Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
part 2


__ADS_3

semua tampak bahagia disana. menghadiri acara pernikahan yang sangat mewah itu. semua sibuk dengan obrolan mereka masing-masing. termaksud Kevin yang sibuk menyambut ke datengan para tamu yang rata rata hampir semua Kevin kenal.


bagaimana tidak kenal jika teman Billy adalah teman Kevin juga. jika keluarga Billy dengan keluarga Kevin sudah akrab saat mereka masih kecil.


"hai bro!!"


sapa Kevin ketika melihat temannya Rafli yang sedang menikmati makanannya bersama teman teman yang lain.


"oyy, Vin!!"


balas Rafli.


"wah, apa kabar bro?"


tanya Kevin kepada teman temannya dan sembari menyalami teman temannya satu persatu.


"baik Vin, Lo gimana masih sehat kan sama hati?"


tanya Farhan.


Kevin merasa bingung begitu juga dengan yang lain.


"yaelah Vin, Lo gak ngerti maksud gue?"


tanya Farhan saat tak ada orang yang bereaksi.


"maksud gue itu hati Lo masih aman gak? kan Lo di tinggal nikah sama sahabat Lo sendiri"


jelas Farhan.


seketika teman teman yang mendengar nya tertawa begitu juga Kevin yang ikut dalam tawaan tersebut namun sedikit menahan rasa malunya.


"tenang aja han, masih aman kok. Lo kapan nyusul?"


jawab Kevin sembari memukul bahu Farhan yang tak jauh dari dirinya.


"gue masih lama bro. gue mau ngumpulin duit dulu buat bahagiain orang tua gue, mau nyicil buat beli rumah sendiri dulu, hah masih lama lah. banyak cicilan yang harus di bawah"


jawab Farhan yang pusing karena memikirkan cicilan nya.


tertawa itu lah reaksi yang bisa mereka berikan atas ke jujuran temannya itu.


"baik lah sobat jangan terlalu di fikirkan. nikmati lah masa muda mu? cicilan itu juga pasti akan berlalu"


sahut Rafi yang melihat wajah gusar milik temannya.


"jadi Lo kapan nyusul Vin?"


tanya Angel.


"iya bener Vin? gue yakin habis sahabat Lo pasti dari kita kita Lo duluan yang akan nikah?"


sambar Yuli yang menyakini ucapan nya.


"gue nikah kalau Lo berdua udah nikah!!"


jawab Kevin dengan sengit.


"kami pasti nikah kok Vin.. tenang aja tanpa Lo minta juga jodoh kami bentar lagi udah dateng dengan kereta kencana nya"


balas Angel yang membayangkan pangeran nya.


"kau selalu saja hidup di dunia mimpi mu Angel!!"

__ADS_1


sambar Rafli yang melihat kepedean teman perempuan nya itu.


di satu sisi lain acara kini sudah berganti dengan latar belakang malam. kali ini Asti memakai pakaian berwarna gold sesuai dengan yang di perintahkan dini saat itu.


penampilan yang indah dengan jilbab yang terpakai rapi di sana. tersenyum dengan bahagia. tertawa dengan ceria saat beberapa temannya membuat lelucon yang receh.


begitu indah, tak kalah dengan pengantin yang masih setia dengan pelaminan di sana. berfoto-foto bersama para tamu, bersalaman dengan semua tamu dengan senyum yang tiada hentinya.


"Asti!!"


panggil dini saat melihat Asti yang tak jauh dari pelaminan nya.


Asti menoleh ke arah dini.


"Lo udah jumpa sama teman teman SMA kita gak? kok mereka gak muncul muncul sih?"


tanya dini saat Asti tiba di hadapan nya kini.


"gue belum jumpa, tadi sore gue cuma jumpa sama teman laki laki. Lo kan tau?"


jawab Asti seadanya.


mendengar jawaban Asti membuat dini merengut.


"apa mereka gak akan Dateng ke acara ku as?"


tanya dini yang sudah berkaca kaca.


Asti hanya mengangkat kedua bahunya.


"mereka jahat sekali as. aku benci mereka"


ucap dini yang kini ingin sekali menangis dan bersandar di bahu Asti.


"Lo kenapa Din?"


tanya salsa yang tiba tiba sudah berdiri di depan dini, begitu juga dengan teman teman yang lain, yang dini harapkan kehadiran nya.


dini langsung melepaskan pelukannya.


"iya pengantin baru masa nangis.. drama banget"


sahut salsa pedas.


pecah. tetesan yang ia tahan tadi kini menetes mulus di pipi nya.


"kalian!!"


marah dini.


"iya, maaf kami hanya sedikit mengprank mu Din. sedikit"


ucap Ade.


"Asti?"


tanya dini menatap Asti penuh tanda tanya.


Asti yang di tatap hanya diam dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatel sama sekali.


"sorry Din, gue di suruh mereka. gue udah tau sih kalau mereka mau ngerjain Lo. tapi kan, gue juga punya jiwa usil"


jelas Asti cengengesan.

__ADS_1


kali ini dini menjadi kesal karena penjelasan Asti.


"udah lah Din, kan yang penting kami Dateng!! walaupun sedikit mengerjai mu"


ucap anggun saat melihat wajah kesal dini.


"iya Din jangan kesal sama Asti, dia juga baru tau. lagian kan dia juga bantu kami. udah lah gini aja nangis. gak malu sama calon suami"


sambar yang lain.


"iya gak malu apa? eh tapi kan we yang buka calak duluan di antara kita gak salah kan. dugaan gue dari dulu yang nikah cepat tuh dini. eh ternyata benar"


sahut salsa yang bangga atas dugaan nya.


"iya, iya, habis ini siapa lagi ya kira kira? kan udah mau mendekati masa masa selesai kuliah nih. pasti banyak yang mau nyusul"


sambar suci yang penasaran.


sementara Asti hanya diam dan tersenyum tak ingin menanggapi ucapan teman temannya.


"gue sih tebak Lo as?"


jawab dini.


semua mata teman teman kini tertuju pada Asti. Asti yang di tatap kebingungan dan salah tingkah.


"Lo yakin?"


tanya Anggun yang meragukan Asti.


"seribu persen. gun lo jangan sepelekan Asti, dia diam diam juga ngeri tau. dia udah ada yang punya, calon nya udah siap mala. tinggal nunggu aja tamat kuliah Asti"


jawab dini sembari menatap Asti dengan tatapan menggoda.


Asti yang melihat dini dengan tingkahnya hanya menggeleng gelengkan kepalanya, karena sudah memberitahu tentang dirinya.


"as? lo yang bener?"


tanya Ade yang tak percaya dengan ucapan dini.


"iya Lo lagi Din, jangan nyebarin berita yang enggak enggak lah!!"


protes ayu yang sama sama tak percaya.


"as, jawab dong!!"


paksa salsa.


"gue cuma bisa bilang minta doa nya aja ya. kan kita bisa merencanakan, tapi yang menentukan juga balik lagi ke yang kuasa"


jawab Asti akhirnya.


ya, jawaban yang ambigu bagi teman teman Asti.


"yaudah yuk dari pada penasaran sama siapa yang nikah duluan mending kita foto foto dulu mumpung masih ada di atas pelaminan"


ajak Asti kepada semua teman temannya.


"ayo,,, bang foto kan ya"


ajak Asti sekaligus memerintahkan tukang foto untuk memotohi mereka.


selesai dengan foto-foto nya kini mereka menikmati hidangan yang telah disediakan di acara pernikahan Billy dan Dini.

__ADS_1


__ADS_2