
setelah kejadian kemarin, Kevin tidak membiarkan Asti berjalan sendiri. Kevin takut Laras menemui Asti lagi dan akan ngelakuin hal hal yang membahayakan melebih kemarin.
"kev, gak perlu lah ngikuti kayak gini,, aku malu dilihatin!"
keluh Asti.
"kenapa harus malu, kamu itu lagi jalan sama orang yang paling populer di kampus ini loh"
sombong Kevin.
"ya, tapi gak gini kali kev. lagian kelas kamu kan arah sana? kita beda arah"
jawab Asti yang mulai risih melihat Kevin terus mengikuti nya.
"yaudah, terserah aku dong mau kemana? aku yang punya badan jadi suka suka"
Kevin menjawab dengan santai dan cuek tanpa mendengarkan kata kata Asti.
sesampainya Asti di kelas, Asti masuk tanpa berpamitan dengan Kevin. Kevin pun pergi dan meninggalkan kelas asti.
"cie cie,, yang di anter sama pacar nya"
ejek salah satu teman sekelas Asti.
"iya nih, dulu partner kerja sekarang mulai melangkah menjadi partner sehidup semati"
ejek Sindi.
"apaan sih kalian, gak gitu juga!"
bentak Asti merasa sangat kesal dibuat pagi ini.
"eh,, kamu tau gak. kamu lagi jadi bahan gosipan kampus loh"
Julia mulai mengeluarkan update hari ini.
"iya wajar lah,, yang dia dekati itu kan termaksud mahasiswa populer di kampus ini"
jawab salah satu teman laki laki sekelas Asti.
Asti yang mendengar nya hanya diam, kali ini dia tidak mampu menjawab. karena memang dia sudah janji dengan Kevin untuk menutupi hal yang sebenarnya.
"Asti! kenapa diam?"
panggilan Julia membuat Asti menoleh ke sumber suara.
"gapapa, lagian apa coba yang harus aku jawab. kalian membicarakan aku, lalu aku bisa apa?"
"Asti, tapi aku heran gimana bisa kamu jadian dengan Kevin?"
pertanyaan ini membuat Asti terkejut, pasalnya Asti tidak tau harus menjawab apa, karena dia sendiri pun tidak tau, ini semua hanya settingan agar dia bisa terlindungi dari Laras.
"jawab as"
"emm,,, aku, aku sa sama dia itu,, tu bisa jadian karena dia tuh, emmm teman mamaku. maksudnya mama Kevin itu teman mamaku kecil, ja jadi ya gitu deh kami dekat"
jawab Asti cengengesan sambil bernafas lega.
••••
"Kevin, loh Gilak ya"
ucap salah satu teman Kevin laki laki.
kevin menaikkan alisnya, dia bingung kenapa dia dibilang Gilak.
"iya, kamu Gilak! di kampus ini kan banyak yang lebih cantik dari si Asti itu, kenapa harus pilih dia?"
"iya gapapa,, hati gak ada yang tau bro. menurutku Asti tuh cantik kok, ya iya sih hanya saja dia jarang make up karena dia gak suka make up. paling juga kalau make up dia pakai cuma tipis"
jawab kevin.
"lu kenal sama Asti dan dekat sama dia sejak kapan?"
"sejak,, kalau aku tau ternyata mama dia dan mama ku itu berteman sejak kecil. yaudah dari situ kita dekat"
kata Kevin sambil senyum senyum.
"wah berarti lu, cerita nya udah dapat restu nih dari mama lu?"
Kevin hanya tersenyum.
•••
__ADS_1
bell berbunyi
kringg,, kring,,,
semua mahasiswa keluar dari kelasnya masing masing, termaksud Asti yang keluar dari kelasnya.
saat keluar Asti melihat Kevin sudah menunggu Asti didepan kelasnya.
"cie,, Asti. sekarang sering ya dijemput??"
ejek Julia.
"maklum Jul,, pacarnya"
jawab Sindi semakin membuat yang lain tertawa.
"iya tuh,, masih baru baru ya begitu sin. entar kalau udah lama pasti bosen tuh!"
ucap salah satu teman laki laki sekelas Asti.
"apaan sih kalian, stop ya!! jangan gitu. yaudah aku Luan"
jawab Asti kesal meninggalkan mereka dan mendekati Kevin.
tanpa sapaan Asti menarik tangan Kevin menjauhi keramaian tersebut.
saat mereka berjalan banyak tatapan yang memandang mereka berdua, seolah olah mereka sedang ingin di jadikan bahan santapan makanan mereka.
"*kok bisa sih,, Asti jadi pilihan si Kevin?"
"apa jangan jangan Asti pakai ilmu pelet ya sama Kevin?"
"eh mulut dijaga tuh, gak boleh gitu"
"beruntung banget Asti, bisa dapat Kevin ku"
"sudahlah,, aku tidak punya harapan lagi buat bersama Kevin"
"yang berharap ayo mundur mundur,,,, udah ada yang punya*"
sepanjang jalan mereka di bicarain sama mahasiswi lainnya.
membuat Asti merasa risih, rasanya dia ingin cepat cepat pergi meninggalkan kampus.
sesampainya di parkir Asti masuk ke mobil Kevin, lalu Asti menutup nya.
dalam perjalanan, Kevin menghidupkan lagu di dalam mobil.
kebetulan lagu tersebut adalah lagu favorit Asti.
Asti pun bernyanyi, membuat Kevin menoleh ke arah Asti, Kevin terus memperhatikan Asti.
Asti yang merasa di perhatikan hanya cuek, bahkan dia terasa bahwa dia bernyanyi dengan suara kuat.
ya, begitu lah Asti yang sangat suka dengan seni.
seharusnya dia cocok mengambil jurusan hal hal yang berbau seni.
"Asti"
panggil Kevin membuat Asti diam.
"kita langsung ke rumah ku ya? reysa kangen sama mu?"
"emm,, enggak ah,,, aku mau pulang dulu. abis pulang baru pergi ke rumah mu. lagian aku kepengen mandi dan ganti baju"
tolak Asti.
"yaudah kita pulang dulu ke rumah mu, setelah itu baru ke rumah ku"
ucap Kevin.
•••
"assalamualaikum ma"
teriak Kevin.
"waalaikumsalam"
mama berjalan menyambut Kevin.
Kevin pun bersalaman dan memeluk mamanya.
__ADS_1
diikuti dengan Asti.
"lah,, Asti? wah Vin"
mama Kevin kaget dengan kedatengan Asti.
"iya ma, mama senang kan?"
tanya Kevin, mama pun tersenyum.
tak lama reysa turun dan lari ke arah Asti langsung memeluk Asti, Asti pun membalas pelukan reysa.
"yeyy,, kak Asti Dateng. reysa kangenn banget sama kakak"
ucap reysa sambil lompat lompat karena merasa senang.
Asti hanya tertawa.
"yaudah yuk masuk, kita makan dulu ya as,, baru nanti main dengan reysa"
ajak mama Kevin.
mereka pun masuk dan pergi menuju ruang makan.
mereka pun makan saat sampai di meja makan.
"Asti, gimana sama kuliah kamu nak? kata Kevin kamu jadi wakil ketua BEM di kampus ya?"
tanya mama Kevin.
"iya tan,, Alhamdulillah kuliah Asti baik baik aja sih Tante. ya walaupun agak berantakan sedikit karena sekarang jadi wakil ketua BEM"
jawab Asti senyum.
"oo iya Vin. kamu kok bisa ngajak Asti? bukankah dia sibuk?"
tanya mama Kevin menatap mata Kevin.
"sengaja ma, aku tau reysa pasti kangen dengan Asti"
ucap Kevin sambil tertawa.
"lagian, dia juga bakalan jadi calon mantu mama"
jawab Kevin pelan kali ini, yang didengar mama Kevin.
"Kevin??"
jawab mama dengan mata menatap meminta kepastian.
"eh,, maksud aku sekarang Asti pacar Kevin ma"
jawab Kevin ragu.
Asti yang mendengar nya, langsung melotot ke arah Kevin.
"kamu benar Kevin?"
"iya ma,,"
mama pun langsung tersenyum melihat Kevin dan Asti bergantian.
Asti yang merasa dilihati mama Kevin, langsung tersipu malu.
selesai makan, Asti langsung menarik tangan Kevin membawa Kevin ke tempat yang sedikit sepi.
"Kevin apa yang kamu katakan! kamu bilang hubungan itu hanya ada di kampus! sekarang kenapa kau bawah ke dalam keluarga!"
bentak Asti.
"pelan kan suara mu,, aku paham saat ini kau ingin memarahi ku. jujur aku suka sama mu Asti, lagian juga mama ku sangat senang dengan mu, bahkan dia berharap aku pacaran dengan mu"
jawab Kevin perlahan.
"tapi,, tapi gak gini kev? seharusnya kamu tanya dulu ke aku?"
ucap Asti mulai menetes kan air mata.
"ya aku tau, tapi aku mohon kamu jangan marah. aku tau caraku salah? tapi aku benar-benar suka dengan mu Asti? entah sejak kapan aku suka dengan mu?"
ucap kevin yang memang mengetahui ini kesalahan nya.
tanpa basa-basi Asti meninggalkan Kevin, namun di tahan oleh Kevin. tangan Asti ditarik sehingga mata Asti menatap mata Kevin.
__ADS_1
"As,, kalau aku bisa dapatkan kamu menjadi partner kerjaku dengan paksa, maka aku juga bisa dapat kan hati mu dengan paksa! aku akan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan mu"
ancam Kevin, namun Asti malah menghempaskan tangannya lalu pergi dan menjauhi Kevin.