
setiap hari Senin biasanya orang orang selalu sibuk dengan kegiatannya. begitu juga dengan Asti, yang memang selalu sibuk dihari Senin. namun kali ini tidak,kali ini Asti sangat rileks. dia meminum teh di pagi hari di depan rumahnya di temani dengan roti. yang membuat pagi itu sangat indah.
Alhamdulillah,, aku bersyukur bisa menikmati pagi ini.
gumam Asti dalam hati.
karena memang biasanya Asti tidak pernah menikmati pagi nya sebegini nya. biasanya Asti sibuk berkejaran dengan waktu kali ini tidak.
"tik! kamu gak olahraga" tanya Jaka.
"enggak deh males, kalau olahraga nya sekitar sini" jawab Asti yang kaget melihat Jaka berada disampingnya.
"yakin? Abang mau olahraga nih ke lapangan xx, kamu yakin gak mau ikut?" tanya Jaka sekali lagi.
"em,,, yaudah deh aku ikut" jawab Asti sambil meringis. sebenarnya Asti juga ingin melihat pemandangan baru, karena ia jenuh.
"yaudah ayok cepat!" perintah Jaka.
"iya sabar"
ucap Asti sambil berlari ke kamar nya untuk berganti pakaian.
setelah beberapa menit.
"yok aku udah siap!" Asti Dateng menghampiri Jaka.
"yaudah yok!!" jawab Jaka.
mereka pun berjalan menuju mobil dan segera masuk lalu berangkat ke lapangan tersebut.
diperjalanan Asti sangat menikmati view yang disajikan. Asti senang rasanya beban pikirannya kini hilang sesaat.
sesampainya disana.
mereka pun segera keluar dari mobil dan mulai berlari.
mereka berlari mengelilingi lapangan tersebut yang begitu luas.
Asti menikmatinya, bolak balik dia menghirup udara yang segar lalu membuangnya kembali.
rasanya, sudah lama dia tidak menikmati hirupan segar ini.
saat dia mengeluarkan hirupan nya Asti merasa tenang, pikiran nya mereka kembali sinkron dengan nya, tenaganya seolah jauh lebih kuat dari sebelumnya.
dia bersyukur masih bisa dapet menikmati hal ini. dalam hati Asti sekali ucapkan syukur tak henti hentinya.
baru dapat dua kali putaran Asti meresah tidak sanggup.
"bang, aku gak sanggup! aku mau duduk!" jawab Asti sambil memegang dadanya dan mengatur nafasnya.
"ahh payah lu,, baru segitu udah gak sanggup. ayok kita lari lagi?" ajak Jaka.
"Gilak kau ya bang! dibilang gak sanggup ya gak sanggup!" kesal Asti yang masik mengatur nafasnya.
"yaudah yuk kita cari tempat duduk" ucap Jaka.
mereka pun mencari tempat duduk, saat jumpa tempat duduk Asti langsung duduk tanpa aba aba lagi. Jaka yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.
"tunggu sini!" perintah Jaka.
Jaka pun pergi meninggalkannya. terlihat dari jauh Jaka membelikan minuman buat Asti. adiknya.
ternyata dia juga sayang adiknya,,, Abang yang pengertian emang.
gumam Asti dalam hati.
saat sampai, Jaka langsung meminum air yang dibeli tadi tanpa menawarkan minum pada Asti.
baru juga dipuji! ehh salah muji. ternyata masih sama
gumam Asti kesal dalam hati.
__ADS_1
"bang aku mana?"
tanya Asti.
"oo iya! Abang lupa beliin" jawab Jaka.
"iii Abang macem apa coba! yang lupa sama adiknya" jawab kesal Asti.
membuat Jaka tertawa melihat wajah kesal Asti.
"enggak enggak,,, Abang cuma bercanda kok tenang aja. nih!" jawab Jaka masih tertawa puas sambil menyodorkan botol air minum ke Asti.
Asti pun tersenyum dan terlihat bahagia. seketika Asti langsung merebutnya dan meminumnya.
"bang Asti laperr" rengek Asti.
"yaudah yuk kita cari makan" jawab Jaka.
mereka pun pergi mencari makanan kaki lima disana sampai ketemulah makanan yang mereka makan.
saat makan Asti tanya.
"bang kau gak kuliah hari ini?"
"enggak,, lagi libur" jawab Jaka sambil makan.
"kita pulang siang ya??, soalnya aku males dirumah. suntuk!" tanya Jaka.
Asti pun hanya mengangguk.
saat matahari mulai menunjukkan panasnya mereka pergi lagi. kali ini mereka memutuskan untuk ke Mall. Jaka yang mentraktir Asti sepuasnya.
saat sampai di Mall yang dituju Asti bukanlah pakaian terlebih dahulu, tapi restoran terlebih dahulu. karena memang asti sangat lapar.
Asti memilih restoran makanan Korea.
Jaka yang melihat adiknya ini hanya menggeleng kepala.
gumam hati Jaka yang melihat adiknya.
mereka pun memesan beberapa makanan Korea, saat pesanan Dateng Asti sangat bahagia.asti langsung memanggang masakannya dan langsung mencelupkan semua makanan.
kali ini Asti memilih daging ayam, karena memang Asti tidak suka daging sapi atau apapun itu dan abangnya memilih untuk daging sapi.
saat lagi makan Jaka bertanya
"dek! kau kok lebih milih makan ketimbang baju?"
jawab Asti dengan santai
" hahaha bang! cari baju itu juga butuh tenaga, jadi kita makan dulu. biar hati dan pikiran bisa bersatu"
Jaka melihat nya geleng kepala lagi.
selesai makan mereka baru lanjut mencari baju.
sifat perempuan memang begitu memilih baju hampir dua jam. meminta pendapat tapi pendapat tersebut tidak diterima, sedikit kesal Jaka dibuat namun Jaka tetap sayang sama adiknya ini.
Jaka pun tak lupa menyuruh Asti untuk membelikan reysa juga.
setelah selesai mereka pun pulang, ketika pulang Asti melihat dini dan Billy. tanpa sengaja juga dini melihatnya. namun dini tidak memanggil nya kali ini, karena marah dengan Asti.
Billy yang melihatnya membawa dini untuk menghampiri Asti.
"hay as!" sapa billy.
"hay kalian disini juga?" tanya Asti.
"iya,, yok kita makan dulu yuk?" ajak Billy.
yang memang tau bahwa Asti dan di i sedang berantam.
__ADS_1
mereka pun sampai di restoran dan memesan makanan.
"***,,, dia siapa?" tanya Billy yang melihat kek Jaka.
"oo ini loh dia abangku" jawab Asti.
"kak kenali dia Billy, dia satu kampus loh dengan kakak??" Asti memperkenalkan Billy ke padanya.
"oo iya Hay,, aku kenal kamu kok, kamu wakil BEM bukan?" tanya Jaka.
"iya,, wahh pantes aku tidak asing dengan wajahmu" ucap Billy.
"Din! biasanya kamu senag jumpa temanmu? kok kali ini enggak? apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Billy yang pura pura tidak tau.
"sayang!! udahlah kamu kan tau masalah apa?" jawab dini sedikit bad mood.
"sampai kapan kalian akan marahan?" tanya Billy. Asti dan dini hanya diam.
Jaka yang melihatnya seperti tidak mengerti dengan masalahnya.
"emang kenapa mereka?" tanya Jaka penasaran.
"entah tanya aja sama mereka kak" jawab Billy.
"kenapa as?? Din??" tanya Jaka pada keduanya namun mereka diam.
"mereka bertengkar, hanya karena beda pendapat dan pandangan saja kak" jawab Billy jelas.
ya Allah, aku kakaknya bahkan tidak mengetahui adikku yang lagi bermasalah dengan temannya.
gumam Jaka yang merasa bersalah tidak mengenali adiknya dalam hati.
"eh bukan berarti kalian beda pendapat dan pandangan harus berantam ya! udah dewasa! tolong dipakai tuh kedewasaan nya!" marah Jaka.
"Asti! minta maaf sama dini!" perintah Jaka.
"ahh enggak! orang dini juga yang salah!" jawab Asti.
"enak aja kamu bilang akau salah! yang salah itu kamu!" jawab dini yang tidak terima.
"udahh diam!!" perintah Billy.
"gini deh,,, sekarang dua duanya saling minta maaf. biar adill!! lagian disini gak ada yang salah! jadi kenapa harus tuduh tuduhan sih. kalian teman kan?"
ucap Billy.
Asti pun mengalah Asti menyodorkan tangannya.
"aku minta maaf!" kata Asti.
tak lama kemudian dini pun menyodorkan tangannya, walaupun sedikit dipaksa oleh Billy.
"aku juga sama, lain kali kamu juga jangan gitu. bicara dipikir dulu"
jawab Asti.
"iya kamu juga, belajar menerima pendapat orang lain. jangan langsung ngehakimi sendiri bahwa orang itu bersalah!"
Jawab Asti yang tidak ingin kalah.
akhirnya pun mereka berpelukan, dan langsung kembali seperti awal yaitu ketawa, bercanda.
membuat Billy dan Jaka merasa lega dan bahagia.
namun Jaka masih sedikit kelihatan kesal.
••••
aduhhh kesal kenapa ya kira kira??
wahhh hanya Jaka yang tau...
__ADS_1
dan pastinya authornya donggg eee kan??