
siang yang panas, matahari yang mulai menunjukkan sinar ganasnya kini Asti sudah sampai di kampus.
ya, sebenarnya Asti malas untuk kuliah di siang hari. namun, ia sadar bahwa satu kesalahannya akan membuat dia ketinggalan dengan yang lain.
Asti pun masuk ke dalam ruangannya. di sana, belum terlihat sama sekali teman teman Asti. membuat Asti bosen, dia pun kemudian keluar menuju ke kantin.
di kantin Asti membeli beberapa makanan untuk cemilan di dalam kelasnya, sambil menunggu teman temannya dateng. saat sudah selesai membayarnya dan hendak membalik badan, Asti tidak sengaja menabrak seseorang.
sehingga jajanan yang berada di tangan Asti jatuh ke lantai. Asti pun merasa kesal, dia segera mengutip jajanannya dan segera berdiri tegak memarahi nya.
"punya mata gak sih!!! lihat lihat dong jangan asal nabrak aja!!"
bentak Asti.
namun laki laki tersebut mala diam tidak menjawab ocehan Asti.
"punya telinga gak sih!! bukannya minta maaf!! mala diam!!"
Asti sambil menunjuk telinga laki laki tersebut dengan kesal yang semakin menjadi.
"kenapa? kenapa saya yang harus minta maaf kepada anda? saya tidak bersalah! jadi kenapa yang harus minta maaf?"
jawab laki laki itu santai.
Asti mulai menggeram.
"kamu bilang kamu tidak bersalah? udah jelas jelas kami yang menabrak saya duluan!"
Asti tidak perduli lagi sekarang, persetan dengan semua orang yang melihatnya menjadikan dia sebagai bahan tontonan.
"saya tidak menabrak anda!! tapi anda yang menabrak saya duluan!! Anda masih tidak sadar bahwa anda yang menabrak saya duluan?"
jawab laki laki itu sedikit membentak.
seketika Asti merasa sedikit takut, dia merasa keberaniannya kini menciut. namun, bukan lah Asti jika tidak berani, bukan lah Asti jika tidak menang.
"suruh siapa kamu dibelakang saya!! kan banyak jalan kenapa harus milih di belakang saya?"
"Anda tanya kenapa? maaf sebelumnya, udah pernah di ajarkan mengantri belum mbak?"
Asti terdiam. kali ini dia kala telak, dia tidak dapat berdebat lagi. Asti pun mencari aman untuk pergi dari kantin dan segera ke kelas.
walaupun masih ada sedikit kekesalan di hati Asti, namun Asti menahannya. dia mencari aman, ya aman agar dia tidak semakin di permalukan. tapi urusan dia dengan laki laki itu belum kelar sampai sini.
"lihat saja, lain kali aku akan membalasnya!!"
ucap Asti dalam hati.
•••••
"baiklah hari ini saya akan memberitahu kalian tentang siapa saja yang akan menjadi dosen pembimbing kalian"
ucap dosen Adi, sembari membacakan nama nama mahasiswa beserta dosen pembimbing nya.
setelah selesai membacanya pak Adi meminum air botol mineral yang telah ia bawa.
"baiklah, ada nama yang belum di sebut?"
tanya dosen Adi.
__ADS_1
Asti menunjuk tangan
"saya pak! saya belum di sebut! siapa dosen pembimbing saya pak?"
semua mahasiswa pun merasa kaget, karena mereka hanya fokus pada nama mereka dan nama dosen pembimbing mereka.
"ada lagi selain Asti yang belum di sebut?"
tanya dosen Adi lagi.
semua menggeleng.
"baik, nama kamu memang sengaja saya tidak buat di daftar ini. karena dosen pembimbing kamu adalah saya sendiri"
jawab dosen Adi sambil tersenyum tipis.
semua kaget mendengar jawaban pak Adi.
"lah kenapa gitu pak? kenapa Asti satu satu nya yang menjadi mahasiswa bimbingan bapak?"
tanya beny protes.
"alasannya gampang, dia asisten dosen saya di kelas ini bukan? Jika saya berikan dia kepada dosen lain itu akan membuat dia terbebani. saya masih butuh asisten saya"
jawab pak Adi.
Asti yang mendengar jawaban pak Adi pun merasa tenang. karena dia tau, bahwa di antara semua dosen di sini pak Adi lah salah satu dosen yang bisa diajak diskusi, bahkan beliau tidak pernah pelit untuk membagikan ilmu.
tidak hanya itu saja, beliau bahkan selalu siap sedia untuk mahasiswa selama 24 jam. jadi, Asti merasa bersyukur mendapatkan dosen pembimbingnya seperti pak Adi.
"baiklah, saya harap jawaban saya sudah bisa menjawab pertanyaan kalian. oh iya satu lagi, saya minta agar kalian mulai sekarang menemui dosen pembimbing kalian, menanyakan apa apa saya yang harus kalian lakukan. dan ya, semangat untuk kalian. good luck"
"cie,, yang dosen nya pak Adi"
goda Julia.
Sindi tertawa
"enak banget sih loh as, kata kakak kakak kelas sini dosen pembimbing yang paling enak salah satunya pak Adi as. wah bisa bagus nih bisa bisa nilai mu"
Asti diam, tidak membalas atau menjawab pertanyaan dan ledekan mereka.
"iya nih cie,, pak Adi mulai menunjukkan kesan yang so sweet "
sambar Jefri mendekati Asti.
Asti pun menatap Jefri dengan tatapan tajam, tatapan perperangan. Jefri yang melihat tatapan Asti pun merasa terkekeh sendiri. bahkan Jefri bukannya takut tapi semakin ingin menjahili Asti.
"aduh,, enak kali ya kalau dosen pembimbing nya kayak pak Adi. selalu siap 24 jam buat Dede Asti"
ucapan Jefri kali ini Mala mendapatkan pukulan yang pedas dari Asti tepat di punggung bahu Jefri. membuat Jefri kepanasan dan sedikit merintih.
"mau lagi, kena yang level dewa nya?"
tanya asti dengan santai.
"enggak enggak enggak"
jawab Jefri kali ini merasa kesakitan lalu kembali ke bangkunya.
__ADS_1
••••••
selesai pulang kampus, Asti pun segera menemui dosen pembimbing tersebut. dia menuju ruangan pak Adi.
"tok,,tok,,tok"
suara pintu berbunyi.
"masuk!!"
ucap dosen Adi sedikit mengeraskan suaranya.
Adi pun merasa kaget ketika Asti dateng mendadak, padahal dia tidak menyuruh Asti untuk keruangan nya.
"lah kenapa gak pulang as? ada apa?"
tanya Adi.
"em,, gini pak sesuai dengan yang bapak perintahkan, agar menemui dosen pembimbing segera supaya skripsi nya cepat tuntas"
jawab Asti perlahan.
Adi mengangguk
"kan masih banyak waktu as? bukankah besok juga masih bisa?"
"pak lebih cepat itu lebih baik kan pak?"
tanya Asti mengangguk.
"baiklah, karena kamu memaksa maka saya akan meladeni. sekarang apa yang ingin kamu tanyakan!"
tanya dosen Adi menatap Asti dengan wajah santainya.
"pak saya hanya ingin menanyakan, apa yang harus saya lakukan untuk memulai skripsi saya?"
tanya Asti.
Adi pun menjawabnya dan menjelaskannya kepada Asti tentang apa apa saja yang harus ia persiapkan.
"ada lagi?"
tanya Adi.
"ada pak, maaf nih pak sebelumnya saya lancang. maksud saya baik pak agar saya tidak mengulang ngulang atau merevisi ulang nanti skripsi saya"
jawab Asti keliling keliling mencari kata kata yang tepat.
"langsung saja ke ke pointnya as, jangan berbelit belit"
ucap dosen Adi.
"intinya pak, tema atau judul apa yang bapak ingin kan? agar saya tidak mengulang ngulang lagi atau merevisi ulang lagi skripsi saya"
tanya Asti tutup point.
Adi pun menjelaskan tema seperti apa yang ingin dia mau dan judul seperti apa dengan jelas kepada Asti. sedetail-detailnya nya.
mereka berdua pun berdiskusi.
__ADS_1