aku mengadukan ini kepada Kevin. karena ternyata kekasih yang ia bangga kan bisa berfikir liar seperti itu"


lanjut Billy lagi, yang sangat senang seperti sedang memiliki kartu AS Asti.


membuat Asti kini berekspresi melotot karena ia tak tau harus apa jika Kevin mengetahui nya. sedikit menyesal dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu, merutuki dirinya.


bujuk dini.


yang umpannya siapa mala yang memohon siapa?


ya, tidak hanya Asti yang kalut dini pun juga. pasalnya memang benar bahwa dialah yang memperkenalkan Asti tentang hal hal seperti itu. bahkan ia sering membuat Asti harus menonton secara langsung, ya cuma adegan ciuman itu kok gak lebih.


Asti yang mendengar ucapa dini merasa lega. karena berhasil mendapatkan perlindungan secara tidak langsung


"bilang saja kalau berani, yang ada nanti calon istri mu lah yang akan disalahkan. lagian juga itu sudah lama, waktu masih awal awal masuk sekolah menengah atas. tak masalah"


jawab Asti santai.


ya, seorang yang taat agama sekalipun pasti pernah melakukan dosa. baik yang disengaja atau tidak di sengaja. begitu juga dengan seorang Asti, bahkan ia jauh dari kata taat agama ketimbang orang orang diluar sana, sudah pastilah dosa selalu ada setiap saatnya.


"baiklah, aku tidak akan mengatakannya"


jawab Billy yang sedih karena kartu AS nya tidak berfungsi sama sekali.


sedangkan Asti dan dini gembira tertawa bahagia.


"oh iya, udah sore nih aku balik dulu ya, mau ngantar punya Kakak ipar mu"


ucap dini yang menyadari suasana sore mulai menyelimuti.


"oh iya"

__ADS_1


ucap Asti singkat dan berdiri mengikuti Billy dan dini.


"yaudah aku pulang ya, ingat wajib di pakai?"


"iya iya pasti aku pakai kok"


jawab Asti.


"bye Asti!!"


ucap dini setelah memeluk Asti sebelum akhirnya berpisah.


"bye"


balas Asti sembari melambaikan tangan nya menatap sepasang kekasih itu yang pergi masuk ke dalam mobil dan membawa mobil menjauh dari depan rumah Asti.


lalu Asti berjalan masuk ke dalam


"sabar Asti sabar, sebentar lagi juga kamu akan merasakan hal yang sama. jangan iri dulu. fokus sama kuliah dulu. kan udah ada calon nya. ayo harus fokus dulu sama kuliah biar kelar"


ucap Asti dalam hati menyemangati dirinya, dan membayangkan hal hal yang akan menantinya di depan sana bersama dengan Kevin.


wah bayangan yang indah.


"hei anak mama, kenapa senyum senyum sendiri?"


tanya mama Asti yang merasa aneh dengan anaknya.


"eh mama"


kaget Asti.


"kamu kenapa senyum senyum gitu, macam orang kesurupan aja? jadi ngeri mama"


tanya mama Asti.


Asti pun cengengesan, karena bayangan nya berhasil menampilkan wajah senang nya tanpa sadar.


"enggak ma, Asti senyum senyum sendiri karena ternyata di antara kami berdua yang nikah duluan dini. padahal dulu dini yang ngotot gak mau nikah duluan"


jawab Asti bohong, mana mungkin dia mengatakan hal yang jujur pada mamanya jika tentang hati. yang ada ia mala akan di ejek abis abisan bersama adik yang tukang kompor.


"baiklah. ini apa?"


tunjuk mama Asti pada paperbag yang berada diatas meja.


"itu baju dari dini tadi ma. dia kesini ngasih baju buat acara pernikahan nya nanti"


jawab Asti.


"lah bukan nya..


"iya ma, keluarga Billy dan Dini sepakat memajukan tanggal pernikahan mereka. karena kan mungkin sebentar lagi dini akan di sibukkan dengan revisi skripsi nya. jadi mungkin keluarga dini tidak ingin di kecapean setelah wisuda nya"


jawab Asti menebak.


"yaudah simpan gih. entar hilang Lo"

__ADS_1


Asti pun membawanya ke dalam kamarnya.


__ADS_2