Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pemilihan Ketua BEM kampus


__ADS_3

Setelah melewati beberapa tahap dalam persyaratan menjadi ketua BEM kampus favorit.


akhirnya, kali hari ini adalah hari yang menengangkan bagi semua masyarakat kampus, termaksud calon calon ketua dan tim sukses dari setiap kubu.


untuk kali ini yang ikut pemilihan ketua BEM hanya ada dua kubu.


pertama, kubu Kevin dan Asti. dimana mereka sangat deg degan, apalagi Kevin yang masih ingin menjabat sebagai ketua BEM kampus.


kedua, ya ada jenny dan wakilnya Rara. mereka ikut sama merasakan deg degan. paling deg degan adalah jenny yang tau bahwa temannya Asti, ikut mencalonkan diri dan bergabung dengan kubu Kevin.


flashback on


dalam acara kampanye jenny sungguh kaget yang melihat Asti ikut naik dan berdiri di samping Kevin.


pasalnya, Asti pernah bilang sama jenny bahwa dia tidak ingin ikut karena dia tidak tertarik sama sekali.


pada saat Asti memperkenalkan diri nya sebagai seorang calon wakil ketua BEM kampus dari kubu Kevin, membuat jenny semakin kaget.


apa! kenapa Asti gak bilang sama aku,, apa dia sengaja gak kasih tau aku, supaya aku gak mundur?


Asti!!! aku harus pasti kan ini sama asti. aku gak boleh gegabah dalam hal seperti ini, aku harus bisa positif thinking dulu.


ucap jenny dalam hati yang merasa kecewa melihat sikap Asti, yang menurutnya Asti sengaja menyembunyikan ini dari nya.


kampanye pun berakhir, jenny sengaja langsung menghampiri Asti. dan menarik tangan Asti paksa.


Asti yang merasa sakit akibat tarikan Asti pun berusaha melepaskan diri.


"apa apaan sih kamu Jen!!"


jenny melepaskan tangan Asti dengan kasar.


"aku mau ngomong sama kamu"


ucap jenny yang menahan amarahnya.


"kamu kenapa gak bilang sama aku kalau kamu! kamu ikut dalam pemilihan ini?"


tanya jenny.


"jawab Asti!! bukannya kamu bilang kamu tidak tertarik dengan dunia seperti ini. bukannya kamu sibuk"


Asti mengingat kembali apa yang dia katakan pada jenny.


"oke Jen,, tenang dulu. ini enggak seperti yang kau duga Jen"


Asti mulai menangis.


"ya, kalau begitu jelaskan"


"jujur aku gak tertarik dengan ini semua, aku ngelakuin ini karena aku ditawari sama Kevin buat jadi rekannya. awalnya aku menolak namun dia terus menerus membujukku. aku gak mungkin nolak lah, dia pernah membantu ku dalam hal kecil sekali pun"


jelas Asti.


"kamu yakin itu aja alasan nya? gak lebih? bukan karena kamu tau aku akan mencalonkan diri kan?"


tanah jenny menyelidiki.


Asti mengangguk


"aku hanya lupa ingin mengatakan nya pada mu, bukan karena hal lain. aku mohon jangan marah begitu, aku janji aku akan bilang pada mu lain kali"


janji Asti membuat hati jenny merasa lega.


"ya kamu harus janji. ingat as, aku akan selalu ada di untuk mu selamanya. dan aku gak mau ini terulang kembali"

__ADS_1


senyum jenny dan memeluk Asti.


flashback off


"vin, kamu jangan khawatir. aku yakin kubu mu akan menang"


Billy memberi semangat pada Kevin, yang terlihat cemas dan gelisah.


Asti hanya diam, sejujurnya dia belum pernah merasakan hal yang begitu menegangkan baginya seperti hari ini.


"as, kamu gapapa?"


tanya Kevin yang melihat Asti melamun.


"eh, iya aku gapapa"


jawab asti seadanya.


Kevin pun memegang tangan Asti, kini jari jemari Kevin dan Asti bertemu dan Kevin memegang erat telapak tangan tersebut.


membuat Asti sontak kaget, bukannya menolak Asti Mala merasa aman saat Kevin berada disampingnya.


"kamu gak usah takut ini semua akan baik baik saja"


senyum Kevin membuat Asti ikut tersenyum.


••••


di kubu lain, terlihat Rara yang terlalu khawatir dengan pemilihan ini.


bahkan Rara sempat mondar mandir berjalan di depan jenny, membuat Jenny sedikit terganggu.


saat Rara berjalan tepat di hadapan jenny, jenny pun segera menarik tangan Rara, hingga rara duduk di samping jenny.


tanya jenny.


"aku, aku khawatir kita akan kalah. aku gak mau kita kalah"


ucap Rara takut.


"ya sudah tenang lah, kalau pun kita kalah itu berarti, belum rezeki kita untuk bisa menjadi dan memimpin kampus ini"


"kamu pesimis?"


tanya rara yang tidak menerima penjelasan dari Jenny.


"aku gak pesimis"


"lalu apa!"


"aku hanya ingin berdamai dengan apapun yang akan terjadi nanti"


jawab jenny.


"kita harus menang Jen"


ucap Rara menatap dalam mata jenny.


••••


pemilihan pun terus dilakukan oleh masyarakat kampus.


mahasiswa kampus juga sangat antusias dalam hal ini. mereka memilih dan mencoblos pilihan mereka masing-masing, sebagian dari mereka ada yang bingung untuk memilih.


"eh, lu pilih siapa?"

__ADS_1


tanya salah satu mahasiswa.


"gue, kalau gue sih pilih kubu satu deh. kayaknya cocok"


jawab mahasiswa lain.


"iya, aku juga pilih kubu satu. katanya sih Asti itu selalu dipuji puji di kampus dengan hasil kerjanya"


"aku enggak, aku pilih nomor dua"


tolak salah satu mahasiswa.


"kenapa?"


"iya karena kubu dua juga gak kalah hebatnya kok. aku dengar si jenny juga bagus dalam memimpin"


"iya aku setuju, kali ini aku gak pilih Kevin. kalau dia jadi ketua bisa abis telak kita dibuat, karena cewek cewek selalu mengidolakan nya"


ucap salah satu mahasiswa yang setuju dengan pilihan mahasiswa yang lain yang memilih kubu jenny.


setelah hampir lebih jam dua siang, akhirnya voting pun berakhir.


acara pemilihan berakhir dengan lancar tanpa ada keributan sama sekali.


waktu nya perhitungan.


dimana setiap kubu masing masing, mengirimkan satu atau dua utusan untuk menyaksikan atau menjadi saksi dari perhitungan dari panitia.


saksi tersebut adalah bagian dari tim sukses setiap kubu.


perhitungan pun dimulai, yang menjadi saksi sangat lah tegang.


begitu banyak kertas coblosan yang dikeluarkan dari setiap kotak suara.


panitia pun, mulai membaca kan kuat kuat kertas tersebut.


perhitungan pun selesai dengan waktu satu jam.


dan yang menang adalah kubu Kevin.


dengan total yang tipis, beda dua suara dari jenny.


Tim sukses Kevin pun berlari dan menghampiri ruangan tempat tim sukses kubu Kevin berdiam.


"kev,, kita menang!!"


teriak saksi yang senang dengan kemenangan ini.


semua yang di dalam ruangan tersebut pun bersorak dengan bahagia. termaksud Asti dan Kevin yang sangat bahagia.


•••


panitia pun mulai mengumumkan votingan suaranya di depan lapangan di hadapan banyak mahasiswa.


setelah nama Kevin dan Asti disebut dan dipersilahkan berdiri di depan, Kevin dan Asti berjalan. kali ini Kevin sangat senang dan bangga, dia berjalan dengan senyuman yang ceria, membuat seluruh mahasiswi berteriak.


"baiklah, harap tenang teman teman. terima kasih atas dukungan yang kalian berikan. artinya kalian masih mempercayakan saya sebagai ketua. semoga kedepannya kampus ini bisa lebih maju"


ucap Kevin dengan lantang.


"terimakasih sekali lagi atas nama kevin dan Asti, ini merupakan pengalaman pertama saya. semoga kedepannya kami bisa menjaga amanah kalian dan kita bisa bekerja sama dalam mencapai visi misi kampus hebat!"


ucap Asti.


semua pun bersorak bahagia.

__ADS_1


__ADS_2