
pagi tiba, matahari mulai bersinar di tempatnya, cahaya mulai memasuki jendela setiap rumah satu persatu, burung burung berkicauan merdu saling menyahut satu sama lain.
hari ini Asti masuk magang seperti biasa, namun kali ini dia akan masuk magang di siang hari. karena hari ini dia harus menemui dosen pembimbing nya di kampus, untuk mengoreksi hasil penelitian nya.
"hai cantik"
ucap Kevin.
Asti tersenyum mendengar ucapan Kevin yang membuat pagi nya selalu indah. bukan hanya sekali atau dua kali Kevin selalu mengucapkan hal hal yang berhasil membuat pipi Asti memerah jambu. ya, semenjak mereka pergi berangkat bareng dan pulang bareng Kevin selalu mengucapkan hal hal seperti itu.
"Vin, kita ke kampus dulu ya? aku akan ke rumah sakit nanti siang, setelah pulang dari kampus. jik....
belum selesai Asti ngomong Kevin langsung mencela
"baik lah aku akan anter kamu kemana pun kamu pergi. jadi tenang saja, nanti siang aku bisa kok"
mobil pun berangkat.
"Vin, bagaimana skripsi mu? apa sudah selesai?"
tanya Asti.
"belum sih as, kemarin dosen pembimbing minta di revisi ulang. lalu, aku sudah revisi ulang dan sudah ku serahkan. tapi masih ada beberapa juga sih dikoreksi salah, jadi aku harus mengulang lagi. tapi kata dosen pembimbing ku, aku cukup ngulangi di bab yang salah aja gak perlu ngulang sampai awal"
jelas Kevin dengan raut wajah yang sedih.
sangat jelas kesedihan di wajah Kevin.
"yaudah,harus semangat jangan menyerah. masih mending tuh dosen nyuruh ngulang dari bab yang salah aja, coba kalau nyuruh ulang dari awal, kan ribet? semangat ya kev, aku tau kau pasti bisa"
ucap Asti memberi semangat pada Kevin sembari menatap wajah tampan di samping nya.
Kevin pun menoleh sebentar ke arah Asti, lalu membalas senyuman Asti.
"iya, makasih"
•••••••••••••••••
"Asti!!"
teriak Aqila.
"aku kangen banget sama kamu as?"
ucap Aqila memeluk Asti.
"udah udah lepas lepas! risih tau!! malu dilihat teman teman. macam gak pernah jumpa selama satu abad aja"
balas Asti yang merasa risih, dan menatap wajah teman temannya satu persatu.
"eh abis ini nongkrong yuk?"
ajak salah satu teman Asti.
__ADS_1
"ayo!! udah lama juga nih kita gak nongkrong. gimana as, sembari membahas tentang rencana kita yang kemarin tertunda itu"
ajak Jefri.
"rencana?"
tanya Asti lupa.
"astaga!! kau ini pintar tapi juga pikun ternyata!! yang kemarin yang kau bilang itu, ketempat rehabilitasi itu?"
jawab Sindi memukul jidatnya.
"ooo.. tapi aku rasa bukan saat nya membahas itu. kita fokus aja dulu sama magangnya. tinggal sebulan lagi kan? setelah itu baru kita bahas"
ucap Asti yang menolak untuk nongkrong.
"ahh bilang saja kau gak mau nongkrong as?"
tebak Aqila.
sebenarnya ucapan Aqila benar, namun ada juga alasan lain yang memang itu penting.
"tidak begitu la, tapi kan kita semua disini magang. kan gak enak jika magang kita permisi gak masuk hanya sekedar untuk nongkrong? kalau tadi misalnya untuk sakit itu gak masalah, atau karena ada ke malangan?"
jelas Asti.
"jika kalian ingin nongkrong yaudah kalian aja. aku enggak ikut!! karena menurut ku jadi seorang dokter itu harus siap siaga untuk menolong mereka yang bertaruh nyawa"
lanjut Asti lagi.
ucap Julia.
"yaudah kalau kau, Sindi, dan Jefri mau permisi silahkan. aku gak mau ikut!!"
tegas Asti.
"yaudah kita jadi nongkrong. berarti yang gak ikut hanya Asti. kita kan memang sudah tau wataknya Asti, agak payah jika di ajak nongkrong oleh teman sekelasnya!! nongkrong sama teman pacarnya aja baru bisa"
sindir salah satu teman Asti.
mendengar sindiran tersebut, membuat Asti sedikit kesal dan pergi meninggalkan mereka. ia pergi berjalan menuju ruangan pak Adi, ia ingin cepat cepat selesai dan kembali ke rumah sakit.
tok,,, tok,,, tok,,,
"masuk!"
ucap Adi setelah mendengar pintu ruangannya terketuk.
Asti pun masuk dengan hati hati dan perlahan menutup pintu ruangan.
"Asti, ada apa?"
tanya Alex, saat melihat Asti yang dateng.
__ADS_1
"saya ingin menyerah kan tugas saya pak, sekalian sama file skripsi saya? maksud saya saya ingin bapak memeriksa skripsi saya. jika nanti ada yang salah saya bisa segera perbaiki tidak ngulang ngulang lagi nantinya"
jawab Asti dan duduk di kursi depan meja dosen Adi.
Adi mengangguk, dan melihat file skripsi milik Asti. lalu Adi memberitahu kan bahwa ada bagian bagian yang salah atau kurang tepat. dan memberikan Asti solusi untuk bagian yang salah tersebut. setelah selesai Asti menutup laptopnya dan ingin segera cabut dari ruangan.
"Asti!! bagaimana magang kamu? apakah kamu disana kesulitan?"
tanya Adi, yang menahan Asti untuk bangkit dari duduk.
"enggak kok pak"
jawab Asti yang perlahan duduk kembali.
"mala disana Asti justru sangat senang pak, disana saya banyak belajar tentang hal hal yang baru pak. lingkungan yang ramah, membuat saya betah pak"
sambung Asti lagi.
Adi mengangguk anggukkan kepala dan tersenyum mendengar penjelasan Asti.
"lalu, bagaimana tentang...
"tentang Yhanko?"
potong Asti.
Adi menganggukkan kepalanya.
"yang bapak lihat seperti apa?"
tanya Asti balik.
"saya lihat Yhanko sangat berbeda sekarang. bahkan saya sedikit terkejut melihatnya, untuk pertama kalinya saya melihat dia sholat secara diam diam di kamarnya. dan pertama kali nya juga dia menyuruh saya untuk sedekah. apa yang kamu lakukan as, kepada keponakan saya itu? sehingga dia jauh berbeda dari sifatnya yang dulu?"
tanya Adi.
mendengar ucapan dosen Adi, membuat Asti sedikit bahagia. ada perasaan bangga, karena apa yang ia lakukan itu mampu menyentuh hatinya. dan keputusan nya memang lah tidak main main untuk berubah.
"saya tidak melakukan apapun pak. saya hanya sedikit membuatnya tersadar. ya, saya juga tidak pernah menyangka sedikit tindakan saya mampu membuat hati nya tergoyahkan, sampai seperti itu. ini semua bukan karena saya pak, tapi ini semua karena Yhanko sendiri. dia yang meminta kepada saya agar menuntun nya ke jalan yang baik, ya saya hanya bisa membantunya sebisa saya. saya punya teman laki laki, yang kebetulan dia lebih tau dari saya, sehingga saya serahkan saja Yhanko kepadanya"
jelas Asti panjang lebar.
"makasih ya as, ini juga berkat kamu. dia mau berubah! hati nya sedikitt tersentuh. berkat sentuhan hati yang kau buat, mampu membuat semua orang bahagia. apalagi ayah dan ibu nya Yhanko yang mengetahui anaknya sudah berubah secara perlahan"
ucap Adi sembari tersenyum.
Asti hanya terdiam menunduk, dia tak tahu harus membalas apa mendengar ucapan terima kasih dari dosennya.
"yaudah pak, kalau begitu saya permisi dulu ya pak? saya harus kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan magang saya"
ucap Asti sebelum akhirnya berdiri.
"permisi pak"
__ADS_1
Asti berjalan keluar, setelah sampai luar. Asti menghela nafas panjang lalu berjalan menjauhi ruangan tersebut.