
kebiasaan pagi yang orang tua Asti terapkan tidak pernah hilang dari Asti. Asti bangun untuk sholat tahajud, menenangkan hati nya yang merasa campur aduk, apalagi setelah mengetahui bahwa Kevin sudah memiliki tunangan.
ia sholat tahajud sampai waktu subuh datang. Asti pun melanjutkan nya dengan sholat subuh. selesai sholat subuh, Asti keluar kamar menuju dapur. ya, ia sadar ini bukan lah rumahnya tetapi rumah orang tuanya. jadi Asti berencana untuk masak sarapan pagi.
Asti memang mengambil cuti selama seminggu, mengingat pernikahan nya yang terlalu mendadak. tak lama kemudian mama asti bangun, ia melihat putrinya pagi itu sibuk di dapur.
"Asti, kamu mau masak apa? kok kamu di dapur?"
tanya mama Asti menghampiri Asti, yang berdiri di depan kompor gas.
"mama, hari ini mama jangan ke dapur. biar Asti aja yang di dapur. mending mama ke ruang tengah, disitu Asti sudah siapkan teh hangat untuk mama dan kopi untuk bapak dan ada beberapa cemilan juga disana"
"kamu yakin gak mau di bantu nak?"
"enggak usah ma. mama bantu aja abis kan teh dan cemilan yang sudah ku siapkan"
jawab Asti yang tersenyum lebar menoleh ke arah mama nya.
mama Asti pun membalas senyuman anak perempuan nya itu, sembari melangkah meninggalkan Asti. ya, Asti melakukan semua nya itu karena menurutnya ini adalah bentuk baktinya kepada kedua orangtuanya, sebelum ia menikah.
karena Asti tau bahwa seorang perempuan yang sudah menikah, letak baktinya bukan lagi pada kedua orang tuanya melainkan suami yang menjadi imam nya.
saat Asti selesai masak, ia pun berencana untuk gabung bersama kedua orang tuanya. namun suara ketukan di pagi hari membuat Asti harus mengurungkan niatnya.
"assalamualaikum"
ucap David memberikan salam.
"waalaikumsalam, ayo bang David masuk"
jawab Asti sembari mengajak David masuk untuk bergabung dengan kedua orang tuanya.
David yang memang berpendidikan tinggi tak pernah melupakan sopan santun. ia pun menyalami kedua orang tua Asti.
"nak David, ada apa kesini?"
tanya bapak Asti yang merasa heran karena calon menantunya itu datang pagi pagi sekali.
"ini pak, saya ingin minta izin untuk membawa Asti pergi hari ini. saya dan Asti harus mempersiapkan segala keperluan nikah bukan pak?"
"oh, yaudah bawa aja Asti. kalau menyangkut hal itu saya tidak akan pernah melarangnya"
__ADS_1
jawab bapak Asti yang senang dengan sikap menantunya yang menghargai dirinya sebagai seorang ayah.
"yaudah bang, bentar ya Asti siap siap dulu"
sahut Asti meninggalkan mereka.
"maaf ya nak. tadi Asti baru selesai masak. mungkin agak lama ia bersiap siap. mau di buatkan minuman David?"
tawar mama Asti.
"gausah ibu, makasih. kebetulan David kekenyangan. tadi pagi mama menyuruh David makan yang banyak"
tolak David membuat lelucon, hingga mama Asti dan bapak Asti tertawa.
sudah hampir 30 menit Asti belum keluar juga dari kamarnya, membuat David harus diuji dengan kesabaran nya. tak lama kemudian Asti keluar dengan penampilan yang sederhana, seperti biasanya.
"ayo bang. ma, pak, Asti keluar dulu ya. assalamualaikum"
pamit Asti yang menyalami kedua orangtuanya.
"waalaikumsalam"
jawab mama dan bapak Asti secara kompak.
•••••••••••
entah mengapa jalanan hari ini macet, membuat David dan Asti terjebak di dalam kemacetan. David yang melihat peluang ini pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
"asti, apakah aku boleh bertanya padamu?"
tanya David yang fokus menghadap ke depan.
"boleh, emang bang David mau tanya apa?"
jawab Asti yang seketika langsung menoleh ke arah David.
"ini masalah pribadi mu as. maaf jika ini nanti akan melukai mu, aku hanya ingin dalam hubungan kita nanti tidak ada kebohongan. as, apa kau mulai ada rasa dengan ku? maksud ku rasa cinta"
pertanyaan David membuat Asti terdiam, ia tak tau harus jawab apa. namun dengan cepat ia jawab dengan kebohongan
"sejauh ini aku mulai memiliki rasa cinta"
__ADS_1
"sebesar kau mencintai orang tersebut?"
"maksud bang David siapa orang tersebut?"
tanya Asti balik yang bingung.
"masa lalu mu. Kevin. Jaka sudah mengatakan semuanya padaku tentang hubungan mu dengan dia di masa lalu"
jawab David masih fokus pada jalanan yang macet.
nama Kevin kembali di dengar Asti, seketika Asti teringat dengan Andara tunangan Kevin.
"oo, apapun cerita yang kau dapat dari bang Jaka itu tak seindah yang kau bayang kan. dalam hubungan kami dulu, kami lebih banyak bertengkar dalam hal hal yang kecil. bahkan, bisa aku katakan hubungan kami tak di restui oleh Allah. karena hubungan kami tercipta melanggar ajaran agama"
sahut Asti yang takut jika David cemburu.
"aku tidak memasalahkan hubungan mu dengan Kevin di masa lalu. yang aku masalah kan, kenapa kau tidak terus terang bercerita denganku?"
"aku hanya tidak ingin masa lalu ku merusak kebahagiaan ku sekarang. aku tak ingin masa lalu ku ikut masuk ke dalam masa depan. aku ingin memisahkan masa lalu ku dengan masa depanku"
jawab Asti menahan air matanya, tau kan gimana rasa pedihnya? ketika lisan mengatakan hal lain, tak sesuai dengan isi hati.
"bukan kah masa lalu merupakan bagian dari proses masa depan? jika kau berusaha memisahkan nya tetap saja tidak akan pernah bisa Asti, karena keduanya saling terkait. sekarang dia telah kembali, kenapa kau tidak mencari tau alasan dia menghilang?"
tanya David lagi dengan rasa takut, takut jika pertanyaan nya akan membuka luka lama.
"bagiku, ketika dia memilih untuk menghilang dari ku maka berarti dia harus siap dengan ke hilangan ku juga. apapun itu alasannya"
jawab Asti menatap jendela mobil sampingnya.
"kau yakin tidak ingin mencari tau alasannya terlebih dahulu?"
Asti langsung menjawab dengan anggukan.
"baiklah, itu pilihan mu. tapi aku cuma mau bilang, bahwa terkadang kita tidak bisa menyimpulkan masalah dari sudut pandang kita. bisa saja sudut pandang kita salah. untuk menyimpulkan suatu masalah alangkah baiknya kita mencari dari beberapa sudut pandang orang"
balas David memberi Asti nasehat berharap agar pikiran Asti terbuka.
namun sayang, orang yang diharapkan agar pikirannya terbuka. saat ini hanya diam dan menutup telinga, tak ingin mendengar nasehat dari David. seakan ia sudah mantap dengan keputusan nya.
kini kemacetan jalan pun sudah tak dirasakan lagi, David pun menaikkan kecepatan mobilnya untuk sampai ke tempat tujuannya dengan cepat. karena David sudah ada janji dengan WO yang akan menangani pernikahan mereka nanti.
__ADS_1
Asti yang masih fokus dengan lamunan nya tak sadar jika David telah membawa mobil dengan kecepatan di atas rata rata.