Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Rencana Liburan


__ADS_3

pagi hari tiba, hari ini seolah pagi sangat menyambut Asti dengan senang. matahari mulai bersinar dengan sinar yang sejuknya, udara pun sangat mendukung suasana pagi ini.


pagi ini Asti sudah menglist apa apa saja yang akan dia lakukan. karena selama libur ini Asti sangat bingung harus melakukan kesibukan apa.


karena sejujurnya Asti malas untuk pergi dan nongkrong bersama teman temannya. banyak ajakan temannya yang Asti tolak, jika ditanya alasannya pasti Asti selalu menjawab gak punya uang, sibuk tugas rumah, ada acara dadakan. padahal realita nya tidak seperti itu, justru Mala waktu luang Asti sangat lah banyak.


tapi Asti memilih dirumah saja karena mager.


sampai terkadang Asti selalu di marahi sama orang tuanya karena melihat putrinya yang satu ini agak lain.


bahkan saat ada acara keluarga Asti tidak mau ikut, alasannya ngantuk, ada janjian sama teman padahal tidak sama sekali. yah begitu lah sifat Asti yang kalau sudah mager keterlewatan.


tiba tiba siang ini tepat jam dua siang, Kevin mengirim pesan pada Asti bahwa dia akan membawa Asti pergi.


"as,, siap siap aku mau ngajak kamu nongkrong sama teman temanku. sebentar lagi aku jemput kamu"


Asti yang membaca pesan Kevin pun tidak menghiraukan pesan tersebut.


tak lama kemudian ada suara seseorang yang Asti dengar dari dalam kamarnya.


suara yang tidak asing, dan tak lama kemudian...


"Asti!! ada nak Kevin tuh nak!! katanya mau ngajak kamu pergi!!"


teriakan mama membuat Asti bangun dari tempat tidur nya.


"Gilak ya nih cowok!! aku kan gak mau kenapa maksa banget sih! sampai di jemput segala!"


kesal Asti dalam hati.


Asti pun keluar, berencana ingin menolak ajakan Kevin.


"Vin maaf aku gak bisa deh"


tolak Asti dengan aktingnya.


"kenapa?"


tanya Kevin.


saat hendak ingin dijawab Asti, mama Asti menyambar dari kejauhan.


"bawa aja di pergi Vin, ibu Muang selama libur kerjaannya makan tidur terus!! disuruh nongkrong sama temannya katanya gak ada yang bisa!!"


Kevin yang mendengarnya menatap Asti, sedang kan Asti menundukkan pandangan karena malu.


sebenarnya Kevin sengaja, karena jika pasti dia memintanya sama Asti, pasti Asti akan menolaknya. jadi, Kevin berencana Dateng menjemput nya agar saat menolak orang tua Asti yang akan ikut campur, sehingga Asti mau tidak mau harus pergi bersama nya.


"hm yaudah deh aku siap siap dulu, gak lama kok 15 menit"


Asti pun berlari ke kamar nya dan segera bergegas.


setelah 15 menit berlalu Asti pun Dateng dan mereka pergi.


diperjalanan


"Vin kita mau kemana sih?"

__ADS_1


tanya Asti masih kesal.


"diam!!"


jawab Kevin singkat.


tak lama kemudian sampailah di tongkrongan yang biasa dia atau Kevin nongkrong bersama teman temannya.


dari kejauhan terlihat jelas disana ada Billy dan dini, dan beberapa teman Kevin.


awalnya Asti ragu untuk turun, namun dipaksa sama Kevin untuk turun dan akhirnya Asti hanya mengikuti kemauan Kevin.


"hai bro!!"


sapa Kevin sembari bersalaman dengan teman temannya, tapi bersalaman anak jaman sekarang.


"hai brother!!"


balas sapa salah satu di antara mereka.


Asti yang tidak terlalu mengenal teman teman Kevin hanya diam, dan mulai duduk mendekati dini.


"apa nih cerita"


ucap salah satu teman Kevin membuka pembicaraan.


"woi! pigi yuk? bosen nih selama liburan di rumah Mulu!"


ajak salah satu teman Kevin.


"iya,, terus kita nginap beberapa hari gitu. kayak nya akan seru deh!!"


"boleh tuh boleh"


balas Billy setuju.


"ah,, gak seru!! yang seru tuh daki gunung baru seru! lagian kan udah lama juga kan kita gak daki gunung!!"


tolak teman Kevin dan memberikan satu ide.


"bahaya cuy,, kalau ngajak pacar. kalau liburan ke mana nginap gitukan gak bahaya kalau ngajak pacar"


tolak Billy tidak setuju dengan masukan temannya.


"Vin menurutmu gimana?"


tanya salah satu teman Kevin meminta pendapat Kevin.


"sebenarnya sih, dua dua ide yang bagus. kalau liburan entah kemana gitu juag ide yang bagus, naik gunung juga? lagian kita kan lama banget gak daki. tapi kalau di antara kalian banyak mau bawa cewek kalian mending cari aman aja kali ya? setuju sama pendapat Billy"


jelas Kevin.


"kak, menurut kakak gimana?"


tanya salah satu teman Kevin menanyakan pendapat dua perempuan yang duduk tak jauh dari Billy.


"aku?"

__ADS_1


tanya Asti yang kurang tau pembahasan mereka karena sibuk dengan hp nya.


laki laki itu pun mengangguk.


"sebenarnya sih sama kayak yang dibilang Kevin, tapi kalau ditanya aku milih liburan atau daki? jujur aku lebih setuju daki. karena mungkin aku suka dengan alam hijau. tapi kan semua orang memiliki selera yang berbeda beda bukan?"


jawab Asti.


"kalau aku lebih suka liburan,, gak berbahaya cari aman"


jawab dini singkat.


"jadi keputusan nya mau kemana nih?"


tanya salah satu teman Kevin.


"gini deh karena banyak yang setuju untuk liburan jadi mau tidak ya kita liburan, kita nginap beberapa hari di villa atau hotel"


jawab Kevin mengambil keputusan.


"yaudah sepakat nih ya kita liburan?"


tanya Billy ulang.


semua pun sepakat.


"eh tunggu tapi nginap berapa hari?"


tanya teman Kevin yang lain.


"kayaknya tiga hari cukup kali ya"


jawab Kevin.


dan semua pun sepakat.


mereka pun akan berangkat seminggu lagi, sekalian. mempersiapkan apa saja yang harus dipersiapkan dan meminta izin kepada orang tau.


mereka juga pergi menggunakan sepeda motor, karena menurut mereka menggunakan sepeda motor jauh lebih menyenangkan dari pada menggunakan mobil.


tak hanya itu saja menggunakan sepeda motor itu jauh lebih dapat kebersamaan nya, jika pun nanti ada tempat yang indah mereka bisa berhenti sejenak dan berfoto disana.


setelah acara musyawarah selesai, mereka pun membahas hal lain yang Asti sendiri kurang suka jika membahas itu. karena jujur Asti tidak tau pembahasan laki laki.


terkadang juga mereka bernyanyi bersama sama seperti kafe ini adalah milik mereka saja.


sampai semua pengunjung kafe melihat ke arah mereka karena kebisingan yang mereka buat.


tapi mereka selalu acuh tak acuh karena menurut mereka itu adalah hal yang biasa mereka lakukan.


bahkan pemilik kafe ini saja sudah terbiasa dengan kehadiran dan kebisingan mereka.


Kevin sebenarnya memperhatikan Asti diam diam tanpa Asti sadari.


ada sedikit kekesalan dalam diri Kevin melihat Asti yang selalu memainkan hp nya.


sementara dini jauh berbeda darinya, ingin rasa nya Kevin mengambil paksa hp Asti namun Kevin sadar bahwa kafe ini ramai, banyak pengunjung dan teman-temannya.

__ADS_1


yang ada dia akan mempermalukan Asti dan dirinya di depan umum.


__ADS_2