
hari yang di nantikan oleh kedua keluarga mempelai telah tiba. ya, ini adalah penantian yang sangat di impikan oleh kedua mempelai tentunya.
apalagi ini adalah dambaan bagi setiap wanita yang menjalin kasih cukup lama bersama pasangannya. terlihat di tenda yang bernuansa lebih dominan putih dan Lilac memberikan kesan yang indah di mata. dekorasi pelaminan yang indah tampak membuat pesta nya menjadi megah.
di tambah lagi dengan dekorasi tambahan bunga bunga yang di susun rapi di setiap sudutnya, di setiap jalannya, memberikan kesan yang elegan dan mewah. belum lagi dengan lampu yang lebih dominan ke kuning, menambah kesan yang sangat sakral.
dan ya, di tambah dengan kedua mempelai yang tidak kalah dari dekorasinya melengkapi acara sakral ini. saat ini kedua mempelai telah duduk berdampingan di depan penghulu. dini terlihat sangat cantik dengan kebaya putih dan juga hiasan kepala mahkota yang indah, ditambah bunga melati di atas rambut yang sudah tersusun sangat rapi.
begitu juga dengan mempelai laki lakinya yang tak kalah tampan. menggunakan warna senada dengan dini, dan peci putih di atas kepala nya. terlihat sangat begitu berwibawa.
"wah cantik ya mempelai wanitanya"
"iya, tak kalah sama mempelai laki lakinya yang tampan"
"wah pasangan yang serasi ya"
"emm,, pengen jadi cepat cepat nyusul ay"
"mau deh gantiin posisi si mempelai ceweknya"
begitu lah kira kira pujian para tamu undangan untuk pasangan yang sedang berbahagia ini.
"saya terima nikah dan kawinnya Dini Mulyani binti Pohan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
ucap Billy dengan tegas menggunakan microfon dengan satu kali nafas.
"bagaimana para saksi?"
tanya penghulu.
"SAH"
jawab semua orang yang hadir dengan kuat.
"Alhamdulillah"
ucap Billy pelan.
•••••••••••••••••••••••••••
"cie udah sah nih ye.."
goda salah satu teman Billy dan Kevin saat sedang bersalaman dengan kedua mempelai.
Billy dan Dini yang merasa pun hanya diam dan berusaha menyembunyikan rasa malunya.
"lihat lah Vin, ternyata sahabat mu ini masih memiliki rasa malu"
ejek teman tadi.
Kevin yang mendengarnya hanya tertawa, benar juga yang dikatakan temannya. selama ini memang benar Billy tidak pernah tau malu.
"diam lah!! yang jelas aku udah halal. gak nanggung dosa kek kalian. aku udah laku duluan ketimbang kalian"
balas Billy.
"ampun bang jago"
semua teman teman Billy dan Kevin pun tertawa. lalu mereka melanjutkan sesi foto nya. ya, dalam sesi foto tersebut yang memiliki pasangan boleh membawa pasangannya ikut ke dalam nya, namun yang tidak yaudah derita sendiri.
"Kevin, Asti kapan nyusul?"
tanya salah satu teman Kevin yang lainnya.
__ADS_1
seketika Kevin dan Asti pun saling tatap tatapan.
"ditunggu aja"
jawab Kevin singkat sembari memberikan senyuman.
Asti yang mendengarnya pun ikut tersenyum.
sekarang di lanjutkan dengan foto bersama dengan keluarga besar. lalu setelah selesai dilanjutkan dengan foto bersama para sahabat nya.
ya, siapa lagi kalau bukan foto bersama dengan ketiga pasangan ini.
"sumpah deh Din, kamu cantik sekali"
puji Clara, setelah mereka siap berfoto-foto
"aku memang cantik kak"
balas dini yang PD nya tingkat dewa.
"udah kak jangan di puji lagi. kalau di puji lagi entar yang ada telinga nya semakin naik"
sahut Asti yang kesal mendengar jawaban dini.
"bil"
panggil Asti.
seketika Billy langsung menoleh.
"kau harus menjaga teman ku ini dengan baik. walaupun terkadang sifatnya seperti anak anak tapi itu cara dia menyayangi pasangannya. kalau dia nanti susah di atur siksa aja dia, biar gak kurang ajar!! satu lagi jangan buat temanku ini menjadi jelek"
ucap Asti memberikan nasehat kepada Billy.
balas Billy dengan senang.
sedang dini yang mendengar nya sedikit terharu. walaupun mereka di pertemukan di waktu pertama kali masuk sekolah menengah atas, tapi pertemanan mereka tidak putus hingga sekarang. padahal memiliki kesibukan masing-masing.
"dan ya Din, jika Billy ku membuat kamu menangis? atau membuat mu sakit. maka ceraikan saja dia, atau jangan berikan dia jatah sekali pun. pokoknya kau harus bisa mengendalikan nya. kalau masih gak sanggup. tenang... masih ada aku yang siap membantu mu"
ucap Clara memberi kan dini sebuah nasehat yang mungkin terlihat lebih ke bercandaan.
"baik kak, aku akan ingat"
balas dini dengan menahan tawa nya, karena mendengar nasehat Clara yang aneh.
yang yang menyimak nasehat kakaknya, seakan ambigu dengan perkataan kakak ipar nya itu. 'jatah' ya kata itu yang membuat Asti bingung.
"maksud kakak apa kak?"
tanya Asti yang tidak mau pusing sendiri.
"maksud ku ya, hah sudahlah. belum saat nya kau tau, kau masih kecil Asti. jika kau mau tahu maka kau harus menikah dulu, nanti baru akan aku kasih tau apa maksud ku"
jawab Clara tersenyum sungging.
"oh iya, hari ini aku sangat senang. karena ternyata yang menyusul ku duluan adalah Billy. Kevin kalah"
ucap Clara yang tertuju pada Kevin.
Kevin dan Billy hanya melirik ke Clara begitu jika suaminya dan kedua perempuan disana.
"Vin, jangan lama lama. ingat kasian adik ipar ku?"
__ADS_1
goda Clara lagi.
"iya setuju Vin. pokoknya habis Asti wisuda langsung gas kan aja. biar dapat pahala kalau lagi mau berzina"
sambar Billy tak mau kalah.
sedangkan Jaka yang mendengarnya hanya menatap adiknya. yang kini wajah nya sudah mulai di penuhi dengan senyuman malu dan pipi yang merona sempurna.
"hey, sudah lah jangan seperti itu kasian adikku harus menanggung malu disana"
ucap Jaka menunjukkan matanya ke arah Asti.
sontak semua mata tertuju pada Asti. Asti pun jadi salah tingkah tak karuan. karena kini dirinya dijadikan pusat perhatian.
"apaan sih bang Jaka"
kesal Asti.
"yaudah ah, Asti mau pergi dulu ke kamar mandi bentar"
ucap Asti lagi dan meninggalkan mereka.
jujur Asti tidak kuat jika harus menahan rasa malunya lagi. dan dia bukan mala pergi ke kamar mandi melainkan pergi kerumunan para tamu undangan yang Asti kenal.
"Asti!! wah kau makin cantik aja as"
puji jenny yang sedang berkumpul dengan teman teman sekolah menengah atas.
"apaan sih Jen. biasa aja kok"
balas Asti merendah.
"tapi memang benar kata jenny as, Lo sekarang makin cantik. beda dengan Asti yang dulu yang kami kenal"
ucap salah satu teman laki laki Asti waktu sekolah.
"makasih"
balas Asti tersenyum.
"oh ya, mana ciwi ciwi nya?"
tanya Asti yang tidak melihat kehadiran teman perempuan sekolah Asti satu pun.
"kata nya mereka dateng malam. mereka bilang mau beri kejutan untuk dini. soalnya dini nyuruh mereka dateng sore, tapi mereka mau ngprank dini"
jawab salah satu yang lainnya.
"oo, yaudah di nikmati ya makanannya. jangan sungkan kalau mau tambah"
ucap Asti.
"tenang aja as. oh iya, apa kesibukan saat ini as?"
tanya teman laki laki Asti yang lainnya.
"gak ada hany fokus sama kuliah saja untuk saat ini. Alhamdulillah nya beberapa bulan lagi aku tamat, akan wisuda"
jawab Asti seadanya.
ya selanjutnya, Asti pun mengobrol dengan teman teman laki laki nya karena selalu di beri pertanyaan yang tak henti hentinya. ya, teman teman laki laki Asti waktu dulu sangat mengucilkan Asti. bahkan mereka sangat menjauhi Asti.
perubahan yang luar bisa bukan? karena saat ini mereka kepo dengan kehidupan Asti.
__ADS_1