Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Bergadang


__ADS_3

rasa suka Asti pada Hendrik pun semakin lama semakin lama semakin besar. hingga dia lupa bahwa seorang hamba yang diciptakan tidak akan pernah bisa mengabulkan atau menampung rasa tersebut, harapan tersebut.


Asti lupa akan tuhan yang menciptakan nya, dia terlalu berharap pada manusia yang jelas jelas tidak bisa dijamin.


layaknya seorang yang sedang di mabuk cinta, begitu lah Asti saat itu.


karena rasa dan hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan, akhirnya Asti memutuskan untuk menyatakan cinta nya terlebih dahulu kepada Hendrik.


namun saat itu, Hendrik menolak dengan tegas membuat Asti sedih berhari hari. Asti terlarut dalam kesedihan yang begitu dalam. apa yang ia kira ternyata salah, ada rasa malu dalam hati nya saat dia menyatakan itu.


namun Asti harus bisa menyatakan nya agar dia tidak digantung.


saat Asti membuka media sosial menstalking akun media sosial milik Hendrik, Asti melihat Hendrik memasukkan foto cewek ke dalam story nya dengan love merah dan hitam.


sakit rasa nya, bahkan saat itu selama seminggu lebih mood Asti tidak karuan. rasa nya dia ingin marah namun itu salah dia, kadang dia juga melampiaskan nya kepada orang orang yang berada disekitar nya.


tapi, tiba tiba Asti ingat dengan sang pencipta.


Asti pun mendekat kan diri kepada sang pencipta. dalam doa nya Asti selalu curhat kepada sang pencipta, jujur Asti merasa malu karena dia Dateng kepada sang pencipta pada saat dia lagi dalam kesulitan namun saat bahagia dia lupa akan sang pencipta.


air mata Asti tidak tertahankan ketika berdoa, namun entah dari mana pemikiran Asti tiba tiba di bukaan oleh tuhan.


Asti merasa Tuhan ingin Asti tidak menaruh harapan yang besar kepada hambanya selain dia, Asti merasa Tuhan ingin Asti selalu dekat dengannya, tuhan merasa cemburu dengan kedekatan Asti dan Hendrik.


dan Asti merasa bahwa Tuhan sudah menyiapkan segala nya yang tepat dan yang terbaik bagi Asti.


dari kejadian ini lah sedikit banyak nya Asti berfikir untuk tidak mau pacaran, pemikiran Asti perlahan mulai terbuka tentang pacaran.


Asti adalah salah satu orang yang paling sangat bersyukur, bahwa dia bisa mendapatkan rasa sakit ini. karena dengan rasa sakit ini pemikiran nya terbuka dengan lapang.


pacaran tidak ada untungnya, toh kalau bener dia jodoh kamu, tapi kalau tidak? kamu yang rugi. udah kasih pegangan tangan, peluk mungkin, bahkan kasih jatah. eh tapi bukan jodoh mu melainkan jodoh orang lain.


canda:)v


inti nya gini manusia bisa berencana dengan sebaik mungkin, berusaha dengan sebaik mungkin. namun, kalau Tuhan berkata tidak!! maka itu semua tidak akan terjadi. itu semua hanya harapan yang tidak baik untuk mu. yakin dan percaya lah bahwa Tuhan akan memberikan mu yang terbaik dengan cara dan jalannya yang unik, hingga kau tidak bisa mengira bahwa ini yang terjadi padamu.


percaya lah bahwa semua rencana Tuhan itu jauh lebih indah dari rencana apa yang kau buat atau yang akan kau buat.


tetap lah semangat untuk memperbaiki iman dan akhlak, kelak pasti jodoh mu akan melakukan hal yang sama dengan mu.


karena orang baik selalu berpasangan dengan orang yang baik pula, begitu juga sebaliknya orang yang jahat akan dipasang kan oleh orang yang jahat pula, ini kata Tuhan!.


balik topik


flashback off


"oo jadi dulu kau pernah suka sama dia, hingga kau pernah nyatakan rasa itu?"


tanya Vivi yang mencoba memahami cerita Asti.


Asti pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Asti dengar!! aku gak ingin kamu menaruh harapan yang sama lagi sama Hendrik. aku gak suka Hendrik! dia gak baik buat mu dan gak tepat buat mu!"


tegas Dewi.


"iya aku juga setuju,, lebih baik kamu sama si kevin itu saja. dia lebih baik dan tepat untuk mu"


sambar Reza.


"iya iya enggak,, aku gak akan taruh rasa yang sama lagi kok sama Hendrik. tenang lah"


ucap Asti kepada mereka semua.


"tenang tenang,, kepalamu peang!!"


jawab Dewi dengan cetus.


"tapi sekarang kau gimana kalau jumpa dia?"


tanya Vivi.


"aku,, aku biasa aja lah. kayak teman gitu sih ya tapi ada malu juga"


jawab Asti.


"namun, aku tetap bersyukur sih,, dikasih kesempatan buat ngerasain hal yang paling gak enak. sehingga aku bisa sampai diposisi sekarang yang sudah terbuka dengan lebar pemikiran ku tentang gitu gituan lah"


jelas Asti.


"yaudah,,, pokoknya sedikit jaga jarak aja. kita kan gak ada yang tau sama perasaan. saat ini kamu bilang enggak, eh besoknya denger denger udah jadian aja"


"iya bawel,,,, tenang!.. kan ada Reza yang akan selalu melindungi aku. ya kan za?"


tanya Asti ke Reza dengan wajah genit.


"aku,,, hm,,,, iya ada aku yang akan selalu menjaga dirimu. tenang saja, tapi bukan berarti tenang kau bisa menaruh perasaan yang sama lagi sama dia paham!"


"iya paham"


jawab Asti.


"paham paham,, jangan paham aja buktikan"


ucap Reza.


"iya aku pasti akan bukti kan kok. tenang saja?"


"eh ngomong-ngomong Gimana kamu sama Kevin? lama gak ada kabar nib kamu sama dia?"


tanya Dewi mengalihkan pembicaraan.


"oo baik kok,, emang sih beberapa hari kemarin aku sempat gak suka aja lihat Kevin. tapi semua nya udah selesai kok,, tenang saja"

__ADS_1


jelas Asti.


"yakin?"


tanya Dewi memastikan.


"iya as,, kamu yakin soalnya tadi juga kamu gak dianter sama Kevin kan?"


sambar Vivi.


"iya yakin kok,, tadi emang aku gak mau aja dianterin sama dia. lagian kan dia lagi sibuk jadi gak mau ngeganggu dia aja "


jawab Asti.


"eh yaudah lah ya,, udah malam juga nih"


ucap Dewi mengingat kan waktu.


Asti beserta yang lain pun langsung melihat kearah jam yang tertera di layar hp. ternyata waktu menunjukkan hampir pukul dua pagi. membuat Asti dan yang lainnya sontak terkejut.


"yaudah lah yuk,, kita akhiri aja lagian besok juga pada sibuk mah kuliah kan?"


ucap Asti.


"iya, yaudah lah yuk udah malam. besok kesiangan pula kalian"


ucap Reza disambar Asti.


"kalian?? gak sadar ya,, sana juga kuliah??"


"emang aku kuliah markona, tapi aku masuk siang markona. paham!!"


jelas Kevin.


"oo bilang lah dari tadi"


ucap Asti.


"yaudah lah yuk kita akhiri video call ini,, soalnya mata juga sudah tidak tahan. rasanya aku ingin segera tidur"


ucap Dewi.


"iya sama nih,, besok ada kursus lagi kan.. praktek lagi"


ucap Vivi.


"yaudah kita akhiri ya,, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


jawab kompak Reza, Vivi, dan Dewi.

__ADS_1


lalu tak lama kemudian Asti mengakhiri telponnya.


dia pun segera bergegas untuk tidur, agar dia tidak Bangun terlambat nantinya


__ADS_2