
bel berbunyi tanda pulang kuliah.
Asti pun pergi menuju ruangan jenny, namun sampai disana Asti tidak melihat jenny sama sekali.
bahkan ruangan tersebut kosong, tidak ada orang sekali.
Asti yang melihat nya bingung, karena Asti tidak membawa kendaraan.
aduh,,, gimana nih aku pulang.
masa nunggu taxi lagi, kan males banget nunggu.
yaudah terpaksa deh.
ngeluh Asti dalam hati.
dia pun menunggu taxi di depan kampus tempat penumpang menunggu angkutan umum.
namun sudah hampir setengah jam taxi tidak ada yang lewat, membuat Asti sangat kesal.
astaga kemana semua sih nih taxi,,
kesal Asti dalam hati sembari melihat jalan ke kanan dan ke kiri.
sekali nya ada taxi mala gak mau berhenti. Asti melihat jam tangannya, pantas saja taxi menolak. ini sudah jam makan siang.
tak lama kemudian ada mobil berhenti di depan tempat menunggu angkutan umum tersebut.
lalu mobil tersebut seperti menurunkan kaca mobilnya.
ternyata itu Kevin.
"hey,, ngapain disitu!"
"aku nunggu taxi tapi gak ada"
jawab Asti masih memasang wajah kesal.
"yaudah naik!"
ajak Kevin.
"gak usah. bentar lagi juga ada kok"
"eh. Gilak ya ini jam makan siang, ada tapi sekitar jam dua siang. masih sanggup untuk nunggu?"
jawab Kevin dengan santai melihat sikap Asti.
sejenak Asti berfikir.
iya juga sih katanya, mana sanggup aku nunggu sampai jam dua siang. sekarang aja perut ku sudah laper banget.
akhh,, sialan nih taxi
kesal Asti.
tanpa bicara apapun Asti mendekati mobil Kevin, lalu membuka pintu mobil tersebut dan masuk.
"gak sanggup?"
ejek Kevin.
Asti hanya diam, karena dia merasa malu.
Asti pun memasang sabuk pengaman, dan mobil pun pergi meninggalkan tempat umum tersebut.
setelah mereka melewati daerah macet lalu pepohonan, akhirnya Asti sampai di rumah Asti.
"makasih"
ucap Asti langsung turun dari mobil.
Kevin hanya diam dan memperhatikan Asti saja.
saat Asti masuk dalam gerbang, terlihat Kevin belum juga pergi. Asti pun memutuskan untuk tidak perduli dengan Kevin.
dia berjalan menuju depan pintu.
sesampainya di depan pintu.
dari kejauhan Kevin melihat Asti yang sedang mencari sesuatu. dia seperti sedang ke hilangan sesuatu, Kevin memperhatikan Asti dari dalam sambil berpikir apa yang anak itu cari.
tak itu saja Kevin seperti melihat Asti berusaha menelpon seseorang. namun, seperti nya orang tersebut tidak mengangkat.
karena terlihat jelas dari raut wajah Asti yang kesal.
lalu Asti duduk di lantai teras dan menunduk.
Kevin yang melihat itu, langsung keluar memastikan keadaan Asti.
"as, kamu gapapa?"
Asti pun terkejut dia melihat wajah Kevin, lalu dia menghapus air matanya.
"a aku gapapa kok Vin. kalau mau pulang, pulang aja"
Kevin merasa ada yang di sembunyikan Asti.
"terus kenapa kamu gak masuk?"
tanya Kevin heran.
"oo itu,, kek nya tadi pagi karena keburu buru jadi aku ketinggalan kunci servis rumah vin. tapi gapapa, bentar lagi juga mama pulang kok"
ucap Asti.
"astaga,, aku kira apa. yaudah yuk"
__ADS_1
Kevin menarik tangan Asti, keluar dari gerbang rumah dan masuk ke mobil.
Asti merasa bingung akan di bawa kemana sama Kevin.
"kev.. kita mau kemana?"
"ikut aku aja, dari pada kamu nunggu disitu mending ke rumah dengan ku. lagian juga keysa kangen dengan mu bukan?"
jawab Kevin sambil melajukan mobilnya.
Asti pun hanya diam, karena menurut dia ada betul nya juga. jadi dia gak harus kepanasan menunggu kedua orang tua nya pulang. lagian juga dia gak tau kapan orang tua nya pulang.
sampai lah di rumah kevin.
Asti turun dan berjalan bersama bareng Kevin.
"ma!!"
teriak Kevin.
"mama pergi den"
jawab seorang perempuan berparuh baya seperti nya itu Art di rumah ini.
"oo yaudah bi, adik keysa mana bi?"
tanya Kevin sopan.
"oo di atas den, biar bibi panggil"
bibi itu pun ke atas memanggil keysa.
"oh iya as, duduk lah disini. sebentar lagi juga keysa akan Dateng. aku mau ke kamar bentar"
Asti pun duduk di ruang tamu.
tak lama Asti duduk keysa Dateng menghampiri Asti.
"kak Asti.."
Asti pun langsung memeluk keysa.
"hey keysa, apa kabar?"
"baik kak. kakak kenapa gak pernah Dateng lagi sih?"
tanya keysa.
"sorry,, kakak kemarin kemarin sibuk dengan tugas Kakak yang buanyak banget"
jawab Asti sambil menjewer telinga nya sendiri.
tak lama kemudian ada tamu yang Dateng. seperti nya Asti tidak asing dengan wajah nya.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
jawab Asti.
tanya salah satu di antara mereka.
"ada, sabar ya"
"Keysa, sana panggil Abang Kevin ke kamarnya. bilang kawannya Dateng"
bujuk Asti.
"enggak gak mau, mau nya main"
"iya abis ini kita main. tapi panggil dulu Abang Kevin nya"
Keysa pun pergi langsung memanggil Kevin.
sementara Asti pergi ke dapur
"Bu,, emm boleh buat kan minum gak buat teman kevin di depan?"
"boleh neng"
bibi pun segara membuatkan minuman dingin buat teman kevin.
setelah selesai, bibi mengantarkannya.
awalnya bibi menyuruh Asti untuk mengantarnya namun Asti menolak. karena dia
tidak terbiasa jumpa laki laki.
bibi yang mendengarnya tertawa, pasalnya masih ada anak jaman sekarang yang malu dengan lawan jenis.
tak lama kemudian Kevin turun
menghampiri temannya, begitu juga dengan Keysa.
"eh bro. sorry sorry tadi gue mandi"
ucap Kevin.
tiba tiba Keysa nanya.
"bang nampak kakak kakak tadi gak?"
"oo kakak tadi, keknya ke sana deh key. coba kesana"
Keysa pun berjalan berlari menuju yang di arah kan laki laki tersebut.
"yeay,, ketemu!"
__ADS_1
ucap Keysa dengan keras membuat Asti terkejut.
"astaga,, terkejut kakak"
jawab Asti sambil tertawa.
Asti pun menggelitikin Keysa, membuat Keysa tertawa.
lalu mereka bermain kejar kejaran, tak jarang juga mereka bermain petak umpet.
semua permainan di mainkan.
pokoknya Asti seperti kembali merasakan masa masa kecil dia yang bahagia.
sedang kan teman teman Kevin yang Dateng awalnya untuk membahas, jadi salah fokus sama mereka berdua yang sedang bermain.
"Vin dia siapa sih, kok lengket banget sama adikmu?"
"oo dia itu Asti. satu kampus dengan kita, kebetulan orang tua ku dengan orang tua nya saling kenal jadi yaudah lengket deh tuh bocah sama dia"
jawab Kevin.
"lah, pantes aku gak asing sama muka nya. kek nya dia pencinta anak kecil banget ya"
"mungkin, tapi yang jelas Keysa senang kalau sudah main dengan Asti. bahkan sekarang dia lebih merindukan Asti ketimbang aku abangnya"
jawab Kevin sambil melihat mereka berdua.
"wah,, idaman banget sih nih. idaman calon mantu ini mah"
Kevin yang mendengarnya hanya tersenyum.
Asti yang sedang asyik dengan Keysa tidak memperdulikan teman teman Kevin yang melihat mereka. Asti tetap bermain dengan Keysa.
"key, key udah makan belum?"
tanya Asti sambil bermain.
"belum kak"
"makan yuk? janji deh kakak suapin"
bujuk Asti karena dia merasa khawatir dengan keadaan Keysa.
lalu keysa yang mendengarnya langsung menarik Asti menuju ruang makan.
Asti pun langsung mengambil makanan untuk Keysa.
dan menyuapi Keysa perlahan.
dalam menyuapi Keysa tak jarang mereka tertawa juga.
"fix idaman, no debat"
"keknya dia cocok juga deh Vin, sama kamu"
"apaan sih kalian. udah yuk bahas yang mau dibahas"
jawab Kevin mengalihkan topik.
setelah makan, Asti membawa Keysa duduk diruang keluarga sambil menonton tv, Asti sengaja agar Keysa tidur.
ternyata benar saja dalam hitungan beberapa menit Keysa tidur.
lalu tak lama juga Asti pun ikut tidur.
"as,,"
tiba tiba saja ada yang membanguni Asti. betapa kagetnya dia, yang membanguni dia adalah mama Kevin.
"Tante,, eh maaf Tante"
"gapapa. kamu gak pulang udah sore nih"
"iya pulang Tante"
jawab Asti sambil melihat jam menunjukkan pukul lima sore.
"Vin, anter Asti"
perintah mama.
"astaga mama, Kevin lagi makan. lagian juga dia belum makan. gak percaya tanah saja pada nya?"
"benar belum makan?"
tanya mama Kevin.
Asti hanya mengangguk, lalu tiba tiba Asti dibawah ke meja makan dan disiapkan makanan didepannya.
"nah, makan Asti. kamu sudah Dateng kata bibi jaga Keysa dengan baik dengan teratur masa kamu gak makan. ayo makan dulu setelah makan baru Tante izin kan pulang"
Asti pun hanya diam lalu memakannya.
"oo iya Asti, Tante cuma mau bilang makasih sudah jaga Keysa seharian ini. jujur Keysa itu payah banget kalau di suruh makan. apalagi tidur"
Asti hanya tersenyum sembari makan.
"wah,, sepertinya dia senang denganmu as',
ucap Tante.
"hahaha enggak lah tan. mungkin karena Asti orang baru kali Tan makannya dia ingin mencoba berteman dengan lingkungan yang baru"
jawab Asti.
"apaan kemarin Laras orang baru, tapi dia sama sekali tidak mau dengan Laras"
__ADS_1
Asti hanya tersenyum dan tertawa mendengarnya ucapan mama Kevin.
selesai makan pun Kevin mengantar Asti pulang.